Perkenalkan namaku Dita Maharani, sering dipanggil dita aku masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya masih kelas 5 saat ini. Aku orangnya tomboy, jutek, cuek dan galak yaa itulah pandangan orang lain terhadap ku saat ini, anak perempuan satupun gak ada yang mau temenan sama aku, ntah kenapa mungkin mereka risih denganku tapi aku gak pernah berharap ataupun maksa buat orang lain untuk menjadi temen ku, aku sudah terbiasa sendiri ada ataupun tanpa temen sama saja buatku. Aku punya musuh dikelas anak laki-laki yang selalu jadi pusat perhatian semua orang termasuk anak perempuan, kecuali aku! Namanya indra jaya sapaan akrabnya indra, dia murid baru disekolah ku, anaknya smart, ramah, baik dan mudah bergaul kata mereka, sedikitpun aku tidak melirik anak itu, dia selalu jadi juara 1 dikelas, dia pintar melukis dan nyebelin, entah kenapa dia suka banget ganggu aku yang lagi diem dan gak nyari masalah sama dia, suka smash aku pake bola volly, gangguin aku yang lagi duduk sendiri dan entah kenapa wali kelasnya buat jadwal piket harus sepiket sama dia, padahal pak guru tau betul aku sama indra gak pernah akur, malah sepiket bahkan pak guru selalu memberikan tugas kelompok yang mana aku harus 1 kelompok sama dia, itu rasanya gedek banget sumpah. aku punya sepupu perempuan namanya Hera yang hampir sama seperti indra, selalu jadi pusat perhatian bagi semua orang termasuk ke murid laki-laki, dia cantik dan juga smart, dia suka sama indra dan dia selalu deketin indra terus gosip itu udah tersebar kepenjuru sekolah dan hanya aku saja yang tidak peduli akan hal itu sebab menurut ku hal itu gak penting sama sekali, setelah beberapa bulan berlalu seperti angin sikap Indra mulai berubah terhadapku, yang dulunya songong, nyebelin, kasar dan juga suka usil sekarang berubah 180° dia jadi ramah denganku, baik dan selalu cari kesempatan untuk mendekati ku walaupun aku selalu menghindar karena menjaga perasaan sodaraku, dia tetep berusaha buat deketin aku hingga akhirnya kita berteman. Sepupu perempuan ku marah ketika dia melihat aku sama indra makin hari makin dekat dan akrab, sampai pada suatu hari dia mempermalukanku di depan semua orang yang ada dikantin, jujur aku marah semarah-marahnya tapi aku diam dan gak membalas tuduhan itu, sebab aku menghargai dia, dia menyuruhku untuk menjauhi indra cowok yang dia sukai lantas keesokan harinya aku mulai menjauhi indra, agar Hera tidak lagi salah paham terhadap ku, indra sampai bingung kenapa akhir-akhir ini aku berubah, aku menghindar dan aku seolah tidak peduli dengannya. lantas setalah 2 Minggu berlalu tanpa adanya tutur sapa Hera memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan nyaa terhadap indra melalui surat cintanya. Entah apa dan bagaimana indra datang menemui Hera di kantin sekilas hera terlihat senang sebab orang yang dia sukai datang menghampiri, belum sempat berkata indra memegang sepucuk surat cinta yang ditujukan untuknya dari hera lantas belum membacanya indra langsung merobek kertas itu di depan hera dan langsung pergi tanpa sepatah kata dari bibirnya, semuanya mata tertuju pada mereka berdua, kecuali aku yang dengan Santainya hanya menikmati makanan ku. setelah itu Noval temen indra datang menemui ku dan dia tanya gimana hubungan ku sama indra, aku hanya bisa menjawab tidak ada hubungan apa-apa antara aku dan indra, seperti orang asing mana kala seperti pertemuan awal kita ketika dia baru pindah, setelah itu aku dan noval ngobrolin banyak hal, sering jalan bareng, dan juga berbagi cerita bersama setiap harinya, indra tau itu dan dia melihat semuanya, bahkan ketika salah satu temen iseng ngunciin aku pintu dari luar dan tanganku sempat terjepit karna Berusaha nahan pintu, tiba-tiba noval datang bukain pintu karna saat itu emang situasinya udah bel masuk kelas, dia liat tangan ku berdarah tanpa pikir panjang dia ngisep darah yang ada di tanganku dan aku sempat kaget liat reaksinya noval yang langsung kek gitu aku gak bisa berkata-kata, sekilas aku ngeliat indra berdiri diseberang sana melihat aku dan noval, keesokan harinya indra sama sekali gak negur noval padahal kemaren-kemaren walaupun noval sering jalan sama aku, indra tetep negur noval, entah kenapa hari ini dia ngejauhin noval, dan noval cerita dia bilang kayaknya indra cemburu karna mungkin dia sempat liat kita kemaren, dan aku mikirnya itu sesuatu yang gak mungkin. setelah 2 Minggu berlalu, aku memutuskan untuk menulis surat permohonan maaf buat indra sebab, selama 2 bulan terakhir aku berusaha menghindar dari dia dan juga merasa bahwa menghindar bukanlah cara yang baik untuk kedepannya, diam-diam diwaktu bel istirahat berbunyi aku mulai memasukkan surat dalam tasnya dan berharap dia membacanya, ketika bel sekolah berbunyi yang menandakan pelajaran hari ini Selesai aku langsung bergegas pulang, ketika sedang berjalan tiba-tiba ada suara yang begitu dekat di telingaku dan berkata "ada apa ditasku, apa yang kamu masukkan" aku kaget dan menoleh ternyata itu indra dan dia sambil senyum melihat ke arahku.. tiba-tiba saja dia menggenggam tanganku dan berkata mari kita pulang, lalu genggaman tangan itu terpisah saat arah jalur pulang kita berbeda arah, lalu dia berkata dengan senyuman manisnya itu, sampai ketemu besok dan aku pun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman yang entah apa. ke esokan harinya kamipun menjadi dekat dan akrab lagi seperti dulu entah disebut apa tapi yaa itulah kenyataannya disana ada perasaan yang aneh, hanya bisa dirasakan saat sedang bersama, rasa kangen hadir ketika berjauhan sampai-sampai malam itu dia dan noval mondar-mandir depan rumahku entah apa yang mereka lakukan, aku dan indra serta noval jadi kawan baik sampai hari kelulusan itu tiba, setelah lulus dan beranjak ke SMP kita masih berkomunikasi dengan baik melalui surat karna beda sekolah waktu itu, walaupun 1 kampung tapi kita jarang ketemu seperti waktu SD dulu dan akhirnya kita gak pernah ketemu dan lost kontak.. aku sempat berfikir apakah ini yang dikatakan CINTA MONYET dimana anak perempuan dan laki-laki sangat dekat dan akrab harus mempunyai perasaan yang entah disebut apa dan rasanya aneh, sangat lucu jika mengingat rasa yang sama sekali gak jelas..!
.
.
sekian