SAHABATKU MENCINTAIKU
Author: Nisa As-syifa
Suatu pagi yang cerah,seorang anak remaja yang bernama Nisya memasuki halaman sekolahnya,dimana SMAN1 penerimaan murid baru. Nisya adalah seorang anak yang mempunyai mimpi untuk menjadi seorang guru.Tapi tak seorangpun yang mempercayai mimpinya itu. Dia berjalan keruangan kepala sekolah dimana saat itu ada seseorang yang duduk sebagai kepala sekolah di sekolahan itu Bapak Zi menyuruhnya kami masuk keruangan tersebut.
Aku dan Ayahku berjalan memasuki kantor dan duduk bersebelahan.bapak Zi yang sudah dulu duduk dan bertanya
"apakah Nisya sudah siap sekolah di sekolahan kita ini, "ucapnya Bapak Zi sambil tersenyum duduk di meja kantornya
"Ia pak saya siap, "Sahutku Nisya balas senyumannya ya
"Sekarang Nisya di Terima di sekolahan ini,dan mendapatkan beasiswa karena anjuran sekolah yang dulu maka kami juga ingin memberikannya setiap tahunnya,jadi biaya anak bapak di tanggung sekolah ya pak "ucap Bapak Zi dengan senang
"Terimakasih banyak pak,saya ucapkan sekali lagi terimakasih sudah mau menerima anak saya "ucap nya Ayahku sambil tersenyum dan keduanya pun berjabat tangan
"terimakasih pak,saya bener-benar niat ya ingin sekolah "sahutku Nisya"tersenyum
"Besok Mos jam 07.10 sudah ada di sekolah yah nanti yang bimbing kakak kelas yang tugas ya nanti menilai "ucapnya Bpk kepsek sambil kita berjalan keluar ruangan kantor tersebut
"Siap pak "sahutku Nisya" bersemangat
"Ya sudah Nisya boleh pulang ,"ucapnya Bapak Zi
Lanjut Besok pagi Hari Mos pertama,malam udah gak bisa tidur memikirkan tugas apa yang nantinya ia terima di sekolah.Dimana Nisya menyiapkan perlengkapan sekolahnya sudah dari malam,mengenakan seragam sekolah dengan rapi,bersih aku tenteng perlengkapan seperti serabut-serabut gelang dari rapia,rok belapis dari rapia kalung dari kotak bertulisan nama sendiri sembari melangkahkan kakiku keluar kamar menuju pintu depan dari tadi bokapku menungguku di halaman setiba aku disana,aku dan bokap berboceng mengendarai dua roda dan melaju sekitar 15menit dari perjalanan kita ketujuan sesampai halaman sekolah aku meliat keadaan sekolah yang sangat ramai dan banyak sekali murid-murid yang baru dengan perlengkapan yang berbeda-beda,aku pun mulai melangkahkan kakiku menuju kelas sepuluh aku meliat dua sahabatku sekolah disini juga
"ternyata kalian sekolah disini juga"ucapku Nisya" sambil tersenyum dan kaget berjalan ke arah mereka berdua
"Ia Sya,kita udah janjian sekolah disini "sahutnya dewi" sambil tersenyum
"lah katanya kamu mau sekolah bersama Putri"ucapnya darma" bingung
"gak jadi Dar biayanya lumayan mahal,tabunganku tidak cukup untuk itu "sahutku Nisya" sedih aku sempat bicara aku tak mau sekolah disini tapi aku mau sekolah terfavorit di tempat ku tapi biayaku tak mungkin bisa masuk sekolah terfavorit jadi aku memutuskan sekolah gak jauh dari rumahku
"lagian di sini sama aja Sya kita juga tetap sekolah "ucapnya Dewi"sambil menyemangati
"Ia Wi ih kirain ku kesepian disini,kadang orang baru kamu tau kan wi kita gak bisa nerima orang sembarangan aja kalo berteman "ucapku Nisya"
"Ia aku tau,syukur kita bisa barengan lagi moga sampai lulus yah "sahutnya dewi" penuh harapan kita dari tadi hanya berdiri ngobrol
bel berbunyi ketua osis berteriak berbaris,cepat murid baru berbaris dalam hitungan tiga sampai hitungan tiga kalian belum siap akan dikenakan sangsi berdiri di tiang bendera
"wah para murid baru mondar-mandir,dan berlari-larian menuju lapangan yang kita habis berbincang langsung berlarian gelabakan sampai ngos-ngosan sambil mengatur napas
spontan kakak osis berteriak,berbaris yang bener lurus tidak ada satu pun yang bergerak,siap "ucapnya kakak osis"
"siap " sahutnya semua murid"
"Tugas kalian mengelilingi lapangan sepuluh kali dengan hitungan 20menit,yang tidak mampu scotjam"ucapnya ketua osis"
"siap " sahutnya semua murid" langsung berlarian
aku yang meliat kakak-kakak kelas cewe-cewe ya pada menertawakan yang kita masih murid baru
"Mana bisa Sya,Dar 20menit,sepuluh kali muter lapangan segede ini yang ada habis napas kita "ucapnya dewi" sambil berlari bersebelahan sama Nisya dan Darma
"Ayo semangat Wi jangan menyerah baru hadir udah capek duluan " sahutnya Nisya"sambil berlari padahal bthin ya udah capek juga tapi tetap semangat keringatnya yang sudah berjatuhan
"Darma dan Dewi,aku sesekali berhenti karna capek tapi tepat waktu untuk menyelesaikan misi pertamanya,walaupun udah pada pengen menyerah, semua orang memandang kebingungan saking kita semangatnya kita yang awal mengakhiri permainan ini,yang lain udah pada kecapean,ada yang jungkir balik di rumput saking mereka kelelahan,yang kedua di belakang kita ada dua orang cowo satu cowok itu teman kecilku dan satunya aku tidak mengenalinya sama sekali
"dan akhirnya kami istirahat sejenak,sambil menghabiskan minuman kita karna kita bener capek dan baju pun basah semua
"asli capek banget "ucapnya Dewi" bercucuran keringat
"gila kakak kelas ngujinya kebangetan" ucapnya darma"sambil ngomongnya udah bengek
"iya nih,sama aku juga capek "sahutku Nisya"
"Ayo,lanjut-lanjut misi ya cepatan berbaris hitungan tiga sudah ada yang siap dan masuk barisan,tak lama kemudian kita masuk kelas"ucapnya kakak kelas" galak
kitapun mengikuti langkahnya menuju kelas sepuluh,kita masing-masinh mencari bangku
pada waktu itu kita masih duduk dengan sembarang asal duduk saja
"Ada yang yahut jangan galak-galak kakak cantik "pria itu melontarkan kata-kata gombal kepada kakak kelasnya itu
"kakak kelas hanya terdiam seketika tidak menjawab tapi tersimpuh malu "kakak kelas meliat pandangannya terhadap adik kelasnya itu,tapi tetap dengan suara lantangnya melanjutkan aksinya dengan misi kedua mengumpulkan makanan yang kemaren yang harus dibawa,kalo yang tidak lengkap kena sanksi sebagian anak-anak murid baru ada yang kena sanksi murid laki-lakinya lari berputar lapangan,murid perempuannya scotjam yang sudah diatur kakak kelasnya
pas kita bertiga di panggil,tidak di sangka selalu pas aja atau emang kebetulan sahabat yang tak bisa terpisahkan dengan galaknya kakak tadi manggil nama kita langsung maju dan mengeluarkan bahan yang ada dalam tas kita dan kakaknya cuma ngangguk kepala tandanya misi kedua pun berhasil
"akhirnya kita pulang duluan,dan keluar kelas dengan tidak sengajaan kita kompak bareng dan tertawa lepas,langsung kakak yang masih di dalam kelas mendengar suara kita dan menegur
"woy,kenapa kalian menertawakan siapa itu "ucapnya kakak kelas"
"gapapa kak,maaf "sahutku Nisya dengan santai lalu kita langsung cabut dari situ
Hari Mos Kedua"saya bagikan kelompok masing-masing sepuluh orang dalam sebutan kami,kalian harus membentuk lingkaran dengan cepat,sudah siap "ucapnya kakak kelas"
"siap "sahutnya semua murid serentak
"Dari regu A yang di sebut namanya jangan ada yang ngomong nanti tidak ada yang mendengar dua kali di panggil tidak mendengar di kenakan sanksi,Darma,Dewi,Gani,Verry,Putri,Nisya,Maulana,Iqbal,Wahyu
"seketika langsung buat lingkaran dimana saat itu permainan lempar bola,Darma,Dewi,Aku di sebelah kiri dan disaat itu di tangan kanan ku,Gani pas di sebrangan aku maulana sesekali kita tukaran posisi dimana saat itu maulana di samping kanan aku,terkadang kita sama-sama meliat arah yang sama dengan spontan aja mengalihkan pandangan
Misi Terakhir,Kakak kelas bikin misi aku kebingungan yang mana aku belum mengenal semua nama-nama murid disana apalagi nama-nama kakak kelas sebagian ada yang mengenalkan diri sebagian ada yang tidak
karena kakak kelas bikin tugasnya lumayan sulit,cari nama kakak kelas favorit kalian yang nantinya akan di cocokkan dengan nama-nama kalian jadi favorit di kakak kelas kalian,yang cocok cewe dan cowok akan di jodohkan,kalo cewe sama cewe,dan cowo sama cowo akan di saudarakan,"ucapnya ketua osis" sambil tertawa dan hadiahnya tepuk tangan murid-murid disini,,aku dengarnya aja sudah merasa aneh ini misi bukan topeng monyet yang harus di tepuk tangan "benakku berkata' sambil menggilingkan kepala
"bingung kakak kelasnya gak ada yang bikin aku suka,bikin malu kalo ya pas "ucapnya Nisya"
"udah,sembarang aja yang penting misi kita selesai "ucapnya darma" antara bingung juga mukanya
"kamu milih siapa Wi "ucapnya Nisya"
"aku milih itu,kakak cowok yang berdiri di dekat pohon "ucapnya Dewi" sambil malu-malu
"tuh cowok kan ada bertiga fansnya banyak orang,pada rebut-rebutan kaum hawa di sekolahan kita jadi aku milih antara mereka "ucapnya Dewi"
"kamu Dar,"ucapku Nisya bertanya"
"aku juga ada temannya yang duduk di sampingnya cowo ganteng itu gak kalah juga,apalagi ketiganya terfavorit di sekolahan kita ya kan Wi "ucapnya Darma"
"pada gila ya kalian semua,lah gak ada yang milih kakak kelas cewe masa cowo semua "sahutku Nisya" sambil memengerutkan keningnya
"apa kamu mau milih kakak cewe kan kamu cewe "ucapnya Dewi" sambil mengejek mengeluarkan lidah
"terus aku milih siapa ? "Ucapnya Nisya"
dengan suara dan wajah kebingungan
"Ya milih raja sekolahan ini,,"sahutnya barengan kedua sahabatnya itu"
"tuh dia udah liat kemari dari kejauhan"ucapnya Dewi" sambil nyinggul tangannya
"berarti kita udah feeling Dar,Ayo Sya udah tulis aja Namanya "ucapnya Dewi"
"hitungan ketiga ayo cepat dikumpul namanya,Satu,dua,tiga.Nisya mana kenapa belum di kumpul "ucapnya kakak kelas"
"minta waktunya lagi kak satu menit aja "sahutku Nisya" merasa bingung dan harus cepat
"Ayo Sya cepat tulis,apa kita yang harus nulisnya"kedua temannya itu sambil bercanda"
"udah nih kak "ahutku Nisya" mengumpul sebuah kertas kecil rasanya malu banget langsung di liat kakak itu hanya tersenyum dan menoleh ke cowo lumayan jauh dari kakak tersebut,seakan-akan ada misi tersembunyi di antara mereka
"sangat menyebalkan,bisanya cowo itu menertawakan diriku"ucapku benaknya Nisya"
lagian kepala Sekolah juga ada di situ sambil senyum-senyum,rasa maluku sudah di ujung mukaku memerah dan kedua tanganku lah yang bisa menutupi di wajahku
"Sudah semuanya "ucapnya kaka kelas"
"Sudah kak "sahutnya murid semuanya"
"klo sudah baik kita umumkan,yang sudah kalian tuliskan di kertas ini maka kakak bagikan kembali kepada kalian dengan syarat harus minta tanda tangan yang kalian favoritkan setuju kah kakak-kakak kelas yang terhormat dengan rayu-rayuan adik kelas,,"ucapnya kakak kelas cantik itu"
"setuju,"sahutnya semua kakak kelas"
"aduh apalagi rencana mereka,kupikir sudah selesai misinya ternyata yang ada di benakku benar "ucapku Nisya"
"Ayo Wi,Sya minta tanda tangannya "Ucapnya Darma"
"Ayo "sahutnya Dewi"
"Duh,Duluan deh kalian klo kalian gampang mintanya nanti aku akan yusul "sahutku Nisya"
"aku liat mereka berjalan menuju ke cowo-cowo itu dengan pedenya dan santainya,aku tidak tau apa yang mereka bicarakan,lumayan jauh tapi bisa di pantau dengan gerak-gerik mereka sambil senyum,kadang sedikit tertawa"
"aku pikir aku saja nanti akan di persulitkan jika aku menginginkan tanda tangan si cowo itu "protes dalam hati Nisya"
"mereka cepat sekali balik,"ucapnya Nisya sendiri"
"udah dong,selesai "Ucapnya dewi"
"Gimana ngomong nya Wi,gak habis pikir kalian berdua sangat pedenya minta sesuatu langsung ke mereka mana cewe ya banyak banget berdiri disitu,kalo aku malu lah "sahutku Nisya"
"minta yang harus kita minta lah,kita awalnya juga gugup pas udah ngomong enak kok langsung yambung,gak banyak omongan juga distu apalagi banyak cewe yang sinis meliat kita,males lama" udah dapat tanda tangan mereka kita sambil senyum dan sedikit tertawa dengan gampang ya langsung mereka terima syarat ya "jawab Dewi"
"woy,apa kabar denganmu ayo lah kesana kita mau pulang nih, "ucap ya darma sambil tarik tangannku"
"malu tau, apalagi belum juga kesana udah cowo ya ngeliatin gitu "sahutku Nisya"
"Ia daritadi nungguin kamu,dia nanya kenapa gak barengan kamu bertiga,kenapa dia masih duduk disana? "jawab dewi" sambil dorong dan dia yuruh aku bilangin ini ke kamu
"Ia deh,tapi tungguin aku yah kalian jangan kemana-kemana sebelum aku selesai "ucapnya Nisya"
"beres boss" sahutnya keduanya barengan sambil senyum
dan akhirnya aku memberanikan diri ku berjalan menuju kakak kelas cowo itu yang benar-benar di kelilingi banyak cewe-cewe,mukanya aneh-aneh kalo ada yang mau deket ke cowo" itu aku hanya sekedar minta tanda tangannya saja, ada cewe bertiga mungkin si geng sebut aja geng trio baru setengah perjalanan aku udah di sambut oleh geng trio dengan muka yang amat sinis,
"kalo mau tanda tangan cowo kita "langkahin dulu kita"
"Astaga, "dalam hati ku berpikir
"aku minta tanda tangan aja kok,gak lebih jadi permisi "sahutku Nisya"
"gak bisa dong segampang itu mintanya,coba klo berani di beri langsung gak ma orangnya "ucapnya lagi dengan nada sedikit meninggi"
"Sedangkan cowo itu hanya bisa meliat,sedikit senyuman dan terdiam-" tak lama cowo itu berbicara
"singkirkan badan-badan kalian,biar saja dia berjalan "ucapnya cowo sedikit tegas"
"menghela napas"
"apa yang bisa aku bantu,"ucapnya cowo itu"
"aku minta tolong bantu aku dengan minta tanda tangan kakak,misiku sekarang selesai "jawab Nisya"
"tapi tak semudah itu dik "ucapnya cowo itu"
"apa maksudmu,tak semudah itu tadi teman-teman aku bilang sangat lah mudah hanya mendapatkan tanda tangan saja "sahutku Nisya"
"Ada syaratnya,kalo kamu ingin mendapatkan tanda tanganku dengan mudah "ucapnya cowo"
"Apa syaratnya? "sahutku Nisya,dengan hati kecilnya sangat lah kesal meliat tinggah laku ya di luar baik"
"Sebutkan Namaku Siapa? "ucapnya cowo"
"Apakah kamu tidak tau namamu siapa,dan bertanya kepadaku yang tidak tau namamu siapa "sahutku Nisya bertambah kesal"
teman-teman dan dirinya hanya menunduk sedikit tersenyum
"barusan kamu tau namaku siapa dan menulis namaku disini cukup bagus dan benar "ucapnya lagi"
"aku kira salah menulis namanya "sahutku Nisya di pikirannya" sambil sedikit lega
"kakak kelas yang terhormat di sekolahan ini namamu adalah Angga Wijaya,apakah aku benar "sahutnya Nisya"
"mereka hanya senyum-senyum kepadaku,huh' terlihat aneh yang pernah aku liat"
"Salam kenal gadis manis sedikit mencubit pipiku sedikit berisi,Suaramu sangat merdu,Namamu siapa kalo aku boleh tau? "tanya Angga"
"Nisya,namaku Nisya.Berapa lama sudah ku berdiri disini temen-temanku sudah menungguku,apakah aku bisa pergi dari sini "ucapku Nisya" sedikit risih di dekatnya baru kenal tangannya sudah mulai nakal
"Bagaimana klo aku jawab tidak gadis cubby,"ucapnya Angga"
"Aku mohon ijinkan aku untuk pulang "sahutku Nisya"
"Ya sudah pergilah sampai ketemu besok "ucapnya Angga"
"Terimakasih kak "sahutku Nisya langsung berlari ke sahabatku itu"
"lama sekali Sya,apa yang kalian bicarakan aku liat dia memegang pipimu "ucapnya Darma tertawa'
"Iya kesal sekali,tidak ada sopan santunny malah mencari kesempatan dimana banyak sekali orang meliat pipiku di cubit,masih terasa sakit lagi "sahutku Nisya"
"pertanyaan yang sangat konyol bertanya siapa namanya,kan aku merasa gugup aku pikir tulisan ku yang salah ternyata mereka ingin mendengarkan suaraku waktu aku bicara, "sahutku Nisya"
"pantesan sangat lama,kami capek menunggu "ucapnya Darma dan Dewi
"Ia maafkan aku,ayo kita pergi sekarang, "sahutku Nisya"
sepulang dari sekolah Nisya melepaskan sepatu ya meletakkannya ke tempatnya kemudian masuk kamar dan langsung rebahan karna dia sudah merasa capek sekali,dia pun terlelap dan menghilangkan kekesalannya seketika dengan dia tertidur
keesokan hari alarm pun berbunyi seketika Nisya pun ikut terbangun dengan sekujur tubuhnya menggeliat dengan sedikit nada pelan,,uhh
lanjut berjalan membawa handuk lalu ke kamar mandi,setelah itu Nisya sudah siap dengan seragam yang baru dan sedikit sarapan di pagi itu
"Ma,aku berangkat dulu yah "ucapnya Nisya"
"Yah,hati-hati nya belajar yang benar,mama juga mau berangkat kerja "sahut Mama Nisya"
"Aku pamit ma,Assalamualaikum,cium pipi mama ya "ucap Nisya lagi merasa senang"
"Waalaikumsalam "sahut mama Nisya"
pas kebetulan ketemu Dewi jalan kita menuju rumah emang satu arah,
"hai Wi "ucapku Nisya"menyapanya
"hai juga Sya "sahutnya Dewi"
"tadi mau ya jemput kamu,pas kamu udah ada gk jadi deh ke rumah kamu "ucapnya Dewi"tersenyum
"yuk berangkat "sahut Nisya"
"kemaren aku asli capek banget Wi sampai kaki aku kram,kalo gak mama aku yang mijitin mungkin hari ini aku gak bisa sekolah hari ini " ucapku Nisya" dengan kata manja
"sama aku juga,sakit-sakit semua badan aku.tapi aku anak ya kuat "sahut Dewi"
setibanya di sekolah kita langsung keruangan kelas sepuluh dimana hari itu anak-anak pada rebutan meja masing-masing kelas,kelas kita menjadi dua ruangan sedang kita pas di bagian B Aku,Darma dan Dewi pas satu ruangan waktu itu betapa senangnya ada mereka
Aku dan Darma satu meja sedangkan Dewi duduk di depan sama teman barunya
Bel pun berbunyi,semua siswa-siswi pun berlarian menuju lapangan untuk berbaris,hari pertama masuk sekolah dimana hari ini awal pembelajaran kita bersenang-senang dengan memperkenalkan diri masing-masing murid setelah itu kita masuk keruang kelas kita banyak ngobrol dan tidak lama kemudian datang lah wali kelas kita bapak jamhari
"Assalamualaikum anak-anakku "ucap bpk jamhari masuk kelas" dengan penuh senyum lebar
"Waalaikumsalam bapak "sahut semua murid"
"sebelum pelajaran di mulai atau mungkin baru awal bapak ingin perkenalkan diri dulu yah nanti gantian anak-anak bapak perkenalkan diri " ucapnya bpk jamhari"
"Ia pak "sahut murid"
"perkenalkan nama bapak jamhari,umur bapak masih muda 27 tahun,status belum menikah barang kali anak-anak bapak di sini yang mau sama bapak,bapak disini mengajarkan PPkn sekaligus wali kelas murid kalian "ucapnya bpk jamhari dengan candanya
"kalo naksir ama bapak nanti nikah,gak jadi sekolah dong pak" sahut salah satu murid sambil tertawa
"bisa kalo di rumah jadi istri bapak,disini jadi murid bapak "ucapnya bapak jamhari terdengar lucu semua tetawa mendengar tinggah laku si bapak guru
"gimana disini udah jelas," ucapnya bpk jamhari"
"udah bapak "sahut murid"
"coba perkenalkan di sudut samping sana,"ucap bapak jamhari
yang mana disitu barisan murid cowo semua
"dari saya pak" sahut salah satu murid"
"Ia kamu siapa Namanya? "ucapnya bapak jamhari" menanyakan
"Sambil berdiri nya jadi keliatan jelas wajahnya biar cewe-cewe tau namanya,nanti kalo udah tau namanya kenalannya secara pribadi tukaran no Wa setelah nya " ucap bapak sambil tertawa murid pun ikut tertawa lepas
kita yang mendengarkan mulai ikut tertawa,
"misi pak,saya mau mengenalkan diri saya Nama saya Gani,Gani ismail di panggil Gani pak,alamat saya di karya bakti 05 dekat Nisya pak" ucap Gani"
"Nisya Mana Nisya "sahut bapak jamhari bertanya"
"Saya pak" sahutku Nisya"
"lanjut samping Gani,,"ucapnya bapak jamhari"
"Assalamualaikum teman-teman,Nama saya Maulana,,Maulana Aditya dipanggil Maulana.alamat saya di jalan kamboja 1 salam dari saya terimakasih "ucapnya maulana
yang tadi ya berisik seketika diam mendengarkan perkenalan maulana itu,dan aku pun ikut meliat ke arahnya sesekali sambil menundukkan pandangan
anak yang lain meliat nya terpukau akan ketampanan nya dengan tinggi badan semapai kulit putih dan berat badan ideal prestasi dengan lulusan anak pesantren,siapa kaum hawa tidak tertarik kepadanya tapi dia terlalu cuek untuk di dekati cewe manapun dia sebangku dengan Gani dengan tinggi badan ya hampir sama
"Giliran Dewi mungkin waktunya hari ini kita perkenalan diri saja "ucapnya bapak jamhari"
"Perkenalkan Nama Saya Dewi,Dewi anggraini di panggil Dewi,Alamat ya Sama satu jalur dengan Gani dan Nisya "ucap Dewi"
"Perkenalkan Nama saya Darma,,sulastidarma di panggil Darma,Alamatnya A.yani depan pasar "ucapnya Darma"
"giliran kamu Nisya " ucapnya Bapak jumhari"
"Siap pak,,Assalamualaikum Perkenalkan Nama saya Nisya.khairunnisya sering di panggil Nisya.Alamat saya Di karya bakti 05 terimakasih "ucapnya Nisya dengan gugupnya semua menuju mata kepadaku dan mendengarkannya
setelah sudah berapa jam berlalu,sedikit dan banyak nya obrolan kita hari ini semoga bermanfaat dan jangan lupa berdo'a dan selalu jaga kesehatan sampai disini dulu pertemuan pertama kita bapak harap besok bisa bertemu kembali "ucapnya bapak jumhari
"iya Pak "sahut murid"
bel berbunyi menandakan pulang semua murid bersiap" dan langsung keluar ruangan
"nanti saja kita keluar,biar yang lain dulu takut nanti main dorong-dorongan "ucapku Nisya"
"Iya Sya " kedua temannya mengangguk
bisa keluar juga dan akhirnya masing-masing pulang kerumah
aku di jemput oleh ayah,
hari-hari langit pun berwarna biru dan matahari bersinar terang seperti apa yang di rasakan Nisya saat ini bahagia setiap hari kegiatan Nisya di rumah pun hampir sama,lain halnya dalam sekolah ada saja meliat hal-hal baru
seusai jam istrahat,akupun memastikan masih di ruangan kelas dimana teman-teman sebagian keluar bermain,kekantin dan keperpustakaan
dimana aku sedang berbincang kedua sahabat aku
dari sudut kedengaran ada suara yang memanggil ternyata teman masa kecilku Gani
"Gani dan Maulana pun masih di dalam ruangan,hanya kami lah yang masih tersisa di dalam Gani mencoba memanggilku dan tangannya mulai menggerakkan seakan aku di suruhnya mendekat
"Sya "ucapnya Gani"
"Apa "sahutku Nisya dengan nada pelan
"Kemari sebentar "ucapnya Gani"
"aku tak tau mereka sebelumnya ngomongin tentangku atau bagaimana
"aku pun mendekat mejanya dengan rasa malu, dimana ada sosok Maulana disana
"Ada apa? "ucapnya Nisya bertanya
"ih buru-buru amat pertanyaannya,Sini dulu bentar "ucap Gani"
"bentar aja yah,malu ama yang lain "sahut Nisya"
"iya gk pp,kita gak ngapain-ngapain ya kan "ucapnya Gani"
"Ini ada yang mau kenalan ama kamu, "ucapnya gani"
"Siapa ? "sahut Nisya dengan polosnya menanyakan pura-pura tidak tau siapa lagi ada di samping nya Gani selain dia
"Maulana mau kenalan sama kamu,di bolehin gak "ucapnya Gani"
"kok nanya boleh apa gak sih "sahutku Nisya"
"iya kan ijin dulu,kalo boleh kenalan kalo gak boleh juga gpp
duduk dulu dong Sya masa gak capek apa berdiri mulu dari kemaren"ucapnya Gani" sambil bercanda
"iya boleh,lagian gak ada yang melarang "sahutku Nisya"
teman-teman aku pada liatin,kan malu lah
"gugup dan terharu rasanya berjabat tangan dengan cowo tampan,rasa melayang di awan aku sambil ngeledekin teman aku disana,,sesekali menoleh kearah mereka dan tersenyum
"hai nama kamu siapa? "ucapnya maulana" tersenyum dan mengulurkan tanganya
"kan tadi udah kenalan kan kamu udah tau nama aku siapa "sahut Nisya" dengan malu menunduk
"kalo itu yang nanya bapak,kalo ini aku langsung mau kenalan sama kamu apa gak boleh "ucapnya maulana
"boleh ,iya deh namaku Nisya "Sahutku Nisya" senyum tipis
"aku Maulana,semoga pertemanan kita berlangsung lamanya "ucapnya maulana"
Nisya yang merasa kebingungkan dengan ucapannya cowo itu,akhirnya bertanya kembali
"maksud ya apa,aku gak ngerti maulana "ucapnya Nisya dengan keningnya meninggi sebelah
"masa kamu gak paham sih,aku ingin jadi sahabat kamu.Gani kan sahabat kamu waktu kecil
aku ingin sahabat masa depan kamu seperti sahabat kamu yang lain nya, "ucapnya maulana"
"aku pikir dulu deh "sahutku Nisya"
"kenapa gak jawab sekarang aja "ucapnya maulana" sedikit mengharapkan jawaban yang bikin dia senang
"boleh yah,aku mohon Gani banyak cerita sama kamu soalnya jadi aku merasa tertarik gimana sih jadi sahabat kamu yang baik lagian aku disini tidak punya teman cewe hanya Gani yang selalu jadi teman pagi,sore,malam"ucapnya maulana" merasa bosan
"Ya sudah,boleh kok jadi sahabat aku gak lebih kita udah janji gak lebih dari sahabat ku terima pertemanan kita "sahutku Nisya"
"buktinya apa nih kalo sahabatan,segera maulana mengulurkan jari kelengkengnya buat janji kita suka,duka bersama-sama"ucapnya maulana"
"aku pun menerima jarinya kita sama-sama terikat jari kecil sambil memberi senyuman,"sahut Nisya"
senyuman maulana menjadi special bagiku baru kali ini dan pertama seorang anak cowo baru di kenalnya mau jadi sahabat masa depan,,"ucapnya Nisya berbicara dalam hati
Gani pun ikut tersenyum dan senang target kamu berhasil maulana,aku mendengar sebuah obrolan sedikit pelan tapi masih ku dengar aku mikirnya gak kemana-mana
m
"udah nih,aku balik lagi ya ke teman aku "ucapnya Nisya terburu-buru"
aku pun beranjak pergi meninggalkan mereka,dengan senang hati aku menerima persahabatan mereka disitu berawal sahabat kita di mulai
keesokan hari aku siap seperti biasanya dengan seragam sekolah dan hari ini aku tidak sarapan karena ada seseorang yang sedang menungguku pagi-pagi sekali adalah sosok pria tampan di kelasku ialah maulana dimana hari pertama ku di jemput oleh dirinya tak ada janji atau pun kirim kabar kepadaku
"Sya Siapa di luar "ucapnya mama" berteriak
"Siapa Ma "sahutnya Nisya" merasa binggung karena aku masih di dalam kamar
"Coba keluar Liat siapa cowo itu "ucapnya mama"
"Cowo, cowo Siapa Ma ? perasaan gak ada janji deh ,mama kenal gak "sahut Nisya" kepikirannya masih bertanya
akhirnya aku melangkahkan kaki ke arah pintu meliat dari jendela kaca pintu,sambil berbicara siapa yang sedang menungguku sepagi ini seniat ini kah dia datang kemari pas aku liat oh ternyata langsung aku terkejut ketika aku meliat sosok pria tampan di depan rumahku hatiku langsung gemeteran,lalu aku buka pintu
"hai,maulana "ucapnya Nisya" sambil malu dengan wajah yang grogi
"Hai Sya "sahutnya maulana" tersenyum
"maaf,aku langsung kemari apa ada yang melarang jika aku menjemputmu sekolah hari ini "ucapnya maulana"
"astaga maulana,sepagi ini kamu jemput aku "sahutnya Nisya"
"aku saja belum siap,baru saja pakai seragam "ucapnya Nisya"
"Gpp aku tunggu sampai kamu siap biar kita berangkat sekolah barengan hari ini,aku sangat bahagia jika kamu tak menolak ajakan aku "ucapnya maulana"
"gpp nih biasanya kamu barengan sama Gani sekolah,kenapa tiba-tiba kamu jemput aku "sahutnya Nisya"
"Iya gpp aku pengen sahabatan kita sejalan,lagian kamu sama Gani searah nanti aku gantian antar kedua sahabat aku ,dan pun sekarang mengerti kok "ucapnya Maulana"
"Ya sudah,tunggu bentar yah aku ambil tas sama sepatu dulu "sahutnya Nisya" menuju kedalam kamarnya
"Siapa Sya,"ucapnya mama bertanya"
"Teman sekolah ma,"sahutnya Nisya"
"hmm Baru tau mama kamu ada teman baru? "ucapnya mama sambil tersenyum
"Iya ma teman baru Nisya baru semalam kenalannya "sahut Nisya"
"kok udah minta jemput "ucapnya mama"
"ih sorry ya ma,dia ya aja yang mau aku juga kaget tiba-tiba disini biasanya dia jemput Gani mungkin Gani yang bilang rumah Nisya disini "sahutnya Nisya"
"hati-hati aja anak mama sekolah yang bener yah "ucapnya mama"
"Iya Ma,aku pamit dulunya udah kelamaan nunggu "sahut Nisya"
udah siap mau berangkat Nisya pun berpamitan sama orangtuanya tidak lupa ia pun bersalaman tangan kepada orang tuanya
"Yuk,lama nunggunya ya "ucapnya Nisya"
"Gak juga,malah aku senang kamu tidak menolaknya "sahut ya Maulana"
"kalo aku nolak kasian kamu ya dong,udah capek-capek kesini kalo ngajak jalan mungkin mikir juga tadinya "ucapnya Nisya"
karena menjemputnya pagi kita pun dengan santainya menuju kelokasi sekolah dimana banyak taman bunga yang kita lalui kita pun obrolannya juga bisa santai
"Sya apa boleh aku tiap hari antar jemput kamu,kita sama-sama berangkat pulang bareng"ucapnya maulana"
"kita kan beda arah pulang,lagian rumah kamu dan aku begitu berjauhan bagaimana bisa barengan "Sahut Nisya " dengan kening mengerut keliatan aneh dengan ucapannya maulana
"aku tidak merasa kerepotkan kok,lagian aku selama bersama Gani aku juga sering mengantar jemputnya "ucapnya maulana"
"gak enak aku maulana sama Gani kan kamu sering barengan sama dia,nanti aku di bilang orang ketiga penyebab kalo kamu berteman sama aku "sahutnya Nisya"
"aku juga gak enak ama teman yang lain kalo kita terus barengan apa kata mereka nantinya,aku gak mau kita di bilang apa-apa sama mereka "ucapnya Nisya" dengan nada tidak menyinggung perasaannya
"Aku akan adil kamu sama Gani,nanti Gani yang duluan aku anter baru kamu yang aku antar jadi kita banyak waktu ngobrol seperti ini "sahutnya maulana"
"pliss Sya aku tidak ada teman cewe selain dirimu "ucapnya Maulana"
"oke kalo kamu nanti gak enak sama teman-teman kamu pas kita udah di parkiran sekolah kamu duluan masuk sekolah nanti setelahnya aku yang nyusul jadi gak ada yang liat kita barengan,gimana "ucapnya Maulana"
"Udah deh gak usah punya ide segala semua orang nanti pasti tau dan meliat,jangan keseringan jemput yah gak enak ngerepotin,biasanya aku juga jalan sampe kok kesekolah "ucapnya Nisya" udah mulai risih dengan ucapnya maulana yang selalu memaksa
"coba aja dulu Sya ,aku akan bersikap adil sama teman ku keduanya "ucapnya maulana"
Nisya pun hanya menggangguk
setibanya di sekolah aku pun menuju keruangan kelas,semua murid sudah duduk di bangku masing-masing hanya bangku aku dan maulana masih kosong
"kok Sya tumben telat " Ucapnya Darma"
"udah bel bunyi nya " sahutnya Nisya"
"udah lama,barisan juga tadi kamu gak ada kirain kamu libur hari ini "ucapnya Darma"
"maaf jalan kaki jadi lumayan lama "sahutnya Nisya" berbohong kepada sahabatnya itu
yang Gani juga mendengarkan obrolan kita dia hanya senyum-senyum apa yang sudah terjadi aku dan maulana,Gani pun sudah mengetahuinya
karena maulana sudah bilang akan menjemputku seusai mengantarkannya
tak lama kemudian muncullah maulana masuk ke kelas,duduk di samping Gani sambil melirik ke arah ku dengan mengangkat kedua kening nya dan sambil memberikan senyumannya kepadaku akupun menoleh kearahnya dan membalas senyumannya itu,kalo meliat seisi hatiku begitu bahagianya dimana pertama kali ketemu waktu Mos aja udah tertarik kepada peria tampan itu tapi yang namanya gengsi tidak semudah itu yang ia ungkapan sebenarnya hatiku sudah mulai terpikat tapi pria itu menginginkan sahabat jadi aku harus menahan,dia ingin kita sahabatan jadi aku harus menepati janji jangan ada kata suka di antara kita
"Dalam pelajaran maulana mencoba memanggilku dengan pelan,dan melempar sebuah bulatan-bulatan dari kertas beberapa kali,aku hanya menghiraukannya aku hanya ngobrol kepada kedua sahabatku saja
tak lama maulana berbicara kepada dewi
"Wi,panggilkan Nisya dong dari tadi aku panggil tak menjawab "ucapnya maulana"
"mau apa "sahutnya dewi"
"bilangin aku yang manggil gitu,ada yang di omongin "ucapnya maulana"
"Ok deh "sahutnya dewi"
"Sya "ucapnya dewi " memanggilku berulang kali
"Apa sih Wi "sahutnya Nisya" dengan kesalnya sudah mengetahui bahwa maulana lah yang menyuruh sahabat nya itu mengikuti alurnya
"Maulana manggil kamu,mau ngomong sesuatu "ucapnya dewi"
"Apa lagi sih kan kita masih belajar,nanti aja istirahat kalo mau bicara "ucapnya Nisya"
"Aku cuma memastikan saja,nanti pulang aku antar lagi nya " ucapnya maulana"
"nanti kita bahas lagi,aku mau yelesaikan tugas aku dulu "sahutnya Nisya"
waktu istirahat aku dan teman ku mau kekantin,mulai dari pagi belum sempat sarapan dan perut aku belum ada sama sekali makanan yang masuk
"Sya yuk kekantin "ucapnya Dewi"
"Ayo, "sahutnya Nisya"
pas kita udah melangkahkan kaki ke pintu kelas untuk keluar,aku yang sempat melupakan bicaraan aku sama maulana tadi terpotong,dan maulana pun mencoba memanggilku kembali menyuruhku mendekati dirinya
"Sya "ucapnya maulana memanggil
akupun meliat ke arahnya
"Wi,dar nanti aku nyusulnya kalian duluan aja makan "ucapnya Nisya"
sebenarnya udah lapar banget tapi kusempatkan waktuku buat maulana kita ngobrol singkat dengan pertanyaan tadi yang belum sempat aku jawab
"Iya maulana," sahutnya Nisya"
"Gimana tadi mau ya,nanti pulang sekolah aku antar lagi "ucapnya maulana"
"Gak enak aja sama sekolahan banyak murid nanti meliat kita pulang berangkat bareng maulana,apa kata mereka nanti "sahutnya Nisya"
"jangan mikirin masalah mereka,pikirkan masalah kita bagaimana sahabatan kita berjalan semestinya dan aku gak mau nanti ada yang nganter jemput kamu selain aku,terkecuali Gani ketika aku ada urusan Gani yang bisa nganter jemput kamu, "ucapnya Nisya"
"Segitunya kamu ya "sahutnya Nisya"
"berbagai caraku untuk menyenangi sahabatku yang satu ini,akan aku manjakan "ucapnya maulana sambil mengusap kepalaku"
"Ya udah terserah kamu aja,aku ikut kata kamu selagi itu baik "sahutnya Nisya sambil menghindarkan tangannya kekepala ku
"Malu keliatan orang "ucapnya Nisya"
"apa gak boleh memanjakan sahabatku ini dasar muka cubby sambil mencubit pipiku"sahutnya maulana" tertawa
"sakit tau nanti keseringan kau cubit pipiku nanti doweer "ucapnya Nisya"
"pasti belum makan kan Sya "ucapnya maulana"
"kok tau "sahutnya Nisya" malu
"aku mendengarnya di perut kamu beberapa kali "ucapnya maulana" tertawa
"Iya,kamu jemput aku pagi-pagi sekali mana sempat aku makan yang ada kamu nunggu aku lama di luar sana "ucapnya Nisya"
"kamu gak yuruh aku masuk ke rumah kamu,apakah tamu kamu selalu kau suruh nunggu di luar seperti aku tadi " sahutnya maulana" sambil bercanda
"maaf deh,nanti kalo kamu datang pasti aku suruh masuk kalo tadi kan kamu datang aja tiba-tiba aku saja terkejut kamu yang datang "ucapnya Nisya"
"benarkah kamu terkejut,bagaimana ekspresi wajah kamu aku mau tau "sahutnya maulana"
"entah lah "ucapnya Nisya"
"ayo kita bareng ke kantin,kita makan sama-sama "sahut maulana"
"jangan biar aku saja duluan "ucapnya Nisya" takut kalo keliatan teman-temannya
"semua orang nanti pasti tau kita hanya sahabat "ucapnya Maulana"
"tapi gak secepat ini mereka taunya "sahutnya Nisya"
"Aku di belakang kamu deh seolah-olah mereka gak tau kita pernah barengan "ucapnya maulana"
"hmm,kita menuju ke kantin dan maulana selalu ingin berdekatan denganku makan saja di sampingku sambil senggol sesekali,aku yang gak mau keliatan teman-teman aku lagi dekat sama maulana,aku sebegitu cueknya
"lama banget Sya udah mau selesai aku makan "sahutnya Dewi"
"lagi ngobrolin apa sih kamu dengan maulana "ucapnya darma"
"gak ada kok,mau nanyain tugas dia yang gak tau "sahutnya Nisya"
"masa "ucapnya Darma" tanggapannya aneh kedua sahabat ya ini selalu ingin mengetahui apa yang Nisya dan maulana terjadi
waktunya pulang sekolah maulana terdiam di bangku akupun juga terdiam di bangku anak-anak sekelas ku pada keluar menuju pintu sekolah,
"Sya ayo pulang bareng yuk "ucapnya Dewi"
"Gak Wi duluan aja,ada tugas yang aku belum selesai "sahutnya Nisya"
"Ya sudah kita duluan ya,by "ucap kedua temannya"
"bentar ya tunggu disini jangan kemana-mana,aku mau anter Gani dulu trus aku jemput kamu setelahnya "ucapnya Maulana"
"Iya "sahutnya Nisya"
dalam hati males banget aku nunggu disini sementara teman-temannya udah pulang,aku juga bisa pulang walaupun berjalan kaki
setelah aku menunggu di kelas sendiri ada beberapa cowo yang baru keluar dari kelasnya siapa lagi kalo bukan cowo-cowo terfavorit satu sekolahan ialah Angga dan kedua sahabatnya itu dengan berjalan sambil bercanda melewati sebuah pintu kelas dimana aku sedang duduk sendiri menunggu sahabatku
Angga yang tiba-tiba meliatku mereka masuk kekelas dan berjalan mendekatiku
"dik Siapa yang kamu tunggu disini sedangkan kelasmu sudah tidak siapa-siapa lagi ucapnya Angga dengan lembut sambil tersenyum
"Iya nunggu pacarnya ya " ucapnya kedua temanya itu"
"pacar ya kakak kelas dik,kalo sekelas gak mungkin disini udah pada pulang sama kita lewat area kelas A juga semua pulang "ucapnya Angga"
aku hanya terdiam mereka bicara,setelah kejadian itu datanglah maulana tak sengaja dia buru-buru masuk ke kelas dan meliat kita. kedua temannya masih berdiri sedangkan Angga yang duduk di bangku depan berhadapan ke arah ku
"Sya ayo "ucapnya maulana" yang mengabaikan ada mereka disana
"Oh gitu sama kakak kelas,gak hormat banget sih kamu ini pacar kamu gak ada supannya sambil meliat ke arahku dan maulana "ucap angga" langsung berdiri
"baru kelas sepuluh udah main pacaran "ucapnya Angga"
"Apa urusanmu "sahutnya Maulana"
"Ayo Sya kita pulang,dengarkan saja apa mereka bicarakan "ucapnya maulana"
"Aku berdiri mengambil tas dan cuek ya aku keluar kelas dan berjalan ke arah maulana kita menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil dan menggas melaju menuju pulang
"Sya,ngapain mereka ada disitu "ucapnya maulana"
"kamu kelamaan meninggalkan ku "sahutnya Nisya"
"maaf,pakiran tadi penuh jadi susah untuk keluar.kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku Sya "ucapnya Maulana"
"mereka gak macam-macam mereka hanya bertanya siapa yang kamu tunggu,aku hanya diam saja "sahutnya Nisya"
"Syukur lah,"ucapnya maulana"
"tapi aku gak enak maulana, semua orang mengetahui kita sering bareng "sahutnya Nisya"
"biarkan mereka bicara apa,fokus aja yang sudah kita jalani saat ini dan lagi pula aku sudah mulai yaman bersamamu "ucapnya Maulana"
"apa maksudmu yaman dengan ku "sahutnya Nisha masih kebingungan
"Iya aku sudah mulai yaman, tanpa mu mungkin aku tak sebahagia ini dan tak semangat ini dalam aku belajar karena ada dirimu selalu aku belajar dan tak ingin aku sia-siakan waktuku untuk hal-hal tak penting bermain bersama temanpun aku tak tertarik lagi ketika mengenalmu aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersamamu, "ucapnya maulana"
"pantesan kamu pas istirahat kamu tak pernah keluar bermain "sahutnya Nisya"
"aku juga meliat dirimu hanya di dalam kelas,jarang sekali meliat kamu istirahat kecuali makan "ucapnya maulana"
"yang aku liat dari dirimu berbeda dengan teman-teman ada di kelas kita, yang lain pada mengejar lelaki sedangkan dirimu hanya fokus belajar dan membaca buku "ucapnya maulana"
"aku suka membaca buku "sahutnya Nisya"
"itulah yang aku suka darimu "ucapnya maulana"
"suka sekedar sahabatkan "sahutnya Nisya sambil bercanda
"kalo lebih bagaimana, "ucapnya maulana terseyum lebar
"gak boleh kita udah janji terikat,gak ada saling suka di antara kita. "sahutnya Nisya"dalam bennakku akupun menginginkan lebih dari itu tapi yang namanya janji sahabat tidak lebih dari sahabat
"setiba di rumah aku mengijinkannya mampir ke rumah dlu,
"mampir dulu maulana "ucapnya Nisya"
"nanti aja aku mampir ya,nitip salam sama mama "sahutnya maulana" tersenyum dan meninggalkan
malam pun tiba aku meliat jam pukul 09.30 ,satu jam lamanya aku duduk di meja belajar setelah aku belajar,aku merasa letih aku berbaring di ranjang dengan pakaian tidur teringat ucapan maulana siang itu sambil senyum-senyum sendiri
"Apa yang sedang aku pikirkan,itu semua khayalku saja tak mungkin kita bisa sama-sama slamanya "ucapnya Nisya " berbicara sendiri
berapa lama kemudian suara ponselnya pun berdering,aku ambil ponselku di kepala ranjang dan aku meliat nomor baru
"Siapa nelpon malam-malam begini "ucapnya Nisya" aku angkat
"Hallo, "ucapnya Nisya"
"Hai,apa kau mengenali suaraku "sahutnya maulana"
"lama ku diamkan hanya ingin mengenali suaranya,,apakah itu kamu maulana "ucapnya Nisya"
"ha ha ha,kamu cepat sekali mengenaliku "sahutnya maulana"
"dimana kamu dapat nomor ponselku "ucapnya Nisya"
"Apa gak boleh aku menghubungimu temanku "sahutnya maulana"
"bukan gitu maulana,kan kita gak pernah tukeran no hp "ucapnya Nisya"
"temanmu banyak Sya kapanpun aku cari info tentangmu aku selalu dapat dengan cepat "sahutnya maulana" sambil tertawa
"dasar ya niat banget "ucapnya Nisya"
"maaf ya gak minta langsung ke kamu,takut ya nanti gak di kasih jadi aku minta aja langsung sama Gani,tadi ya cuma bilang sama dia pingin deh mau minta no hp kamu tapi takut gak di kasih terus dia nya langsung jawab no kamu ada kok di aku katanya,ih pas banget malam ini mau ngerjain.malah gak bisa ngerjain orang pintar "sahutnya mauala"
"mana bisa ngerjain aku tiap hari kita bicara,suara kamu udah aku telan "ucapnya Nisya"
"Segitunya kah,Ya udah besok aku jemput kayak biasanya dan udah malam juga kamu tidur ya "sahutnya maulana"
"siap "ucapnya Nisya" dan saling mengakhiri telponnya dan lanjut dalam angannya tadi terpenggal dan betapa girangnya sampai-sampai ke kamar mama terdengar
"kenapa Sya "ucapnya Mama"
"ups,,gapapa Ma tirai kelambuku putus "sahutnya Nisya" hampir saja merebahkan kembali badannya dan terlelap
seperti biasanya maulana sedang menunggu di depan rumahnya
"Assalamualaikum tante,Nisya ada "ucapnya maulana"
"Walaikumsalam,Ada di dalam paling dia lagi menyiapkan dirinya,bentarnya tante panggil dulu "sahut mama dari luar"
mama yang menuju kearah kamarku memanggilku,
"Sya,ada maulana di luar menunggu.dari tadi kamu masih belum siap makin hari ke hari anaknya itu semakin lelet sampai-sampai yang menjemput terlalu lama menunggu "ucapnya mama"
"Iya bentar ma,tiap hari tugas sekolah makin banyak Ma jadi aku bergadang dan larut malam tidurnya "sahut Nisya"
setelah berbincang sama mama kemudian berpamitan
Assalamualaikum Ma,berangkat dulu "ucapnya Nisya" cium tangan mama
Assalamualaikum tante "ucapnya maulana sambil mengulurkan tangan dan mencium tangan mama"
terkejut sama aku dan mama saling berpandangan dan aku mengangkat alisku,meliat keanehan dalam sikap maulana,sedangkan yang aku pikir sahabat gak gitu juga kali banyak sahabat-sahabat aku gak ada yang begitu paling sekedar ngucap salam gak sampai cium tangan
setiba sekolah udah gak usah siapa duluan coba kita barengan masuk,kalo ada yang komentar di abaikan saja dan maulana duluan pergi dan bawa tas aku,
"Sini akan aku bawakan tas kamu "ucapnya Maulana"
"jangan mau,nanti teman-teman bilang apa ke kita "sahutnya Nisya"
"udah biar saja,"ucapnya maulana"
berjalan ke ruang kelas dimana murid-murid seperti biasa tinggal kita yang ga ada disitu
mereka meliat tas aku di bawakan oleh si maulana yang lain pada ngeliatnya terkejut lah pada Ooo semua,disitu mereka masih tanggapan ya biasa aja tapi banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran mereka termasuk kedua sahabatku,terdiam meliat tingkah kita
"hubungan kamu sama maulana apa sih,segitu ya sampai bawa tas kamu "ucapnya Darma"
"gak ada dia lagi baik aja sekarang,kita cuma temanan "sahutnya Nisya"
"beneran gak ada apa-apa selain temanan,kamu akhir-akhir ini sering di jemput-antar ya ke sekolah barengan terus "ucapnya darma"
"Iya sering dia yang mau,kita hanya teman aja gak lebih "sahutnya nisya"
"temanan kayak rasa pacar kalo aku sering liat,maulana makin dekat kayak perangko "ucapnya darma" heran
"Iya Sya,kayak pacaran tau ga kamu sama dia "ucapnya Dewi"
Belajar pun di mulai,aku meliat maulana sering gelisah di bangkunya sering menoleh kesamping ke arahku
terus kejadian hari ini bangku yang aku duduki bersama darma, di suruh pindah kebelakang Maulana dan Gani.
"Nisya dan Darma bisa pindah ke samping belakang Maualan dan Gani,"ucapnya bapak"
"kenapa pak, "sahut Nisya" aku meliat maulana tersenyum lebar
"di samping sana masih ada ruangan yang harus kalian Isi "ucapnya bapak"
"Lalu kita bangkit dari bangku dan pindah ke samping, maulana yuruh aku di belakangnya tapi aku gak mau aku duduk di belakang Gani,darma di belakang maulana
"Sini aja Sya biar tambah dekat lagi kita "ucapnya maulana" bercanda
"Apa-apa sih kamu ni kelas,bukan rumah seenaknya aja kalo bicara "sahutnya Nisya" kesal
"enak dong kalo tugas dikit yontek "ucapnya Gani"
"enak aja jawab sendiri lah "sahutnya Nisya"
"jangan pelit-pelit ama teman mu ini "ucapnya Gani"sambil tertawa
"pas aja bapak yuruh kalian berdua duduk disni,biar kita ada yang di obrolin "ucapnya maulana"
"pas di kalian kali ah ada kesempatan lebih banyak bicara "sahutnya Gani"
"darma hanya menguping pembicaraan kita bertiga,karna dia gak tau apa yang terjadi di antara kita berdua
istirahat pun tiba dimana waktu itu biasanya darma keluar sekarang setelah duduk di bangku berdekatan maulana dan gani sekarang mulai mengurangi keluar jam istirahatnya,dimana aku yang tidak keluar dia ikut-ikutan tidak keluar,dimana aku keluar dia mulai mengikuti langkahku kemana pun sekarang
"Maulana pun sekarang mengurangi bicaranya takut terdengar oleh darma terkecuali dia gak ada baru bisa menyampaikan apa yang ia ingin bicarakan
"kamu gak keluar Sya "ucapnya darma"
"gak dar aku udah keyang pagi tadi udah sarapan,kalo kamu mau makan makan aja dulu "sahutnya Nisya"
"gak cuma mau beli cemilan sama minum saja,nanti aku balik lagi kamu mau nitip apa biar sekalian "ucapnya darma"
"hmm minuman aja deh ya aku nitip, "sahutnya nisya"
darma pun beranjak dari bangku dan berjalan keluar kelas menuju kantin
"akhirnya bisa juga bicara sama kamu Sya,susahnya sekarang mau sesuatu jadi gak enak kalo ada mata-mata,kangen suara kamu Sya "ucapnya Maulana" sambil belai pipi ku
"Sama Aku juga begitu,banyak pertanyaan yang di lontarkan ya kepadaku " sahutnya Nisya"
"ini nih yang aku gak suka pada banyak wanita terlalu banyak kepo,aku hanya ingin kamu jadi sahabatku satu-satunya Sya,temanan boleh tapi sahabat gak lebih aku ,Gani dan kamu Sya " ucapnya maulana" memengang kedua tanganku
tidak lama kemudian datang lah darma yang berjalan kearah kita dan membawakan titipanku sebuah minuman dan sekaligus dia juga membawakanya minuman buat maulana
"ini buat kamu ambil "ucapnya darma sambil tangannya mengulurkan minuman kepada maulana"
"oh gak dar,ngerepotin aku bisa beli sendiri "sahutnya maulana"
"gapapa ambil aja, "ucapnya darma" maulana tadi ya tidak mau dan melirik ke arahku sontak ku bilang
"ambil aja,lagian darma sudah membelikannya untukmu "ucapnya Nisya" dan akhirnya maulana mau mengambil minumannya yang ada di tangan darma
"terimakasihnya "ucapnya maulana"
"Iya,sama-sama sekaligus tanda perkenalan kita "sahutnya Darma"
kami pun terengah dengan perkataan darma kami memikirkan hal yang sama,
"kenapa kalian langsung diam begini,apa aku gak boleh gabung kekalian "ucapnya darma"
"Iya,iya Dar boleh ko, "sahutnya Nisya" merasa gugup
"kenapa gak gabung sama yang lain si dar,biasanya kamu bersenang-senang di luar kasian dewi kau tinggalkan begitu saja "ucapnya maulana "merasa kehadiran darma hanya pengganggu kedekatan antara kami
"uUsstt gak boleh bicara seperti itu,darma kan sahabat aku juga "sahutnya Nisya"
"Dulu aku liat sebelum kita kenal gak biasanya seperti ini kepadamu Sya,kamu banyak menghabiskan waktumu di kelas sedangkan Darma menghabiskan waktu di luar bersama-sama temannya kenapa sekarang ikut-ikutan di dalam kelas "ucapnya maulana"
"aku kan sahabatnya Nisya juga sebenarnya kau tak pantes bicara ini kepadaku yang kenal duluan sama nisya kan aku bukan kamu,kamu hanya sebentar mengenal dirinya "sahutnya darma tapi tak mengambil hati dengan perkataan maulana
"dan aku tau kalian sekarang dekat dan terlalu dekat malahan seperti orang pacaran,apakah kalian ada hubungan lebih dari sahabat "ucapnya darma "
"kita hanya teman yakan maulana "sahutnya nisya langsung menjawab saking aku tak ingin mendengarkan pertanyaannya lagi
"Iya kenapa dar "ucapnya maulana"
"Syukurlah kalo kalian hanya sebatas teman saja "sahutnya darma " sambil tersenyum
tak lama kemudian suara bel dari luar pun berbunyi menandakan masuk kelas,semua murid berlari dan berjalan melangkah keruang kelas sedangkan kita bertiga masih di kelas hanya duduk meliat mereka lalu lalang tak berselang waktu datang lah Bu guru namanya Wati dengan pakaian dinas dan sangat cantik sekali melangkahkan kakinya menuju meja dan mengucapkan salam kepada kita
"Assalamualaikum Anak-Anak "ucapnya Bu wati"
"Waalaikumsalam Bu "sahut murid"
"Apa kalian sudah tau Nama Ibu "ucapnya Bu wati"
"Belum Bu "Sahutnya murid"
"Ok Bu akan memperkenalkan kepada murid baru Ibu, kenalkan Nama Ibu Wati ningsih, di panggil ibu Wati aja,Ibu juga baru disini hanya mengajar beberapa bulan status ibu mengajar pelajaran fisika dan kimia. Ibu akan menngerjakan teori dan prakteknya jadi kalian banyak-banyak mengerjakan kelompok kalo ada mata pelajaran Ibu nanti bisa di bagi masing-masing ad 5 atau 6 orang disini sudah ada yang mengerti penjelasan dari Ibu "ucapnya Bu wati sambil tersenyum dan meliat semua murid nya
"mengerti Bu "sahut murid"
"ok kalo sudah mengerti kita akan praktek langsung Ibu bagi kelompok kalian masing-masing "ucapnya Bu wati"
kitapun semua tersontak kaget dengan perkataan ibu,dimana semua berasa belum siap harus di tugaskan kerja kelompok
"gimana ini Bu apakah langsung kerja kelompok "ucapnya murid "salah satu murid sedikit protes
"Iya apakah ada murid keberatan disini coba tunjukkan tangan "ucapnya Bu wati"
tidak ada satu pun yang berani mengangkat tangannya walaupun banyak murid yang belum sepenuh nya menerima tugas mendadak seperti ini,
"mungkin kalian sudah paham,baiklah ibu bagikan yang namanya ibu panggil kelompok A,,dari Gani,Maulana,Nisya,Darma,Ferry dan Iqbal
dan kedua sama begitu dari depan dan kebelakang,jadi ada 4 kelompok
kalian sudah tau tugas nya yang sudah ibu berikan maka sekarang mulai kerjakanlah,Saya tinggalkan dulu kalian jangan sampai berisik"ucapnya Bu wati"
"Iya siap Bu wati "sahutnya Murid"
"satu kelompok kita Sya,aku merasa gugup kalo harus terpisah denganmu Sya tapi sekarang aku senang bisa belajar sama-sama denganmu "ucapnya maulana" sambil senyum-senyum kegirangan
"sudahlah,ayo kerjakan jangan banyak bicara terus "sahutnya Nisya"
aku juga merasa senang,tapi kesenangan kita hanya sebatas angan maulana "dalam hatiku berbicara dan sedikit memandangnya terus aku mengakhiri ketika maulana membalas tatapanku "
"sesekali kakinya di bawah meja nyenggol kakiku seolah-olah hanya itu yang dia lakukan saat kerja kelompok,mau berbicarapun enggan
"aduh,siapa yang menyenggol kakiku "ucapnya darma"
"Siapa dar,kakiku dari tadi disini sambil meliat kebawah "sahutnya Nisya"
"maaf Dar kakiku kena kakimu,tak meliatnya ke bawah " sahutnya maulana" sambil mengangkat tangan lalu garuk kekepala sambil tersenyum
"Iya gapapa,selalu berhati-hati "ucapnya darma
aku hanya meliat ke arah maulana,sontak kedua tangannya seakan meminta maaf kepadaku
"cepatan sedikit lagi kita hampir selesai,kalian bantu aku mencari jawabannya kalian baca dan harus di ulang-ulang " ucapnya Nisya" bertugas menulis karena tulisan lumayan rapi mereka mempercayaiku dengan tulisanku
mereka yang dari tadi bolak-balik membaca buku dan akhirnya kita sudah selesai dengan kerja kelompoknya yang duluan mengumpul tugas terlebih dahulu di perbolehkan pulang cepat,kami siap-siap membereskan dan beranjak pulang
setelah kita keluar sesampainya di gerbang sekolah.maulana memanggilku dan mau mengantarkanku pulang aku berjalan masih bersama darma akhirnya darma pun tau bahwa kita sering pulang bareng ke sekolah,akupun mengikuti kata maulana aku dan darma berpisah di gerbang sekolah
"Ayo dar aku duluannya "Ucapnya Nisya" merasa belum enak tapi gak mau maulana menunggu lama di mobilnya dan disitu kita tak lagi sembunyi-sembunyi ketika aku di antar dan di jemput oleh maulana
keesokkan hari dimana matahari pagi yang sudah menerangi alam semesta dan banyak burung bertebangan di udara pohon-pohon yang menyejukkan tapi bagi diriku hanya merasakan panas dan suasanapun tidak lagi menyenangkan hanya merasa meriang di seluruh tubuhku,badanku terasa sakit semua tapi aku paksakan kesekolah karena maulana yang sedang menungguku di luar berjalan perlahan ke arahnya maulanapun menanyai kabarku
"kamu baik-baik aja Sya,aku liat kamu lemes banget hari ini "ucapnya Maulana"
"Gapapa kok yuk kita berangkat "sahunya Nisya"
"kalo tambah sakit gimana,biar aku ijinin aja "ucapnya maulana" dengan raut wajah khawatir terhadap nisya
"biar aja aku mau sekolah hari ini,aku masih kuat kok "sahutnya Nisya" dengan pelan
"Sudah lah kalo mau keras mau sekolah,tapi kalo ada apa-apa langsung bilang ke aku "ucapnya maulana" sambil mengemudi mobilnya menuju sekolah
sesampainya di sekolah lagi-lagi maulana membawakan tasku ke kelas,sesampai masuk kelas menuju bangku kita ada teman kita cewe menanyakan
"Sya apa kalian pacaran sampai-sampai maulana segitunya luluh dan kok bisa sih bawakan tas kamu tiap hari padahal kamu juga bisa kan bawanya
"ucapnya Aya" anak murid di kelas kita longgat bicaranya yang centil
"gak ko kita cuma temanan "sahutnya Nisya" maulana hanya terdiam,mendengarkan dua wanita itu berbicara dari sudut kesudut kelas
"temanan kok kayak perangko gitu "ucapnya Aya"
akupun diam dan mendengarkannya saja
Bel berbunyi waktunya baris di lapangan kita mengadakan upacara setiap hari senin,mereka masih di dalam kelas berlari menuju lapangan
sedangkan aku yang masih lemes tapi masih kuat untuk berjalan
"apakah kau masih bisa ikut upacara "ucapnya maulana"
"Iya maulana aku gapapa,masih bisa ikut upacara "sahutnya Nisya" dan melangkahkan kaki menuju lapangan dan di belakang maulana mengikutiku
upacara pun di mulai,dimana pembawa bendera ya ada Ayu,mila dan darma
aku yang di samping dewi,dewi menjadi pembawa lagu.saat selesai menaikkan bendera tiba-tiba badanku berulang-ulang seperti sempoyongan ada teman aku yang di belakang tau dan menahan badanku sesekali aku masih kuat saat itu tapi semakin lemes ,kepalaku pusing dan berkunang-kunang aku coba untuk menahan rasa sakitnya tapi badanku yang tidak kuat lagi menahan dan akhirnya aku pingsan ke samping dewi,semua temanku meliat dan terkejut aku yang tak bisa berdiri lagi tapi aku masih sedikit sadar dan merasakan siapa yang membawaku kekelas pada saat itu
dari barisanku paling ujung ada seseorang berlari dan menghampiriku dari ujung sana langsung mengangkat badanku melangkah ke kelas lumayan jauh dari lapangan menuju kelasku
dia meletakkan aku di bangku,kepalaku sangat berat sekali dan mataku pun tak bisa terbuka siapa lelaki yang membawaku
dia mencoba mengatakan sesuatu tapi aku tak bisa menjawabnya
"sebentar aku carikan kamu minyak oles ke uks"ucapnya Angga"
"tak berlangsung lama datang lagi,dan membawakan minyak oles tapi aku sudah bersama kakak kelas cewe dan menyuruhnya mengoleskan ke leher dan kepalaku
tak lama kemudian aku bisa membuka mata dan mencoba untuk bangun,kakak kelas itu membantuku untuk membangunkan
"Gimana keadaanmu "ucapnya kakak kelas menanyakan keadaanku
"udah mendingan kak ,makasih yah udah mengantarku tadi pas aku ikut upacara kepalaku terasa sakit sekali "sahutnyanya nisya"
"jangan berterimakasih kepada ku berterimakasih sama Angga,Angga lah yang menggendongmu dari lapangan menuju kesini "ucapnya kakak kelas itu sambil meliat Angga berdiri di luar kelas dan menyuruhnya masuk Angga yang membawakan segelas air berjalan masuk menghampiriku
"Ini minum dulu dik biar cepat pulih "ucapnya Angga"
"makasih kaka udah,membantuku "sahutnya nisya"
"sama-sama Dik,kenapa bisa pingsan kamu belum makannya "ucapnya Angga"
"Udah sarapan pagi,mulai pagi badanku sudah gak enak kak tapi aku masih paksakan untuk kesekolah "sahutnya Nisya"
"nanti kali kalo seperti ini lagi jangan ikut upacara,gapapa kok diam di kelas aja atau pulang juga hari ini boleh,apa kau masih merasa lemes "ucapnya Angga"
upacara pun selesai maulana dan teman-teman menghampiriku
"kamu gapapa Sya "ucapnya darma dan dewi"
"Iya gapapa,udah mendingan "sahutnya nisya"
"kyaknya kamu pulang apa ke UKS aja "ucapnya kaka kelas"
"Ke UKS aja dulu kak,sapa tau nanti pusingnya hilang "sahutnya Nisya"
"Ya udah sini kaka anter yang lain pada masuk semuanya bel udah berbunyi "ucapnya kakak kelas merangkul dan membawaku ke UKS
sudah berapa jam aku di UKS tertidur pas aku bangun kepala ku sakit dan berkunang-kunang,
tiba-tiba teman aku datang dewi dan darma padahal masih jam pelajaran mereka membuka pintu UKS dan mendekatnya di ranjang dimana saat ini aku terbaring lemah
"tambah pucat wajah mu Sya "ucapnya darma"
"Iya dar aku juga merasakan badanku semakin lemas saja,kayak ku gak bisa di sini aku mau pulang saja biar mamaku yang mengobati.
apakah aku bisa minta tolong ke kalian "sahutnya nisya"
"Iya Sya kamu mau apa biar kita bantu " ucapnya darma"
"tolong sampaikan kepada maulana aku minta antar pulang ke rumah aja "sahutnya nisya" dengan suara lemah
"Iya Sya,mereka pun segera buru-buru keluar dan tak lama maulana pun datang
"kenapa Sya kamu mau pulang sekarang " ucapnya maulana" sambil membelai dahiku dan memegang tanganku
"Iya aku tak kuat harus menunggu jam pulang sekolah "sahutnya Nisya"
"tunggu sebentar aku meminta ijin untuk bisa mengantarkanmu pulang "ucapnya maulana"
maulana melangkah keluar ruangan Uks dan meminta ijin kepada bapak biar bisa mengantarkanku
ada yang mengetuk pintu UKS,dan membuka ternyata bapak kepala sekolah sudah mengijinkan ku pulang dan menngusap kepala ku
"semoga cepat sembuh ya Sya dan maulana sudah menunggu di luar "ucap bpk kepala sekolah"
"Iya pak terimakasih" sahutnya nisya"
"apa Nisya bisa bangun "ucapnya bpk kepala sekolah"
"bisa pak "sahutnya Nisya sambil menuju keluar ruangan UKS dan mencium tangan bpk kepala sekolah untuk berpamitan
maulana yang masih di kelas dengan buru-burunya membawakan tas dan sepatuku melangkah menaikkan sebuah tangga dimana aku masih di atas dan mengandengku menuruni tangga tersebut
dan kepala sekolahpun memberi senyuman kepada kita
"apa kau masih kuat berjalan Sya "ucapnya maulana"
"Iya aku masih bisa,tapi harus berlama-lama disini membuat kepala ku tambah pusing "sahutnya nisya"
maulana pun buru-buru menggas mobilnya,setelah sampai rumah mamapun menanyakan keadaanku gak seperti biasanya pulang cepat
"kenapa Sya pulang cepat "ucapnya mama" bertanya kebingungan
"maaf tante Nisya tadi sempat pingsan waktu upacara dan kepalanya masih sakit terpaksa Nisya ijin sekolah dulu tante " sahutnya maulana"
"Astaga,kok bisa Sya ini nih mama biasanya bilangin jangan gak sarapan,Nisya kadang cuma hanya mengabaikan kata-kata mama "ucapnya mama menasehati Nisya yang sekarang masih lemes"
"makasihnya Maulana sudah mengantarkan Nisya kerumah "ucapnya mama"
"Ia tante sama-sama,maulana langsung aja ya tante ke sekolah soalnya masih dalam belajar "sahutnya maulana" mencium tangan mama dan lalu bepamitan kepadaku
"Sya aku pamit dulunya moga cepat sembuh,nanti aku kesini lagi jenguk kamu "ucapnya maulana" sambil tersenyum
"Iya hati-hati dan makasih ya " sahutnya maulana"
dan aku masuk meninggalkan halaman dimana maulana masih menghidupkan mobilnya,aku menuju kamarku dan mama langsung mengerokkan badan dan mijitiku sesambilnya
sudah tiga hari berlalu dan aku masih sakit waktu itu,aku hanya ingin di rawat di rumah saja dan tidak mau di rawat di rumah sakit.aku berjalan keluar memcari udara segar dan sambil rebahan di ruang tamu mendengar suara memanggilku dari luar
"Sya, "ucapnya dewi dan darma memanggilku"yang masih memakai seragam sekolah
"Iya masuk "sahutnya mama"
"Gimana kabarnya Sya "ucap kedua sahabatnya itu"
"Begini lah keadaannya wi,dar tapi masih mendingan dari hari kemaren,kemaren Nisya hanya memejamkan kedua matanya sekarang Nisya mulai bisa bangun dan makan bubur "sahutnya mama"
"baru pulang sekolah kalian "ucapnya mama" bertanya sambil memijitkan badanku
"Iya tante kami baru bisa jengukin Nisya sekarang,kemaren ada tugas ulangan jadi gak bisa kesini "sahutnya darma"
"terus nilai aku gimana "ucapnya nisya sambil duduk dengan mata bengkak akibat sering tidur
"kata Ibunya kamu masih di kasih nilai walau hanya 50% "ucapnya darma" sambil tersenyum
baik sekali ibu itu,bisa memaklumi keadaanku
"semua ada di sekolahan kita sayang padamu Sya,semua menanyakan kabarmu ada titip salam dari bpk kepala sekolah dan teman-teman termasuk Angga dan Maulana, "ucapnya dewi dan darma" sambil tersenyum
"Angga kayaknya suka padamu dia akhir-akhir ini ke kelas kita,mereka kadang duduk di tangga kantor sambil meliat kelas kita dari luar mungkin mencari dirimu dan selalu menanyakan kabarmu ke dewi,sekarang temannya mendekati dewi dengan selontar pertanyaan mengenaimu,mungkin mata-mata Angga "ucapnya darma"
"Astaga,benarkah itu apa sering dia tanyakan "sahutnya nisya"
"coba Wi bilang ke Nisya apa saja yang di tanyakan kepadamu tiap hari "ucapnya Darma menyenggol badannya dewi"
"Iya Sya aku bosan dengan pertanyaan-pertanyaan mereka,gak pagi,siang,trus abis pulang sekolah hanya dirimu yang di tanyakan Angga walaupun dari temannya,tapi aku senang bisa dekat dengan temanya,mana temanmu cubby itu masih sakit,kok lama banget sakitnya,di suruh kita jengukin kamu,nanti kalo kamu kerumahnya aku titip salamnya berisik tau ga Sya "ucapnya dewi"
"Anehnya mereka sekarang dulu mereka favorit di sekolah nya di anggap cool kok sekarang kaya emak-emak mau ke pasar repot kali bicaranya "sahutnya nisya sambil tersenyum dan menahan sakit"
"makanya yang mau kenalan sama kamu udah 100% berubah watak dan sikapnya sekarang,kami juga gak habis pikir kalo sudah kenal sama kamu semua baik padamu,beda ama kita semua masih berasa cuek kekita.termasuk maulana aja sering berdiam diri pas kamu ga ada beda kalo ada kamu sering loncat-loncat geringan kalo di kelas "ucapnya darma"
"udah deh gak usah bahas mereka,mungkin aku beberapa hari sembuh dan segera masuk sekolah "sahutnya nisya"
"Ya sudah kita pamit dulunya,udah lumayan lama juga disini Sya,tante kita pulang dulu "ucapnya darma"
"makasih ya udah kesini "sahutnya nisya"
"sama-sama sya,cepat sembuh biar bisa main dan sekolah lagi banyak kejutan di sekolah menanti kehadiranmu,dahh"ucapnya darma bercanda"
udah satu minggu sakit,rasanya sudah kangen kesekolah dan hari ini aku bersiap memakai seragam sekolahku lagi dengan senyum bahagia,bagaimana keadaan sekolahku sekarang dan teman-temanku apakah mereka benar-benar ingin mengetahui keadaanku ,aku sekarang sudah sehat
maulana pun tidak mengetahui bahwa hari ini aku turun sekolah.seseorang memanggilku di luar pintu rumahku
"Sya apa kamu sudah siap "ucapnya Dewi"
"Iya Wi bentar aku menyiapkan jadwalku,,"sahutnya nisya berteriak dan aku terburu-buru menyiapkan buku dan menuju keluar rumah dan memasang sepatuku lalu berangkat hari ini aku tidak berpamitan kepada mama,mama sedang sibuk di tetangga yang lagi mengadakan acara syukuran "
"kita yang hanya berjalan kaki sambil mengobrol seputaran sekolah
"Gimana wi kemaren sekolah "ucapnya Nisya"
"seperti biasanya ngumpul bareng sama Angga dan kedua sahabatnya itu "sahutnya dewi"
"hmm sekarang soulmate sama teman Angga,Angga juga ikut gabung "ucapnya nisya" masih kebingungkan
"Iya sekarang lebih asek ngumpul sama mereka ketimbang sama maulana "sahutnya dewi"
setibanya di sekolah,semua temanku yang duduk di tangga termasuk darma yang sedang menoleh dan langsung meloncat menghampiriku
"Sya apa kamu udah sehat "ucapnya darma sambil memelukku dan tersenyum gembira"
"Iya dar aku udah bisa sekolah "sahutnya nisya"
kamipun berjalan mau menuju ke kelas da melewati teman-teman yang duduk disana ada cewe berbicara
"Sya maulana sering menyendiri terlihat gak asek kalo ga ada kamu "ucapnya Aya berteriak"
akupun bergegas masuk lalu menghampiri maulana ke kelas
"Sya kau sudah sehat kenapa tak mengabariku aku pasti akan menjemputmu "ucapnya maulana"tersenyum gembira dengan adanya diriku maulana yang sering terdiam seketika mengeluarkan suaranya yang bawel
"gak perlu aku tadi sama dewi berangkatnya "sahutnya nisya"
"huh,kemaren-kemaren gak kayak gini ngomong nya sepi aku yang banyak tanya aja di cuekin "ucapnya darma"
"udah jangan pada berantem sekarang aku udah ada disini "sahutnya nisya" pendamaikan mereka
"lama sekali kamu sakitnya Sya,sakit apa sih "ucapnya maulana" bertanya
"biasa kalo aku sakit gak sering tapi sekali sakit bisa lama "sahutnya nisya"
"kalo gitu harus jaga kesehatan biar gak sakit lagi "ucapnya maulana"
"pasti maulana "sahutnya nisya"
tiba-tiba Angga dan teman-temannya sudah ada di depan kelasku dan melambaikan tangannya kepada Dewi untuk menghampiri mereka,dewi pun meliat dan mengikuti suruhan mereka.
aku yang tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan di luar kelas tiba-tiba dewi masuk dan memanggilku dan menghampiriku
"Sya,kemari ada yang mau di bicarakan "ucapnya Nisya"
"Siapa ? ingin bicara "sahutnya nisya"
"temannya Angga "ucapnya Dewi"
dewi pun duduk kembali ke bangkunya sedangkan aku melangkah keluar kelas menuju temannya Angga
"Ada apa kak ? "ucapnya Nisya"
"lama sekali kau sakit,kita mau meliat keadaanmu sekarang "sahutnya teman Angga"
"udah sehat kok kak "ucapnya nisya"
"ada yang mau kakak bicarakan "sahutnya teman Angga"
"Apa kau menerima titip salam Angga padamu,dia sangat khawatir setelah kejadian tempo hari saat kamu pingsan tiap hari Angga ke kelasmu dan menanyakan keadaanmu pada teman-temanmu tapi teman-temanmu hanya mengabaikan pertanyaannya,dia sedikit emosi tapi tak bisa marah kepada teman-temanmu karena ini sekolah,terus dia ingat waktu mos mencari tau kedua temanmu itu Angga menyuruhku memata-mataimu dengan menanyakan sesuatu kepada temanmu banyak hal yang aku tahu dari temanmu itu,aku kesini untuk menyampaikan ini semoga kau menerima perkataanku dan menerima titip salam dari Angga,jadi aku tak sia-sia mendapatkan jawaban darimu dan menyampaikannya langsung kepada Angga "ucapnya Angga"
"terimakasih sudah menolongku sampaikan padanya sudah aku terima salam darinya "sahutnya nisya" karena berbalas budi kepada Angga waktu itu sudah menolongnya dan menggendongnya
"terimakasih apakah kamu ingin menjadi teman kita "ucapnya teman Angga" dengan mengulurkan tangan untuk berjabat sambil memberi senyuman lebar kepadaku
"dengan senang hati "sahutnya Nisya" aku pun mengulurkan tangannya menerima pertemanan mereka dan sambil memberi senyum
"ada lagi yang kakak bicarakan "ucapnya Nisya"
"udah dik udah itu saja,nanti jika aku memanggil dirimu apakah kau segera " ucapnya teman Angga"
"Iya kak,kapan kakak ingin memanggilku aku akan datang, sekarang aku bisa masuk soal ibu guru sudah melewati kita berapa menit yang lalu " sahutnya nisya"
"silakan " ucapnya teman Angga"
akupun berbalik dan melangkah keruang kelas dan berjalan ke arah bangkuku
"Ada apa Sya "ucapnya Darma"
"gapapa kok Dar "sahutnya nisya"
pelajaranpun di mulai sesekali maulana menoleh ke belakang dimana aku duduk di belakang Gani dan wajahnya pun keliatan cemberut,aku menjawab dengan kening menaikkan ke atas seolah-olah diriku tak mengerti tingkahnya
istirahat pun tiba aku dan darma bangun dari bangku dan berjalan keluar kelas menuju kantin saat itu aku lapar sekali sehabis sakit aku sering makan
sesampai di kantin ibu kantin meliatku
"Sya kenapa gak keliatan berapa minggu ini "ucapnya kak kantin"
"Iya kak,kemaren lagi sakit sebelum sakit aku di kelas aja "sahutnya Nisya"
"aku dengar-dengar sering berangkat-pergi sekolah sama maulana, apa kalian pacaran "ucapnya kak kantin"
"gak ko cuma teman aja kak "sahutnya nisya"
"baik sekali maulana itu,mau saja mengantarkan kamu kadang sering mengantarkan Gani juga kan "ucapnya kak kantin"
"baik tapi menyebalkan,maunya sama Nisya aja kak ke kita cuek abis "ucapnya dewi dan darma"
"suka sama Nisya mungkin "ucapnya kak kantin"
aku hanya terdiam dan tersenyum
"udah kak nasinya mana,ayo kita makan di kelas aja disini banyak sekali orangnya "sahutny Nisya" yang tak mau membahas lagi tentangnya
berjalan menuju kelas sesampai di kelas kita makan menghabiskan minuman dan cemilan kita
teman-teman yang pada asek tiduran dilantai kelas.bangkunya pun pada di geser semua,aku bertiga sehabis makan tertarik dan kita antarlah tempat makan kita menuju kantin lalu kita berlarian ke kelas lagi dan ikutan jungkir balik juga di situ,aku,darma,dan dewi lagi tiduran tiba datanglah Gani dan Maulana yang meliat kita tiduran kegirangan berlari menghampiri kita,mereka juga ikut tidur-tiduran,Gani tiduran di samping kanan aku sedangkan maulana di depanku duduk dan lalu mulai tiduran di samping kiriku dan menatap mataku dalam akupun membalas tatapanya dalam,dan tangannya pun mulai meraba-raba bibirku sangat lembut akupun merasakan sentuhannya walaupun saat itu bibirku tertutup dengan tisu kecil dan kedua mataku ku pejamkan aku tak tau apakah teman-temanku meliat atau tidak soalnya sangat berisik dengan sambil bercanda.tak lama kemudian suara bel berbunyi menandakan pulang sekolah kami pun beranjak beberes dan keluar kelas
aku yang berjalan ke arah keluar kelas Angga dan teman-temannya sudah duluan keluar dan berdiri di tangga meliatku sudah mulai memberikan senyuman, aku tak ingin memberikan harapan kepada mereka aku hanya meliat dan melewati mereka saja dan berjalan mengikuti langkah maulana
"kesini dulu Sya "ucapnya teman Angga"
"nanti saja aku buru-buru "sahutnya nisya berteriak karna sudah melewati tempat mereka dimana mereka berada
"jangan dengarkan mereka kau cepat pulang nanti mamamu khawatir "ucapnya maulana" seakan tak akan membiarkan aku berbicara dengan Angga
"keesokan harinya Aku dan Maulana semakin hari kita semakin di liat oleh teman-teman kita selalu dekat setiba di kelas waktu istirahat dimana darma dan Angga mengatakan sesuatu kepadaku di hari itu
sehabis kita makan Darma ingin mengatakan hal sesuatu padaku dimana hanya berdua ada di kelas itu sepertinya penting,
"Sya aku ingin bertanya sebaiknya kau jujur padaku "ucapnya darma"
"Iya Dar,mengenai hal apa "sahutnya Nisya"
"kamu kan temanan sama maulana apakah kau tak punya hati untuk pacaran dengannya "ucapnya darma"
"tidak kita hanya terikat sebuah sahabat kita sudah berjanji tak saling pacaran,kenapa kamu menanyakan hal semacam itu apa kamu tak percaya sama kita.walaupun kamu meliat dan semua disini aku dan dia bukan berarti aku pacaran dengannya mungkin saat ini dia sangat baik memperlakukanku seperti ratu "sahutnya nisya"
"maaf Sya aku tak bisa menahan perasaan ini dan aku bisa mengatakan hanya padamu apakah kamu bisa menolongku Sya,kamu kan sahabatnya aku kira ini waktu yang tepat untuk mengungkapkannya tapi tak berani langsung mengucapkan kepadanya jadi aku hanya bilang kepadamu tolong sampaikan ini ke maulana lebih jelasnya aku suka sama maulana,aku sering meliat kamu dan dia barengan mungkin aku menjadi pacarnya bisa sama seperti mempelakukanmu terhadapku "ucapnya darma dengan penuh harapan"
dalam hatiku pun terkejut mendengarkan pembicaraan darma apakah aku tak salah mendengar,menggungkapkannya perasaannya terhadap maulana kepadaku,akupun hanya terdiam sejenak memikirkan
"Dar kasih aku waktu buat bicara pelan sama maulana,dan aku harap kamu jangan berharap lebih darinya jika dia tak suka.tapi akan ku usahakan buat dirimu bahagia "sahutnya Nisya"
dengan nada pelan dan merasa sedih di hatinya mendengar sahabatnya ini punya rasa,aku pikir kamu dekatnya ama ferry ternyata aku salah pikiranku buyar saat itu,
"Sya "ucapnya dewi" tiba-tiba datang masuk kelas dan menghampiriku dan memanggilku
"Iya Wi, ada apa "sahutnya nisya"
"kemaren kenapa di cuekkin Angga ama teman-teman,Angga ingin bicara empat mata padamu "ucapnya Dewi"
"oh ya, aku buru-buru karena maulana ada kesibukan jadi aku pulang buru-buru "sahutnya Nisya"
"katanya kok sekarang Nisya sombong amat "ucapnya dewi"
"ih males kalo bahas ini,masa aku di bilang sombong namanya juga baru kenal,mana bisa aku langsung centil sama orang.aku sama maulana aja gak bisa langsung kita pelan-pelan menjalani sampai cocok gak bisa lah hanya bicara langsung klik ma orang "sahutnya nisya"mulai kesal
"Iya nanti aku sampaikan deh "ucapnya dewi"
bel pun berbunyi murid-murid pada masuk kelas,Gani dan maulanapun ikut masuk
aku menatap maulana dan maulanapun merasa kebingungkan gak biasanya aku menatap mata yang tajam
aku bingung harus bagaimana sahabatku mulai jatuh cinta dengan sahabatku lainnya,satu sisi akupun sudah mulai menyukainya pas ketemu awal mos apakah aku korbankan perasaanku buat sahabatku ini,menatap ke arah darma sahabatnya yang selalu menolongku apakah aku menolaknya aku tak ingin sahabatnya ini sedih ketika memilih egoku sendiri,walaupun hatiku juga sedih ketika mendengarkan perasaannya,dan aku menatap ke arah maulana apakah sahabat kita putus sampai disini ketika kamu memiliki pacar apakah aku penting lagi buatmu,ku harap tidak darma takkan sekuat itu menahan ketika kita bersama-sama "Rintih dalam hatinya Nisya"
sepulang sekolah darma memanggilku
"Sya,jangan lama-lama nya kalo perlu kamu pulang saatnya nanti tolong sampaikan "ucapnya darma"
"sepulang dari sekolah aku dan maulana menuju rumah pada saat di jalan aku bicara denganya
"maulana "ucapnya nisya"
"Apa Sya "sahutnya maulana"
"Aku ingin bicara dan santai saja kita pulangnya "ucapnya Nisya"
"mulai tadi wajahmu keliatan sedih ada apa Sya "sahunya maulana"
"Sepertinya Darma menyukaimu "ucapnya Nisya"
"Tapi aku tak menyukainya,aku sudah yaman denganmu apa itu kurang jelas bagimu "sahutnya maulana sedikit meninggikan suaranya seakan-akan dia takkan ingin di ganggu hubungan kita
"tapi maulana "ucapnya nisya "sontak bicaranya terputus karena maulana memotong bicaranya
"aku tau kamu di kelas dengannya tadi membicarakan diriku bukan,kenapa kamu tak menolaknya ini kamu malah memberi dia harapan seolah-olah aku menerimanya "sahunya maulana"
"bukan begitu maulana,dia sahabatku sudah lama aku kenal apa mungkin aku langsung menolaknya "ucapnya Nisya"
"jika aku menjawab tidak bagaimana kamu menjelaskan terhadapnya "sahutnya maulana" merasa marah terhadap sikapnya darma
"aku tak menyukai cewe itu yang selalu mengganggu kedekatan kita,aku susah payah pelan-pelan dan sudah merasa yaman buat kita sudah seperti ini dia datang untuk cuma menghancurkan sahabatan kita "ucapnya maulana" dengan lantang
"pliss maulana jangan menolak sahabatku seperti itu,mungkin dengan berjalannya waktu kamu bersamanya mungkin ada kecocokan "sahutnya Nisya"
"akan aku pertimbangkan " ucapnya maulana" akhirnya sampai rumah wajah maulana sepertinya marah kepadaku lalu pergi meninggalkanku tanpa pamit
malamnya pun tiba aku sedang memikirkan perasaanku terhadap maulana apakah aku telah mengorbankan rasaku demi sahabatku itu,biar lah rasa ini ku pendam dalam-dalam sampai kemana akhirnya,tiba suara ponselku berdering aku maulana menelponku
"Hallo Sya "ucapnya maulana"
"Iya ada apa nelpon malam-malam begini "sahutnya nisya"
"aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu "ucapnya maulana"
"katakanlah "sahutnya nisya"
"Aku ingin kamu menjadi pacarku,aku punya rasa dari awal kita mos kamu beda Sya tak semua orang kamu jadikan sahabat,aku sangat beruntung menjadi sahabatmu tapi aku ingin kita lebih jauh dekat dari sahabat Sya,apakah kamu mau jadi pacarku "ucapnya Maulana"
"Maaf maulana aku tidak bisa menerima ini terlalu cepat bagiku,"sahutnya nisya" dalam hatiku berbicara berarti selama ini perasaan kita sama maulana tapi aku sudah berjanji kepada sahabatku itu tidak akan pernah menjadi pacarmu"
"aku mohon Sya aku tak ingin kita putus sahabatan,jika darma menginginkan hal itu aku akan menolaknya "ucapnya maulana dengan hati memohon
"bagaimana dengan darma aku sudah berjanji dirimu kepadanya,bagaimana jika kita pacaran kalo dia tau akan sedih baginya menerima ini,jadi maafkan aku kita hanya sebatas sahabat gak lebih "sahutnya nisya" telpon pun terputus
"Baik lah jika kamu inginkan itu dariku untuk menerima sahabatmu itu akan aku terima besok ,tapi jangan salahkan aku jika sahabatmu dengan syarat dia takkan pernah berharap bahagia bersamaku karena aku tak suka,hubungan kita di hancurkan begitu saja olehnya.dan jangan melarangku untuk menjemput dan mengantarmu pulang ketika dia sudah ku antar kerumah,aku akan mengantarmu juga "ucapnya maulana" sudah kesal
keesokan tiba di sekolah darma pun langsung menanyakan,
"Bagaimana Sya apa kau sudah bilang kepadanya " ucapnya darma" berharap balasannya darinya
"Dar maafkan aku,nanti ku usahakan lagi yah "sahutnya nisya"
seketika pembicaraan kita di dengar oleh teman-teman lain maka merekapun memcoblangkan mereka aku hanya diam duduk di bangku
"Bagaimana jika kita bantu buat pastikan kamu pacaran sama maulana,dar "ucapnya Aya"
"apakah kalian berhasil "sahutnya Darma"
"maafkan aku Sya aku tak perlu bantuanmu lagi "ucapnya darma kepadaku,aku hanya diam membisu duduk di bangku meliat kejadian dimana teman-teman di kelas menemukan antara darma dan maulana, Gani pun ikut mencoblangi mereka. ruangan kelas itu sangat ricuh untuk mempersatukan mereka dengan tatapan maulana masih marah kepadaku dia juga hanya diam dan berjalan menemui darma karena dorongan teman-temannya,yang di kelilingi teman-teman untuk menyaksikan pertemuan mereka berdua.
"Apakah kau ingin menjadi pacarku "ucapnya maulana" kepada darma yang saat itu wajahnya merah merona
"Iya aku ingin menjadi pacarmu "sahutnya darma" dengan cepat memberi jawaban dan sambil tersenyum lebar teman-teman lain pun bersorak dan memberi ucapan kepada mereka
Aku yang mendengarkan mereka yang sudah jadian
rasanya sakit sekali,tapi aku harus kuat meliat sahabatku sudah bahagia dan aku pun ikut senang,mereka pun kembali ke bangku mereka masing-masing
darma yang duduk di sampingku penuh kegirangan dan tak henti-hentinya tersenyum lebar berkata kepadaku
"Sya aku tak menyangka secepat ini,maulana mengatakan sesuatu kepadaku "ucapnya darma" sambil memegang tanganku
"Apakah kamu senang,selamat yah dar kamu udah menjadi pacarnya maulana,selamat juga maulana "sahutnya nisya" dengan tersenyum,aku yang mengucapkan nama maulana.maulana pun menatapku dengan tatapan dan wajah yang mungkin terlalu kesal kepadaku
"Iya Sya senang sekali "ucapnya Darma"
"Nanti pulang aku antar kamu ya "ucapnya maulana" sambil menyentuh tangannya darma aku pun memandangnya seketika menjauhkan padangan itu,aku tak mau terlalu sedih
"Iya sayang "sahutnya darma"
pelajaran Awal sudah selesai menunjukkan waktu istirahat masing-masing murid keluar kelas,darma dan sahabatku mengajakku ke kantin tapi waktu itu sangat tak bersemangat lagi
"Ayo Sya kita makan "ucapnya Darma" sambil berdiri
"aku tak lapar dar,kamu dan teman-teman saja ke kantin "sahutnya nisya"
"Ya sudah kita ke kantin dulu "ucapnya Darma"
"kalian saja duluan ke kantin nanti aku yusul ada yang aku kerjakan "ucapnya maulana" dengan alasan untuk tidak ikut bersama mereka
mereka pun keluar kelas menuju kantin,tinggal kita bedua saja di ruangan kelas tersebut
maulana yang sedang duduk di depanku,badannya membalik ke belakang ke arahku dan berbicara kepadaku
"Puas kamu Sya,sebenarnya aku tak menyukainya aku hanya menyukaimu. Aku mengatakan dan menerima suatu darinya keterpaksaan kamu yang menyuruhku bukan dari hatiku. tapi kau tak mempunyai hati sedikit kepadaku kita sudah bersama-sama apa kamu tak peka terhadap sikapku ke kamu "ucapnya maulana dengan muka sedih"
"aku bahagia dan terimakasih sudah menerima sahabatku itu,mungkin awalnya masih canggung maulana kalo sudah di jalani.coba lah untuk menjalani bersamanya jika kau tak cocok terserah kamu untuk mengakhirinya tetapi aku sudah menepati janjiku terhadapnya "sahutnya nisya"
"aku janji hubungan aku dan darma tak akan berjalan lama,akan aku putusi dia dan aku hanya kamu tak ada yang lain "ucapnya maulana" sambil berdiri meninggalkan aku dan keluar kelas
bagaimanapun caranya aku tak bisa menyakiti sahabatku itu,aku tak ingin sahabatku sedih ketika aku dan maulana pacaran bagaimana nantinya aku tak ingin di salahkan dan apalagi semua teman-teman ku tau mereka sudah pacaran aku akan di bilang mereka orang ketiga menghancurkan hubungan mereka aku tak ingin hal itu terjadi."pikirku"sambil kepalaku tiduran di atas meja dan mengantuk
tiba-tiba teman Angga muncul dan menghampiriku
"Sya "ucapnya teman Angga"
"Iya "sahutnya nisya" sontak terbangun
lagi-lagi dia emang gak ada hari lain apa hanya mengganggu ku saja,yang aku lagi gak mood hari ini "dalam hatinya berbicara
"Ih yang kemaren sombong sekali sih,kita mencoba memanggilmu tapi kamu malah lebih memilih terus berjalan "ucapnya teman Angga"
"maaf kak,aku harus buru-buru pulang badanku masih belum fit "sahutnya nisya"
"kakak kesini mau bilang Angga pengen menemuimu mau bicara empat mata "ucapnya teman Angga" tersenyum
"empat mata mau bicara soal apa kak "sahutnya nisya masih binggung soal Angga
"kayak hari ini waktunya pas kamu lagi sendiri disini,dan aku akan panggil Angga kemari tunggu kamu disini jangan-jangan kemana "ucapnya teman Angga" berlari ke arah keluar kelas
tak lama kemudian Angga pun dan temannya Datang menghampiriku
"Ini Nisyanya apa sobatku ingin bicara kepadanya "ucapnya teman Angga"
"Iya,bolehkah tinggalkan kami berdua disini "ucapnya Angga"
"ok,silakan kalian bicara aku akan keluar "sahutnya teman Angga"
"kalo teman aku nakal,berteriak lah aku akan membantumu lagian aku menunggu di depan kelasmu "ucapnya teman Angga bercanda kepadaku
"berisik ayo cepat sana pergi "sahutnya Angga mendorong temannya itu keluar"
"Angga pun duduk di bangku maulana,dan menatapku tajam dan tersenyum lebar dengan tangan menyentuh dan menarik kedua tanganku berbicara
"Sya aku ingin bicara kepadamu empat mata,apakah kamu ingin mendengar ocehanku "ucapnya Angga tersenyum sambil memandangku
akupun berbicara dalam hatiku seakan-akan aku menyebutkan nama maulana mungkin ini pertanda kita tak di takdirkan bersama dan akupun tak ingin menyakiti sahabatku jika Angga kemari untuk mengatakan perasaannya aku harap begitu aku akan menerimanya langsung walaupun jujur aku tak menyukainya,hanya menganggap kakak kelas yang harus sopan berbicara kepadanya
"Iya kak bicaralah aku akan mendengarkan "sahutnya Nisya dengan tersenyum balik
"pertama Jujur Sya aku berhari-hari ini gelisah ingin menemuimu sejak kau sakit,aku ingin kerumahmu tapi aku tak tau alamat rumahmu,aku yang sedang duduk di tangga menunggumu lewat dan anak-anak sekolah yang lagi ngumpul tak melihat kehadiranmu di situ,aku bingung mencarimu kemana lagi
aku tak bisa tidur selalu memikirkan dan membayangkan dirimu.akhir-akhir ini kamu jarang keluar kelas,aku ingin ke kelasmu tapi selalu ada temanmu duduk di sampingmu. hari ini lah yang tepat aku tak bisa lagi menahan perasaanku ini Sya
"kedua hari ini aku senang langsung bisa berbicara dan memandangmu tepatnya di hadapanku hanya aku dan kamu disini jadi aku bisa leluasa mengungkapkannya sejak awal mos aku selalu memperhatikan gerak-gerik dengan tingkah laku lucumu karena aku tidak di tugaskan jadi pengawas waktu itu aku meliat dirimu dari kejauhan sering aku tertawa terpingkal-pingkal meliat dirimu berlomba-lomba siapa dapat nilai terbaik,apakah kau tau siapa menilai dirimu waktu itu
"Siapa kak "sahutnya nisya" memotong pembicaraannya
"Aku.Aku yang menilai hasil mos waktu itu hasil masing-masing satu orang,saat sertifikat penilaian dirimu adalah aku yang megangnya.Makanya nilaimu selalu baik tak ada yang curang.disitulah aku mulai menyukaimu maafkan aku,aku hanya ingin kamu mengetahuinya saja"
"ketiga Aku menyuruh temanku untuk mencari info-info kepada kedua temanmu itu,di saat kamu sakit aku sudah tau sifat dan sikapmu seperti apa jadi semakin kesini aku malah tambah penasaran apakah mereka ucapkan itu benar tapi memang benar kamu sangat sulit aku temui,
aku ingin mengenalimu lebih dekat lagi,aku juga tau kamu sering pulang bersama maulana dan aku juga tau status temanmu saat ini sudah memiliki pacar setidaknya ada peluangku untuk mendekatimu dengan pelan.aku juga tau kamu dan aku adalah kesayangan kepsek sedikit berbincang aku dengan kepsek waktu kamu sakit.mungkin kepsek mendengarkan aku dan temanku membahas dirimu waktu itu dekat kantornya langsung kepsek menghampiriku dengan tersenyum dia bilang kepadaku berusaha harus mendekatimu jangan terburu-buru,dan memberiku semangat.aku malah bersemangat banyak yang mendukungku hal ini aku merasa tak masalah jika ingin bersamamu"
"keempat perasaanku sudah lega semua sudah aku sampaikan ke kamu,walaupun aku sangat gugup pertama kalinya aku berhadapan seorang wanita cantik dan polosnya.rinduku sudah terbayar hari ini ketika meliatmu sekarang.aku ingin mengatakan hal penting,jika kamu menolaknya aku yakin ini terakhirku berbicara kepadamu dengan perasaan banyak berharap kepadamu aku ingin kamu menjadi pacarku Sya,apakah kamu ingin kita sama-sama.
akupun bisa mengantarkanmu pulang,tapi tak lagi maulana mungkin kamu juga takut terjadi sama darma jika dia memiliki kecemburuan nantinya terhadapmu jika itu di teruskan
Aku pun berpikir sejenak dan merenung mungkin ini jalannya untuk mengakhiri sahabatan kita yang selama ini kita jalani,dan aku pun juga merasa kecewa terhadap maulana sikap maulana yang selalu mengiyakan kata-kataku tidak berusaha untuk menolak ajakan darma,jika dia mencintaiku dia takkan menerima dan membuka hatinya untuk yang lain walaupun aku yang memaksa.
"Apa yang sedang kau pikirkan Sya,apa aku kurang menjelaskan sehingga kau terdiam "ucapnya Angga"
"Aku pikirkan dulu kak,aku bingung harus jawab apa.lagi pula kita hanya baru mengenal aku gak bisa secepat ini.beri aku waktu satu sampai dua hari akan aku pikirkan jawabannya"sahutnya nisya"
Angga pun mencoba memahami keadaanku,yang mana sahabatku memulai pacaran hari ini dan dia pun mengungkap rasanya dengan waktu yang bersamaan
"aku memakluminya Sya,kamu masih terkejut dengan masalah sahabatmu itu,ok aku akan tunggu jawabannya sampai besok "ucapnya Angga"
tiba-tiba datang Maulana masuk ke kelas dan mendekat
"oh maulana,nih sahabatmu datang maaf bangkumu aku duduki. aku mengharapkanmu Sya "ucapnya Angga beranjak meninggalkan tempat kelas itu"
"Apa yang terjadi Sya kamu dan Angga,semua orang berdiri diluar kelas gak ada yang berani memasuki kelas kita,aku menerobos masuk aku kira ada yang terjadi kepadamu setau aku,kamu saja sendiri di kelas ini "ucapnya maulana" khawatir
"Angga bilang apa kepadamu "ucapnya maulana" berulang kali menanyaiku
"ga ada apa-apa,dia hanya khawatir saja terhadapku "sahutnya nisya"
"Aku tau dia sekarang menyukaimu,apa tadi dia mengatakan hal sesuatu kepadamu "ucapnya maulana" mengepalkan tangan den geram
"Iya tadi dia mengungkapkan perasaannya kepadaku "sahutnya nisya"
"Apa-apa kamu jawab,aku ingin kamu menolaknya Sya aku ingin kita sama-sama,ku pastikan aku dan darma segera putus "ucapnya maulana"
"apa kamu sedang gila baru saja pacaran kamu mau kalian putus,seenaknya saja menyakiti sahabatku,apa kamu setega itu mengatakan kepadanya "sahutnya nisya dengan kesal"
"tapi aku mohon Angga kau tolak saja dia,aku akan adil kepadamu dan darma "ucapnya maulana"
"gak bisa kita begini terus lama-lama darma akan tau kamu sering mengantarkanku pulang "sahutnya nisya"
bel berbunyi menandakan masuk
setibanya darma dan teman-teman masuk ke kelas
darma yang datang lalu duduk disampingku berbicara
"so sweet ya hari ini diam-diam ada pengemar rahasia, "ucapnya Darma"
"ohh siapa "sahutnya Gani"
"siapa lagi kalo bukan Angga,Aku dan teman-teman ingin masuk kelas di larang sama teman-temannya Angga "ucapnya Darma"
"berarti kamu sudah tau Angga Kemari "sahutnya Nisya"sambil malu-malu
"Tau lah kami harap kalian juga jadian,makanya kita gak mau kalian terganggu kehadiran kami.makanya kita gak masuk kelas tapi kau malah minta waktu apa sih yang kamu pikirkan. kamu juga belum punya pacar sekarang.gimana nanti kami yang coblangin kalian sampai kalian jadian "ucapnya darma"
"Iya Sya "sahutnya dewi"
"Apa-apaan sih kalian,aku masih belum fokus pacaran tau ga "sahutnya nisya"
"kalian juga kan bilang kepribadianku sama Angga "ucapnya nisya"
"maaf Sya,lagian Angga ingin tau sosokmu seperti apa jadi kami ceritakan semua kepadanya,apa kamu tak suka Sya "sahutnya darma"
"Aku tak suka tapi mau protes apa lagi kalian sudah terlanjur bilang kepadanya,nanti kali kalian beritau aku dulu "ucapnya nisya"
"Iya nanti aku tanyakan dulu,maaf ya Sya.kita pengen sahabat kita juga bahagia saat ini "ucapnya Darma"
"aku bahagia,aku senang meliat kalian sudah jadian tapi jangan bawa-bawa aku juga buat jadian sama Angga" sahutnya nisya"
"tapikan mereka ingin mendengar jawabanmu "ucapnya darma"
"itu masalahku,aku yang memikirkan jawabanya besok "sahutnya nisya"
maulana yang tadinya masih marah dan kesal kepadaku masih sempatnya mengantarkanku pulang setelah mengantarkan darma pulang sekolah,tak ada satu katapun yang terlontar dimulutnya maulana dan aku pun sesekali menghela napas panjang hanya bisa diam dan menatapnya setibanya dirumahku maulana tak lagi berpamitan dan mendiamkan ku begitu saja ia pun langsung segera pulang
Berlanjut keesokan pagi biasanya pagi-pagi sudah ada yang memanggilku dari luar tapi hari ini sesosok itu tak lagi kemari,aku masih marasa suaranya terngiang terus di telingaku ketika ia sedang memanggil namaku,aku kangen dan aku ingin bersamanya lagi tapi waktu telah berbeda,sesosok itu tak lagi menjadi milikku sudah menjadi milik orang lain, "lirih hatiku merasakan kesedihan"
aku pun melangkah kan kakiku sendiri kesekolah
sesampainya di gerbang sekolah ada yang selalu menungguku di tangga sosok pria tampan terfavorit di sekolahan itu ialah Angga dan kedua sahabatnya
"Aku berjalan pelan dan ingin melewatinya,sontak Angga tiba-tiba berdiri dan menghalangi langkahku menuju kelas
"Sya apa kamu sudah Ada jawaban "ucapnya Angga"
"Malu ka teman-teman nanti pada liatin kita seperti ini,dan sikap kakak seperti kekanakan saja "sahutnya nisya"
Angga pun memberi jalan,dan aku pun meneruskan langkahku menuju kelas,aku meliat maulana yang lagi duduk di bangkunya lagi asik ngobrol sama temannya,dia tak melirikku sedikit pun
apakah maulana masih marah kepadaku "ucapnya nisya dipikirannya
akupun melanjutkan kakiku berjalan ke bangku,ku taruh tasku dan diam akhir-akhir ini aku banyak mendiam kan diri berusaha kuat.
belajar pun sudah di mulai,dimana biasanya kita enjoy,happy mengerjakan tugas sambil ngobrol di meja kita berempat tapi saat itu hening tanpa ada yang memulainya,aku dan maulana pun tak saling sapa dari pagi aku tak ingin maulana bertambah marah kepadaku makanya ku putuskan untuk mendiamkannya sejenak
setibanya istirahat aku keluar kelas menuju kantin beli minuman dan cemilan dan aku langsung kembali ke kelas,aku tak ingin mendengarkan ataupun meliat kejadian antara mereka berdua yang lagi asik bersama
setibanya di kelas yang tak ada satupun orang disitu aku duduk menghabiskan makananku,maulana masuk dan duduk di bangkunya bebalik menghadapku
"Maaf Sya, Aku bangun tidur kesiangan,jadi aku tak menjemputmu pagi tadi hanya sempat menjemput darma "ucapnya maulana"
"gapapa maulana harus nya kamu selalu begitu jangan memikirkan soal diriku pikirkan saja tentang kalian berdua "sahutnya nisya"
"tapi sya aku tak bisa membohongi perasaanku terhadapnya aku tak menyukainya aku hanya terpaksa "ucapnya maulana"
"cukup maulana,ini terakhirnya kau berbicara kepadaku.jika kamu mengetahuinya aku hanya mengnggapmu teman tak lebih "sahutnya nisya"
terus datang darma dan berkata
"apa yang kalian bicarakan,aku mendengar sedikit ada keterpaksaan dalam obrolan kalian "ucapnya darma"
"jangan salah paham kamu dar,aku memberi saran kepada nisya tentang Angga.aku bilang jangan ada keterpaksaan nanti hati orang akan sakit jangan memberi harapan palsu jika dia tak menyukainya "sahutnya maulana tak ingin darma curiga"
"benar itu Sya,apakah kau sudah ada jawabannya "ucapnya Darma"
"belum Dar "sahutnya nisya" merasa kebingungkan
"Kalo begitu Aku saja yang menjodohkan,ku pastikan kalian hari ini jadian,setidaknya kamu membuat diriku senang Sya "ucapnya maulana"
"jangan maulan biarkan saja dengan berjalan sendirinya "sahutnya nisya"
"kalo begitu aku akan putus hari ini dengan darma "ucapnya maulana kesal kepadaku"
aku dan darma mendengarkan ucapannya kita sama-sama terkejut yang mana darma gak ingin putus hampir mau nangis,dan wajahku pun sedih dan menatap mata maulana dengan tajam
bagaimana bisa begini memaksaku yang aku tak menyukainya "dalam hati nisya"
Anggap kita sama Sya"ucapnya maulana"
darma yang tak mengerti alur cerita kita dia hanya diam dan menginginkan ku untuk menerima Angga menurutnya jalan satu-satunya mempertahankan hubungan mereka adalah aku mau menerima Angga
"Iya Sya mungkin kamu segera menerimanya,aku tak ingin hubungan aku sama maulana berakhir sesingkat ini "ucapnya darma"
"sahabatmu yang mengingin itu darimu apa jawabanmu "ucapnya maulana"
mataku yang sedikit berair maulana yang menatapku malah menunduk saat itu,tak lagi melanjutkan bicaranya
kamu sudah banyak bicara maulana,seakan-akan aku tak bisa berkata-kata lagi "dalam pikirannya"terdiam dan memikirkannya
"Ok bilang kepada Angga,Aku menerima jadian ini "ucapnya nisya" tegas kira maulana aku akan menolaknya tapi tidak mata maulanapun sontak terbelalak mendengar jawabanku tapi dia mengeleskan pandangannya sepengetahuan darma
"benarkah Sya,terimaksih sya kau teman baikku,akan aku sampaika. kepada Angga "ucapnya darma" sambil memelukku aku dan maulana berkata dengan gerakkan mulutnya
"Apa,kau menerimanya"gerakan mulut maulana"
selepas darma memelukku dia berlari menuju kelas nya Angga,
"bagaimana rasanya di paksa sakit bukan begitu juga denganku,kau paksa aku dengan darma yang tak aku sukai dan begitupun sebaliknya kau tak menyukai Angga,aku dulu lebih tau sifatmu Sya "ucapnya maulana"
Angga tiba-tiba muncul betapa bahagianya di wajahnya dan darma pun ikut berjalan di belakangnya melangkahkan kakinya memghampiri,aku bergegas berdiri sedangkan maulana berbalik kita sama-sama meliat ke arah mereka.Angga yang telah duduk di sampingku berbicara
"Sya apa aku salah mendengar ini,darma bilang kamu sudah bersedia menjadi pacarku "ucapnya Angga menyentuh tanganku sambil tersenyum lebar
aku yang meliat ke arah maulana,maulana membalas dengan gelengan kepala menandakan bahwa ia menyuruhku menolak Angga
Aku yang tak ingin menyakiti darma,aku hanya bisa mengangguk bahwa diriku sudah menerima sebagai pacarnya Angga
maulana yang meliat kami,dia langsung keluar darma pun mengikuti langkahnya
"Terimakasih sayang kamu sudah menerima diriku menjadi pacarmu,aku berjanji selalu ada untukmu "ucapnya Angga" dengan senang
"Iya sama-sama kak "sahutnya nisya"tersenyum
"jangan panggil kakak,tapi sayang panggil aku sayang "ucapnya Angga"
"aku masih belum terbiasa kak "sahutnya nisya"
"gapapa aku maklumi,lama-lama juga terbiasa kalo kamu sering memanggilku sayang "ucapnya Angga"
"Iya kak "sahutnya Nisya" dengan datar
"Ya sudah Sayang, aku ingin memberitahukan kepada teman-temanku bahwa aku sudah memiliki pacar secantik dirimu,sehingga semua cewe di sekolahan ini tak akan ada yang berani lagi menggangguku "ucapnya Angga"
Kemudian Angga pun menuju keluar kelas,
tiga bulan sudah kita menjalani hubungan aku sama Angga semakin dekat,dia selalu ada dimana aku memerlukannya sedangkan maulana pun juga selalu ada buat darma kita semua menjalani hubungan yang sangat baik tapi bedanya aku sama maulana hubungan kita semakin merenggang dimana pasangan kita selalu ada dan tak ada waktu kita berdua untuk berbicara lagi
suatu hari ketika pulang sekolah darma mengajak kita mampir kerumahnya untuk menonton film horor
darma pun mencari waktu yang pas ketika orangtuanya tidak ada di rumah,lagi keluar kota pada waktu itu kita ngumpul bareng ada sekitar sembilan orang
dimana ada dewi,tina,darma dan aku,yang lain maulana ,gani dan Angga bersama kedua sahabatnya itu
Sepulang sekolah masih mengenakan seragam kita langsung menuju kerumahnya darma,beberapa menit kemudian kita sampailah disana selagi kita disana sambil menunggu sahabatnya Angga.darmapun berjalan memasuki rumahnya
"ayo kalian masuk saja "ucapnya Darma"
"gapapa nih kita masuk "ucapnya Angga"
"Gapapa orangtuaku lagi keluar kota jadi gak ada siapa-siapa disini,ya anggap saja kalian temani aku disini biar gak kesepian "ucapnya darma"
"tunggu sebentarnya aku siapin minuman dan cemilan buat kalian "ucapnya darma"
"udah gak usah repot-repot dar "sahutnya Gani" bercanda
"Gapapa "ucapnya darma sambil melangkah menuju dapur dan aku sama dewi mengikutinya setelah selesai menyiapkan kami pun keluar dari dapur meletakkan minuman dan makanannya.lalu darma menuju ke televisi menghidupkannya dan menyetelkan film horor
lalu darma menuju ke arah mendekati maulana dan memberinya minuman,aku yang duduk berjauhan Angga pun juga menghampiriku.
film pun di mulai kita fokus ke filmnya tiba-tiba padahal suaranya sudah pelan tapi musiknya pun terdengar jedarrrrrrr kitapun seketika kaget semua disitu jantung kita hampir copot
setelah yang kita rasakan semua sama,kitapun tertawa lepas disitu
"Gila film jantungku mau copot,coba Sya kau pegang dadaku begitu gemetarannya aku "ucapnya Angga" tertawa
"aku juga begitu Angga,kita semua terkejut "sahutnya nisya" tersenyum
Angga yang tadinya duduk di sampingku mencoba merebahkan kepalanya ke pahaku tangannya sesekali mencubit pipiku,aku ingin sekali menolak tapi disitu banyak teman-teman,aku yang meliat ke arah maulana dengan tak enak hati dia pun ikut merebahkannya kepalanya ke paha darma,darma pun mengelus-eluskan tangannya ke kepala maulana akupun mengalihkan pandanganku untuk melanjutkannya menonton.
Setahun sudah lamanya orangtuaku memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit dimana lokasi rumahku dengan pekerjaannya itu sangat lah jauh akhirnya orangtuaku tinggal disana sementara waktu,sedangkan aku di rumah tinggal hanya sendiri awalnya aku masih bisa menerima orangtuaku hanya bisa datang dan pergi sesekali menjengukku,tapi orangtuaku berapa bulan bekerja disana mereka tak akan kembali lagi kesini,akupun hanya bisa pasrah pada waktu itu karena aku masih memikirkan sekolah,berbulan-bulan mereka bekerja dengan penghasilannya tak memenuhi kebutuhannya dan tak lagi mengirimku jatah bulanan dan akhirnya aku mencari pekerjaan separoh waktu,seusai sekolah aku mulai bekerja tapi terkadang sepiku membalutiku sampai aku tiap harinya menangis sehabis pulang sekolah karena selalu memikirkan orangtuaku dan akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti orangtuaku
dan memutuskan berhenti sekolah terakhir kalinya aku menginjakkan kaki ku di sekolah aku berjalan mengelilingi semua sekolahan sambil menangis apakah berakhir seperti ini jika orangtuaku bekerja disini mungkin aku masih bisa sekolah dan meraih cita-citaku tapi itu sebuah angan.Angan yang jauh sekali buat aku genggam hari itu aku benar-benar sendiri semua temanku heran meliat tingkah lakuku aku yang tak ngumpul bareng lagi,aku hanya fokus perihal diriku untuk memutuskan jalan mana yang aku pilih sedangkan di sekolahan maulana sudah menjadi milik darma seakan-akan aku juga tak bersemangat lagi,sedangkan Angga yang hanya memikirkan hatinya bahagia tapi aku tak bahagia.
"setibanya di kelas Aku menghampiri mereka mencoba berbicara kepada kedua sahabatku dewi dan darma
"dar,wi sebelumnya aku minta maaf ke kalian mungkin aku ada salah atau tidak "ucapnya nisya" sedih
"kenapa berbicara seperti itu,emang kita ada masalah apa "sahutnya darma" terheran-heran
"gak ko dar aku cuma mau bilang besok aku mau berangkat bokapku besok menjemput "ucapnya nisya"
"terus sekolahmu bagaimana ayo lah jangan bercanda begini trus aku dan dewi bagaimana jika kamu tak ada "sahutnya darma"
"masih ada teman yang lain,lagian maulana juga ada aku percaya maulana tak menyakitimu ketika diriku tak ada "ucapnya nisya"
dewipun bergegas keluar kelas memanggil maulana
"mau kemana Wi "ucapnya nisya"
"maulana harus tau semua ini kamu akan pergi "sahutnya dewi"
"Wi jangan sampai dia tau "ucapnya nisya"tapi keduluan dewi pergi
tak lama maulana pun cepat-cepat masuk ke kelas dan menghampiriku
"Sya apa yang di katakan dewi benar" ucapnya maualana"
"Iya emangnya kenapa jika aku pergi "sahutnya nisya"
"Sya kamu ingin kemana,kamu takkan ku biarkan pergi disini ada kita yang selalu menemanimu"ucapnya maulana"
"tapi aku kangen orangtuaku maulana mungkin ini jalannya ku tak di ijinkan sekolah lagi.maafkan aku maulana"sahutnya nisya"
maulanapun tak lagi menghentikan keputusanku lalu dia melangkahkan kakinya kembali ke bangkunya termenung dan mereka pun ikut menangis dan memeluk diriku terakhir kalinya
"apakah Angga tau semua ini "ucapnya dewi"
"nanti sepulang sekolah aku menemuinya "sahutnya nisya"
Angga dan teman-temannya dan kelas lain terlebih dahulu pulang sekolah.Angga yang selalu menungguku di depan kelas,waktu itu kelas aku pulang sedikit terlambat,sejam kemudian kita pun pulang aku dan teman-teman melangkahkan kaki keluar kelas
Aku tak sedikit pun memikirkan Angga tapi Angga selalu baik kepadaku
"Ayo Sya kita pulang aku sudah lama menunggumu "ucapnya Angga" menarik tanganku
"maaf aku terlambat,guru kita memberi tugas sangat banyak jadi harus di selesaikan hari ini juga "sahutnya nisya"
Sesambil kita pulang dia sambil mengobrol tapi aku tak mendengarkan perkataannya aku melamun mengingatkan apa yang terjadi saat waktu di kelas aku dan maulana berbicara mengenai tadi.
aku harap Angga juga bisa menerima keputusannya hari ini
sesampai di halaman rumahku aku berbicara
"Angga "ucapnya nisya"
"Iya sayang "sahutnya Angga" sambil bercanda
"maafkan aku Angga,aku besok tak lagi ke sekolah "ucapnya Nisya"
"emang ya ada apa tiba-tiba kamu bicara begitu "sahutnya Angga"
"Iya Angga aku lagi serius,Aku besok ikut orangtuaku merantau "ucapnya Nisya"
"benarkah,bagaimana diriku bagaimana hubungan kita sudah berbulan-bulan lamanya kita jalani.aku tak pernah sebahagia ini tanpamu,setega itu kah dirimu meninggalkanku begitu saja "sahutnya Angga" merasa sedih terlihat di wajahnya
"Iya maafkan aku Angga,aku memutuskan berhenti sekolah dan hubungan kita pun juga berakhir sampai disini aku harap kau bisa menerima ini dan aku yakin kau bisa bahagia tanpa diriku "ucapku nisya" semakin hati ya sedih terpisah dengan sahabat-sahabatnya
"kalau itu yang kamu inginkan aku bisa apa,kau sudah memutuskan hubungan kita tanpa kita bicara sebelum kau memutuskan untuk pergi,apa kau kurang bahagia bersamaku "sahutnya Angga" merasa hancur hatinya
"Aku bahagia selama ini bersamamu dan hubungan kita tak pengaruh urusannya masalah diriku untuk pergi,aku pun tak berniat menyakiti perasaanmu andai saja orangtuaku masih disini mungkin kita akan tetap bersama-sama tapi aku lebih memilih orangtuaku "ucapnya Nisya"
"mungkin berhari-hari atau berbulan-bulan untuk memulihkan hatiku ini Sya,yang seharusnya aku bahagia bersamamu tapi tak hari ini aku benar-benar sakit hati Sya,aku mohon sisakan waktumu bersamaku dulu,kita menghabiskan waktu bersama-sama "sahutnya Angga" berharap
"maaf Angga aku tak bisa untuk itu,aku akan tetap pergi besok.semoga hari-harimu lebih menyenangkan dan jangan lupa jaga kesehatanmu "ucapnya Nisya"
"terimakasih kamu telah mengantarkanku pulang terakhir kalinya,sampai jumpa Angga aku masuk dulu "ucapnya nisya"
"Iya Sya sama-sama "sahutnya Angga" Angga pun menyetir mobilnya dan meninggalkan halaman rumahku sesakali dia menolah ke arahku
"besok dimana aku sudah siap untuk pergi meninggalkan sekolahku,teman-temanku,dan meninggalkan Angga dan rasaku pada maulana.Aku yang tak ingin menyakiti hati siapa-siapa maka jalan inilah yang ku ambil.
berbulan-bulan lamanya Aku pergi dari kampungku,hubungan kita tetap berjalan dengan baik lewat komunikasi lah aku dapat kabar dari dewi dan kedua sahabat Angga.
Dimana keadaan hubungan Maulana dan Darma,hubungan mereka tak baik-baik saja setelah aku pergi maulana emang dari awal tak menyukai darma dia bertingkah seenaknya saja terhadap darma.maulana ingin memutuskan hubungannya bersama darma,tapi darma yang sudah mencintainya dalam tak mau di putusi.sehingga maulana bersikap menjadi seseorang playboy dia berselingkuh,menduakan dan sekaligus menigakan darma,darma yang bisa mencintai maulana hanya bisa menangis setiap harinya kadang di sekolah maupun di rumah,dewi yang menyampaikan berita ini kepadaku lewat telpon aku hanya Geram mendengarkan ceritanya
"seandainya aku masih disana mungkin darma tak sesakit ini wi "ucapku nisya"
"iya Sya,maulana hanya bisa mendengarkanmu saja tapi tak mendengarkan ocehan kita.aku merasa kasian terhadap darma.tapi setelah mereka putus darma pun sekarang sabar menjalaninya tanpa maulana "sahutnya dewi"
"Syukurlah kalo darma bisa menerima keputusan maulana sekarang,semoga darma cepat move on "ucapku nisya"
dan teman Angga pun sering nelpon dan memberi kabar Angga dan menanyakan kabarku
Angga yang seorang periang sekarang suka menyendiri di kelasnya,dia sekarang suka emosi jika cewe - cewe mengganggunya,terkadang sering melamun memikirkanku dan dia tak lagi banyak ngumpul sama teman-temannya,temannya pun bingung dengan sikapnya
"jika ada dirimu Angga gak seperti ini Sya,kita tak lagi menemukan sosok Angga yang periang di dirinya,dan sekarang pun Angga tak ingin lagi memiliki pacar kita sudah berusaha mencari penggantinya tapi Angga selalu menolaknya sepertinya belum move on darimu Sya"ucapnya teman Angga hanya bisa mengabariku lewat telpon"
"maafkan aku kak,aku tak bisa lagi kesana sampaikan saja salamku kepadanya aku harap semuanya disana baik-baik saja tanpa kehadiranku "sahutnya nisya"
"kamu juga Sya jaga kesehatanmu disana,jika ada apa-apa jangan sungkan untuk mengabari kita "ucapnya teman Angga"
"terimakasih kak "sahutnya nisya"
sesudah kita banyak ngobrol,akhirnya telpon mereka terputus bertahun lamanya kita close kontak dan akhirnya kehidupan kita jalani dengan masing-masingnya
sekian cerita ku semoga kalian terhibur membacanya,maaf baru pemula jika ada kata-kata yang kurang jelas mohon di makluminya