Malam itu tiba-tiba mobil Kinanti mogok di tengah jalan yang sangat sepi.
Dilihatnya sekelilingnya hanyalah hutan belantara.
Aduh aku pasti nyasar lagi , hari ini kenapa nyasar nya sampai ke hutan begini , mana malam-malam lagi.
Kinanti memang selalu susah untuk menghafal jalan kemanapun dia pergi , makanya dia suka nyasar kalau mau pulang.
Kinanti turun dari mobilnya , dilihatnya ke sekelilingnya...
"Aku harus mencari rumah penduduk di sekitar sini , siapa tau nanti mereka bisa membantu aku" , ucap Kinanti dalam hatinya.
Kinanti mulai jalan menyusuri hutan...
"Aduh dinginnnnn banget lagi" , ucap Kinanti sambil meletakkan tangannya di kedua dadanya dengan erat.
Tidak lama terdengar bunyi suara-suara burung yang berterbangan disana.
"Kenapa jadi terasa seram ya , mana dingin lagi , membuat bulu kudukku berdiri semua" , ucap Kinanti.
"Tuhan...tolong aku , pertemukan aku dengan salah satu manusia di hutan ini" , ucap Kinanti sepanjang jalan.
Kinanti terus berjalan....dan berjalan....sampai akhirnya....
Terlihat ada satu gubuk yang hanya bercahaya kan lampu minyak.
Kinanti mendekati gubuk tersebut.
"Permisi....permisi...." , ucap Kinanti sambil mengetuk pintu gubuk tersebut.
Tidak ada suara dari dalam gubuk itu , tidak lama pintu gubuk itu terbuka dengan sendirinya.
"Kenapa pintunya bisa terbuka sendiri , apakah ada orang yang membukanya?" , ucap Kinanti.
Kinanti mencoba masuk dan melihat ke arah dalam.
Tidak ada satu orang pun disana.
Yang ada hanyalah perapian yang nyala didalam sana.
"Lumayan deh buat menghangatkan tubuh" , ucap Kinanti sambil duduk di dekat perapian.
Tidak lama....terdengar suara krettt...krettt....krettt...
"Bunyi suara apa itu?" , ucap Kinanti.
"Apakah ada makhluk lain disini?" , batin Kinanti.
Kinanti yang mulai ketakutan , memberanikan diri melihat dari mana asal bunyi tersebut.
"Oh....ternyata dari suara pintu yang terbuka" , jawab Kinanti.
Kinanti pun berdiri dan menutup pintu gubuk tersebut , setelah itu duduk kembali di dekat perapian.
Tidak lama mulai lagi terdengar suara kresekkk....kresekkk....kresekkk...
"Ini bunyi apa lagi" , batin Kinanti.
Apakah ada binatang buas yang kesini?
Tidak lama terdengar bunyi kretttttt......dan terlihat ada bayangan dari sana.
Kinanti pun langsung berteriak.
"Aaaaaaaaaaa" , teriak Kinanti dengan keras.
Membuat Rangga yang baru pulang dari mengambil kayu bakar di hutan langsung terkejut.
Rangga pun langsung masuk ke dalam rumahnya dan meletakkan kayunya di samping perapian.
"Kamu siapa?" , ucap Kinanti dan Rangga bersamaan.
"Aku orang yang punya tempat tinggal ini , kamu siapa?" , ucap Rangga.
"Oh...maaf , aku Kinanti...mobil aku mogok di tengah jalan dekat hutan ini , lalu aku mencoba mencari bantuan , tapi tidak terlihat orang disini , aku hanya melihat ada gubuk ini , aku sudah mengetuk pintunya , tapi tiba-tiba pintunya terbuka sendiri dan aku mencoba masuk dan melihat kedalam , terlihat ada perapian yang nyala , aku langsung duduk disini sambil menghangatkan tubuhku yang kedinginan" , cerita Kinanti.
"Ya...memang tidak ada orang yang tinggal disini selain aku , pintu rumah juga aku tidak pernah kunci , makanya bisa langsung terbuka begitu saja" , ucap Rangga.
"Oh....ternyata seperti itu" , ucap Kinanti.
Rangga mulai sibuk membuat makanan untuk dirinya.
"Apa kamu sudah makan , Kinanti?" , tanya Rangga.
"Belum" , jawab Kinanti.
"Apa kamu mau makan , tapi aku hanya punya ubi yang akan aku bakar ini saja" , ucap Rangga.
"Iya gak apa apa Rangga aku mau , lumayan buat mengganjal perut yang lapar" , jawab Kinanti sambil tersenyum.
Rangga hanya menganggukkan kepalanya dan memasukkan beberapa ubi manis ke dalam kayu bakar.
"Kamu kenapa bisa sampai kesini , bukannya disini sangat jauh dari kota" , ucap Rangga.
"Iya aku selalu sulit untuk mengingat arah jalan pulang , jadi kalau pergi sendiri aku suka nyasar" , ucap Kinanti sambil menundukkan kepalanya karena malu dengan kebodohannya yang satu itu.
"Kalau kamu sulit untuk mengingat jalan , kenapa kamu berpergian sendiri?" , tanya Rangga.
"Karena aku tidak mau menggunakan sopir , aku merasa aku bisa bawa mobil , kenapa aku pakai sopir" , jawab Kinanti.
"Tapi kalau kejadian seperti ini terjadi lagi , bagaimana kalau kamu ketemu orang jahat , apalagi kamu sangat cantik , sangat berbahaya malam-malam sendirian" , ucap Rangga.
"Untungnya aku ketemunya sama kamu dan kamu orang yang baik" , jawab Kinanti sambil tersenyum.
Tiba-tiba jantung Rangga berdetak dengan sangat cepat melihat senyuman Kinanti.
"Kalau boleh tau , kamu masih muda , kenapa kamu tinggal sendiri di hutan belantara ini?" , tanya Kinanti.
"Sejak orang tuaku meninggal , aku sangat sulit mencari pekerjaan , makanya aku memutuskan untuk tinggal disini dan hidup dari hasil tanaman disini" , jawab Rangga.
Tidak lama ubi bakar nya sudah jadi , Kinanti dan Rangga memakan ubi nya sampai habis.
"Kamu bisa tidur disini dulu malam ini , besok aku akan bantu melihat kondisi mesin mobil kamu" , ucap Rangga sambil menunjuk tikar yang ada disana.
"Iya Rangga , terima kasih ya" , jawab Kinanti sambil merebahkan tubuhnya di tikar yang di tunjuk oleh Rangga.
Rangga menuju ke kursi kayu dan tidur disana.
Keesokan paginya....
Kinanti dan Rangga berjalan keluar dari hutan.
Terlihat mobil Kinanti masih ada di jalan.
Rangga mulai melihat-lihat mesin mobil dan mencoba memperbaikinya , tidak lama mobil Kinanti sudah bisa dinyalakan.
"Wahhh....kamu hebat Rangga , aku tidak menyangka kamu bisa memperbaiki mobil" , ucap Kinanti.
"Iya dulu aku pernah belajar sedikit waktu masih bekerja di bengkel" , ucap Rangga.
"Apa kamu mau ke kota , aku bisa membantumu untuk mencarikan pekerjaan" , ucap Kinanti.
"Akan aku pikirkan dulu ya" , jawab Rangga.
"Baiklah , ini kartu nama aku , kalau kamu sudah berubah pikiran , cari aku di sini ya" , ucap Kinanti sambil memberikan kartu namanya.
"Baiklah..." , ucap Rangga sambil mengambil kartu nama yang diberikan oleh Kinanti.
Kalau gitu aku jalan dulu ya Rangga.
"Terima kasih" , ucap Kinanti sambil masuk ke mobilnya.
"Iya Kinanti" , ucap Rangga sambil melambaikan tangannya.
Setelah Rangga melihat Kinanti pergi dari sana....
"Aku pasti akan mencari kamu nanti Kinanti , tunggu aku di kota ya..." , ucap Rangga sambil melihat kartu nama Kinanti yang dipegangnya.
The End......