sonata piano mengalun sangat indah ditelingaku, membuatku terbangun dari mimpi suramku.
Aku melupakan sejenak bagaimana rasanya penderitaanku ketika mengingat dan memimpikan hal yang sama setiap harinya. Semenjak hari itu, aku lupa bagaimana caranya untuk bermimpi indah.
‘ oowwya, apa aku membangunkanmu...?’
ucapnya lembut, menghentikan permainannya yang indah yang selalu mengiris hariku ketika mengingatnya lagi.
‘hmmmm, ya’ anggukku sambil memandang sendu wanita didepanku itu.
Tatapan lembut itu memandangku, dia berjalan mendekat pelan kearahku. Belaian tangan halus nan dingin itu menyapu kulit wajahku.
‘ hector...apa itu masih sangat sakit...?’
tangannya turun hingga sampai didepan jantungku yang dibalut dengan kulit dadaku. Kugenggam tangan itu dengan lembut terasa sangat dingin namun mampu membuat hatiku menjadi hangat.
‘ leonore.... kenapa kau meninggalkanku, padahal kau tahu aku tak bisa hidup tanpamu’lirihku nyaris tak terdengar, bulir kristal itu kembali membasahi kulit wajahku. Yang membuatku kembali mengingat bagaimana hancurnya hatiku saat kehilangannya.
‘ hei... aku tidak pernah meninggalkanmu hector, aku disini bersamamu selamanya...’ dekapannya yang selalu membuat hatiku yang dingin sedikit menghangat.
‘ mendekapmu selamanya, bersamamu mencintaimu dengan segenap jiwaku...’ suara itu terdengar merdu ditelingaku, namun detik itu juga kenyataan menamparku dengan sangat kuat menyadarkanku bahwa yang dihadapanku saat ini hanyalah ilusi belaka.
Aku teringat kejadian beberapa tahun lalu bagaimana hidupku dipenuhi dengan cinta wanita ini.
Kehidupan yang sangat indah bersamanya, alunan musik yang selalu menghiasi hatiku bermain bersamanya dan mengrasakan cintanya dan kehangatannya
***
3 tahun yang lalu
Akhirnya aku kembali juga kesini paris yah negri musik klasik eropa tempat kelahiranku dan tinggal selama beberapa tahun dimasa kecilku dikelilingi dengan sonata yang indah.
karena kesibukan orang tuaku dibidang musik membuatku harus tinggal diakarta bersama nenek dari keluarga ibuku.
Awalnya tentu saja kemarahan mengisi hatiku, aku marah karena harus berpisah dengan negara yang sangat aku cintai. Namun, lamban laun aku menerimanya dan mulai menyesuaikan diri dengan negara tropis itu.
Namun disinilah aku sekarang ya paris negara yang sangat aku cintai, didalam rumah masa kecilku yang selalu sangat kurindukan.
Alunan musik yang sangat indah mengalun lembut ditelingaku bethoven sonata nomor 31.
Membuat hatiku bergemuruh sangat kuat, ada rasa haru senang dan penasaran memenuhi relung kalbuku.
Rasa haru seperti aku disambut karena telah datang dinegara ini, senang karena bisa mendengar permainan seindah ini dan juga rasa penasaran yang sangat mendalam siapakah sosok yang dengan lincahnya membuat hatiku rasanya bergemuruh riang.
Aku mengikuti alunan musik itu hingga ditaman belakang rumah, ditaman nan luas itu sebuah pohon besar berdiri nan kokoh didepan sebuah kolam buatan yang menyesuaikan dengan alam yang membuat suasana alam.
Dibawah pohon itu pandanganku tak lepas dari sosok gadis yang sangat menghayati permainannya.
Gadis dengan Bulu mata lentik yang siap menggelitik kulitnya setiap kali dia mengedipkan matanya, bola mata biru cerah yang membuat orang-orang tenggelam dalam didalamnya.
Pipi yang chuby membuat orang ingin mengigitnya dan jangan lupa dengan senyuman dibibirnya yang terukir indah bak sebuah lukisan.
Gadis itu bagaikan sebuah lukisan yang dibuat sangat indah oleh pelukisnya, gadis yang merupakan salah satu keindahan yang pernah kulihat.
Ya saat ini aku melihat sebuah lukisan hidup dengan jarinya yang menari sangat indah diatas tuts piano itu.
‘kyaaa!!’ namun teriakan itu mengejutkanku, saat mata kami bertemu dan bertatapan gadis itu terlihat sangat terkejut.
‘ maaf!! Aku tidak bermaksud mengejutkanmu’ aku perlahan mendekatinya
‘ aku tadinya hanya sangat penasaran ketika mendengar alunan musik yang sangat indah hingga aku berakhir mengikutinya sampai sini’ aku berkata jujur, namun mata itu masih memandangku curiga
‘ bagaimana kau bisa masuk...?’ selidiknya sambil mengelilingiku
‘ aku melewati pintu depan’ jawabku jujur
‘ hmmm, jangan-jangan kamu hector ya putranya tuan ascart dan nyonya claire ya...?’ tebaknya, aku mengangguk sambil tersenyum
‘ maaf karena tidak sopan perkenalkan namaku leonore, murid dari tuan ascart dan ia kita juga bertetangga rumahku ada disebelah sana’
gadis yang ternyata bernama leonore itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut kearahku yang membuatku terhanyut didalamnya.
‘ senang berkenalan denganmu leonore’ senyum masih terukir diwajahku begitupun diwajah gadis itu
Hari ini, merupakan hari pertama dimana aku bertemu denga leonore berkenalan dengannya. Dan hari ini pula pada pandangan pertama aku langsung jatuh cinta pada pesonanya.
***
Leonore gadis cantik nan imut yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi, semenjak kami bertemu beberapa tahun yang lalu ditaman belakang rumahku.
Dimana ada aku disanapun ada leonore begitupun sebaliknya,
kami selalu bersama tak terpisahkan ibaratkan oksigen bagi makhluk hidup. Dimana makhluk hidup selalu membuthkannya,
bagiku leonore adalah oksigen yang merupakan kebutuhanku yang selalu kubutuhkan disetiap waktu.
‘ hector!!’ pekiknya langsung berhambur dalam pelukanku
‘ kenapa kau lama sekali... aku merindukanmu’ dengan suara manjanya membuatku gemas untuk mengecup kedua pipinya yang chuby itu
‘ ayolah leonore, aku baru pergi selama 30 menit...’ kekehku merangkul gadis itu untuk duduk disofa yang ada diruang tamu
‘ itu sangat lama...’ cicitnya dalam rangkulanku yang membuatku terkekeh
Hari-hariku selalu dikelilingi oleh leonore, dia selalu ada hingga aku tidak tahu bagaimana aku jika gadis itu hilang dan pergi meninggalkanku.
‘ jangan pernah meninggalkanku, aku sangat mencintaimu’ kurengkuh dia dalam dekapanku
‘ aku tidak akan pernah meninggalkanmu karena aku sangat mencintaimu’ dirinya yang selalu hangat, gadis yang selalu mengisi hariku dengan warna yang sangat indah.
***
ada yang berkata semakin banyak kebahagiaan yang menghampirimu.
maka ada juga cobaan yang mengiringinya.
aku sama sekali tidak percaya akan hal itu. karena nyatanya aku selalu bahagia bersamanya.
" hector!! cepatlah... " panggil leonore
hari ini kami janjian akan kepuncak, leonore sudah sangat lama menginginkannya
namun karena sibuk, barulah hari ini rencana itu tercapai.
aku berlari kearahnya dan mendekapnya.
" kita berangkat " ucapku padanya yang diangguki oleh gadis imutku tersayang.
cuaca yang cerah membuat hatiku semakin bersinar. ditambah dengan senyuman gadis imutku ini semuanya jadi semakin indah.
jalanan yang tidak macet membuatku tidak susah untuk menuju puncak
kami bernyanyi ria diatas mobil sambil tersenyum. bercanda, tertawa bersama namun mataku tak lepas dari jalan raya.
" hector.... " lirihnya, aku memandangnya sambil tersenyum
" apa...? " tanyaku padanya
" aku mencintaimu, selamanya... " ucapnya manja sambil menubruk badanku yang lagi menyetir
hingga aku tidak bisa mengendalikan kemudi. kejadian naas itu membuatku harus kehilangannya
sampai akhir, leonore berkata mencintaiku.
bagaimana mungkin aku bisa melupakannya gadis yang sangat aku cintai ini..
karya : haijatul dil khijah zalukhu
@ salam nightrey