.
.
.
_____________________________________
Cerita ini kelanjutan dari cerpen "Akan Aku Buktikan Mereka Ada!" dapat di lihat di cerpen saya. Enjoy✌🏻
----------------------------------------------------------
.
.
.
"Dia bukan manusia, bisa di lihat dari tingkah laku dan benda yang terpasang di telinga nya"
Kami ber-empat terkejut. Ku kira yang di telinga nya adalah behind the ear.Seberapa tahunya kak Leo tentang alien, dan kenapa pula kak Leo mengatakan mereka berbahaya.
Kami berjalan menjauh. Meninggalkan pria itu.
"Kak, setidaknya tolong turunkan aku-_-"
Kakak hanya diam, haah semarah itukah dia? Aku melihat ke belakang, terlihat Ryan, Kania dan Nara sedang ketakutan. Tapi ada satu hal yang membuat ku terkejut, kapal angkasa alien tadi tidak terlihat?!Tidak mungkin.
Kami pun pulang ke rumah masing-masing. Nampak nya kak Leo bungkam dengan masalah tadi. Bayangan tentang makhluk asing tetap berlanjut. Sampai... aku tidak bisa tidur karenanya.
Besok nya, di sekolah...
"Hoaaamm"
Mata panda, rambut acak-acakan. Berjalan dan berjalan walau hampir tertabrak sesuatu. Sampai ke kelas, aku melihat Ryan dan Kania. Bukan seperti aku, mereka tampak baik-baik saja seolah tidak ada sesuatu yang terjadi.
"Halo guys, hoaam selamat...pagi"
Bruukk
Terduduk di kursi dan menempelkan wajah ku ke meja. Haah, melelahkan. Gara-gara makhluk asing itu, aku jadi tidak bisa tidur.
"Hei semangat dong, biasa nya pagi-pagi gini kamu pecicilan"
Pecicilan salah, tenang juga salah. Serba salah nya tu aku dimata Ryan dan Kania.
"Enggak juga tu, aku kan perempuan feminim, anggun, dan tidak pecicilan seperti yang kamu lihat"
Ucap ku dengan nada tak bersemangat. Mereka berdua menatap tak percaya, sial💢
"Daripada lesu kayak gitu, mending aku kasih info yang membuat terkejut"
"Mulai deh Kania dengan gosip cepat nya. Btw info apa tuch?"
Tanya ku dengan penasaran.
"Katanya, akan ada murid baru dan dia akan datang ke kelas ini. Aku dengar dari guru sih"
"Gitu doang? Info yang amat sangat tidak penting"
"Diam kau Ryan! Kalo tidak penting ngapain di denger!?💢"
Tak lama bel masuk berbunyi. Semua siswa duduk di bangku nya masing-masing. Sampai...wali kelas kami masuk. Di belakang nya terlihat anak laki-laki. Siapa?
"Anak-anak kita kedatangan murid baru, silahkan memperkenalkan diri"
Laki-laki itu maju, ia membuka topi nya yang membuat aku, Kania dan Ryan tercengang. Mata indah dan tajam, kulit putih bagai orang luar, dan rambut pirang nya. Bukan nya itu makhluk asing tadi malam!? Kenapa dia sampai ke sekolah ku dan menyamar menjadi anak SMA?
"Aries, salam kenal"
Kami bertiga hanya bisa menelan ludah karena tidak percaya. Sekaligus khawatir dan takut kenapa dia kemari. Padahal di mata kami jelas-jelas kapal makhluk asing itu menghilang.
"Namanya sungguh unik dan indah, nah Aries kamu bisa duduk di...hm ah bangku Ryan kosong, Aries bisa duduk di sana ya"
Aries hanya mengangguk dan berjalan ke arah Ryan. Ryan berusaha menyembunyikan rasa takut nya. Lebih parah lagi, Aries duduk di belakang kami!? Kenapa bisa pas sekali sih, astaga.
"Ku temukan kalian bertiga, jangan harap kalian dapat kabur" *gumam
Apa? Aku tadi tidak salah dengar kan? Dia sudah mengincar kami. Pelajaran berlanjut, walau begitu kami malah fokus ke Aries.
"S..sebenarnya kenapa kau kemari?"
Bisik Kania dengan gemetar.
"Jangan harap kau bisa menculik kami" ~Ryan
"Hah? Kalian pikir kami seperti itu ya? Maaf, kulit kalian tidak terlalu berguna, organ kalian juga tidak bisa di jual" ~Aries
"Kau mengatakan hal seperti itu dengan wajah santai? Wau💧" ~Alia
"Tentakel! Jawab pertanyaan Kania!" ~Ryan
"Yang tadi, hm sepertinya aku butuh seseorang...untuk membantu ku pulang ke rumah"
Kami semua diam dengan wajah tak percaya. Tak terasa bel istirahat berbunyi. Guru meninggalkan kelas, seketika teman-teman langsung mengerubungi Aries. Karena ada kesempatan, kami bertiga mencoba kabur, namun...
"Maaf, bisakah kau menemani ku mengelilingi sekolah?Aku belum terlalu kenal tempat ini"
Aries memegang tangan ku. Aku hanya mengangguk dan meninggalkan yang lainnya. Seperti ini rupa makhluk asing, wajah nya nampak seperti manusia pada umumnya.
"Kenapa?"
Ah, secara tidak sengaja aku memperhatikan Aries terlalu dekat.
"Tidak ada, hanya saja aku takjub melihat mu. Dan wajah itu, apakah setiap alien memiliki nya?"
"Tidak, ini jika ada dalam keadaan terdesak saja. Wajah ini hanya copy"
"Oh, hebat!✨ Terus apakah betul nama mu Aries?"
"Bukan, itu...aku ngasal memberi nama, dan nama Aries yang muncul dalam pikiran ku💧"
"Tapi bagus lho, hm apalagi ya. Oh ya, kenapa saat kami ber-lima menjauh, kapal terbang milik mu tidak terlihat? Kami mengira kau sudah pergi ke planet asalmu"
"Itu hanya ilusi yang aku pakai, jika seseorang melihat dari jauh kapal ku tidak akan terlihat. Ini juga bentuk agar manusia tidak tau keberadaan ku"
"Apakah alien pada dasarnya bisa bicara bahasa manusia?"
"Tidak, kami di bantu oleh alat yang di pasang di telinga kami. Alat ini banyak membantu, salah satunya untuk bahasa dan berbicara"
Ucap Aries sambil melihatkan benda yang ia maksud. Takjub, tak percaya, penasaran, campur aduk dalam diri ku. Kami masih berjalan sambil mengobrol. Pertanyaan demi pertanyaan di jawab langsung oleh Aries.
"Ngomong-ngomong dari semua manusia yang melihat wajah asli ku, kau lah satu-satu nya yang masih bicara santai dan tak takut dengan ku"
"Siapa bilang? Aku hampir mengompol di celana saat melihat mu, beneran. Aku saja masih ingat tangan berlendir mu itu(╥﹏╥)"
"Pfttt, bwuahaha kau terlalu jujur"
Ini ya saat alien tertawa. Ah, kenapa setiap yang di lakukan alien ini membuat ku takjub!?
"Btw, kami akan membantu memperbaiki kapal mu!" *semangat
Wajah nya nampak tak percaya. Katanya dia ingin kami membantu nya, aneh. Sesudahnya mengantar Aries keliling sekolah, aku mengatakan apa yang diminta Aries. Kania, Ryan dan Nara nampak bingung. Yah, Nara lagi-lagi masuk ke kelas kami dan dia juga terkejut melihat Aries. Namun...
"Wah kakak sangat tampan, karena malam aku tidak nampak jelas wajah kakak namun kak Aries tampan sekali😍"
"..."
"R..Ryan, adik mu mulai gila" ~Kania
"Butuh di Ruqyah ni anak" ~Ryan
Ryan segera memeluk Nara agar menjauh dari Aries. Ekspresi tidak peduli terlukis di wajah Aries. Aku mencoba menyakinkan Ryan dan Kania. Nampak bimbang namun akhirnya mereka setuju.
"Haah, lebih cepat di perbaiki lebih cepat juga makhluk ini pergi" ~Ryan
Kania mengangguk mengiyakan. Sepulang sekolah kami pergi ke hutan belakang. Aries memimpin perjalanan kami. Ia begitu lihai dan nampak sudah lama kenal hutan ini. Entah itu memang karena kemampuan nya atau alat canggih di telinga nya itu. Setelahnya tak terasa kami sudah sampai ke tempat pesawat jatuh. Nampak tak terlihat dari jauh, namun jika mendekat ufo terlihat jelas.
"Apa saja bahan yang perlu di cari?" ~Alia
Aries mengecek alat canggih nya. Kami melihat hologram dengan gambaran berbagai atom, zat, dan partikel lainnya di sana. Walau bingung kami mengingat pelajaran yang pernah di ajarkan guru kepada kami. Ada beberapa zat yang kami ketahui.
"Ini semua...bahan yang perlu kita cari?"
Tanya Ryan dengan serius. Aries mengangguk mengiyakan.
"Ada beberapa bahan yang dapat di temukan, namun... apakah itu zat bahan peledak? Agak terlalu berbahaya dan sulit di temukan" ~Kania
Menatap satu sama lain sambil menghela nafas. Mereka bertiga nampak bimbang.
"Kak Aries, apakah tidak ada cara lain untuk kakak pulang?" ~Nara
"Aku sudah mengirim pesan ke mereka, namun aku tidak yakin bantuan cepat datang. Karena pada dasar nya waktu di bumi berbeda dengan waktu di planet lain. Meteor sialan, jika tidak karena batu menyebalkan itu aku tidak akan terdampar di sini" *kesal
Aku mengepal tangan ku. Berusaha mencari ide agar Aries dapat pulang. Kesal, putus asa, bimbang, semua menjadi satu. Mereka membantu ku namun kenapa aku tidak bisa membantu mereka?
"Yosh aku tidak peduli! Aku akan membantu Aries sampai dia pulang ke Mars!" ~Alia
"Ano..tidak semua alien tinggal di planet Mars" ~Aries
"Eh, benarkah? Ku kira kalian semua dari Mars. Bodo amat lah, guys ayo bantu Aries pulang ke rumah!"
Ucap ku dengan semangat. Mereka hanya mengangguk setuju, walau pasrah sih, seakan sudah tau bagaimana sifat ku hehehe.
Satu persatu bahan sudah kami temukan. Sekaligus bahan peledak, kakak nya Kania seorang ilmuan jadi ini tidak terlalu sulit baginya. Namun kakak nya Kania berpesan jangan beritahu hal ini kepada yang lain. Hahaha tentu saja, jika ada seseorang yang tau kami memiliki bahan peledak tentu saja kami bisa tertangkap💧
Sudah 3 hari berlalu, setengah bahan untuk ufo sudah di dapat kan. Walau sulit namun ini menyenangkan. Aries tidak pelit memberi info tentang alat-alat canggih nya. Bahkan kini Ryan sudah mulai akrab dengan Aries.
"Ngomong-ngomong, ini zat apa ya guys?" ~Ryan
Ryan menunjuk tulisan di hologram yang ia maksud.
"Massa molar 22,99 dan 35,45 g/mol, 100 g NaCl kandungan nya 39,34 g Na dan 60,66 g Cl?" ~Kania
"Angka itu membuat ku pusing, aku bagian mencari saja lah😵" ~Nara
Ini yang membuat kami kesulitan. Pertama info yang Aries miliki hanya kandungan dan zat yang terkandung tanpa tau bahan apa yang di maksud. Kedua, karena Aries makhluk asing ia juga tidak begitu kenal apa saja benda di bumi ini. Ketiga, anak SMA seperti kita juga agak kesusahan dengan pelajaran ini(╥﹏╥)
"Jika tidak salah...zat ini persis dengan natrium klorida. Yan, coba cek di buku dong" ~Alia
Ryan mengangguk dan melihat halaman berisi natrium klorida. Mencocokan zat yang ada di hologram dengan di buku. Semua nya cocok!
"Jika ini sih gampang, natrium klorida sama seperti garam ngak sih? Hahaha agak terkejut bahan ini juga ada untuk membetulkan ufo" ~Kania
"Bukan nya semua bahan yang di cari aneh ya? Hahaha" ~Ryan
"Aku anggap itu sebagai pujian" ~Aries
Kami tertawa bersama, tak sadar waktu membuat kami menjadi lebih akrab dengan alien ini. Malam sunyi tak membuat kami takut. Sampai, ada seseorang yang memanggil nama ku. Suara tegas membuat ku merinding.
"Alia, kenapa kau kemari? Kakak sudah bilang menjauhlah dari makhluk aneh ini"
"Kak Leo? Bagaimana kakak dapat menemukan ku? Ah tidak, bukan itu. Intinya aku mau membantu Aries untuk pulang"
Ucap ku dengan serius. Pertengkaran saudara ini disaksikan langsung oleh teman-teman ku. Kakak hanya diam dan masih saja memperhatikan ku.
"A..apa alasan kakak begitu benci dengan Aries?"
"Aries? Ah tidak, aku juga tidak terlalu peduli namanya.Dia berbeda, dan seharusnya kita tidak boleh dekat dengan nya. Tempat nya bukan disini"
Kak Leo menatap tajam Aries.
"Mereka tak jahat kak!Mereka saja pernah membantu ku... jika tidak ada mereka mungkin aku sudah di makan oleh hewan buas"
Ucap ku dengan lirih. Walau tak jelas, aku masih ingat rupa mereka saat aku kecil. Sampai aku pingsan...dan bangun nya sudah ada kakak, bunda dan ayah di sampingku. Ini bukan mimpi, ayah juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Karena itulah aku yakin mereka ada! Aries bukti nya, dia salah satu dari mereka.
Kakak hanya menghela nafas dan pergi dengan perasaan yang marah. Berjalan menuju kegelapan dan menghilang dari mata. Kenapa kak Leo sebenci itu kepada mereka? Apakah benar hanya itu alasan nya, hanya kami dan alien berbeda?
Suasana menjadi canggung setelah pertengkaran kami. Mereka menyembunyikan ke khawatiran dengan tersenyum ke arah ku.
"Aries, maaf kan perkataan kakak ku"
Ucap ku sambil menunduk meminta maaf.
"Tidak apa, yang dikatakan kakak mu ada benar nya. Seharusnya kalian jangan terlalu percaya dengan ku"
Lagi-lagi suasana menjadi canggung.
.
.
.
Hari ke-7 kami sudah mengumpulkan semua bahan yang di butuhkan. Puas dan bahagia terlukis di wajah kami. Apalagi Aries matanya berbinar-binar.
"Hihihi, kau nampak imut Aries"
Aries hanya tersenyum, ia mendekat ke arah ku dan mengelus kepala ku.
"Dari semua orang, kau yang paling bersemangat membantuku Alia. Terima kasih"
Ia tersenyum manis ke arah ku. Aku hanya mengangguk dan membalas senyuman nya.
"Kak Aries aku juga mau di elus( ╹▽╹ )" ~Nara
"Kau minta di elus? Sini kakak elus kepala mu!"
Ryan mengelus kepala Nara namun secara kasar yang membuat rambut Nara berantakan. Nara hanya bisa mengeluh, kami semua tertawa. Langit malam yang indah membuat kami lupa akan rasa penat. Tidur di bawah bintang malam dan mengingat memori selama Aries datang ke bumi. Terkejut, kesal, ketakutan, tertawa, kekhawatiran dan masih banyak lagi. Hahaha, sungguh menyenangkan. Apakah kami akan berpisah secepat ini?
"Aries, kami tidak akan pernah melupakan mu"
Ucap ku sambil tertawa kecil. Yang lain mengangguk setuju. Namun senyum pahit terlukis di wajah Aries. Terlalu lama kami menunggu, dan sudah waktu nya Aries pulang. Kami saling berpelukan dan memberi hadiah tanpa sepengetahuan Aries.
"Ini..." ~Aries
"Bawalah beberapa kaset game ku, itu hadiah spesial untuk mu" ~Ryan
"Eh aku juga membawa kaset game, Ryan kau sangat tidak kreatif" ~Alia
"Aku yang lebih dulu memikirkan hadiah ini tau!" ~Ryan
"Tidak! Aku dulu!" ~Alia
"Hahaha biarkan saja mereka berdua, dan pita ini untuk ku. Kau bisa menyimpan nya saja" ~Kania
"Lihat aku juga membuat syal untuk kak Aries" ~Nara
Wajah terharu dan tak percaya terlukis di wajah Aries. Tetesan air mata jatuh membasahi pipi nya.
"Kau tak apa?" *khawatir
"Tidak, aku baik baik-baik saja. Terima kasih teman-teman ku kira kalian membenci ku. Namun aku salah, beribu ucapan terima kasih tidak cukup untuk kalian"
Aries memberikan batu cantik, ia memberikan masing-masing 1 untuk kami. Batu ungu yang indah membuat kami terlena dan terpesona. Pintu ufo perlahan menutup, wujud asli Aries terlihat bersamaan dengan tertutup nya ufo. Kami sudah tidak takut akan wujud asli Aries.
Kami ber-empat menjauh, dan melambai ke arah kapal angkasa Aries. Perlahan seiring nya ufo menjauh, membuat kami mengantuk.
"Hoaam, entah mengapa aku mengan..."
BRUKK
Kami ber-empat terjatuh dan hampir tertidur. Ingatan ku mulai kabur. Mata kami perlahan...tertutup dengan sendiri nya. Tertidur beralaskan rumput, walau tak jelas kami mendengar suara langkah kaki mendekat. Dan...tak ada lagi yang kami ingat.
.
.
.
Pagi yang cerah, burung bercicit membuat ku terbangun dari tidur. Menguap sambil meregangkan tangan. Eh, kenapa baju ku kotor? Dan benda apa ini!? Batu? Berlian? Sejak kapan aku memiliki nya?
Sempat tak peduli dan langsung pergi ke luar kamar. Terlihat baju kak Leo juga berantakan. Ia sedang tidur di sofa. Dasar, kenapa tidak tidur di kamar sih?
"Kak, bangun kan, tidur lah di kamar"
Ucap ku sambil menguncang tubuh kakak. Kak Leo terbangun,wajah nya nampak lelah.
"Kakak kecapekan?" *khawatir
"Iyalah, kalian sembarangan tidur di hutan. Apakah kalian tidak tau seberapa bahaya nya hutan di malam hari?Kakak sampai menggendong kalian ke rumah masing-masing!" *marah
"Eh? Tidur? Kami itu siapa?"
Tanya ku dengan wajah bingung. Kakak menatap ku dengan tajam.
"Kau, Kania, Ryan, dan Nara. Kau lupa?"
"Ah iya, kita kan mau lihat hujan meteor kan. Sejak kapan kami tertidur?"
Lagi-lagi wajah terkejut terlukis di wajah kakak.
"Kamu, tak ingat apa yang terjadi? Ah tidak, apakah kau kenal Aries?"
"Siapa itu?"
Ternyata benar, Alia lupa apa yang terjadi. Dan yang dia ingat hanya hari sebelum mereka bertemu Aries. Tapi kenapa aku masih ingat tentang alien itu. Apakah karena hanya aku yang tidak bertemu dengan Aries sebelum dia pulang. Ulah Aries kah? Astaga, kepala ku.
Pikir Leo sambil memegang kepala nya.
"Tidak, lupakan saja. Bersiaplah untuk berangkat sekolah Alia"
Aku mengangguk mengiyakan.
.
.
.
Sesampai nya di sekolah, hal yang aku lakukan adalah bertemu dengan Ryan dan Kania di kelas. Terlihat wajah kesal dan sedih di diri Ryan. Aku menghampiri mereka berdua.
"Kau kenapa Yan?" ~Alia
"Setengah kaset game ku hilang. Dan kebanyakan yang aku suka juga ikut menghilang, sedih broಥ╭╮ಥ" ~Ryan
"Kok bisa hilang? Oh ya btw saat aku bangun aku dapat batu yang cantik berwarna ungu. Entah itu milik siapa" ~Alia
Ryan dan Kania nampak terkejut.
"Aku juga dapat! Nara bilang dia juga dapat!" ~Ryan
"Iya sama, saat bangun di genggaman ku sudah ada batu yang Alia maksud" ~Kania
Kami bertiga memandang tak percaya. Sampai bel masuk berbunyi. Kami duduk dengan tenang sampai guru datang. Tak lama wali kelas kami masuk. Mengucapkan salam dan berdoa sebelum pelajaran di mulai.
"Selamat pagi anak-anak, ibu mau menyampaikan teman sekelas kalian, Aries pindah sekolah. Ia tidak akan lagi di sekolah ini"
Seluruh kelas menjadi sedih dan hanya mengangguk paham.Sontak dalam pikiran kami pertiga menanyakan siapa Aries? Jika mendengar nama Aries ada sesuatu yang menganjal pikiran kami. Sebenarnya ada apa ini, dan entah mengapa kami seperti mengenal Aries cukup baik. Namun tak ada ingatan dan memori tentang Aries. Kepala ku, sebenarnya ini kenapa?
Walau begitu setiap kami teringat Aries kami menjadi sedih. Dan entah mengapa setiap malam sambil melihat bintang, mengingatkan kami dengan Aries. Sial, Aries itu siapa nya kami?!
.
.
.
Jangan Lupa Like and Komen✋🏻😁