"Aliaa!! Jawab ayah kau ada dimana?"
Teriak pria setengah baya. Suara nya yang keras membuat gema di sekitar hutan. Wajah nya yang gelisah dengan keringat bercucuran. Mata nya menunjukan harapan dengan sedih dan putus asa.
"Alia, dimana kamu nak, jawab ayah"
Pria tersebut terduduk. Ia sudah sangat lelah, gelap nya hutan membuat suasana mencengkam dan menakutkan. Lolongan serigala menjadi bertanda seberapa bahaya nya hutan di malam hari. Pria tersebut hampir putus asa, ia berdiri kembali sambil menyeka air mata nya. Berniat untuk pulang dan memberikan kabar buruk bahwa Alia belum di temukan. Namun baru saja ia berdia, pria itu melihat cahaya tepat di belakang nya. Mata terbelalak dengan wajah tak terpercaya. Terlihat sesuatu besar tepat di belakang pria itu. Ia menjadi penasaran, walau takut pria itu berusaha mencari sumber suara.
CTAK
Pria itu tidak sengaja menginjak ranting pohon. Seketika cahaya itu menghilang bersamaan dengan suara ranting pohon. Namun pria itu melihat, anak dengan rambut kuncir dua tertidur di sana. Dengan cepat pria itu berlari menghampiri sang gadis.
"Syukurlah...syukurlah ayah menemukan mu Alia"
Menangis dan menangis sambil mengucapkan syukur beberapa kali. Pria itu mengendong gadis kecil itu. Namun ia melihat bayangan, di belakang pohon tepat pria itu berdiri. Siapa kah dia? Apakah dia yang sudah menyelamatkan anak ku? Dia orang jahat atau orang baik? Berbagai pertanyaan muncul di kepala pria tersebut.
"Terima kasih entah siapa kau"
Tak lama terlihat bayangan makhluk tersebut tersenyum. Ia melambaikan tangan ke arah mereka berdua. Pria itu terkejut, karena rupa makhluk asing itu sangat aneh. Makhluk aneh itu hilang dalam kegelapan.
.
.
.
Halo nama ku Alia, kelas 3 SMA. Orang yang ceria dan katanya aku itu perusak barang. Hehe, asal kalian tau walau ceroboh aku cukup pintar. Namun aku memiliki satu keyakinan yang membuat orang sekitar menganggap aku aneh. Yaitu, aku percaya pada makhluk asing. Kalian tidak percaya juga? Hm tidak peduli sih, apa aku harus membawa bukti ke kalian? Hahaha, yah dan aku orang yang suka membuat masalah. Contoh nya...
"ALIA!! TURUN DARI MEJA KU SEKARANG!?"
"Hoaam, ada apa sih Kania? Aku kan cuma mau tidur"
Ucap ku dengan wajah tak bersalah.
"Tapi jangan tidur di meja ku juga, tidur di meja mu sendiri sana"
"Meja mu kan meja ku juga, wehehe"
Aku dan Kania duduk di satu meja. Jadi tidak ada yang salah kan? Fufufu
"Ugh, jangan membuat alasan. Ujung- ujung nya kau mau aku ikut dalam invesi alien aneh mu itu kan?"
"Dindong, tepat sekali"
Ucap ku yang segera bangkit. Kania hanya menyilangkan tangan nya dengan wajah bete. Hehehe kayak nya aku sering merepotkan nya.
"Haah kan sudah ku bilang alien itu tidak ada. Apakah kau masih percaya mitos itu?"
Aku hanya menggangguk mengiyakan. Kania menghela nafas.
"Haah, jika kau benar-benar yakin alien ada, dan jika kau dapat bertemu dengan nya, apa yang akan kau lakukan?"
Aku hanya tersenyum dan menjawab.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih dengan benar kepada mereka. Dan juga aku juga penasaran apa makhluk alien benar-benar ada atau tidak"
"Apa? Jadi selama ini kau juga tidak yakin? Dan terimakasih untuk apa? Ah tidak, lupakan itu, pada dasar nya agak bodoh untuk mencari hal yang tidak pernah ada Alia"
"EEEHH, Kukira Kania mau ikut, aku juga mengajak yang lain lho mereka semua juga setuju"
Tak lama ada sebuah tas mendarat tepat di wajah ku. Ulah siapa ini!? Ku lihat ada seorang pria dengan wajah dingin nya berkata...
"Siapa bilang aku setuju mengikuti invesi bodoh mu itu?"
"Ugghh, seperti biasa kata-kata mu sungguh tajam Ryan" ~Alia
Namun ada seseorang di balik badan Ryan. Nampaknya pria itu juga tidak menyadari keberadaan nya. Gadis manis dengan pita kecil di kepala nya. Namanya adalah Nara, ia adik Ryan yang sekarang sudah kelas 1 SMA.
"Ryan bego, tidak ada hal yang mustahil di dunia ini"
"Akhirnya ada seseorang yang mengerti diriku ini" *terharu
Aku memeluk Nara dan mengelus kepala nya. Yah, dia adalah satu-satu nya yang setuju dengan ku.
"Kenapa kau sampai di sini!? Balik lagi ke kelas mu sana!"
"Ogah Ryan bego"
"Panggil aku Kak!💢"
"Bweee, tidak mau"
Keduanya saling memandang sinis. Semua yang ada di kelas hanya tertawa. Dasar dua saudara ini. Oh ya, aku lupa memberi tahu mereka. Jika karena alasan ini, mereka pasti mau ku ajak kan? Wehehe
"Ehem guys, kalian dengar berita belum? Katanya akan ada hujan meteor malam ini"
Ucap ku dengan mata berbinar-binar. Mereka berdua hanya memandang remeh ke arah ku, kecuali Nara terlihat sekali ia begitu penasaran. Hiks, aku sudah menduga reaksi Kania dan Ryan.
"Terus?" ~Ryan
"Ayo kita lihat bersama! Tidak apa kan?Hm" ~
Ryan dan Kania mulai nampak bimbang. Namun mereka hanya menggangguk mengiyakan. Aku dan Nara mengungkapkan rasa kegembiraan dengan tos.
"Tapi Lia, kita janjian di mana? Di lapangan sekolah?" ~Kania
"Fufufu tentu tidak wahai Ferguso, kita akan ke hutan di belakang ku!"
Ucap ku dengan bangga. Di belakang rumahku ada hutan yang lebat. Katanya sih di sana bahaya namun kata ayah ada tempat yang aman dan jauh dari marabahaya. Jadi tidak masalah.
"Eta, Ferguso teh saha?" ~Kania
"Ugh, mari lupakan"
.
.
.
Malam nya seperti yang di janjikan, kami berkumpul jam 8. Hm, aku bawa apa saja ya. Minum, cemilan, tikar, jangan lupa bawa obat anti serangga. Dan yang paling penting, listrik setrum. Jaga-jaga jika ada hewan buas yang tidak di inginkan. Walau aku berharap alat ini tidak akan berguna.
"Alia, apakah tidak lebih baik di lapangan sekolah saja? Kalian bisa melihat meteor di sana"
Suara ayah terdengar lirih, aku hanya tersenyum dan mengatakan.
"Tidak apa-apa ayah, aku baik-baik saja. Toh jika di sana pemandangan akan jauh lebih cantik"
Ayah hanya tersenyum. Tak lama terlihat bunda sedang membawa bekal untuk ku. Eh, bunda bawa 5 bekal?
"Banyak banget bun, buat apa? Alia kan ngak bisa habisin semua nya"
Ucap ku sambil menghampiri bunda. Beliau hanya mengusap rambut ku sampai berantakan.
"Kau bicara apa, ini untuk teman-teman mu sekaligus untuk kakak"
"Kakak? Tunggu kakak ikut!?"
Dan pada akhirnya kakak ikut dengan ku. Kami menunggu yang lain datang ke mari. Haah, gagal sudah invesi alien ku bersama teman-teman. Sudah susah payah ku menipu mereka namun kakak ikut.
"Kakak tau kamu menjebak mereka datang kemari untuk invesi alien payah mu"
"Hiigg"
"Melihat meteor jatuh hanya alasan belaka"
"Hiiiii, darimana kakak tau!?"
"Semua itu terbaca dari wajah adik ku yang bodoh, kau juga berharap kakak tidak ikut bukan?"
Ucap kakak sambil menjitak jidat ku. Huu aku akui dia memang sangat peka terhadap sesuatu. Namun ini menakutkan.
"Kak Leo kan juga tau bahwa aku penasaran dengan mereka. Apalagi kata ayah ia pernah melihat mereka. Mereka juga yang...menemukan ku. Ah apa kak Leo panasaran juga tentang mereka?"
Kak Leo hanya tersenyum.
"Kakak juga tidak begitu yakin, namun..."
Aku menunggu kakak berbicara. Tak lama terlihat bayangan seseorang melambai ke arah ku. Teman-teman?
"Yooo kalian, aku di sini! Aku di sini!"
Ucap ku sambil membalas lambaikan tangan. Ryan dengan jaket nya, Kania dengan dress cantik, dan Nara menggunakan jaket bercorak panda. Sedangakan aku hanya kaos biasa dan jaket kebesaran bekas kakak-_-
"Kania, ku kira kau tak datang. Ah kau pasti tak sabar melihat hujan meteor kan?"
"Sejujurnya aku tau melihat bintang jatuh hanya alasan. Tujuan utama adalah melihat makhluk asing jika beruntung, betul kan?"
Ucap Kania sambil tertawa kecil.
"K..kukira ini adalah rencana yang bagus. Tapi pada akhirnya belum juga sampai ke tujuan kalian sudah tau rencana ku, menyedihkan"
Mereka hanya tertawa. Selanjutnya kami ber- lima mulai berjalan. Kania dan Nara nampak takut dengan kegelapan, namun untung saja ehem ketampanan kakak ku menjadi cahaya untuk mereka. Lebih tepat nya semangat bagi mereka berdua. Astaga, mereka lumayan lemah terhadap cogan ternyata. Tak lama Kania tanpa sengaja menyandung batu yang membuat nya hampir terjatuh. Namun untung saja kak Leo langsung menangkap Kania. Wajah Kania nampak memerah, Ryan yang merasa cemburu karena kalah tampan dari kak Leo, dan Nara yang cemburu kenapa bukan dia saja yang jatuh. Astaga...
"M..makasih///" ~Kania
"Tidak masalah, setelahnya tolong perhatikan jalan mu Kania" ~Leo
"I..iya///" ~Kania
"Ngak punya mata, ceroboh" ~Ryan
"Ku doakan kau juga kesandung sampai berguling-guling💢"
Aku mengiraukan drama kecil mereka ber-empat. Menatap langit malam sambil merasakan angin sepoi-sepoi. Namun entah merasa tanah yang ku pijaki berguncang. Walau sebentar dan hampir tak terasa namun kami ber-lima tau ada hal aneh terjadi. Ini bukan gempa bumi kecil, tapi...ini benar-benar sebentar. Rasanya kejadian ini terjadi kurang dari 5 detik.
"Alia, kita batalkan melihat hujan meteor nya. Lebih baik tonton saja di rumah"
Ucap kakak ku dengan wajah khawatir. Ketiga teman ku juga sama.
"Oke, mari kita kemba..."
BRAAAKKK!!
Belum juga aku melanjutkan kalimat ku, terdengar suara keras benda besar tertabrak. Apa itu? Kaki ku bergetar, telinga ku berdengung saking keras nya suara, benda itu tak jauh dari kami. Benda berbentuk seperti mangkuk terbalik, dengan cahaya yang sangat terang. Walau takut, namun entah mengapa rasanya...aku ingin mendekat ke benda asing itu. Tanpa memperdulikan yang lain aku langsung berlari ke arah cahaya terang.
"ALIAA!?" ~Leo
"BODOH APA YANG KAU LAKUKAN! KEMBALI BEGO!" ~Ryan
Suara mereka perlahan menjauh dan lama kelamaan suara mereka menghilang. Maaf semuanya, aku akan kembali.
SRAAKK!
"AAH!"
Sial, semak-semak sialan. Kaki ku rasanya sakit sekali. Terkilir kah? Dasar, aku terlalu bodoh dan ceroboh. Seharusnya aku mendengarkan kak Leo dan Ryan. Namun benda tersebut sudah ada di depan mata ku. Ini...tidak mungkin. Seperti kapal luar angkasa, ah bukan, piring terbang?Ufo? I dont know bagaimana menjelaskan nya, namun benda itu terlihat indah. Dan terlalu terang pastinya, hahaha.
Aku mencari kayu atau apapun itu untuk membantuku berdiri. Mendekat ke arah ufo tersebut. Dan tentu nya, tidak alasan bagi ku untuk tidak masuk ke dalam. Bukannya menemukan alien atau lainnya, aku malah bertemu manusia di dalam. Bagaimana bisa dia di sana? Jangan-jangan dia di tangkap oleh alien😱
"Hei bangun! Kau tidak apa-apa!?"
Warna rambut pria ini sungguh aneh, di orang asing kah? Tak lama ia terbangun, mata kami bertemu. Ia hanya diam dengan badan gemetaran. Dia...takut? Tunggu, dia takut melihat wajah ku? Entah mengapa rasanya sakit dan menjengkelkan.
"Halo nama ku Alia, kau sedang apa di sini?"
Dia menatapku dengan kebingunan. Selanjutnya ia memegang telinga nya. Apa? Di telinga nya terpasang benda, seperti behind the ear? Dia tidak bisa mendengar ya, astaga aku merasa tidak enak. Aku tidak bisa bahasa isyarat, jika aku berbicara pelan-pelan apakah bisa...
"Ha lo, na ma ku Alia, ke na pa ka mu di si ni?"
Wajah nya nampak marah, dia tersinggung?
"Siapa kau!? Kenapa kau masuk ke kapal ku!?"
Kapal, jangan bilang dia yang punya kapal. Manusia biasa bisa memiliki ufo? Tidak mungkin, jangan-jangan... aku menjauh dari nya, mundur perlahan.
"Kau...jangan bilang kau Alien!?"
"A..lien? Apa itu?Apakah kalian para manusia menamai kami alien?"
Ia berjalan mendekat. Namun terlihat kaki nya seperti tentakel berwarna hijau. Pria itu memegang kaki nya dan secara mengejutkan kaki mengerikan itu berubah menjadi manusia. T..tidak, aku tidak tau jika alien bisa merubahkan dirinya menjadi manusia. Tunggu, seharusnya aku senang dapat bertemu mereka. Aku berhenti sejenak.
"Kau, kenapa datang kamari?"
"Kapal ku tak sengaja menabrak meteor dan buufff, ku jatuh"
Terdengar seperti cerita fiksi. Tapi aku tidak peduli, alien benar-benar ada! Hahaha entah mengapa sekarang aku tidak takut lagi. Tak lama ia berjalan mendekat dan memegang kaki ku. Tangan berbentuk manusia namun terdapat cairan yang membuat ku geli. Aku tarik ucapan ku barusan, aku masih takut.
"Coba gerakan kaki mu?"
"A..apa?"
"G E R A K A N K A K I"
"O..oke, tak perlu di eja segala. Tapi aku baru saja terjatuh dan kaki ku terki..lir? Kaki ku sudah tidak sakit lagi, benar-benar ajaib. Kau yang melakukan nya?"
Pria itu hanya menggangguk. Ternyata dia tidak berniat jahat.
"Hm bagaimana cara membetulkan kapal ku ya? Haah mereporkan, terlebih dahulu aku akan kirim pesan kepada mereka" *gumam
"Pesan? Pesan apa? Dengan siapa?" ~Alia
"Pendengaran mu cukup bagus manusia, namun aku tidak akan memberi tahu mu"
"Heee, pelit"
Namun tak lama terdengar suara teriakan memanggil nama ku. Kak Leo dan lainnya!? Astaga aku lupa, aku lari sendirian di hutan gelap ini.
"ALIA!?"
"Kakak!" *terkejut
Kak Leo segera menghampiri ku dan memeluk erat, ia menatap tajam ke pria alien itu.
"K..kakak aku baik-baik saja"
"Diam Alia, mereka berbahaya, tak kusangka salah satu makhluk asing ini berani menginjak kaki nya di bumi"
"Oh kau, sudah lama aku tidak melihat mu, sudah cukup besar kau rupanya"
"Apa? Aah"
Kak Leo mengangkat ku, kami keluar dari kapal luar angkasa. Terlihat Kania, Ryan, serta Nara dengan wajah khawatir dan tidak percaya apa yang mereka lihat. Tapi pria itu tidak bersalah. Kenapa kakak semarah itu? Dan kenapa kenapa sikap kakak seperti mengenal mereka sejak lama?
"Turunkan aku!" ~Alia
"Tidak, lebih baik kita pulang sekarang" ~Leo
"Benar kak Alia, sebaiknya kita segera pergi dari sini" ~Nara
"Ku tak sangka makhluk asing benar-benar ada" ~Ryan
"Tapi siapa pria itu? Kenapa dia tidak segera pergi?" ~Kania
Kak Leo diam sejenak, tak lama kakak menjawab...
"Dia bukan manusia, bisa di lihat dari tingkah laku dan benda yang terpasang di telinga nya"
Kami ber-empat terkejut. Ku kira yang di telinga nya adalah behind the ear.Seberapa tahunya kak Leo tentang alien, dan kenapa pula kak Leo mengatakan mereka berbahaya.
Kami berjalan menjauh. Apakah kisah ini bisa di lanjutkan? Bagaimana dengan pria alien itu?
.
.
.
Sekali-kali ngegantung gak papa kan? Hehehe