Claire tak pernah menyangka jika membantu adiknya berjualan lemonade untuk acara amal membawanya bertemu dengan pria idamannya selama ini. Lucas, tetangga baru yang menempati rumah di ujung jalan. Pria tampan, atletis, dan baik hati itu menyihir Claire sejak pandangan pertama.
Bagaimana itu bisa terjadi? Dan bagaimana kelanjutan kisah Claire untuk mendapatkan pria idamannya itu? Ikuti kisahnya di bawah ini.
CAST
Jiwon Cherrybullet as Claire
Jungkoon BTS as Lucas
-
-
-
Di minggu pagi hampir semua anak sekolah ingin bermalas-malasan di tempat tidurnya. Termasuk Claire, ia sengaja tidak memasang alarm agar tidurnya tidak terganggu. Tetapi bukan alarm yang membangunkannya melainkan suara teriakan Ibunya.
Ibunya sedari tadi memanggil-manggil namanya, membangunkan gadis berambut panjang itu untuk turun membantu adiknya. Karena Claire tak kunjung muncul, ibunya pun menghampirinya di kamar dan membuka paksa pintu kamar tersebut.
"Get up!" ujar ibu Claire, Celine.
"Mom ini hari minggu biarkan aku tidur lebih lama" protes Claire sambil menutup wajahnya dengan selimut bulu angsa itu.
"No. No time for laziness. Bangun sekarang dan turun ke bawah" Celine menepuk pantat Claire dan menarik selimut yang ia gunakan untuk menutup seluruh tubuhnya.
Dengan sangat terpaksa gadis itu pun bangun, kemudian membereskan tempat tidurnya.
"Langsung turun ke bawah, alright?" perintah Celine. Claire membalas dengan mengangguk malas. Celine pun keluar dari kamar Claire seraya menutup pintu kamar tersebut.
Setelah membereskan kamarnya, Claire pun keluar dari kamar dan menuju lantai satu. Ia duduk di meja pantry memperhatikan ibu dan adiknya yang tengah sibuk membuat sesuatu.
"Good morning Claire" sapa adik perempuannya yang berusia 10 tahun, Chloe.
"Mm" balas Claire hanya dengan bergumam.
Ia memangku dagu malas, memperhatikan mereka yang entah mengapa sagat ceria pagi hari ini.
Claire lalu turun dari kursinya dan berjalan memasuki dapur, ia hendak mengambil air minum tetapi terhenti karena melihat banyaknya box berisi lemon di dapur mereka. "Apa yang kalian buat? Kenapa banyak sekali lemon disini?" tanya Claire penasaran.
"Lemonade" jawab Celine.
"Sebanyak ini?" tanya Claire bingung.
"Mm hm, aku ingin menjual lemonade di depan rumah" kata Chloe bersemangat.
Kening Claire berkerut. Tidak mengerti ucapan adiknya itu. "Berjualan di depan rumah kita?"
"Yap. Menggunakan meja panjang Dad"
Claire tertawa sarkastik, "Memangnya ada yang ingin membeli lemonade itu?"
"Claire!" tegur Celine seraya memberinya tatapan tajam.
Claire mengangkat bahunya dan bergumam, "What?" tanpa mengeluarkan suara.
"Pasti ada dong" jawab Chloe percaya diri.
Sebelah kening Claire terangkat tak yakin. "Good luck then" ujarnya seraya bersandar di depan kulkas memperhatikan mereka.
"Yeah good luck for you too" cetus sang ibu.
"Apa yang Mom maksud?" kata Claire bingung.
"Good luck untuk dirimu, karena kau yang akan membantunya berjualan"
"WHAT? Absolutely not!" pekik Claire.
"Kalau bukan kau siapa lagi yang akan membantunya?" ujar Celine sambil melipat tangan, yang saat ini telah berdiri berhadapan dengan Claire.
"Dia bisa sendiri Mom" tolak Claire yang terkesan merengek.
"No, aku tidak bisa berjualan sendiri" celutuk Chole yang bersembunyi di belakang ibunya. Claire menatapnya tajam, sedangkan gadis kecil itu menjulurkan lidahnya mengejek.
"See dia tidak bisa sendiri" ujar ibu mereka. Chloe tersenyum lebar. Ia sangat puas melihat wajah masam kakaknya itu. "Hanya kau yang bisa dan akan membantunya, karena aku akan ke kantor jam 10 nanti" lanjut Celine menyakinkan anak sulungnya.
"Kalau begitu aku minta bayaran untuk membantumu berjualan"
"Berapa?" tanya Chloe.
"50 dollar" jawab Claire.
"What?! Yang benar saja Claire!" pekik Chloe terkejut.
"Tidak mau? Ya sudah aku juga tidak mau membantumu"
Celine pusing melihat kedua anak gadisnya yang selalu bertengkar. Ia pun melerai mereka dan membawa Claire ke dalam kamarnya.
"Aku akan membelikan tas dior yang kau inginkan jika kau membantu Chloe. Claire, berjualan lemonade ini adalah pekerjaan amal dari tugas sekolah Chloe yang harus ia lakukan, jadi bantulah dia" kata Celine setelah membuat Claire duduk di tempat tidurnya.
"Mom serius kan mau membelikan aku tas dior?" tanya Claire excited.
"Yeah kalau kau membantu Chloe dengan baik" jawab Celine dengan menekan diakhir kalimatnya.
"I will," ujar Claire cepat.
"Oke," Celine terkekeh pelan. "Bersiap-siaplah sebentar lagi dia akan mengeluarkan meja panjang itu" tambahnya.
Claire mengangguk sekali lalu berlari memasuki kamar mandi yang berada di kamarnya.
***
Claire dan Chloe sedang mengangkat meja panjang untuk menaruh lemonade jualan mereka. Mereka membuat stan jualan tepat di depan pekarangan rumah mereka. Setelah mengatur tempat, Claire mengambil lemonade yang akan mereka jual dan menaruhnya keatas meja panjang. Sedangkan Chloe, ia menyusun gelas kertas kecil di samping lemonade itu.
"Berapa harga lemonade yang kau jual ini?" tanya Claire.
"Satu dollar" jawab Chloe.
"Kau yakin akan untung dengan harga segitu?"
"Mm hm, aku sudah menghitungnya dengan Mom"
"Hm terserah kau saja lah" Claire mengibaskan tangannya di depan wajah. Ia kemudian mengambil satu gelas kertas tersebut dan menuangkan lemonade ke dalam gelas tersebut.
"Hey! Kau tidak boleh meminumnya!" Chloe menarik gelas tersebut dan menaruh kembali ke atas meja.
"Memangnya kenapa?" kata Claire terkejut.
"Karena ini dijual, kalau kau mau kau harus membelinya"
"Dasar pelit!" cibir Claire. Ia mengeluar uang satu dollar dari dalam kantongnya dan memberikannya kepada Chloe.
"Puas?" kata Claire lalu meminum lemonade tersebut.
"Thank you, pembeli pertama"
"Lemonade ini bahkan tidak enak!" cibir Claire setelah menghabiskan gelas tersebut.
Mereka pun mulai berjualan. Chloe berteriak menyebutkan jualan mereka, sedangkan Claire hanya duduk sambil bermain ponsel.
"Apa yang kalian jual?" tanya seorang yang menghampiri stan jualan mereka.
"Lemonade" jawab Chloe. Claire tidak menghiraukan mereka, ia terus bermain ponsel dengan cuek.
"Aku mau dua" kata orang itu lagi.
"Oke tunggu sebentar kakak" mendengar percakapan Chloe dan pria tersebut, Claire menjadi penasaran. Claire pun menurunkan sedikit ponselnya, mengintip siapa pembeli tersebut dan betapa terkejutnya Claire melihat dua pria tampan berdiri di hadapannya bahkan salah satu diantara menereka menatap kearahnya.
Claire buru-buru menyimpan ponselnya ke dalam saku dan berdiri di samping Chloe. "Claire tolong bantu aku membuat satu gelas lemonade" pinta Chloe. Claire tak menjawab, ia hanya mengangguk dan mengerjakan apa yang adiknya suruh.
Setelah membuat satu gelas lemonade, Claire memberikannya kepada salah satu pria tersebut, pria yang sedari tadi memperhatikannya.
"Aku tidak pernah melihat kalian sebelumnya, apa kalian baru disini?" tanya Claire penasaran.
"Ya kami baru pindah hari ini" jawab pria tersebut.
"Oh yah nama ku Lucas dan dia kakakku, Louis" pria di hadapan Claire mengulurkan tangannya. Claire menyambutnya dengan malu-malu.
"Aku Claire"
"Dan aku Chloe. Apa kalian yang menempati rumah paman Rahul?" Chloe memotong pembicaraan mereka dan itu sukses membuat Claire kesal.
"Rumah paman Rahul?" tanya Lucas tak mengerti.
"Rumah di ujung jalan" ucap Claire membenarkan perkataan Chloe.
"Ah iya, kami menempati rumah di ujung jalan" cetus pria tersebut.
Berbicara dengan pria itu membuat Claire gugup, apalagi setiap ia berbicara pria itu terus menatapnya bahkan disaat pria itu pun berbicara dia masih menatap Claire. Ia tidak melepaskan pandangannya sebentar pun. Claire menjadi pusing dibuatnya.
"Lucas tolong bayar" kata pria yang lebih dewasa itu, Louis.
"Ah aku melupakan dompet ku di mobil, tunggu sebentar"
Lucas segera berlari menuju rumahnya, ia membuka mobil berwarna hitam yang terparkir di depan rumah tersebut. Dan setelah beberapa menit menunggu ia akhirnya kembali dengan membawa beberapa lembar uang.
"Ini," Lucas memberi uang sepuluh dollar kepada Claire. Gadis itu menerimanya dan bingung melihat sebuah kertas yang diselipkan di dalam uang tersebut.
Claire memeriksa tulisan di kertas tersebut dan terkejut melihat sebuah barisan nomor yang ia yakini adalah nomor ponsel pria tersebut. Claire mengangkat wajahnya dan mereka pun saling bertatapan. Pria itu tersenyum penuh maksud kepada Claire.
Claire mengambil kertas tersebut dan memasukkan ke dalam kantongnya. Ia lalu membuka kotak uang Chloe, mengambil uang kembalian untuk pria itu dan memberikan kepadanya.
"Thanks" ucap Lucas seraya menjulurkan tangannya untuk mengambil uang tersebut.
Pria itu menyentuh sebelah tangan Claire dan berkata, "Telepon aku" kemudian melepaskan tangan mereka dan tersenyum kecil. Claire mengangguk membalasnya.
"Sampai jumpa Chloe dan Claire. Lemonade kalian sangat enak" ujar Louis.
"Sama-sama Louis. Dan terima kasih sudah membeli lemonade aku" kata Chloe. Louis mengangkat jempolnya dan ia maupun Lucas pun berjalan menuju rumah mereka.
***
Setelah seluruh lemonade Chloe habis dan membantu gadis kecil itu beberes. Claire berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu kamar tersebut.
Ia melompat menaiki tempat tidur, lalu mengeluarkan ponselnya sekaligus secarik kertas dari dalam kantong celananya.
Ia mengetikkan satu persatu nomor yang ada pada kertas tersebut dan menunggu selama beberapa detik hingga pria bernama Lucas itu mengangkat teleponnya.
"Halo?"
Jantung Claire berdetak kencang disaat mendengar suara pria tersebut.
"Hai" balas Claire terbatah-batah.
"Siapa ini?" tanya Lucas.
"Claire" jawabnya pelan.
"Claire...ah gadis lemon" pekik Lucas. Claire tertawa mendengar panggilan yang diberikan pria itu untuknya.
"Kenapa kau baru menelpon? Aku menunggu telepon sejak tadi" ucap Lucas cepat.
Claire tak menjawab, ia terlalu larut dalam perasaan gembira.
"Ohyah Claire, kau bersekolah dimana?" tanya Lucas.
"Willys High School" jawab Claire berusaha tenang.
"Oh aku juga akan bersekolah disana" kata Lucas terkejut. Claire sangat merasa senang mendengar kabar tersebut.
"Kau dikelas berapa?" tanya pria itu lagi.
"Sepuluh" jawabnya.
"Aku kelas sebelas. Berarti aku lebih tua darimu, jadi kau harus sopan kepadaku" kata Lucas bercanda.
"Oke," balas Claire seraya tertawa kecil.
"Apa kau mau berangkat ke sekolah bersama ku besok?"
Claire tak percaya mendapatkan ajakan itu dari Lucas. Walau ini bukan pertama kalinya ia mendapati ajakan seperti itu dari pria lain, tetapi kali ini berbeda sebab Lucas yang mengajaknya. Pria itu benar-benar figur dari pria idaman Claire. Dia sempurna bagi Claire.
"Kau serius?" tanya Claire tak percaya.
"Ya, apa kau mau?" ajak Lucas lagi.
Claire senang Lucas mengajaknya tetapi ia juga ragu untuk menerimanya sebab mereka baru berkenalan dan ia tidak yakin ibunya akan mengizinkannya berangkat bersama Lucas.
"Aku selalu berangkat ke sekolah bersama Chloe dan Mom. Jadi, maaf aku tidak bisa menerima ajakanmu" ucap Claire hati-hati.
Terdengar suara helaan nafas kecewa dari Lucas. Pria itu lalu berkata, "Baiklah, kalau begitu kita bertemu di sekolah saja. Sampai jumpa di sekolah Claire"
"Iya, see ya"
"Kalau kau lebih dulu melihatku panggil namaku yah" kata Lucas.
"Iya" Claire terkekeh pelan.
Claire lalu mematikan telepon mereka dan membanting tubuhnya untuk berbaring diatas kasur miliknya. Ia lalu menaruh ponselnya keatas dada, dan memeluk ponsel itu seraya tersenyum lebar. Ia tidak sabar akan hari esok dan hari-hari berikutnya.
END.