Siapa yang akan menyangka jika seorang manusia memiliki kekuatan yang diluar nalar, bukan - bukan soal tenaga yang ekstra seperti Samson, nyatanya itu sudah ada sejak dulu, tapi ini berbeda.
Jujur saja sampai saat ini aku tak pernah menyangka, berkeinginan bahkan bermimpi memiliki kekuatan super pun tidak, ahhhh ini benar - Benar aneh bahkan dipikir berulang - ulang kalipun hasilnya tetap sama aku tak mengerti.
mana ada yang seperti ini, memangnya dunia ku ini sebuah film fiksi seperti Avengers, Batman, atau seperti sailor moon, atau Avatar, ahhhh ini tidak masuk diakal.
Walau tidak masuk diakal memang itulah kenyataannya, aku jadi manusia super mungkin, ahhh entahlah sejak bangun dipagi hari itu aku sudah memiliki kekuatan ini, awalnya ku pikir itu hanya halusi nasi ku yang mungkin memang akhir - akhir ini terjadi karena aku merasa sangat lelah.
Bagai mana tidak lelah jika pekerjaan ku setumpuk, belum lagi tugas kuliah ku yang menggunung, dan pekerjaan rumah yang diberikan ibu pada ku, mana bisa aku tak merasa lelah.
Tapi tetap saja jika memang itu hanya halusi nasi, mengapa pendengaran ku jadi begitu tajam seperti ini, bahkan aku bisa mendengar tentang ga sebelahku yang sedang membicarakan pak rete, bahkan begitu jelas aku mendengarnya, padahal saat ini aku sedang ada dikamar ku.
Ahhh ya tuhan ini aneh sungguh aneh, sepertinya dibanding kekuatan super aku malah berfikir aku terserang penyakit aneh saat ini, apa ini akan baik untuk ku.
tentu saja aku berfikir ini tidak akan baik untuk ku, telingaku begitu pengang karena aku bisa mendengar semua hal, bahkan kucing yang mengeong dijalananpun aku bisa mendengarnya.
Bukan hanya itu saja, suara riuh orang yang sedang bercakap - kacap sepertinya ada ibu - ibu yang tengah menghibahkan seseorang didepan komplek, walau tak sejelas tetangga sebelah tetap saja suara itu membuat ku terganggu.
Belum lagi suara klakson yang terdengar dan bunyi kendaraan roda dua roda empat yang terus saja bergerak, semua itu seharusnya tidak ku dengar karena itu terlalu jauh dari rumah ku jaraknya tapi mengapa aku bisa mendengarnya walau samar, jika orang normal itu tidak mungkin.
Mungkin kah aku ini tidak normal karena bisa mendengar semua itu dari jarak sejauh ini, ahhh ini membuat gendang telingaku rasanya sakit dan mau meledak sebentar lagi.
Jika saja Awal tidak memberitahukan sesuatu yang sungguh membuat otak ku blank saat ini.
****
Dan karena penjelasan Awal pulalah aku berada ditempat yang katanya basecamp anak - anak pilihan, entah apa maksudnya itu aku tak mengerti.
"Siapa Wal?" Tanya seseorang membuyarkan lamunan ku.
"Anggota baru kah?" Tanya yang lainnya yang diangguki Awal.
"Wahhhh... Selamat datang dibasecamp, siapa nama mu?" Riuh dari suara anak - anak seuisiaku dan beberapa ada yang sepertinya dibawahku, mendekati ku memberi selamat.
Ahhh suara teriakan itu membuat gendang telingaku semakin sakit, saat ini aku hanya butuh kesunyian tapi mana ada kesunyian didunia yang padat ini, ahhhh ini akan menjadi masalah untuk ku.
"Uhhhh .. rasanya sakit sekali" kesal batin ku.
"Tolong pelankan suara kalian anak - anak, Evelin sensitif dengan pendengarannya", ucap Awal memberi intrupsi pada mereka yang tak ku kenal itu
"Wahhhhh.... hebat sekali itu artinya dia bisa mendengar kita dari jarak jauh begitu kak?" Tanya seorang anak yang ku perkirakan usianya seumuran dengan adik bungsu ku, ahhh teriakannya membuat telingaku semakin berdengung.
"Iya, tolong pelankan suaranya ya Dimas" pinta awal yang diangguki semua yang ada disana bukan hanya Dimas saja.
"Jadi nama mu Evelin?" Tanya seorang gadis bisa ku pastikan dia seusia dengan ku, aku hanya mengangguk saja sambil tersenyum.
"Selamat datang dirumah baru mu, aku Tasya" ucap gadis itu menyodorkan tangannya, membuat ku ikut menjabat tangannya.
"Ter- imakasih" ucap ku terbata, entah kenapa kegugupan menyerang ku.
"Mereka semua disini sama seperti mu, spesial" ucap Awal, aku hanya menoleh sebentar lantas kembali memperhatikan orang - orang yang kembali berkutat dengan kegiatan mereka.
"Apa sir Alex ada disini?" Tanya Awal kepada Tasya.
"Iya dia sedang bersama Kedry" jawab Tasya.
"Baiklah kalau begitu kami akan kesana dulu" ucap Awal berpamitan pada Tasya, yang diangguki gadis manis itu.
"Oh iya Evelin, setelah selesai urusan mu dengan sir Alex kita bisa bermain?" Tanya Tasya mencegah ku untuk mengikuti Awal, akupun mengangguk.
"Tentu kenapa tidak" jawab ku.
***
"Ada apa Awal?" Tanya seorang lelaki, ku perkirakan usianya sama dengan usia kakak pertama ku mungkin lebih tua satu tahun dari kakak ku.
"Aku mau kenalkan abang sama seseorang" ucap Awal, bukankah tadi dia mencari sir, sir ahhh sir siapa aku tak tahu, apa dia yang tadi dicari Awal ya.
"Gadis ini?" Tanya pria diseberang ku itu, yang diangguki oleh Awal.
"Siapa nama mu?" Tanya pria itu kepada ku
"E-vlin" jawab ku terbata.
"Jangan takut, saya Alex semua orang sering memanggilku sir Alex" jawabnya tak lupa aku melihat seulas senyum dibibirnya, membuatku juga ikut tersenyum.
"Apa dia anggota baru kita Wal?" Tanya sir Alex pada Awal, Awal hanya mengangguk saja.
"Apa kamu sudah diberitahu Awal?" Tanya sir Alex
"Awal hanya bilang kalau saya spesial, padahal saya sendiri tak mengerti disisi mana saya spesialnya" heran ku, karena Awal hanya mengatakan hal itu padaku tanpa menjelaskan lebih rinci lagi
"dia hanya bilang aku memiliki kelebihan dalam diri ku seperti kekuatan super katanya itu kan tidak mungkin" sanggah ku
Sir Alex tersenyum kearah ku "kau adalah salah satu orang terpilih untuk membantu kami" ucap sir Alex
"Membantu apa?" Tanya ku tak mengerti.
"Membuat dunia ini damai" jawab sir Alex semakin membuat ku tak paham saja pembicaraan ini mengarah kemana.
"Singkatnya kita semau disini termasuk kamu adalah orang - orang pilihan, untuk membantu orang lain dalam kesusahan" jawab sir Alex.
"Apa ini seperti kisah super power?" Tanya ku
"Katakanlah seperti itu" jawab sir Alex
"Ah mana mungkin" keluh ku tak percaya.
"Jika tak percaya Awal bisa menunjukan kebolehan mu pada gadsi ini?" Pinta sir Alex yang diangguki Awal.
Awal memegang sebauh benda tak lama terjadi hal yang membuat ku menganga tak percaya, sejak kapan teman semasa kecilku ini memiliki hal aneh seperti ini, dia tak pernah cerita pada ku.
"Semua yang dipegang Awal akan berubah menjadi es" ucap sir Alex.
"Mungkin kah ini film Frozen?" Tanya ku, aku benar - benar tak habis fikir dengan semua ini, padahal baru tiga hari yang lalu aku memiliki gangguan pendengaran ini, ahhhh ini menjadi tambah aneh dengan teman ku sendiri yang memiliki kekuatan super.
"Hahaha.. tentu saja bukan, ini nyata nona, bisa saja film itu menunjuk kehidupan nyata hanya saja itu fiksi nona, kita tak sehebat dalam dunia perfilman fiksi, masih banyak celah walau kita punya sedikit kekuatan, bukan berarti kita bisa melebihi tuhan" ucap sir Alex menjelaskan.
"Lantas mengapa bisa seperti ini?" Tanya ku
"Sudah ku katakan jika, semua yang ada disini adalah orang - orang pilihan, untuk membantu yang lebih lemah dari kita, ini pakailah itu saat kau berada diluar rumah ini" titah sir Alex memberiku sebuah earphone.
"Untuk apa aku memakai ini?" Heran ku
"Kau akan membutuhkannya nanti, telinga mu cukup sensitif dengan suara bukan" ucapnya membuat ku terperangah.
"Dari mana anda Tahu?" tanya ku heran
"Sir Alex ini bisa melihat kemampuan apa yang kau miliki, bahkan dia bisa melihat sisi gelap seorang manusia, hanya dengan sekali lihat saja" ucap Awal membuatku membulatkan mataku.
"Memangnya ada ya yang seperti itu?" Tanya ku polos.
"Hahahaha" entah ada apa dengannya mengapa malah tertawa seperti itu, memangnya pertanyaan ku ini aneh ya.
"Buktinya yang ada dihadapanmu ini nyata Ev" jawab Awal yang juga ikut - ikutan terkekeh, aku jadi malu sendiri.
****
Setelah hari itu aku baru faham tentang apa itu spesial, dimata orang kami memang sama seperti mereka tapi jika kami dirumah ini tentu kami berbeda dengan mereka, bahkan tugas kami jauh lebih sulit dari mereka, menjaga keamanan dan perdamaian dunia ini, itulah tugas kami yang sebenarnya.
Tak ada yang tahu hal itu selain kami yang dikatakan orang - orang pilihan saja yang mengetahuinya, bahkan para orang tua kamipun tak ada yang mengetahui hal itu, untuk keamanan orang - orang seperti kami maka dari itu sir Alex memberikan kami naungan.
Sampai saat ini aku masih sering merasa aneh dengan hal yang terjadi dengan kehidupan ku ini, hanya karena bangun sedikit telat hari itu aku berada disini saat ini.
Memperjuangkan keamanan dunia tanpa banyak orang yang mengetahuinya, bersyukur ternyata aku bukanlah satu - satunya orang aneh menurutku, tapi syukurlah ternyata pendengaran ku berguna untuk aliansi kami ini.
Ahhhhh. Walau masih terasa aneh ini nyata untuk ku, namun aku bisa mengikuti arus sampai saat ini aku bisa bertahan tanpa kesulitan, mengikuti misi - misi yang diberikan oleh sir Alex dengan kelompok yang telah ditentukan, semoga saja sampai kedepannya aku dan kelebihan ku bisa berguna disini.
Walau aku tahu semakin kedepan tantangannya semakin sulit ku lalui, namun itu tak akan menjadi halangan untuk aku menyerah menebar kebaikan.