"๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐จ๐๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐ข๐, ๐ฉ๐๐ข๐๐ฃ ๐จ๐๐๐๐ฃ๐๐ ๐ช ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐จ๐ช๐๐๐ ๐จ๐๐ก๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฉ๐ช๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐. ๐๐๐ฃ๐ (๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐๐๐) ๐ฃ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ง๐ช๐๐ช๐ฃ๐ ๐ฅ๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ ๐ช ๐ฅ๐๐ก๐๐ข๐๐ฃ๐๐ฃ." ๐ฏ๐๐๐๐ ๐น๐๐๐๐๐ & ๐จ๐๐๐๐ ๐ซ๐๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐๐ฒ ๐๐จ๐ฏ๐๐ฅ๐ฒ ๐๐ก๐๐ข๐ซ๐ฆ๐๐ญ๐, ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง
(๐๐ซ๐๐ช๐ฎ๐๐ฅ ๐จ๐ ๐น๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐ ๐ฎ๐๐๐
(๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.) )
๐
ข๏ธ๐
ฃ๏ธ๐
๏ธ๐
ก๏ธ๐
ฃ๏ธ ๐
๏ธ๐
๏ธ๐
ฆ๏ธ
๐ฆ&๐ฆ
Di SMK Neo City Technology
Dimana Afi berada di kelas X RPL 2, mengerjakan tugasnya yang belum selesai.
Tiba-tiba...
BRAK!
"EH EMAKNYA RENJUN KECEBUR EMPANG NYA BANG JAEHWAN" Latah Afi kaget karena gebrakan meja yang tidak santai terdengar di sebelahnya.
"Enak aja kau ngatain emak ku kecebur Empang, walaupun emang dia pernah kecebur sih." Suara ini...
Tentu Afi kenal...
Afi pun menoleh ke arah pelakunya & setelah melihatnya, dia berucap "Oh, Chairmate langganan.."
'sekaligus Mas Crush' lanjut Afi dalam batinnya.
"Iya! Ini aku, Renjun.." ucap laki-laki itu lalu duduk di kursi sebelahnya. "Lagi bikin tugas yang mana, Fi?"
"Biologi." jawab Afi sambil melanjutkan tugasnya yang belum selesai.
"*Turuni ra.."
*contekin dong..
"Ntar aku traktir es teh manis sama jajan kesukaan kamu." lanjut Renjun.
"Iya, nanti aku contekin." kata Afi pasrah. "Tapi nanti pas praktek aku bantu juga, ya? Aku payah soal pemograman dasar."
"Iya, Sayang. Nanti aku bantu." ucap Renjun sambil mengelus kepalanya.
'Njun, please jangan buat aku makin cinta sama kamu. Aku takut dibully fans kamu lagi.' batin Afi takut.
"Afi.. Kok ngelamun? Ada apa? Mau cerita sama Renjun?" Ucap Renjun membuyarkan lamunannya.
"Ah, enggak kok. Aku nggak tau kalo aku tiba-tiba ngelamun." Sanggah Afi.
"Jangan ngelamun lagi. Udah selesai belum?"
"Oh, udah. Nih, bukunya." Ujar Afi lalu menyerahkan bukunya itu. "Tapi nanti janji."
Renjun mengangguk mengiyakan permintaan Afi. Dia mengambil buku itu setelah dia mengeluarkan buku miliknya dari tasnya. Lalu menuliskan jawaban tugas yang sama dengan milik Afi.
๐ฆ&๐ฆ
Di Laboratorium komputer..
Jam praktik pun dimulai, Renjun menepati janjinya untuk mengajari Afi tentang pemograman dasar. Untung iameja mereka bersebelahan, jadi gampang ngajarinnya.
Namun..
Di saat jam praktik selesai, Afi yang bersiap untuk pulang tiba-tiba ditarik tangannya dengan kencangnya oleh seorang perempuan. Dia ingin meminta tolong ke Renjun, tapi hp nya ketinggalan di tas nya. Terlebih dia sudah keluar dari tadi.
Afi berusaha untuk memberontak terhadap perempuan itu, tapi karena tenaganya lebih besar apalagi dia lebih tinggi walaupun hanya 3cm saja membuatnya tak berdaya.
Hingga tiba di sebuah toilet, dia pun diseret masuk & mendorongnya hingga tubuh Afi membentur dinding.
PLAKK!!
PLAKK!!
PLAKK!!
"BERANI-BERANINYA YA KAMU DEKET-DEKET RENJUN!! POKOKNYA AKU GAK TERIMA & RASAKAN PENDERITAAN MU KARENA KAU BERANI MEREBUT RENJUN KU!!" ucap perempuan yang sok cantik juga centil itu, lalu memukuli Afi hingga membuat tubuhnya merasa remuk.
Tidak hanya memukuli, dia bahkan menginjak tubuhnya, bahkan menjambak rambutnya dengan tidak santai. Padahal, Afi jauh lebih tua dari perempuan itu. Bahkan perempuan itu adalah adik kelasnya.
Setelah dirasa puas, perempuan bername tag Liana Putri Tahlia ini meninggalkannya begitu saja. Afi yang tergeletak berusaha untuk bangkit & berjalan menuju luar pintu masuk toilet, namun...
KREKK!!
"ARGH!!" Afi meringis karena kaki kirinya tiba-tiba mengeluarkan suara retakan, hingga membuat dirinya kembali jatuh dengan tangan sebagai tumpuan tubuhnya. & karena tenaganya gak cukup untuk menopang tubuhnya, dia pun kembali pingsan di depan toilet.
Tak ada yang menyadari kalau Afi pingsan karena tempat itu jarang ada orang yang lewat.
๐ฆ&๐ฆ
Di sisi lain, Renjun..
Dia sedang berada di kantin dengan 2 gelas es teh manis & beberapa makanan ringan di mejanya. Renjun saat itu sedang menunggu Afi.
Namun...
'DEG!!'
'APA INI? KENAPA PERASAANKU MENDADAK GAK ENAK?!' batin Renjun panik.
Dia pun pergi ke Laboratorium komputer untuk menemui Afi.
Akan tetapi setelah dia sampai, laboratorium komputer itu telah sepi. & hanya ada tas Afi yang tergeletak di kursi. Renjun jadi semakin panik.
Renjun pun mengambil tas Afi, tapi saat dia mau keluar, dia sadar ada guru di situ. Renjun pun menghampirinya.
"Permisi, Pak. Mau tanya, Bapak lihat Afi nggak?" Tanyanya.
"Oh, tadi pas Afi beres-beres ada yang datang langsung narik tangannya keluar gitu. Gak tau siapa, soalnya dia pake masker." Ucap guru itu. Perasaan Renjun semakin tidak menentu.
"Ya udah, makasih ya Pak." Ujar Renjun lalu meninggalkannya.
'Satu hal yang harus aku tau, Afi mungkin di toilet bersama si cewek itu.' Batin Renjun sambil berlari menuju ke toilet.
๐ฆ&๐ฆ
Sesampainya Renjun di toilet, dia terkejut karena melihat seorang gadis tergeletak di depan pintu. Saat dia menyingkirkan rambut yang menutupi seluruh wajahnya, hati Renjun sakit.
Gadisnya..
Terluka..
'Siapa yang berani menyakiti gadisku? Benar-benar keterlaluan.' Batin Renjun.
Dia pun membopong tubuh Afi & membawanya ke UKS.
๐ฆ&๐ฆ
"Ssttt.. Aw!!" Ringis Afi yang baru saja sadar dari pingsannya.
"Oh? Afi udah bangun? Masih sakit gak? Apa aku nekan lukanya terlalu keras?" Terdengar suara yang tidak asing bagi Afi. Kayak...
Suara Renjun.
Afi pun bangun, lalu noleh ke samping kirinya & benar saja. Ada Renjun di sampingnya dengan tangan kirinya yang memegang kapas yang sudah dibasahi dengan air dingin. Sedangkan tangan kanannya digunakan untuk mengelus wajah Afi yang terluka.
"Ren.. Renjun..." Cicit Afi pelan.
'Kalau sudah seperti ini, pasti dia akan menangis.' Batin Renjun sambil mengelus wajahnya.
"Hmm? Kenapa, Afi?" Tanya Renjun tersenyum (pura-pura) bingung.
"Hiks.... Hiks.. Ma.. Maafin aku.." Afi menundukkan kepalanya, dia takut Renjun tau kalau Afi sudah menangis. Padahal Renjun sudah tau dari awal.
Ssrrt..
"Ren.. Renjun..?" Afi kaget karena Renjun tiba-tiba memeluknya erat, bahkan dia sambil mengelus kepalanya lembut.
"Kenapa minta maaf sama aku?" Tanya Renjun.
"Kamu gak salah apapun, tapi kenapa minta maaf?" Renjun mengulang kembali pertanyaannya.
"Aku.... Terus ngerepotin kamu.. Aku.."
"Kamu gak ngerepotin aku, Afi. Aku yang ngerepotin kamu. Soalnya aku biarin kamu naksir sama aku, tapi gak bisa ku balas. Aku juga ngerepotin kamu terus karena harus nahan sakitnya siksaan kekerasan dari mereka." Ujar Renjun panjang lebar.
"Njun..."
"Dengerin dulu sampai selesai, Afita Dirgantara." Ucap Renjun datar, lalu melepaskan pelukannya & menatap mata Afi intens.
"Aku sebenarnya udah cinta sama kamu dari kelas 10. Tapi dulu aku masih terlalu takut untuk mengungkapkan, karena kalau aku pacaran sama kamu pasti bakalan dikeroyok fans-fans aku. Tapi sekarang semua itu aku tepis, mau deket atau enggak sama aja. Kata Haechan urusan fans tuh gak penting, yang penting perjuangkan diri kamu, lindungi kamu dari mereka. Itulah sebabnya, aku baru deket sama kamu bulan-bulan sekarang." Tambah Renjun sambil terus mengelus kepala Afi agar tetap tenang.
"Intinya?" Tanya Afi to the point.
"Aku suka sama kamu, kebetulan juga kamu suka sama aku. Jadilah calon istri ku, ibu dari anak-anakku nanti. Aku gak suka pacaran, takut aku nya keliatan gak serius alias main-main kalo ngejalanin hubungan antara kita berdua." Lamar Renjun.
Afi terkejut bukan main. Selama ini, Renjun ternyata sudah membalas perasaannya, bahkan dia langsung melamar Afi untuk menjadi calon istrinya.
"Tapi.. Njun.."
"Kita masih SMK? Kelas 11? Jangan khawatir. Kalau kamu kuat buat jagain hati & perasaan untukku, gak oleng ke rumput tetangga, hubungan kita bisa sampai ke pelaminan nanti. Bahkan sampai kita memiliki anak cucu. Mau?" Tanya Renjun sekali lagi.
Masih dengan air mata yang terus keluar, Afi pun menganggukkan kepalanya. Dia setuju.
Renjun tersenyum senang, penuh kemenangan. Dia pun kembali memeluk Afi sembari mengelus kepalanya lagi.
"Kuat-kuat ya jagainnya, & makasih karena kamu nerima aku, Afita Dirgantara."
๐๐ฒ ๐๐จ๐ฏ๐๐ฅ๐ฒ ๐๐ก๐๐ข๐ซ๐ฆ๐๐ญ๐, ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ง
(๐๐ซ๐๐ช๐ฎ๐๐ฅ ๐จ๐ ๐น๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐ ๐ฎ๐๐๐
(๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.) )
๐
๏ธ๐
๏ธ๐
๏ธ ๐
๏ธ๐
๏ธ๐
ฆ๏ธ
๐๐ญ๐จ๐ซ๐ฒ ๐๐ฒ: ๐๐๐ข ๐๐ฅ๐ข๐๐๐ก