Keira Nathania adalah sosok anak manja yang
sangat populer di sekolahnya.
Ia adalah ketua OSIS sekaligus ketua paduan suara disekolah nya.
Ia bukan sosok anak nakal namun Ia juga tidak bisa dikategorikan anak baik-baik juga :p .
Kemudian Ia pun berubah menjadi sosok yang lebih istimewa :)
penasaran kan ? Yuk ikutin terus yaa
Jakarta , 26 Juni 2014
Hari itu langit tampak kompak dengan perasaan ku , yah . . . Seolah aku merasa langit runtuh pada hari itu . Aku kehilangan sosok yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya , saat itu aku berharap kalau ini hanya sebuah mimpi . Aku berpikir mungkin mama lagi pura-pura tidur . Tapi semakin lama semakin banyak orang berdatangan , kakak-kakak ku , saudara-saudaraku bahkan yang tinggal di Singapura pun ikut datang . Aku sejenak melihat sekeliling tampak raut wajah Papa yang tak seceria biasanya .
Terlihat senyum palsu di wajahnya , ada apa ini pa ? Tanyaku dalam hati seolah mulut ini terkunci sejak mama memutuskan untuk tidak menatapku lagi. Pa . . Bilang kalau ini hanya mimpi . . !
Tiba-tiba seseorang berlari kepadaku dan memelukku di iringi tangisannya .
"Key . . Are you oke ?" Ia menatapku dengan penuh kesedihan.
Dia adalah Kakak tertua mamaku Tante Ambar , Dia tinggal di Singapura bersama anak dan suaminya . Tante Ambar benar-benar duplikat nya mama , mulai dari suara , wajah hingga tingginya pun sama dengan mama . Seketika itu aku langsung lunglai di pelukannya .
"Mama tidur kan Tante ? Nanti mama bangun kan ? Tante kasih tau papa kalau mama cuma tidur "
"Iya sayang mama cuma tidur , nanti tante bilang sama papa ya" semakin erat Tante Ambar memelukku , dan disaksikan beberapa pasang mata seolah merasakan iba padaku . Aku pun yang sudah tak sanggup lagi menahan sesak di dada hingga aku berlari menghampiri sosok yang sudah terbujur kaku di depan mataku .
"Ma . . Mama . . Ma . . Bangun ma . . Katanya mama mau antar key ke sekolah ma . . Mama . . Liat key sekali lagi ma . ." Tangis ku pecah di depan tubuh dinginnya mama .
Tubuh kecilku gontai , sementara papa hanya terdiam dan tak henti-hentinya menangis sambil memandangi sosok wanita yang sudah belasan tahun menemaninya . Sosok yang sekarang sudah tertutup kain kafan itu hanya bisa dilihat dari kejauhan saja.
Kini kami akan mengantarkan mama ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Aku yang dari tadi digendong oleh Om Farhan suami Tante Ambar , karena papa kelihatan begitu tak berdaya dan dia pun berjalan di bopong oleh kak Rian kakak tertua ku , diikuti oleh Kak Rendi dan istrinya , sementara Kak Raka di sampingku . Kami 4 bersaudara dua kakak tertua ku sudah berumah tangga , Kak Raka masih di bangku SMA dan aku baru masuk SMP.
Tibalah diproses terakhir yaitu pemakaman , Kak Rian dan Kak Rendi serta Papa dan dibantu petugas pemakaman lainnya sudah berada di liang kubur untuk menyambut tubuh mama .
Aku hanya bisa menangis dalam pelukan kakakku Raka .
Tahap demi tahap telah selesai , proses pemakaman mama pun berjalan lancar . Kini mama benar-benar sudah tidur di sisi Tuhan , mama sudah tidak lagi merasa kan sakit yang dahsyat ketika kankernya mulai menggerogoti tubuhnya.
Ma . . Bahagia disana ya kita semua bakalan rindu mama .
================================
Sesampainya di rumah , para tamu pun sudah mulai meninggalkan rumah kami satu persatu . Hanya ada beberapa tetangga dekat dan saudara yang masih tinggal di rumah .
Sementara aku masih asyik dengan lamunanku bersama foto mama yang aku peluk . Hingga aku tak menyadari kalau Tante Ambar sudah berada di sampingku .
" Eh Tante"
"Are you oke Key ?" (Ucap Tante sambil mengelus rambut ku)
"Yess aunty I'm oke" ( jawabku tersenyum)
"Key kamu mau ikut tinggal sama Tante sayang?"
" No Tante , Key tetap disini aja sama papa , nanti kalau Key pergi papa sama kak Raka bakal kesepian "
Tak berapa lama Papa pun datang mendekati kami ,
" Its Oke Ambar , Key masih bisa aku urus lagian kan ada Mbak Sum yang ikut jagain kalau sewaktu-waktu aku ada kerjaan diluar"
"Oke kalau gitu , tapi kalau kamu benar-benar kerepotan soal Key ataupun Raka jangan pernah sungkan untuk kabarin aku " (ucap Tante memastikan ?
" Iya , kamu tenang aja " ( jawab papa sambil menepuk pundak Tante Ambar )
" Yaudah Tante mau kesana dulu ya Key" ( ucap Tante sambil mengecup kepalaku )
Disisi lain papa dan kak Raka tengah duduk berdua namun tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Aku akhirnya menghampiri mereka untuk mencairkan suasana yang kaku itu .
" Pa . . . . . " ( Ucapku manja)
" Iya sayang kenapa " (jawab papa sambil mendudukan ku dipangkuan nya )
" Papa udah makan ? ( Sambil ku usap wajahnya ) kakak udah makan? (Tanyaku kepada kak Raka )
" Udah Key " ( jawab Raka ) "
"Oh iya pa ...
Gimana kalau Key pindah disekolah Raka aja jadi kan biar papa gak perlu repot-repot bolak balik buat anterin key dan Aku" ( sambungnya )
" Kalau papa gimana Key aja , sayang gimana ?" ( Tanya papa kepadaku )
" Hmm kalau kata kakak begitu Key sih oke-oke aja , asal Kakak jangan isengin key loh awas aja" ( gertakku )
Dan mereka pun tertawa mendengar jawaban ku . Kemudian Kak Rian dan Kak Rendi bersama istri-istrinya ikut bergabung bersama .
" Pa . . . Kita kuat ya " ( ujar kak Rendi ) kemudian disusul oleh kak Rian " Iya pa . . Kalau ada urusan soal Raka dan Key papa bisa andalkan kita"
" Iya kita rawat adik kalian sama-sama ya , terutama si Kecil ini " ( jawab papa sambil mencubit manja pipiku ) Aku hanya bisa tersenyum kala itu seolah aku sudah melupakan kesedihanku sepeninggal mama .
(AAK&H)
================================
Bersambung . . . .
6 Tahun kemudian*
" Bi Sum . . . . "
Sebuah teriakan ku cukup menghancurkan keheningan di pagi itu . Aku yang masih rebahan di atas kasur seolah tak ingin beranjak , tapi aku harus segera bergegas karena disekolah akan ada bakti sosial untuk anak-anak Yatim .
Tak berapa lama Bibi pun naik ke kamar ku .
" Iya non . . Bibi udah datang ini , baju seragam semuanya sudah siap non " ( jawab Bi sum dengan penuh semangat )
Oh iya Dia adalah Bi Sum Asisten rumah tangga di keluarga kami . Bibi sudah dari dulu bekerja di rumah ini , kalau kata mendiang mama bibi usianya hampir sama dengan mama. Dan bibi ini lah yang merawat aku dan kakak-kakak ku . Bibi selalu memanjakan aku , mungkin karena usiaku hampir sama dengan usia anaknya di kampung.
" Oke thank you bibi " ( jawabku yang langsung beranjak ke kamar mandi )
Sementara itu Bibi juga sedang menyiapkan sarapan untuk Papa dan kak Raka , dan gengs kalian tau kalau kak Raka adalah Mahasiswa kedokteran di salah satu universitas di kota Jakarta .
Papa juga semakin sibuk dengan pekerjaannya , hari ini saja beliau harus pergi lagi ke luar negeri untuk melakukan pekerjaannya . Jadi dalam satu bulan waktu bertemu papa hanya satu kali saja .
" selamat pagi pa .. selamat pagi kakakku sayang " ( tak lupa ku kecup pipi mereka satu persatu )
" Selamat pagi juga sayang " ( jawab papa tak lupa menciumku balik )
" Kakak gak cium aku balik hah " ( godaku )
" Nih pake ini mau " ( sambil menyodorkan pisau yang penuh dengan selai kacang )
Papa yang melihat tingkah laku kami hanya tersenyum dan menggelengkan kepala .
" key . . Hari ini papa berangkat lagi ya " ( ucap papa )
" Ah Iya pa . . Hati-hati ya papa jaga kesehatan jangan telat solat sama makan ya ? Oiya jangan terlalu banyak minum kopi awas loh " ( jawabku )
" Raka , titip Key ya jangan iseng-iseng lagi . Ya udah papa harus segera ke bandara , kalian jaga diri baik-baik ya " ( pamit papa sambil memeluk kami )
Papa pun akhirnya berangkat dengan 2 koper besar , hmmm kemungkinan kali ini akan lebih lama dari biasanya.
" Key " ( sahut Raka )
" Apaan " ( jawabku sambil tetap mengunyah roti )
" Bantuin aku ya biasa " (ucap nya sambil tersenyum )
Perlu kalian tau gengs kalau kakakku ini termasuk laki-laki yang susah untuk pacaran. Bukan gak ada cewek yang naksir dia , tapi karena dia yang kebanyakan nolak cewek-cewek yang suka sama dia . Dan aku lah yang jadi perantara / peran utama dalam misi penolakan itu . Postur tubuhku yang hampir sejajar dengan kakakku itu dijadikan alasan untuk berpura pura menjadi pacarnya , sehingga cewek yang naksir dia akan pergi dan melupakannya .
" oke , tapi . . Kali ini aku juga punya satu syarat " ( jawabku )
" Iya apapun syaratnya aku kabulkan "
" Hmmmmm " ( aku masih berpikir )
" Cepetan apa syaratnya jangan pake lama deh " (sahutnya sedikit kesal )
" Ah nanti aja deh aku pikir-pikir lagi syaratnya hehe " (jawabku )
" kali ini kita ke kampus aku dulu habis itu kamu bawa mobil ke sekolah gimana ? " ( Ucap Raka )
" Oke kebetulan aku juga emang lagi butuh mobil kakak :) " ( jawabku dan langsung OTW ke kampus nya Raka )
================================
*Parkiran kampus X*
"Key kamu turun dan anterin aku sampe depan sana"
" Iya bawel " ( jawabku sambil memasang sedikit riasan wajah )
Kita berdua pun turun dari mobil dan berjalan bergandengan layaknya sepasang kekasih .
Semua mata tertuju pada kita berdua , dan sampailah di gerbang pertama akting ku pun di mulai .
" Sayang Sampai sini aja ya nganterin nya " ( ucapku tak lupa membelai rambut kakakku itu )
" Iya makasih ya udah repot-repot nganterin aku" ( jawabnya sambil mencium pipi ku )
Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan seraya pergi dari kampus itu . Aku lihat ada sekelompok cewek-cewek disana yang terlihat sedikit kecewa .
"ah kamu memang aktris terbaik Key" ( ucapku dalam hati sambil tersenyum puas )
Aku masih berjalan menuju tempat parkir , dan aku mendengar sebuah teriakan dari arah depanku . Wah aku mengenalinya , Dialah my first love hahaha dia kak Andra sahabatnya kak Raka . Aku yang sangat senang melihatnya , tak lupa lambaian tanganku agar dia tau kalau aku sudah melihatnya .
" Pagi Key " ( sapa Andra dengan senyum manisnya )
" Pagi juga kak Andra " ( jawabku malu-malu )
" Tumben kamu . . . Ah . . Pasti Raka minta bantuan kamu lagi ya ? " ( sambungnya )
" Ya gitu deh kak " ( jawabku ) " oiya kak Key lagi buru-buru nih next kita lanjut lagi ya ngobrol nya , bye "
Aku pun langsung melajukan mobil ku , dan kak Andra tersenyum manis dengan lesung pipinya .
================================
*Parkiran SMA Cempaka putih*
" Gini nih ribetnya kalau udah bantuin pak dokter , harus ganti seragam sekolah di mobil , kalau bukan kakak gue udah gue patahin kaki nya " ( ucapku menggerutu )
Drrrrtttttttttt sebuah panggilan masuk terpampang di layar handphone dari sahabatnya " Natt "
" Hmmmm gue di parkiran , sini bantuin gue bawa 2 dus sembako buat tambahan acara nanti" (ucapku )
"Oh oke gue ke sana sekarang" (jawabnya ) disusul dengan bunyi Beep
Tok . . Tok . . Tok . . Tok . .
Terdengar ketukan di kaca mobilku , rupanya Natt dan Sis sudah berada di samping mobil ku . Lalu aku pun segera turun dan menuju bagasi belakang untuk mengambil beberapa Dus bahan pangan untuk tambahan baksos hari ini . Kegiatan ini memang sering di laksanakan oleh sekolah Kami , selain bantuan bahan pangan kami juga mengadakan kegiatan-kegiatan seperti mengajar gratis di daerah-daerah kumuh di pinggiran kota Jakarta .
" Eh gila sih gue pikir cuma dua dus doang " ( seru sis )
" Hehe tadi tuh tetangga gue pada ikut nyumbang gitu , kan lumayan ya gak sih ?" ( jawabku dengan senyum andalan )
" Ya udah kita panggil beberapa anak Rohis aja buat bantuin bawa ini " ( ucap Natt )
" Udah sana lo pergi panggil si Juna , sekalian bawa beberapa proposal yang katanya belum gue tanda tangan . Gue tunggu di ruang OSIS ya . . Bye . . " ( Jawabku sambil membawa satu dus dan berlalu meninggalkan mereka berdua )
" Woyyy kenapa jadi lo yang pergi Key " ( teriak Natt dengan bibir manyun andalan )
Aku yang sudah beberapa meter dari parkiran hanya melambaikan tanganku dengan senyum puas di wajah . Aku segera menuju ruang OSIS , dan ternyata ada beberapa anggota yang sudah di dalam sedang membungkus bahan-bahan yang nanti siang akan dibagikan .
" Hay gengs selamat pagi " ( sapa ku sambil menaruh Dus diatas meja )
" Selamat pagi juga Key " ( jawab semua anggota )
" Mon . . Bantuin si Natt tuh di parkiran soalnya masih ada banyak yang belum di bawa ke sini " ( ucap ku )
" Oke Key , yuk gengs " ( jawab Monic dan mengajak beberapa anggota yang lain untuk membawa Dus sembako k ruang OSIS)
Aku pun mengecek satu persatu bahan yang sudah di packing , takut ada yang kelewat atau kurang .
Tok . . Tok . . Tok . . Tok . .
Terdengar suara ketukan pintu , spontan aku berteriak
" Masuk aja " ( jawabku )
Ah . . Ternyata Arjuna ( dia ketua Rohis di SMA ku) . Sepertinya dia membawa beberapa lembar Map yang berisi proposal .
" Key Aku ada beberapa proposal yang harus ditandatangani " ( seru Arjuna dengan raut wajah datarnya)
" Iya taruh aja di meja , gue masih ada beberapa lagi ini yang belum di cek " ( jawabku yang masih sibuk dengan kegiatanku yang tadi )
" Kalau gak bisa aku bawa langsung ke Pak Heru ya " ( pungkasnya )
" Heh gak bisa seenaknya gitu dong " ( jawabku )
seketika aku pun naik darah dengan jawabannya , memang hubungan Kita tidak begitu baik . Kita kenal dari SMP dan karena SMA kita gabung akhirnya kita mau gak mau bertemu lagi. Arjuna Ahmad Arifin banyak yang bilang dia sosok malaikat karena wajahnya yang begitu tenang dan mempunyai rupa yang cukup tampan juga . Postur tubuh Tinggi 178 cm menambah daya tarik kaum hawa yang melihatnya . Satu kekurangannya : Dia Pendiam dan terlalu Islami , itu menurut aku .
" Arjuna Ahmad Arifin berhenti " ( teriakku cukup keras hingga menghentikan langkahnya ) Arjuna pun berbalik dan berkata :
" Aku gak terlalu butuh persetujuan orang yang nggak bisa menghargai orang lain , Terimakasih" ( jawabnya dan langsung melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan OSIS)
" Hey . . . Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . " ( Teriakku kembali )
Kali ini Arjuna tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya .
Di luar ruangan tampak anak-anak yang lain memperhatikan apa yang barusan terjadi . Ya seperti biasa pertengkaran antara Juna & Key , sejak di bangku SMA lebih tepatnya sejak mereka menjadi ketua dalam organisasi yang mereka pilih masing-masing . Sudah jadi pemandangan yang tak aneh jika keduanya terlibat dalam perbedaan dan perdebatan .
Anggota yang tadi akan mengambil beberapa Dus sembako pun dibuat kaget dengan teriakan Key . Natt dan Sis pun tertawa dibuatnya , disana juga ada sosok lelaki yang sangat Key sayangi . Arbani Haikal dia adalah pacar Key mereka sudah berpacaran selama dua tahun . Bani begitu nama populernya , selain Tampan dan tinggi dia juga sangat populer karena dia adalah seorang pemain basket terbaik disekolah .
Semua memberi julukan untuk Key dan Bani adalah The best couple di sekolah , karena selain tampan dan cantik mereka berdua juga menjadi andalan disekolah dengan prestasi masing-masing.
" Why beib ? " ( Ucap Bani sambil merangkul kekasihnya itu )
" Beib gue kesel banget beib " ( jawabku manja)
Anak-anak yang melihat pun hanya senyum-senyum tak berani berkomentar . Hanya Natt yang berani , dia mendapat julukan Ratu sinis karena memang selalu blak-blakan .
" Woyyy ya elah kenapa sih mesra-mesraan di sini sih ah ampun deh , Bani mending lo pergi ya . . Biar cewek lo fokus sama tugasnya " ( Ujar Natt yang ditanggapi senyuman oleh anggota yang lainnya )
"Oke oke Qween sensi gue cabut" (jawabnya ) "beib gue keluar ya, muachh" ( sambungnya tak lupa meninggalkan kecupan di keningku )
Aku hanya tersenyum dan Bani pun keluar dari ruangan .
" Oke gengs semua udah oke ya . Kita tinggal nunggu mobil yang buat angkut sembako ini " ( ucapku dengan penuh semangat )
" Oke " ( jawab mereka serentak )
(AAK&H)
================================
*Bersambung*
Terimakasih gengs ,
Support terus ya dan jangan lupa buat Vote sama tinggalkan komentar ya :)
Big love : Mey