Aku terbangun karena karena mataku silau terkena sinar matahari yang menembus kaca,aku menarik selimut yang menutupi badan,dan merapikan tempat tidurku.Saat aku melihat kalender pagi itu aku melupakan sesuatu,dan ya hari menunjukkan hari ini adalah senin,dan waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 .”Haruskah aku bolos untuk hari ini?” Ujarku,”Tidak,itu bisa membuat reputasiku yang tidak pernah bolos disekolah hancur” pikirku.Dengan tergesa-gesa aku berlari menuju kamar mandi,hampir saja lantai yang licin membuatku terjatuh,beruntung itu tak terjadi,aku segera mandi secepatnya,tak peduli meskipun mungkin ujung rambutku ada yang tak basah,aku pun selesai,setelah selesai memakai baju akupun menata rambutku dan segera berangkat menuju sekolah.”Aku berangkat”ucapku pada Ibuku,”Iyaa hati hati “balasnya.
Setelah 15menit aku melaju dengan motorku akhirnya aku sampai di sekolahku,gerbang sekolah yang megah bak pintu kerajaan menyambutku,beruntung aku belum telat pada hari itu,aku akhirnya sampai di kelas dan langsung menaruh tasku di bangku.Perasaan lega pada hari itu sungguh mengharukan.Setelah duduk aku pun mengobrol bersama temanku,namun tiba tiba perasaanku merasa tidak nyaman,”Apakah akan ada sesuatu yang buruk terjadi?”Pikirku,Akupun langsung duduk karena bel pelajaran telah di mulai,”Mungkin pikiranku barusan hanya karena aku tidak cukup tidur”pikirku lagi,Kau tau perassan cemas yang muncul karena kau kurang tidur?Mungkin semacam itu.Setelah berapa lama pelajaran berlangsung tiba tiba alarm peringatan berbunyi keras membuat suasana kelas menjadi bertanya tanya “Ada apa ini?” Ucap semua orang dalam kelasku,setelah itupun ada siaran suara yang tiba tiba berbunyi berkata “Diharapkan semua siswa segera pulang ,keadaan darurat!”
Seketika semua orang menjadi panik dan berhamburan,mungkin mereka mengira ada bencana alam atau mungkin kebakaran,tapi kejadian yang menanti mereka sebenarnya sangatlah berbeda dan lebih menakutkan,mereka segera bertanya kepada guru yang sedang mengajar namun guru itu pun nampaknya tak tau apa yang sedang terjadi,ia nampak bingung seperti orang lain.Mungkin perasaan buruk ku pada beberapa waktu lalu benar,karena orang orang mulai berhamburan keluar kelas dan berteriak “Lariiiii selamatkan diri ada zombiiiii! Segera larii!!”Teriak orang orang pada saat itu,untuk sejenak aku berfikir mungkin ini hanya mimpi karena mana mungkin ada kiamat zombie seperti di dunia game saja.
Namun dunia mimpi sedang tidak berpihak padanya karena para guru berdatangan dan berkata bahwa kita harus segera lari.”Bagaimana ini ?Apakah kita juga harus lari?Fandy,Temanku bertanya,”Apa kau gila ,menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya? Ya kita harus lari!”Balasku dengan keras.Kita pun langsung berlari tanpa tujuan yang jelas,hanya angin yang menuntun kita.Namun nampaknya angin bahkan mengarahkan kita dengan jalan yang salah,setelah beberapa keluar sekolah kita disambut dengan sekumpulan zombie yang mulai datang,meskipun mungkin tak sebanyak dalam film tapi tetap saja itu membuat warga sekita berlarian.”Bagaimana kalau kita ke atap sekolah saja sampai keadaan membaik dan bantuan datang?”ucap Fandy,aku pun menyetujuinya.Setelah itupun kami berlari menuju atap tak peduli apapun yang ada disekitarku.Setelah menuju atap kami pun berdiskusi tentang hal selanjutnya yang harus dilakukan.
”Bagaimana ini?”ucap Fandy ,”Haaaahhh bingung,mungkin kita harus menyiapkan sesuatu mungkin saja dia bakal naik keatas sini”Balasku,”Aa-apa yang kaubicarakan ,apa ka-uu gila,memang mereka mengerti kita disini? Jangan membuatku takut!” Ucap Fandy, dengan gemetar.”Kita harus siap dengan segala kondisi kau tau”Jawabku.Setelah tenang kita pun menunggu sampa matahari akan kembali bertukar dengan bulan ya sore pun tiba,setelah memantau situasi dan merasa aman ,kita pun akhirnya memberanikan untuk turun,setelah turun kami terkejut dan bertanya tanya kemana semua zombie itu?Setelah sekian berjalan mereka pun sampai di halaman sekolah,disana banyak orang berkerumun,setelah penasaran kita pun mendekati mereka dan setelah dekat kita pun bertanya pada orang yang didekat kerumunan itu “Mana semua zombie itu?Apa kau tidak sembunyi?Carilah tempat aman!”Ucapku dengan gemetar,”Zombie apa? Ohhh maksudmu mereka” ucapnya dengan menunjuk sekelompok zombie,”Kau tau mereka hanya sedang membuat film disini hahahahaha apa kau ketakutan?”Tambahnya,”Apa kau serius?!!Lalu bagaimana dengan pengumuman darurat tadi?Dan orang orang berlarian takut dijalan?Bagaimana kau menjelaskannya”Ucapku dengan kesal,”Ohhh pengumuman itu,apa kau tidak diberitahu oleh gurumu bahwa akan ada pengambilan film?Mungkin mereka tidak memberitau untuk membuat reaksi orang tampak natural dan orang yang ad dijalan yang ketakutan,mereka memang aktor penghias kami,kami sengaja menyuruh mereka ketakutan dan berlarian supaya filmnya tampak menarik.” Jawabnya dengan santai .Aku dan temanku terdiam beberapa saat tak bisa berkata,apa itu apa yang sedang terjadi.Aku akhirnya pergi dengan perasaan bingung,”Apa apaan itu,kenapa kita tidak diberitahu sebelumnya,setelah apa yang kita lakukan bahkan aku hampir menjatuhkan jantungku untuk sesuatu yang sia sia?” Fandy mengungkapkan kekesalan,”Kau tau kita harus bersyukur itu tak benar terjadi bukan?”Balasku,”kau benar teman”
Aku akhirnya pulang .Itulah kejadian yang dulu pernah terjadi,lucu memang bila kembali mengingatnya,kau tau,tapi aku bersyukur itu hanyalah pembuatan film aku tak bisa bayangkan bila itu nyata,tapi apakah memang mungkin kiamat zombie bisa benar benar terjadi?Aku tak bisa menjawabnya,tapi mungkin ini pernah terjadi?...