by Vin(tage)
Seorang wanita paruh baya sedang duduk di kursi singelnya, sembari membaca sebuah buku di tangannya. Sudah hampir satu jam wanita itu membaca buku tersebut.
Dia kemudian menutup bukunya dan menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam tepat, dia lalu melepaskan kaca mata bacanya, dan menatap ke arah cucunya yang sedang asyik bermain masak-masakan dengan para bonekanya.
“Laila”. Merasa di panggil gadis kecil dengan netra hazel tersebut menatap ke arah neneknya.
“Ya?”
“Sekarang sudah saat nya waktu tidur”. Ucapnya, lalu gadis itu kemudian menatap kearah jam dinding, lalu menatap ke arah neneknya lagi.
“Ayolah nek, sebenta........r aja, yah yah please, lagian masih jam 10 juga kok”. Ucap gadis kecil itu kepada sang nenek.
“Laila, besok kan ayah sama ibu kamu bakal jemput kamu pagi-pagi, emangnya kamu gak mau pulang?”. Laila, gadis itu kemudian menghampiri neneknya.
“Tapi aku gak ngantuk”. Ucapnya sambil cemberut.
Lalu sang nenek kemudian berfikir sejenak, mencari cara agar sang cucu bisa tidur dengan cepat malam ini.
“Gimana... Kalau... Dongeng sebelum tidur?”.
“Dongeng?hmm... Gimana Yaa....”. Ucap gadis itu berfikir sambil memegang dagunya dan berjalan bolak-balik. Sedangkan sang nenek dia tersenyum geli melihat kelakuan cucu perempuannya tersebut, sangat menggemaskan. “Baiklah, aku setuju”. Ucapnya.
Sang nenek kemudian bangkit dari kursinya,dan menggendeng tangan mungil sang cucu, “Baiklah ayo kita ke kamar”. Ajaknya, lalu keduanya pun pergi ke kamar, agar jika Laila tertidur ketika dia mendongeng nanti, dia tidak perlu repot-repot memindahkannya.
Setelah selesai gosok gigi dan cuci kaki. Laila pun kemudian berbaring di kasurnya, dan disampingnya juga sudah ada sang nenek yang bersandar di sandaran kasur.
“Udah siap?”. Tanya sang nenek.
“Iya”.
“Baiklah” sang nenek kemudian merapihkan selimut sang cucu sebelum memulai ceritanya.
“Al kisah di sebuah pedesaan. Hiduplah seorang gadis berumur sekitar 6 tahun”.
................
Dia hidup bersama kedua orang tuanya.
Pada suatu hari, dia sedang bermain-main di sebuah taman, matahari sudah hampir tenggelam ketika itu, dan karena hal itu juga dia berniat untuk pulang kembali ke rumahnya.
Namun ketika dia ingin pulang, dia melihat sebuah kelinci yang melintas di depannya.
“Wah itu kan kelinci!”. Ucapnya merasa senang, karena gadis itu sangat menyukai hewan terutama kelinci.
Gadis itu kemudian mengejar kelinci tersebut, hingga ke dalam hutan.
Dia lalu mengendap-endap, agar tidak mengejutkan kelinci tersebut.
Dan ketika dia ingin menangkapnya, kelinci itu kabur, lebih dalam ke dalam hutan yang luas, dan entah dorongan dari mana gadis itu masih saja mengejar kelinci tersebut.
Hingga ia tidak sadar, bahwa sebentar lagi hari akan gelap.
Dia lalu melihat-lihat ke sekitar untuk mencari kelinci tersebut yang tiba-tiba saja menghilang, entah bersembunyi di mana. Namun tiba-tiba dia tersadar kalau dia sudah masuk ke dalam hutan,satu hal yang tidak boleh dia lakukan.
Untuk sesaat gadis itu merasa panik sekaligus takut, karena sebentar lagi malam akan tiba dan dia masih berada di dalam hutan. Dia lalu mengingat-ingat jalan yang baru saja dia lewati.
Namun karena terlalu fokus mengejar kelinci tadi, membuatnya lupa arah jalan untuk pulang.
Gadis itu semakin panik dan takut, karena sekarang hari sudah mulai gelap, dan dia tidak membawa alat penerangan sama sekali.
Dia pun kemudian berjalan tak tentu arah, di tengah hutan yang mulai menggelap.
Bulir air mata sudah tidak dapat di bendungnya lagi, diapun mulai terisak.
Lalu gelapnya malam, sudah menyelimuti hutan tersebut, membuat jalanan menjadi tak terlihat, dan suara para makhluk malam juga sudah mulai terdengar.
Di tengah langkah kakinya, gadis itu menelan ludahnya kasar, saat tiba-tiba saja mendengar suara geraman, dia pun melihat-lihat ke sekelilingnya. Namun hanya kegelapan yang dilihatnya.
Dia kemudian mempercepat jalannya.
Namun sial, nampaknya dia tersandung akar pohon, dan terjatuh di semak-semak yang berduri, hal itu membuat pergelangan tangan dan pipi kirinya terluka.
“Awshhh”. Di saat gadis itu sedang merintih ke sakit-an. Nampaknya dia tidak menyadari bahwa tak jauh dari dirinya berada, ada seekor serigala yang kelaparan, sedang mengintainya.
Untuk sesaat, gadis itu kemudian menajamkan Indra pendengaran-nya.
'Suara geraman itu lagi!'. Ucapnya dalam hati.
Dia kemudian mencoba untuk bangkit dengan segera, karena suara geraman itu semakin terdengar dengan jelas.
Gadis itu berjalan dengan tertatih-tatih, agar dia tidak terjatuh lagi, bulir keringat dingin mulai berjatuhan, jantungnya juga terus berdebar sedari tadi.
Gadis itu nampak waspada dengan sekitarnya, suara geraman itu masih terdengar bahkan semakin terdengar dengan jelas, di tambah dengan suara grasak-grusuk dari ranting dan dedaunan.
Dia lalu semakin mempercepat jalannya.
Lalu tak jauh dari tempatnya berada dia melihat jalanan yang di sinar-i oleh cahaya rembulan.
“Akhirnya”. Ucapnya sambil tersenyum, gadis itu kemudian bergegas berjalan ke arah cahaya tersebut.
Namun senyumnya luntur seketika, ketika melihat jalan tersebut, yang ternyata adalah jalan buntu, karena di bawahnya berdiri sekarang, ada jurang yang begitu dalam dan gelap.
Grrr....
Suara geraman itu masih terdengar, gadis itu kemudian berbalik dan betapa terkejutnya dia melihat seekor serigala yang sedang kelaparan.
Gadis itu nampak tersedak, bagaimana tidak dia sudah tidak bisa mundur lagi, jika dia mundur maka dia akan terjatuh ke dalam jurang tersebut, sedangkan para serigala itu semakin mendekat ke arahnya, nampaknya malaikat maut sedang memberinya dua pilihan, mati karena terjun ke jurang atau mati karena di terkam seekor serigala besar nan ganas, yang sedang kelaparan.
“Nampaknya ini adalah akhir dari kisah ku,yaitu di makan oleh dua serigala yang sedang kelaparan, selamat tinggal ibu, ayah, selamat tinggal dunia”. Ucapnya sambil memejamkan mata, karena dia takut untuk terjun, ditambah para serigala itu mulai berlari ke arahnya.
Dan... BRAK, suara hantaman yang begitu keras, dan terdengar suara rintihan dari para serigala tersebut.
Gadis itu kemudian membuka matanya secara perlahan, dan betapa terkejutnya dia melihat serigala itu, yang terhempas ke pohon.
Dan hal yang paling mengejutkan lagi adalah, seorang pria berjubah yang berdiri di depannya.
'siapa pria ini?' gumamnya dalam hati.
Serigala itu nampaknya tidak pantang menyerah, mereka mulai kembali menyerang.
Pria itu tidak berkutik sama sekali, dia hanya berdiam di sana.
Serigala itu kemudian melompat, berniat untuk menyerang pria tersebut, namun entah kekuatan apa yang dimiliki pria itu, dia menyerang serigala tersebut hingga terpental hanya dengan tangan kosong, dan membuat salah satu pohon tumbang dan menimpa serigala tersebut, dan tewas di tempat.
Gadis itu kemudian merasa shook, dengan apa yang barusan dia lihat.
“A-apa yang baru saja terjadi”.
Pria itu kemudian berbalik dia lalu melepaskan tudung yang menutupi wajahnya.
Dan terlihat, rambut blondenya yang berkilauan tertiup angin, pun kulitnya yang putih pucat. Dia sangat tampan.
Dia hanya memandang datar ke arah gadis tersebut.
Lalu pria itu kemudian berjalan ke arah gadis tersebut,dia sangat tinggi, hingga gadis itu harus mendongak agar mereka bisa bertatapan.
Pria itu kemudian memegang pipi gadis tersebut, tangannya begitu dingin ketika bersentuhan dengan pipi gadis tersebut.
Tatapannya sangat dingin, namun hangat, namun yang di tatap tetap merasa ketakutan. Dia kemudian mengecup kening gadis tersebut.
Dan tak lama gadis itu kemudian pingsan, dan ketika bangun keesokan paginya dia sudah berada di dalam kamarnya.
“Hah hah hah... Itu cuman mimpi?”. Ucapnya tidak percaya, ketika terbangun di pagi hari.
“Lalu-”. Ketika sang nenek ingin melanjutkan kisahnya, dia menatap ke arah cucunya yang sudah tertidur dengan pulas.
Dia lalu tersenyum dan mengecup kening cucunya.
“Good night, sayang”. Ucapnya penuh kasih sayang.
Namun sebelum menyusul cucunya yang sudah tertidur pulas, dia ingin pergi ke toilet lebih dahulu.
Saat ingin kembali dari toilet, dia melihat salah satu jendela di ruang tengah terbuka.
Nampaknya dia lupa untuk benar-benar mengunci jendela tersebut, hingga angin bisa membuatnya terbuka dengan sendirinya.
Dia lalu berniat untuk mengunci kembali rapat-rapat jendela tersebut.
Dan di saat ingin menutup jendela itu, dia tak sengaja melihat sesuatu di luar sana, nampak ada seorang pria berjubah yang sedang berdiri di atas bukit dekat rumahnya, dia terus melihat ke arah pria tersebut, hingga pria berjubah tersebut melesat dengan cepat layaknya angin.
Nenek tersebut kemudian mengunci dengan rapat jendela tersebut agar tidak terbuka kembali, dan terakhir dia menutupnya dengan gorden.
Dia kemudian tersenyum, dan berjalan kembali ke kamarnya.