Hai semuaa!!
Namaku Nasifah Bila Gradhika, dipanggil Nabila. Aku dihadapkan dengan dua pilihan yang kubuat sendiri, pilihan pertama adalah hidup dan pilihan kedua adalah mati.
Aku bingung dengan pilihan itu, jika aku hidup mungkin aku akan mengalami depresi dan jika aku mati mungkin akan ada rasa penyesalan yang sangat besar.
Kenapa saat aku hidup aku bisa depresi? Itu disebabkan karena aku punya masalah yang tidak bisa diceritakan oleh siapapun karna saat aku masih kecil aku memilih pilihan yang salah dan aku sangat meyesalinya sekarang, aku juga tidak bisa menceritakannya dengan keluarga ku sendiri, aku tau mereka pasti ingin membantu ku tetapi mereka tidak tau jelas dengan kondisiku sekarang.
Mungkin jika aku ceritakan masalahku ini kepada temanku mereka bisa ilfeel dan menjauh terhadap ku, jadi aku tidak mau menceritakannya kepada temanku.
Aku hanya bisa menyimpan semua kesedihan dan penyesalanku, namun aku tak bisa menyimpan amarahku sendiri.
Keluargaku terus menerus memaksa membantuku, tetapi mereka benar benar tidak tau peresaan yang ku alami ini. Aku menolak dan dipaksa kembali, apakah mereka pikir dengan seperti itu semua akan selesai dengan mudah?
Tidak! Karena dari awal sampai akhir yang melalui itu semua adalah aku dan bukan mereka, perasaan yang ada di dalam hatiku mengatakan kau tidak boleh meminta atau menyetujui bantuan dari mereka.
Aku tau keadaan ku sendiri, aku juga tau kalau sebenarnya aku sudah tidak tahan dengan kehidupan ini, rasa ingin menghilang dari kehidupan ini terus menghantui pikiran ku seakan akan menghilang dari kehidupan ini adalah pilihanku.
Tapi selama aku bisa mempertahankannya maka aku tetap akan hidup, walaupun aku akan sedikit lelah. Namun jika aku tidak bisa mempertahakannya lagi mungkin aku akan memilih untuk mati.
Pilihan yang kubuat selalu berakhir pada penyesalan, aku tidak tau harus memilih apa. Apakah aku harus memilih kedua duanya, hidup bagaikan orang mati seperti depresi.
*** ***
Disekolah aku mengobrol dan bertanya dengan salah satu teman dekatku, teman dekatku itu laki-laki namanya Bilal Guna Gradhika dipanggil Bilal, gak tau aku juga kenapa nama terakhirnya bisa sama, padahal gak saudaraan. Entah dia bisa peka sama perasaan aku atau enggak tapi dia orangnya baik banget.
"Hey aku ingin bertanya denganmu satu hal!!"
"Apaa?"
"Jika kamu sedang menyesali perbuatanmu dan kamu tidak ingin rasa sedih, juga penderitaan dan penyesalan yang kamu alami ada di dalam hati kamu. Pada saat itu kamu juga ingin hidup bahagia dengan keluarga lalu disaat itu kamu membuat dua pilihan dan kedua duanya memiliki resiko yang besar kamu akan memilih apa?"
"Apa pilihannya?"
"Hidup dan Mati!"
"Ehh lo kenapa kok nanya kayak gituu? Lo gak mau ngerencanain sesuatu buat yaa apalah itu, iyakann?"
"Aku (mungkin) cuma nanya kok, apa kamu bisa ngerasain perasaan aku sekarang? Lalu apa jawabanmu dari pertanyaanku tadi? Apakah kamu akan memilih hidup? Atau apakah kamu akan memilih mati?"
"Ehh tunggu lo beneran gapapa kan? Pertanyaan lo itu beneran bikin gue panik dehhh! Dari pertanyaan lo, gue bener bener ngerasa kalo lo itu mau ngelakuin sesuatu!!"
"Aku gak kenapa kenapa, kamu gak usah panik kayak gitu. Kamu bahkan belum jawab pertanyaanku, sekarang jawablahh!"
"Gu-gue gak tau apa maksud lo nanya kayak gitu, tapi gak tau kenapa dari pertanyaan lo itu gue bakal milih untuk mati! Gue gak akan kuat ngerasain kesedihan dan penderitaan."
"Hahahaa, kamu itu laki-laki atau bukan? Cuma keliatan keren diluar tapi di dalemnya gak keren sama sekali"
"Tapi gue jujur, gue gak suka ngerasain rasa sedih dan penderitaan. Jadi gue lebih milih mati daripada gue harus hidup."
"Kamu tau gak?"
"Gak, karna lo gak kasih tau apa-apa"
"Percaya atau gak terserah, sebenernya pertanyaan dari aku tadi cuma buat saran ke aku. Jadi kalo tadi kamu pilih hidup aku juga akan tetep hidup, tapi kamu gak milih hidup itu artinyaa. Yaa kamu pasti tau sendiri."
"Hahh? Apa maksud lo? Itu berarti lo bakal mati? Lo mau bunuh diri?
"Hehehe, mungkin!?"
"Lo makin lama bercandanya gak lucu yaa!!"
"Maaf tapi aku gak lagi bercanda!"
"Hahaha, gue tau kok lo pasti cuma ngeprank kan!!?"
"Terserah kamu mau percaya atau gak!"
"Hahh?!"
Huft, seharusnya tadi gue gak milih mati! Kenapa gue bisa sebodoh iniii!? Gue padahal punya perasaan suka sama dia, tapi kenapa gue gak bisa mikir yang benerr sieh?!! Tapi berarti tebakan gue ada yang bener dong?!!! (dalam hati Bilal)
** **
Okee apakah kematian adalah pilihanku, tapi kenapa aku ingin sekali mengatakan tetap ingin hidup.
Aku ingin mengikuti saran dari Bilal tapi dalam hatiku aku masih tetap ingin hidup, apakah jika aku mati aku akan menyesal lebih menyesal daripada aku di kehidupan ini?
Mungkin saja aku akan sangat menyesal tapi aku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku juga sudah sangat lelah menghadapi ini semua.
Haruskah aku mengatakan dulu ke Bilal sebelum aku pergi, atau biarkan saja Bilal mengetahui aku setelah pergi. Mungkin aku akan mengatakannya ke Bilal sebelum kepergianku, entah mengapa rasanya hatiku sangat hancur dan hampa sudah tidak ada lagi cahaya dan harapan.
__ __
(chat)
"Yoww Bil, kamu tau gak?"
"Tau apa? Please jangan bikin gue deg-deg'an!"
"Ahahaa kamu kayaknya panik banget deh, tapi kalo kamu panik kayak gini emang bener juga siehh."
"Hah? Apaan? Bener apanya?"
"Kamu tau jawaban kamu kemaren kan, aku ikutin jawaban kamu kemaren buat jadi saran. Jadi selamat tinggal, jangan kangen sama aku kalo aku udah gak ada yaa!"
"Heh lo ngomong apaansieh? Kemaren gue cuma ngomong asal-asalan!!"
"Owh gitu, tapi aku tetep akan ikutin katamu kemaren. Kalo kamu mau ngehentiin aku bisa aja, asal kamu mau dateng ke tempat xxx sekarang. Bye"
"Ehh yaudah tungguin gue dulu, lo jangan nekatt!!!"
Tempat xxx bukannya gedung terlantar yaa, katanya gedung itu walaupun terlantar tapi pemandangan sekitarnya bagus banget. Juga gedung itu sangatlah tinggi, apa Nabila mau loncat dari gedung itu?! (dalam hati Bilal).
** **
Apakah ini benar benar adalah keputusanku, apakah aku masih bisa melihat dunia ini lagi. Aku ingin sekali mewujudkan mimpiku, tetapi dengan kondisi ini mungkin tidak akan bisa.
"Huhft, apa aku harus turun sekarang?!!"
"Woy lo apa-apaansihhh, kan gue udah bilang kalo kemaren gue cuma jawab asal-asalan lo jangan ngikutin perkataan gue kemaren. Gue mau lo tetep hidup dan nemenin gue selama sisa hidup gue, gue bener bener suka sama lo dan gue janji gue gak akan ngomong lagi tentang itu karna gue gak mau nyia-nyiain kehidupan ini. Lo taukan kehidupan itu cuma sekali bukan berkali-kali"
"Kamu gak capek ngomong sepanjang itu?"
"Gak gue gak capek, karna gue mau pertahanin orang yang gue sayangin. Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang, gue mohon lo jangan turun yaa!!"
"Kamu suka sama Aku? Kamu yakin, yakin kalo kamu bener bener suka sama aku? Aku gak yakin loh kalo kamu gak ngomong yang kenceng, aku baru akan denger kalo kamu ngomongnya sambil teriak lebih kenceng lagii! Mungkin kalo kayak gitu aku gak akan turun."
"Bener yaa"
"Yap"
"I LOVE NABILA, GUE SAYANG BANGET SAMA LO. GUE JANJI GUE AKAN NEMENIN LO BUAT NYELESAIN SEMUA MASALAH LO, gue yakin lo mau bunuh diri karna lo punya masalah dan gak bisa nyelesain masalah itukann?!!"
"Ahaahaa, kamu kayaknya bener bener yakin banget kalo aku punya masalah yang gak bisa aku selesain sendiri. Tapi kamu emang bener, sebenernya aku emang punya masalah yang gak bisa selesain sendiri."
"Yaudah gue mau lo tetep hidup, gue janji gue akan bantuin lo apapun masalah lo!!"
"Aku bisa percaya sama kamu? Kamu yakin kan kalo kamu gak akan ninggalin aku sendirian?"
"Yaaaa, gue janji gak akan ninggalin lo"
"Jangan kebanyakan janji, nanti kamu gak bisa nyelesainnya loh!"
"Yaa, oke. Lo gak mau bales perkataan gue tadi?"
"Emmm, kamu tau gak?"
"Gue gak akan tau kalo lo gak ngomong, okee."
"Sebenernya aku suka sama kamu itu udah lama banget, tapi aku gak mau bilang sama kamu. Jadi aku mau kamu jadi temen terbaik aku di sekolah aja, kalo boleh jujur aku sebenernya cemburu banget waktu kamu deket sama perempuan lain. Tapi aku inget, aku ini bukan siapa-siapa kamu."
"Hahh, jadi lo beneran suka sama gue? Lo tau gak sebenernya gue suka sama lo juga udah lama banget, tapi gue gak mau ngomong karna gue malu!"
"Kenapa sifat kamu kayak perempuan?"
"Karna aku selalu salting kalo ada kamu, tapi aku pura-pura semua baik-baik aja dan buat diri aku gak kayak lagi salting waktu ketemu kamu."
"Waww pake aku kamu nieh ngomongnya?!"
"Yaa dong, menurut aku kata-kata kamu sama aku itu lebih bagus diucapin daripada lo gue."
"Iyaa, aku mau ngomong sama kamu. Aku suka dan sayang banget sama kamu, aku emang tadinya mau loncat dari sini. Tapi karna kamu ngomong kayak gitu, kayaknya aku gak jadi loncat deh."
"Bagus deh kalo kayak gitu!! Kita berdua jadi bisa ngungkapin perasaan kita satu sama lain, kamu mau kan jadi pacar aku?"
"Hah? Apa? Coba kamu ngomong sekali lagi, aku gak denger!"
"NABILA KAMU MAU KAN JADI PACAR AKUU!!!"
"Ehh gak usah teriak juga kalii, walaupun kamu gak teriak aku pasti juga akan denger dan jawab iyaa."
"Terus tadi kenapa kamu bilang kamu gak denger."
"Cuma mau mastiin aja, kamu beneran suka atau gak sama aku."
"Pastinya aku suka dong sama kamuu, aku gak akan bohong sama kamu. Oh ya tadi kamu jawab apaa, aku gak denger."
"Iyaa, aku mau jadi pacar kamu. Aku SUKA BANGET sama kamuuu, dan berharap kamu bisa nepatin semua janji kamu." (tersipu)
"Okee, aku pasti bakal nepatin semua janji aku ke kamu."
** **
Dari dulu aku itu emang suka sama Bilal, tapi aku gak mau ngomong ke dia dan alasannya karna aku takut dia nolak aku lalu pada akhirnya aku lebih gak bisa bertahan lebih lama lagi. Lagipula yang seharusnya ngomong duluan itu laki-laki bukan perempuan!
Jadi pilihan yang kubuat adalah tetap hidup, bersama dengan orang yang aku sayangi.
•• ••
Yaaa begitulah kehidupan, terkadang akan ada saat dimana kita sedang dalam keadaan sedih, putus asa, dan juga kesulitan. Terkadang pula ada kebahagiaan dan keceriaan, bertahan hiduplah terlebih dahulu. Jangan memilih pilihan dengan terburu buru atau tidak kalian akan menyesalinya nanti, ingatlah hidup hanya sekali jangan kalian sia-siakan kehidupan kalian dengan sesuatu pilihan kalian yang salah.
Tuhan itu sangat adil kepada kita, mungkin ada yang merasa "kalau diri kita itu tidak pernah bahagia dan Tuhan tidak adil dengan aku melainkan orang lain, tuhan itu selalu pilih kasih". Tapi tunggulah kedepannya, mungkin kalian akan bahagia. Semua pilihan ada ditangan kalian kecuali hidup dan mati, karna hidup dan mati hanya ditentukan oleh Tuhan.
Sekiann-/
Okee kepada semua para pembaca yang cantiq-cantiq, gantenk-gantenk, juga yang pinter dan baikk.
Terimakasih karena sudah mau membaca cerpen yang aku buat ini, walaupun aku merasa kalau ini cerpan bukan cerpen. Cerita ini dibuat ada sebagian yang berasal dari kehidupan nyata author dan juga imajinasi author. Apabila ada kesalahan kata atau kalimat dalam pengetikan, mohon maaf yaa. Aku akan berusaha agar bisa membuat kata kata juga kalimat yang lebih bagus.
*buat yang gak tau cerpen/cerpan
cerpen= cerita pendek
cerpan= cerita panjang
#cerpan itu imajinasi author yaa, jangan salah paham duluu
Buatt semuanya, dimasa pandemi ini kalian harus jaga kesehatan dan kebersihan diri kalian yaa. Selalu gunakan masker (bukan masker yang dilarang pemerintah loh yaa) saat bepergian juga jaga jarak dengan orang sekitar.
Satu orang terkena virus, maka yang lainnya akan tertular. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati.
Mari kita bersama-sama membebaskan Negara Indonesia dari virus covid-19/corona.