"orang bilang kehidupan itu dimulai sejak kita dilahirkan akan tetapi kehidupan gue dimulai sejak gue melihat senyuman lo"
~senja aurora
"where are you dika"teriak gadis berambut pendek dengan pakaian laki laki
Sebisa mungkin dika bersembunyi dari gadis tomboy itu
Pasalnya sudah 12 tahun gadis itu menempel pada nya seperti lintah yang menghisap darah nya
Namun lagi lagi usaha dika gagal karena gadis itu sudah lebih dahulu menemukan nya aneh nya dia selalu menemukan dika dimanapun laki laki itu berada
"senja"teriak kesal dika ketika gadis itu menyeret nya dengan paksa
"apa dika!!"sahut gadis yang merasa namanya sedang dipanggil
"kita ini bukan anak kecil lagi senja jadi please deh jangan tarik tarik gue kaya bocah SD"bentak dika sedikit kasar
Senja sudah terbiasa dengan kata kata kasar yang keluar dari mulut dika seolah olah itu sudah menjadi makanan nya sehari hari
"karena kita udah gak bocah SD lagi jadi biarin gue jadi bocah"sahut senja
"karena waktu waktu berharga kita gak mungkin bisa terulang kembali dika!"senja berucap sedikit sendu
"apaan sih kok ngomong nya gak jelas"ujar dika
"kita gak akan pernah tau dika kapan waktu kita didunia ini berhenti kapan jantung kita gak berdetak dan kita juga gak bakal tau kapan nafas kita berakhir"ucap senja membuat dika mencubit pipi gadis tomboy itu dengan kesal
"salah makan yah"ledek dika pada senja
"gue serius dika"kesal senja karena dika mengaggap lucu omongan nya
"ok ok gak usah ditekuk gitu kali mukanya"laki laki bernama dika itu tak bosan bosan nya meledek sahabat tomboy nya membuat senja bertambah kesal dibuatnya
"oh ya senja jangan ikutin gue lagi yah soalnya gue mau jalan sama adel"perintah dika tak mau dibantah
Deg
Cemburu tentu saja itulah yang dirasakan senja meski perasaan nya sepihak sekalipun gadis bernama senja itu tetap saja cemburu
Bolehkah senja egois sedikit saja dia hanya ingin dika meluangkan waktu sebentar saja untuk nya
Hanya sebentar....
Namun lagi lagi senja kehilangan kesempatan menyita waktu dika jujur saja senja iri pada adel
Gadis bernama adel itu hanya mengenal dika selama 12 bulan tapi dia berhasil mendapatkan hati dika sementara senja sudah mengenal dika selama 12 tahun tapi tetap saja hati dika bukan untuk nya
12 tahun bukan lah waktu yang sebentar tapi senja tak pernah menyerah pada dika
Dengan dalih persahabatan senja menyimpan perasaan nya pada lelaki yang berstatus sahabat nya
Sejak awal dika hanya menganggap senja sahabat tidak lebih cuman senja nya saja yang terlalu berharap
Senja terdiam beku dengan wajah yang memucat badan nya terasa hangat ada sesuatu yang mengalir dari hidung nya secepat kilat senja berlari kearah kamar mandi
Dika sedikit tersentak baru pertama kali dia melihat senja terburu buru berlari kearah kamar mandi mungkin senja diare itulah yang difikirkan dika
Dikamar mandi senja mengusap wajahnya kasar setelah mencuci muka nya dengan air
Wajah gadis itu pucat pasi Teringat jelas oleh senja ketika cairan merah
itu mengalir keluar dari hidung nya
Air mata nya menetes begitu saja
"tuhan tolong beri waktu sedikit lagi"ucap senja dalam hati sembari menatap langit langit kamar mandi
Dengan wajah yang masih memucat senja keluar dari kamar mandi berharap dika masih menunggu nya namun ternyata laki laki itu menghilang begitu saja
Senja memaksakan senyum nya berjalan gontai keluar dari rumah dika gadis itu sudah tau kenapa dika menghilang begitu saja tanpa menunggu nya
"maafin gue dika gue harus maksa lo mulai sekarang"senja membatin melangkahkan kaki nya meninggalkan rumah dika
Hari itu untuk pertama kali nya kata benci terucap dari mulut dika
"kenapa lo harus lakuin ini senja kenapa! "bentak dika menggema dengan lantang
"gue cuman mau lo temenin gue bentar dika"teriak senja tak kalah lantang nya
"tapi gak gini cara nya gak pakai ancamankan bisa! "hardik dika marah
"kalo gak diancam apa sekarang lo punya waktu buat gue dika? "tanya senja dengan mata yang sudah berkaca kaca
Dika terdiam membisu tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan senja
"gak tau ah pokoknya gue benci lo senja!"teriakan penuh frustasi keluar dari mulut dika lalu laki laki itu pergi begitu saja meninggalkan senja yang sudah tak bisa menahan tangis nya
Dengan kasar senja mengusap air mata nya lalu mengirim pesan singkat pada laki laki yang menjadi alasan tangis nya
"ingat mulai besok lo temenin gue selama seminggu!"
Keesokan harinya dika menepati janji untuk menemani senja itu pun karena ancaman dari gadis itu
Senja tersenyum penuh kebahagiaan ketika menatap langkah kaki nya dan langkah kaki dika yang beriringan
Saat itu senja hanya bisa berharap semoga waktu bisa berhenti agar dia bisa menikmati semua momen bersama dika lebih lama lagi
"boleh gue genggam tangan lo dika"tanya senja penuh harap
"gak"sahut dika cepat dengan raut wajah penuh keterpaksaan
Tidak terasa sang surya sudah menenggelamkan dirinya berakhirlah hari yang cerah berganti dengan langit kemerahan
Sama hal nya dengan waktu yang dika habiskan dengan senja
"sekarang gue mau pulang"ucap dika beranjak pergi meninggalkan senja yang duduk dibangku taman
"dika"ucap senja menahan lengan dika
Laki laki itu berhenti lalu berbalik menghadap kearah senja
"walaupun hari ini berakhir masih ada hari esok dika "ucap senja dengan senyum penuh kehangatan
"hmm"dika berdehem
"masih ada waktu 6 hari dika"senja berucap pelan menatap punggung dika yang semakin jauh dari pandangan nya
"kenapa harus mengharapkan orang yang jelas jelas sudah mencintai orang lain"suara lembut itu mengusik telinga senja
"padahal di depan mata sudah ada orang yang bisa membahagiakan lo"sambung laki laki berhoodie hitam itu
"entahlah bukankah cinta gak bisa dipaksakan kita gak akan pernah tau kapan kita jatuh cinta dimana hati kita berlabuh dan menetap jadi please deh berhenti mengahrapkan gadis penyakitan kaya gue aldo! "ucap senja tersenyum kecut kearah laki laki dihadapan nya
"gimana bisa gue berhenti berharap kalo lo nya aja gak ngasih kesempatan buat gue"balas aldo tersenyum tak kalah kecut nya
"karena gue gak mau lo berharap karena itu gue gak ngasih kesempatan aldo"senja berucap sembari menepuk nepuk pelan bahu laki laki berkaca mata di depan nya
"lucu yah nasip percintaan kita sama,sama sama mengharapkan orang yang jelas jelas terukir nama orang lain dihatinya"ucap aldo menatap dalam manik mata senja
"gue iri sama lo aldo lo beruntung lo punya banyak waktu"senja berucap sendu lalu tersenyum manis
"lo juga punya banyak waktu senja"kata aldo penuh keyakinan
"lo bakal nemuin orang yang lebih baik dari gue aldo"ucap senja setengah berteriak meniggalkan aldo
"tapi gue cuman mau nya lo aja senja aurora gue harus gimana? "balas aldo berteriak
Dari kejauhan tanpa disadari senja tersenyum tipis andai dia dipertemukan lebih cepat dengan aldo sebelum dia memiliki perasaan terhadap dika mungkin senja sudah jatuh cinta dengan laki laki hangat seperti aldo
Tidak terasa waktu seminggu dilalui senja bersama dika mulai dari nonton bioskop ketaman bermain dan banyak hal lagi mereka lakukan dan hari ini hari terakhir dika menemani senja
Angin sepoi sepoi yang terasa sejuk di penghujung senja dengan pemandangan laut biru,deburan ombak dan pasir putih ditambah dengan pemandangan matahari terbenam
Senja dan dika saling melemparkan senyum manis entah mengapa beberapa hari yang lalu sikap dika berubah tak ada lagi kesan terpaksa di wajah nya ketika menemani senja
Tringgg
Suara dering handpone itu merusak suasana senja melirik sekilas kearah layar handpone yang bertuliskan adelia
Yang artinya adelia lah yang menelpon dika dan menghancurkan suasana
"hari ini hari terakhir yah"ucap dika
"iya gue bakal tepatin janji gue kok dika,gue gak bakal ganggu lo lagi"sahut senja dengan senyuman manis di wajah nya
"apa sekarang gue boleh genggaman tangan lo dika? "tanya senja takut takut
Dika hanya mengangguk
Rasanya jantung senja berdetak 2 kali lebih cepat dari biasa nya
Genggaman tangan dika terasa hangat entah kapan terakhir senja merasakan kehangatan ini setelah kehadiran adel di kehidupan dika semua nya berubah bahkan sikap dika padanya pun ikut berubah
"yaudah kita pulang nanti kemalaman gue mau siapin kejutan buat ulang tahun adel besok"ujar dika melepaskan genggaman tangan nya
"yaudah lo pulang aja "jawab senja sedikit kecewa
"gue anterin lo pulang"ajak dika
"gak usah dika gue bisa pulang sendiri lo duluan aja "tolak senja
"yaudah gue pulang yah pakai ini nanti lo kedinginan"ucap dika memasangkan jaket nya pada senja lalu beranjak pergi dengan cepat
Senja tersenyum penuh kepuasan mengusap lembut jaket yang tercium aroma tubuh dika
" Andika"teriak senja lantang
Laki laki yang merasa nama nya dipanggil itu berbalik menatap senja
"apa senja "sahut dika tak kalah lantang nya
"makasih yah dika atas waktu nya selama ini gue bahagia gue juga mau minta maaf udah nyusahin lo selama ini"ucap senja
"bahagia terus dika! "teriak senja dengan senyuman penuh ketulusan
Dika hanya tersenyum membalas senyuman senja lalu laki laki itu benar benar pergi meninggalkan senja
Tanpa dika sadari air mata senja sudah menetes tak bisa di cegah
Tiba tiba pandangan senja mulai kabur darah tak henti henti nya keluar dari hidung nya akhirnya gadis itu kehilangan kesadaran nya di atas hamparan pasir putih
Samar samar gadis itu mendengar nama nya dipanggil namun dia tak kunjung bisa membuka matanya
"senja"
"bangun senja"
"gue mohon bangun senja"ucap laki laki itu panik langsung menggendong senja kerumah sakit
"dokter dokter"teriak aldo panik dengan cepat para perawat membaringkan senja di hospital bed
Dengan cepat alat alat medis terpasang ditubuh lemah senja aldo mondar mandir dengan panik di depan ruang rawat senja
Tidak berselang lama keluarga senja dan dika datang hanya dika yang tak ada di rumah sakit karena sedang mempersiapkan kejutan untuk adel nomor nya pun tak bisa dihubungi
Ibu senja dan ibu dika menangis tersedu sedu melihat senja yang terbaring lemah dengan banyak alat medis di tubuh nya
Semalaman semua orang menunggu senja membuka matanya namun keesokan harinya malah kabar duka yang menanti mereka semua
"Dengan berat hati kami tak bisa menyelamatkan nona senja "ucap dokter yang bagaikan petir di pagi hari
Aldo terduduk lesu dilantai rumah sakit kenapa senja pergi begitu cepat padahal dia belum bisa menghapus segala rasa sakit senja
Sedangkan kondisi ibu senja sudah tak sadarkan diri
Aldo penasaran dengan kepergian senja yang mendadak lalu laki laki itu pun bertanya
Dan ibu dika menjelaskan bahwa senja menderita leukemia beberapa tahun yang lalu dan jangka waktu nya bertahan hidup kurang dari 5 tahun.senja bertahan hidup dengan harapan ada sebuah keajaiban bahwa dia bisa sembuh namun harapan nya pupus ketika hidupnya tak bertahan lebih dari 3 bulan
Aldo pergi dengan amarah yang sudah di ubun ubun mendatangi dika yang tengah menyiapkan pesta ulang tahun untuk adel
Dari kejauhan nampaklah dika menyusun bunga bunga untuk dipersembahkan pada gadis pujaaan nya
Tanpa basa basi aldo menonjok wajah tampan dika hingga lebam dan sudut bibir nya berdarah
"apa apan lo"teriak kesal dika
"lo emang benar benar brengsek yah dika lo disini dengan penuh kebahagiaan nyiapin bunga buat adel sementara senja berjuang mati matian buat bertahan hidup! "marah aldo pada dika
"maksud lo apa"sahut dika dengan marah
Tanpa menjawab aldo membawa paksa dika kerumah sakit
Dika kebingungan melihat orang tua nya dan orang tua senja dengan kondisi yang terpuruk
"mama papa om tante kenapa ada disini emang siapa yang sakit"tanya bingung dika tak kunjung mendapat jawaban
"senja mana"tanya nya lagi
"mama jawab senja mana ma"ucap dika panik
Dengan tangan bergetar aldo menunujuk kearah ruangan dimana senja berada
Lalu aldo membuka kain yang menutupi wajah dan tubuh senja
Dika membeku kala menatap tubuh senja yang terbujur kaku bibir nya yang sudah memucat nafas nya yang tak lagi berhembus dan jantung nya yang tak lagi berdetak
"ini pasti bercandakan woy senja bangun"teriak dika tak terima menggenggam tangan senja yang tak bertenaga
"senja bercanda lo gak lucu"teriak nya
Seakan sadar pada kenyataan air mata dika menetes tanpa seijin nya lalu laki laki itu berjalan gontai kearah keluarga nya
"kenapa cuman dika yang gak tau senja sakit"ucap dika pelan penuh kekecewaan
"kenapa? "teriak nya
"yang sabar dika "papa dika mengusap pelan punggung anaknya
"dika senja nitip sesuatu buat kamu tolong ambil dikamar senja"ucap papa senja dengan penuh kepedihan
setelah suasana sedikit tenang dan hatinya juga tenang dika pergi kerumah senja lalu masuk kekamar sahabat nya di tatap nya satu persatu foto yang tergantung rapi dikamar senja foto dirinya dan gadis itu dari kecil hingga dewasa tiba tiba dika merindukan masa kecil nya masa dimana dia dan senja tak tau apa apa yang mereka tahu hanya bermain dan bermain saja
dika menatap kearah kertas yang terlipat rapi diatas nakas lalu perlahan lahan mebuka kertas itu dan membaca nya
Dear andika
Lo tau gak pribahasa bagai pungguk merindukan bulan ya pasti tau lah anak SD aja tau masa lo gak tau sih dasar cemen
Yaudah gue lanjutin yah pribahasa bagai pungguk merindukan bulan di ibaratkan perasaan gue yang gak akan pernah terbalaskan perasaan yang gak akan pernah lo balas meski gue mati sekalipun ...
Gue tau lo sayang sama gue dika tapi rasa sayang lo itu cuman sebatas sahabat meskipun begitu gue tetap bersyukur kok
Gue adalah orang paling bahagia dika dimana di saat saat terakhir gue ditemani sama orang yang gue cintai meski lo terpaksa sekalipun gue tetap bahagia
Awalnya Gue benci lo dika gue benci kenapa harus sama lo dika kenapa?kenapa hati gue berlabuh pada orang yang mencintai orang lain
Apa boleh gue benci lo dika?
Andai aja dika orang itu bukan lo gue gak akan sesakit ini nahan perasaan sama sahabat sendiri
Tapi Gue bangga ama lo dika lo punya prinsip lo nolak gue tanpa basa basi dan itu buat gue bursyukur...
Lo tau alasan gue nyembunyiiin penyakit gue dari lo ?
Jawaban nya cuman satu dika gue gak mau lo kasihan ama gue apalagi sampai pura pura cinta ama gue
Lo taukan dika gue benci kebohongan
Karena semua hal yang di awali dengan kebohongan gak akan pernah bisa jadi kebenaran
gue gak mau lo lakuin kebohongan itu atas dasar kebahagiaan gue Dan kebenaran nya adalah lo cinta ama adel
Kadang kadang gue bertanya tanya apasih yang dimiliki adel yang gak gue milikin kenap a lo lebih milih adel dibandingin gue?
Dan sekarang gue udah tahu jawabanya karena perasaan gak bisa dipaksakan sekeras apapun usaha gue biar lo balas perasaan gue
Pada dasarnya manusia gak akan tahu kemana hatinya berlabuh tapi manusia tahu dimana hatinya harus menetap dan hati gue milih lo dika
Gue udah ikhlasin lo sama adel dika karena level tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaskan
Meski berat gue udah ikhlas
Bahagia terus dika...
Gue titip mama papa yah dika jagain mereka buat gue!
Salam sayang dari gue
Senja aurora
dika sudah tak bisa lagi menahan air mata nya penyesalan memang datang terlambat jika datang di awal bukan penyesalan nama nya
tapi apa mau dikata nasi sudah jadi bubur senja sudah pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya sementara dika tak bisa memutar balikkan waktu sekarang yang bisa dilakukan nya hanyalah mengikhlaskan senja untuk selama lama nya
kini dika dan semua orang yang mengenal senja menghantarkan gadis itu ketempat peristirahatan terakhir nya
Tamat
~senja POV~
tangisan yang sangat amat dalam namun tak terdengar oleh telinga saat kau melepaskan genggaman tangan ku yang didalamnya berupa seluruh rasa cinta bercampur gejolak
kau harusnya tau saat itu didalam jiwaku telah bercampur aduk menjadi satu terlebih lagi saat aku melihat senyuman mu untuk yang terakhir kalinya
seolah olah aku telah benar benar kehilangan mu karena ku tau perasaan ku terhalang oleh waktu ku yang semakin menipis...
kini jemariku tak mungkin lagi meraih genggaman tangan mu memeluk mu
aku percaya tuhan telah menyiapkan rencana yang indah untuk kita
aku mencintaimu awal hariku dimulai
"andika"