“Rakia Azami, gadis terjelek di sekolah memang cocok dengan lelaki terculun di sekolah alias sampah buangan, hahaha!!” kata Owami membuat yang lain ikut tertawa.
Owami menyirami Rakia, “Aku dan Ken sebenarnya sudah pacaran sejak kami kelas 1, Ken cuma memanfaatkan kepintaranmu untuk mengerjakan tugasnya, begitupun dengan tugasku,” kata Owami menunjuk-nunjuk kening Rakia berulang kali.
“Ken-kun, apakah itu benar?” tanya Rakia memastikan.
Ken hanya menatapnya datar dengan tatapan malas, “Tentu saja, siapa yang menyukai gadis sejelek dirimu? Dasar sampah buangan, walaupun ada di luar sana, aku ingin bertemu dengan lelaki bodoh itu,”.
Mata Rakia berkaca-kaca sambil dilempari telur dan tepung, bahkan kacamatanya diinjak oleh Owami.
Sekumpulan remaja itu tertawa pergi meninggalkan 2 orang yang merupakan sampah buangan.
Rakia menyeka air matanya sambil memungut kacamatanya yang diinjak tadi. Penampilannya yang kepang 2, memakai kacamata dan sederhana itu memang tidak bisa disandingkan dengan Owami.
Gadis itu pergi dengan perasaan hancur. Menuju ke sungai belakang sekolah, di sanalah tempat Rakia selalu menyendiri.
~I Say…
Kanashimi ni tozasarete
Naku dake no kimi ja nai
Atsui mune kitto mirai o kirihiraku hazu ga
Hey, hey, hey Start Dash
Nananana..na..nana..na~
Rakia bernyanyi dengan lembut dan slow.
“Suaramu sangat indah,”
Gadis itu berbalik dengan rasa kaget. Dilihatnya lelaki yang menjadi korban bully barusan ada di belakangnya.
“Kau?”
Lelaki itu tersenyum, sama seperti Rakia, seluruh tubuhnya kotor dilempari telur dan tepung.
“Aku ingin berterima kasih padamu, setengah tahun ini kau selalu datang menolongku hingga tadi,”
“Sama-sama, tapi hari ini aku tidak menyangka kalau Ken-kun ternyata satu anggota dengan mereka, aku benar-benar dipermainkan, hikss, ah gomen,” isak Rakia.
“Daijoubu, perkenalkan, namaku Eru Ligito,”
“Rakia Azami,”
“Kau memiliki suara yang indah, kenapa tidak menjadi idol saja?” tanya Eru.
“Jika aku menjadi idol…” kata Rakia tergantung.
“Jika kau menjadi idol, mungkin kau bisa membalas mereka, kalau kau mau, aku memiliki kenalan,” kata Eru.
Rakia terdiam sejenak.
3 bulan kemudian….
J-POP’S resmi mempromosikan seorang idol perempuan yang memiliki suara emas dan kecantikan luar biasa, membuat penghuni bumi berada di genggamannya.
Gadis berambut panjang gelombang pirang hingga pinggang dengan mata sebiru sapphire dan bibir selembut pink creamy. Ia digambarkan sebagai ‘Bunga Mawar’ karena setiap debut, bunga mawar menghiasi tubuh dan panggungnya, yang juga membawa setangkai bunga mawar.
Ya, gadis dengan nama panggung R.A, dialah sang primadona.
•SMA Airin•
"R.A, aku menjadi penggemar terberatnya, sampai-sampai seluruh kamarku dipenuhi poster wajahnya,” kata Erami, gadis berambut pendek.
“Aku juga sampai membeli semua kaos dan aksesoris dari iklan yang ia bintangi,” kata Naro, gadis berpony.
“R.A gadis tercantik sepanjang masa, aku tidak sabar bertemu dengannya saat fanmeeting nanti,” kata Raiki, lelaki berambut raven.
“Ahh R.A gadis pujaan hatiku,” kata Akeru, lelaki berambut coklat.
“Dia benar-benar seorang Dewi,” puji Ren.
“Hem, aku sebenarnya tidak ingin pamer, tapi semua barang, figure dan aksesoris mengenai R.A, aku sudah mengoleksinya,” kata Owami.
“Aku justru sudah bertemu dengannya secara langsung,” kata Ken.
“APA?!” pekik semuanya.
“Ya, ibuku memberikan tiket untuk melihat debut pertama R.A, meskipun gadis itu tidak bisa ditemui,”
Semua langsung mendengus kesal merasa iri.
Tiba-tiba sekolah gempar membuat geng Owami beranjak pergi.
“Kyaa!!”
“Ya Tuhan, apakah ini mimpi?!”
“R.A ada di sekolah kita!”
Geng Owami sama hebohnya, terutama Ken. Apalagi R.A ternyata seangkatan dengan kelas 1 SMA.
Semenjak kedatangan R.A, semua orang mengepungnya meminta foto dan tanda tangan, setiap pagi para lelaki akan berbaris menunggunya, para gadis memberinya hadiah, intinya R.A diperlakukan layaknya seorang Ratu.
Bahkan Ken tidak segan-segan mendekatinya. Membuat hubungannya dengan Owami sering bertengkar, hingga akhirnya Ken memutuskan Owami, dan mengejar R.A.
Hari ini, sekolah mengadakan festival. Tentu saja dengan adanya R.A, membuat festival sekolah berubah menjadi acara konser.
“Minna, terima kasih sudah memberikan dukungan dan cinta yang begitu banyak, aku juga mencintai kalian,” ucap R.A menimbulkan sorakan.
“Kebetulan lusa adalah hari ulang tahunku, aku ingin memberikan sedikit bocoran mengenai nama asliku,”
Ya, inilah yang ditunggu-tunggu para penggemar. Semua orang hanya memanggilnya dengan R.A, karena menyembunyikan identitas aslinya selama debut, memang kemauan dari R.A.
“Kalian di sana!” seru R.A memakai mic menunjuk geng Owami.
Mereka menaiki panggung dan berdiri di samping R.A dengan perasaan bangga.
“Mereka ini yang akan memberitahu kalian siapa nama asliku sebab aku dan mereka sangat dekat sebelum debut,”
Ketujuh orang itu mengerutkan dahi saat R.A tersenyum.
“Gadis berisinial R yang sering berkumpul dengan kalian di belakang sekolah, memberinya sambutan yang seru bersama seorang lelaki seangkatannya,”
Geng Owami terpaku, mereka menatap R.A tidak percaya, meskipun R.A masih tersenyum lembut.
“Jadi, ayo katakan siapa namaku wahai temanku,” kata R.A dengan tatapan merendahkan.
“Rakia Azami,”
“Benar! R.A diambil dari namaku yaitu Rakia Azami,” kata Rakia.
Semua teman sekolahnya benar-benar dikejutkan, berbeda dengan orang luar yang memang tidak mengetahuinya. Sedangkan geng Owami rasanya kena mental, mengetahui gadis yang selama ini mereka idolakan dan cintai, adalah korban bully mereka sendiri.
Semenjak hari itu Owami membuang semua barang R.A yang sudah dikoleksinya.
Kebetulan, mereka bertemu Rakia di koridor.
“Ingat, dia bukan R.A, tapi Rakia, siapapun yang mengajaknya bicara, maka bukan temanku lagi,” kata Owami.
“Kalian yang disana, jika ingin menjadi penggemarku, maka tinggalkan gadis yang kerjanya membully orang ini, karena aku tidak ingin nama baikku tercoreng hanya karena perbuatan fanatik seperti kalian,” kata Rakia.
“Humph, siapa juga yang mau menjadi penggemarmu? Bahkan setelah kau menjadi idol, kau tetaplah sampah buangan, iyakan teman-teman?”
Namun, Ren dan yang lainnya berjalan dan memilih ke barisan Rakia, meninggalkan Owami yang sendirian.
“Hei! Apa maksudnya ini? Kalian menghianatiku?” tanya Owami.
“Kami sudah bosan mendengar perintahmu,” kata Erami.
“Kami cukup diam dengan sikap sok bos mu itu,” kata Naro.
“Tentu saja aku memilih gadis tercantikku,” kata Raiki.
“R.A pujaan hatiku,” kata Akeru.
“Dan dia adalah Dewi-ku, tentu saja kami lebih memilihnya,” kata Ren.
“Setidaknya, Ken masih bersamaku, iyakan Ken?” tanyanya yang melihat lelaki itu juga berjalan ke arah Rakia.
“Kita sudah tidak memiliki hubungan, untuk apa tetap bersamamu?” tanya Ken dingin.
Semenjak itulah, tidak ada lagi yang menghiraukan Owami, bahkan semua orang sudah tidak segan lagi kepadanya. Rakia yang mendapat cinta dan diperlakukan layaknya ratu membuat Owami mengepalkan tangan dengan mata berkaca-kaca.
Ken menyatakan perasaannya kepada Rakia di depan semua orang, bersamaan datangnya sosok lelaki.
“Bukankah itu L?!”
“Kyaaaa!! Apa-apaan ini? Apakah sekolah kita kedatangan murid idol lagi?”
L , pemilik nama dari sang idol yang terkenal akan ketampanannya setelah debut tahun lalu. Dunia bahkan sudah mengenalnya, tapi kedatangannya di sekolah menimbulkan kehebohan.
“Beraninya kau menyatakan cinta kepada gadisku,” kata L meletakkan kakinya di punggung Ken yang berlutut tadi dan menginjak lelaki itu.
Ken benar-benar merasa malu dan sakit hati. Ia melihat L membawa Rakia pergi yang diiringi sorakan.
“Rakia!” teriak Ken mengejar.
Di saat yang bersamaan, Owami juga datang dan menjelaskan kepada Ken untuk tidak mengejar Rakia, dan kembali kepadanya.
Rakia menghampiri Owami, “Kau gadis tercantik di sekolah ini dan semua lelaki di sekolah ini berada di genggamanmu, sedangkan orang yang kau panggil sampah buangan merupakan primadona sekolah ini, dan semua orang di dunia berada di genggamanku,”
“Rakia…” kata Owami dengan nada tertekan.
“Sekarang saatnya kau menggantikanku sebagai sampah buangan,” kata Rakia.
“Dan Ken, apakah kau merasa tidak malu mengejarku terus? Memanfaatkan diriku dan hanya diam disaat aku dibully, lalu sekarang apa?”
Ken bersujud sambil memegang kedua kaki Rakia, “Berikan aku kesempatan, aku janji akan setia,”.
“Bahkan jika kau berlutut, aku tidak akan pernah melupakan perlakuan kalian, dan iya, 2 orang yang kalian panggil sebagai sampah buangan sekarang berdiri di hadapan kalian sebagai primadona,”
“Apa maksudmu?” bingung Ken dan Owami melirik L.
“Sudah kubilang, jauhkan tanganmu, beraninya menyentuh gadisku,” kata L menendang Ken pelan.
“Rakia, apa maksudmu? Jadi dia lelaki culun itu? Tidak mungkin, kau pasti berbohong!” kata Ken.
L dan Rakia saling menggandeng tangan dan tersenyum.
“Arigatou, Eru-kun,”.