Bunga berguguran cuaca yang dingin, seorang remaja yang sedang mondar-mandir di kelasnya.
Namaku Aiko Mazikawa , umurku sekarang 17 Tahun, Hari ini aku ingin mengungkapkan perasaan ku pada Akihiko.
Jantungku berdegup kencang tanganku bergetar saat aku ingin mengungkapkan nya.
aku mengumpulkan niat, memberanikan diriku untuk mengungkapkannya.
tetapi aku ditolak, hatiku sakit.
hatiku terasa terkoyak.
emosiku tak terkontrol lagi, aku melarikan diri dari hadapan Akihiko.
Tanpa sadar aku sudah berada di Kuil dimana tempat aku biasa berdoa, aku menangis sejadi-jadinya disana.
Aku tidak menyangka, ada seorang wanita dewasa yang melihatku sedang menangis.
Ia datang menghampiri diriku dan menenangkan ku, entah mengapa seluruh tubuh ku merasa tenang saat bersama dirinya.
Hatiku merasa lebih nyaman saat berada dekat nya, aku senang karena ada yang menghibur ku.
Aku tidak mengenalnya tetapi aku merasa sangat dekat dengan nya.
Ketika ia ingin pergi aku menahannya seakan-akan aku tidak ingin Dia pergi dariku.
Di saat aku telah patah hati ditolak cintaku ada seorang wanita yang membuatku tenang.
dan sekarang jantungku lebih berdegup kencang bersamanya, lebih kencang dari saat aku berjumpa dengan Bryan.
Aku yang merasakan itu seketika dengan blak-blakan mengatakan aku menyukainya, Wanita itu hanya tersenyum manis melihatku.
Aku kebingungan dan untungnya aku sempat bertanya namanya, walaupun aku masih bimbang takut ia tidak mau memberitahukan nya karena aku adalah orang asing baginya.
tanpa di duga Ia memberi tau kan namanya.
Namanya adalah Haruka Nakagawa, umurnya sama dengan ku.
saat ia memberitahu namanya Ia langsung pergi meninggalkan ku, aku berusaha mengejar nya tetapi aku tidak melihatnya lagi.
keesokan harinya aku masih penasaran dengannya.
aku kembali ke kuil itu dan mencari Haruka, tetapi Ia tidak kunjung terlihat ataupun datang kembali ke Kuil itu.
awalnya aku berfikir bahwa kemarin itu ia hanya tidak sengaja lewat dan melihatku.
tetapi keesokan harinya saat aku kembali ke kuil aku melihat dia, aku bertanya kenapa ia tidak ada kemarin? apakah ia hanya tidak sengaja lewat atau memang ia tidak keluar dari rumah kemarin?
Ia hanya tersenyum, aku kesal tetapi aku juga tidak bisa marah karena Senyumannya padaku.
Ia hanya mengatakan bahwa Ia tinggal di Kuil ini.
Mendengar hal itu aku sangat bahagia, aku merencanakan untuk datang kembali ke kuil itu besok.
tetapi Ia menghilang lagi, disaat itulah aku merasa kesal dengannya.
aku mencari Pendeta di sana dan bertanya Haruka ada dimana?
aku terkejut dengan respon yang ditunjukkan mereka, mereka tampak kaget saat aku mengatakan nama Haruka.
Tiba-tiba suasana menjadi suram dan Hening.
aku hanya bisa terdiam melihat respon mereka.
5 menit telah berlalu semenjak mereka terdiam dan awal dari suasana itu.
Salah satu dari pendeta mengambil niat untuk memberitahu ku, ia bertanya apakah kamu mengenal Putriku?
Aku menjawab dengan cepat Iya dan ia cukup terkejut, lalu Ia bertanya apakah kamu tidak tahu bahwa putriku sudah meninggal tiga tahun yang lalu karena Kecelakaan?
mendengar pernyataan itu aku terkejut dan berkata bahwa itu tidak mungkin, aku berteriak sambil menangis Histeris lalu pergi meninggalkan kuil itu.
apakah akan kehilangan seseorang yang berharga bagiku lagi?
apakah memang aku tidak ditakdirkan memiliki sesuatu yang berharga?
ada apa ini? mengapa? jelas-jelas kemarin dan kemarin kemarin nya lagi aku bertemu dengannya!
ia mengelus-elus Kepala ku dengan lembut!
tidak mungkin Ia telah meninggal!
semua pertanyaan dan rasa marah ku bercampur aduk di benakku.
Tidak adil! aku ingin bertemu Haruka! mereka pasti bohong! ya kan?!
Ucapku langsung pergi kembali ke Kuil itu, tidak menyangka di pertengahan jalan aku berjumpa dengan Haruka.
di situlah aku menangis keras dan memeluk Haruka, aku berkata dan berusaha membuang pikiran bahwa Haruka telah meninggal.
tetapi Haruka berkata bahwa Dia benar-benar telah meninggal 3 tahun yang lalu.
Perlahan-lahan Haruka mulai tembus pandang, aku tidak bisa menyentuhnya lagi.
di saat itu aku terduduk diam dengan air mata darah yang keluar dari mataku.
aku melihat bahwa Haruka tampak terkejut melihat darah yang mengalir di pipiku.
Ia berkata bahwa Ia juga sangat menyayangi diriku
aku sedih aku kecewa tetapi Ia sungguh-sungguh mengatakan bahwa Ia sangat menyayangi ku dan akan selalu bersamaku walaupun Ia sudah bukan di dunia itu lagi.
di selang-selang waktu sebelum Ia menghilang, Ia menceritakan sedikit tentang nya.
aku terkejut saat mendengar nya.
Ia berkata bahwa aku dan dia dulu pernah bertemu dan sangat dekat, tetapi karena Suatu hal Aku harus pergi dari sini.
Aku ingat bahwa dulu saat aku kecil, Sahabat pertamaku.
tinggal di Desa ini, aku tidak menyangka bahwa itu adalah Haruka.
saat aku pindah katanya Ia selalu menunggu diriku yang tak kunjung datang untuk melepas rindu.
11 Tahun berlalu saat itu Haruka tidak sengaja melihat diriku datang kembali ke desa ini, saat itu Haruka berlari mengejar diriku tanpa melihat bahwa ada Mobil yang sedang Berjalan mengarah nya.
di saat itulah Haruka meninggal, Haruka pun tidak menyangka masih bisa melihat Aku walau telah berbeda alam.
Ia berkata bahwa aku adalah Sahabat pertamanya yang sangat Ia sayang.
suatu ketika Haruka melihat aku menangis di Kuil dimana tempat ia tinggal.
Di saat aku dapat melihat nya Haruka cukup terkejut tetapi Ia juga senang, keesokan harinya saat Haruka melihat ku datang kembali mencarinya Ia senang tetapi ia juga sedih karena aku di saat itu tidak dapat melihatnya.
Ia yang cukup kecewa tetap menunggu ku dan tidak menyangka keesokan harinya Ia dapat melihat ku lagi.
disaat itu lah aku tau diwaktu-waktu tertentu Haruka dapat melihatku.
Tubuh Haruka mulai tidak terlihat, di detik-detik terakhir Ia mengucapkan Terima kasih untuk Cinta dan Sayang padanya dan Haruka juga sangat menyayangi ku.
Disaat itu aku menangis, beberapa bulan setelah itu.
aku lelah dengan diriku, aku juga masih terbayang-bayang Haruka.
tidak bisa melupakan dirinya, Aku bunuh diri untuk dapat berjumpa kembali dengan nya dan menikmati waktu berdua bersama nya.
Tamat.
mohon jangan menghina cerpen saya..
Jika tidak suka kalian kan bisa gak usah baca cerpenku, please jangan hina Cerpenku.
Buat yang suka jangan lupa Like ya.
Makasih untuk yang sudah baca sampai Akhir, aku sangat senang untuk kehadiran kalian di Cerpenku ini.
Jika kalian ingin membaca Cerpenku yang lain bisa lihat di akun ku yaa..
sekali lagi Makasih dan sampai Jumpa Guys.
thank you for reading my novel and thank you for the support from all of you, see you my readers!