Ariana adalah seorang anak gadis pemalu yang memiliki wajah yang cantik.
Awalnya Ariana tinggal di kota B , setelah orang tua nya sudah tidak bekerja disana lagi , papa Ariana ingin mencoba membuka usaha baru di kota P.
Sampai di kota P , Ariana masuk ke sekolah swasta terbaik disana , awalnya dia sangat takut dan bingung.
"Bagaimana aku harus beradaptasi di sekolah baru ini?" , ucap Ariana dalam hatinya.
Sebelumnya teman Ariana di kota B adalah teman-teman yang selalu bermain dengannya sejak dia masih SD sampai SMP kelas 1 dan sekarang dia pindah ke kota lain , bagaimana cara dia mulai berkenalan dengan teman-teman yang baru.
Terdengar bel sekolah berbunyi , menandakan masuk kelas.
Semua murid-murid sudah menuju ke kelas mereka masing-masing.
Ariana masih menunggu di ruang kepala sekolah , tidak lama bu Yuni selaku wali kelas 2 - 1 menemui Ariana dan membawa Ariana ke kelasnya.
Sampai di dalam kelas , ibu Yuni memperkenalkan Ariana kepada anak muridnya.
Anak-anak semuanya , hari ini kita kedatangan murid baru pindahan dari luar kota , perkenalkan namanya Ariana.
"Ariana , kamu boleh memperkenalkan diri kamu" , ucap bu Yuni.
"Perkenalkan nama saya Ariana , saya pindahan dari kota B , semoga kita bisa berteman dengan baik , terima kasih" , ucap Ariana.
"Baiklah , sekarang kamu bisa duduk di kursi 2 dari belakang di dekat jendela sebelah sana" , ucap bu Yuni sambil menunjuk kursi kosong yang ada disana.
"Baik bu" , jawab Ariana sambil berjalan menuju ke kursi kosong tersebut dan duduk disana.
"Hi Ariana...aku Prita" , ucap Prita yang duduk disebelah Ariana.
"Hi Prita" , jawab Ariana sambil tersenyum.
Setelah Ariana duduk disana , ada yang menyentuh bahunya dari belakang , Ariana langsung melihat ke belakang.
"Hi....Ariana , aku Rio , kamu anak baru yang tadi di anterin sama mami kamu ya".
"Iya tadi aku dianterin sama mami" , jawab Ariana.
Setelah itu mereka mengikuti pelajaran didalam kelas , sampai bel tanda istirahat berbunyi.
Semua murid sudah pergi berjalan keluar dari kelas , tinggal Ariana dan Rio disana berdua.
"Ariana kamu gak mau jajan di kantin?" , tanya Rio.
"Gak Rio , aku bawa roti dari rumah" , jawab Ariana.
"Aku masih mau bersama denganmu , tapi aku lapar , apa kamu mau membagi rotimu kepadaku?" , tanya Rio.
"Iya boleh Rio"
Ariana pun membagi 2 roti yang dibawanya , setengahnya diberikannya kepada Rio.
"Terima kasih Ariana" , ucap Rio sambil tersenyum.
Ariana hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa aku boleh meminta nomor telpon kamu?" , tanya Rio yang memang sudah tertarik dengan Ariana sejak melihatnya masuk ke kelas pertama kali.
"Iya boleh" , jawab Ariana sambil memberikan nomor telponnya kepada Rio.
Sejak saat itu Ariana dan Rio jadi sering berkomunikasi , setiap hari Rio selalu menelpon Ariana dan di sekolah pun mereka selalu berdua selama jam istirahat.
Pagi harinya ketika Ariana baru turun dari mobilnya dan masuk ke gerbang sekolah...
Terdengar suara Rio memanggilnya , "Ariana tunggu aku".
Ariana yang sedang berjalan langsung berhenti melihat ke arah Rio.
Rio langsung berjalan mendekati Ariana dan mereka masuk ke kelas bersama.
Ketika mereka berjalan bersama semua mata murid-murid bertanya-tanya...
Apakah si Rio pacaran dengan anak baru itu?
"Bukannya si Rio sudah ada pacarnya ya" , kata Cheryl.
"Setau aku mereka sudah putus , bisa jadi ini incaran baru si Rio" , jawab Vio.
"Dia kan sebangku dengan kamu Prita , apakah Rio dan anak baru itu pacaran?" , tanya Cheryl.
"Setau aku mereka gak pacaran , cuma memang Rio selalu mengajaknya mengobrol" , jawab Prita.
Terdengar bunyi bel tanda masuk.
Mereka semua masuk ke kelas masing-masing.
"Hi...Ariana , apa kamu sudah jadian dengan Rio?" , tanya Prita setelah masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya di samping Prita.
"Gak Prita , aku hanya berteman dengannya" , jawab Ariana.
Setelah beberapa hari tiba-tiba ada cowok yang mencari Ariana.
"Hi Ariana , aku Deni...apa kamu mau pergi denganku malam minggu besok?"
"Maaf Deni aku tidak bisa" , jawab Ariana.
Rio yang melihat Deni mendekati Ariana , langsung berjalan mendekat ke arah mereka.
"Ariana , kamu kenal dengan Deni" , tanya Rio.
"Aku baru kenal dengan dia tadi Rio" , jawab Ariana.
"Kenapa loe cari Ariana?" , tanya Rio kepada Deni.
"Gue suka sama Ariana dan gue mau ngajak Ariana jalan malam minggu ini" , jawab Deni.
"Apa kamu mau pergi dengan Deni?" , tanya Rio kepada Ariana.
"Aku tidak mau Rio" , ucap Ariana.
Setelah itu bel tanda masuk berbunyi dan Deni pun kembali ke kelasnya.
"Besok aku akan mencari mu lagi Ariana" , ucap Deni sambil tersenyum dan berjalan menuju ke kelasnya.
Ariana cuma diam dan tidak menjawab ucapan Deni.
Rio yang sudah duduk di kursinya yang berada di belakang Ariana...
Ariana panggil Rio dengan pelan.
Ariana langsung menyandarkan punggungnya ke kursi supaya bisa lebih dekat dengan meja Rio.
"Apa kamu mau jalan dengan Deni?" , ucap Rio dengan pelan.
Lalu Ariana melemparkan kertas ke meja Rio.
Rio membuka kertas yang dilemparkan oleh Ariana dan membaca isinya , "aku tidak mau Rio".
"Lalu kamu mau pergi jalan dengan siapa?" , tanya Rio lagi.
Ariana melemparkan kertasnya lagi.
Rio membukanya dan matanya langsung membulat karena terkejut melihat isi di kertas tersebut... "KAMU"
Sejak itu Ariana dan Rio selalu bersama tanpa status hubungan pacaran tapi seperti pasangan yang sedang pacaran.
Setiap hari mereka selalu berdua , hari libur jalan-jalan berdua , tapi tidak pernah terucapkan kata "Aku Mencintaimu" diantara mereka berdua.
Sampai ketika mereka lulus SMP , tiba-tiba Rio mengatakan kalau dia dan orang tuanya akan pindah ke luar negeri.
Seketika Ariana menjadi sedih karena dia harus berpisah dengan orang yang sangat dicintainya , tapi Ariana mencoba untuk tegar di depan Rio.
"Semoga nanti kamu sukses disana ya" , ucap Ariana sambil menjabat tangan Rio.
"Iya terima kasih Ariana , semoga kamu juga sukses nantinya" , ucap Rio.
Itu adalah hari terakhir Ariana dan Rio bertemu.
Setelah itu Ariana dan Rio sudah tidak pernah bertemu dan berkomunikasi lagi.
Selama bertahun-tahun Ariana tidak pernah bisa dekat dengan seorang cowok , hanya Rio yang menjadi cinta pertamanya dan sampai Ariana lulus SMA , Ariana tetap mencintai Rio dan berharap suatu hari nanti akan bisa bertemu kembali dengan Rio.
The End...