Tidur di kasur empuk sambil menutup mata. Perlahan ingin tidur sejanak. Namun tak lama terdengar suara dering hp membuat ku kesal. Panggilan masuk, namun aku tidak mengangkat nya dan menekan tombol merah di sana. Suara mengganggu tak ada lagi, menutup mata untuk istirahat. Namun lagi-lagi hp ku berbunyi. Sial, siapa sih yang nelpon malam-malam. Mengganggu saja.
Aku melihat tulisan kontak tersebut. Terlihat nama Renoi di sana. Hah? Renoi teman SMP ku itu? Sejak kapan ku menyimpan nomer nya. Aku pun mengangkan telefon mengganggu ini.
"Assalamualaikum, Rik, ini nomer Riksa kan?"
"Waalaikumsalam, iya ini Riksa. Hoaam ngapain telpon malam-malam. Ku kira kau sudah melupakan sahabat SMP mu"
Ucap ku sambil tertawa kecil.
"Hehehe sori lah, eh Rik kau udah lihat pengunguman di grub WA tidak?" ~Renoi
"Grub? Grub SMP? Tidak aku sudah keluar dari lama, toh percuma saja menyimpan grub itu. Teman-teman selalu mengirim stiker gak guna, spam dan lainnya. Mending keluar lah" ~Riksa
"Is is is, sombong kali kau Rik" ~Renoi
"Aku ngak sombong, ku tak mau handphone ku meledak" ~Riksa
"Alesan terus-_-" ~Renoi
"Ya terserahlah, dah langsung ke intinya. Aku hoaam ngantuk. Ku tutup ya"
Ucap ku yang terus menerus menguap. Renoi juga aneh, dia menelpon ku saat jam sudah menunjukan pukul 23.00 WIB.
"TUNGGU DULU! Elah..ehem di grub ada pengunguman dari ketua kelas kita. Dia ngajak kita semua reuni. Teman kelas kita dulu juga setuju. Kau gimana?"
Reuni? Membuang-buang waktu saja. Sudah lewat beberapa tahun tidak menutup kemungkinan teman-teman tidak seakrab dulu. Mungkin saja ada yang pamer punya pacar, ah sangat menyebalkan-_-
"Ngak ikut lah, aku sibuk"
"Halah cuma sebentar doang Rik, kau ngak rindu teman mu ini kah? Hm?"
Suara Renoi seperti memelas, dia sangat ingin aku ikut ya. Walau senang, entah mengapa aku agak merinding.
"Ngak lah Rei, ku ngak ikut. Bilang ke lainnya, bye"
Belum juga menutup telepon, Renoi berteriak yang membuat kuping ku sakit. Ia mencoba memperhentikan ku. Ck, kan sudah ku bilang aku tidak ikut.
"RIK! WOI, IKUT NGAK! "
"APAAN SIH BERISIK WEI! GANGGU ORANG TIDUR!?💢"
"RIKSA! JANGAN TERIAK! KAMU BELUM TIDUR!?"
Omg, sial suara ibu. Haah, gara-gara Renoi. Aku kembali diam. Ku dengar Renoi menahan tawa nya, sial.
"Pfft, uhuk..ehem jadi Rik, kau ngak mau ngejar Lili lagi kah? Ku dengar dia masih sendiri lho, xixixi"
Aku hanya diam. Lili, dia adalah teman sekelas ku. Sekaligus, gebetan yang gagal ku raih. Dia masih sendiri? Tak kusangka gadis secantik dia belum punya pacar. Haah sial, gara-gara Renoi aku kembali mengingat Lili.
"Ya terserah lah, memang nya Reuni di mana?Dan kapan?"
"Uhuy aku tau jika kau mendengar nama Lili pasti langsung setuju. Di rumah ku pastinya, hari minggu jam 10.00 WIB. Hehehe masih ingat rumah ku kan?"
"Hohoho bagus kalo di rumah mu, aku masih mengingat nya. Sekaligus masih ingat letak di mana benda tajam di letakan, kayak nya enak tu di cobain ke orang hidup. Khusus untuk orang menyebalkan"
Ucap ku dengan suara menyeramkan.
"W..woy aku bercanda. Sial, jiwa psikopat nya keluar"
Yah dan panggilan berakhir. Haah, aku agak malas sebenarnya. Sudah 10 tahun berlalu, apakah mereka masih mengingat ku? Dan Lili...kau juga, bagaimana kabar mu sekarang.
Tunggu, minggu? Ini hari sabtu, berarti besok dong!? Sial, kenapa memberi tahu ku pas kegiatan sudah mepet sih. Renoi, dia sengaja ya. Sial, lebih baik aku tidur saja.
Aku merebahkan diri ku di kasur empuk. Menutup mata dan tertidur dengan sendiri nya. Hoaam, selamat...malam...
.
.
.
Esok nya, aku bangun jam 8.00 WIB. Segera mandi dan mempersiapkan baju yang di perlukan. Hm, pakai baju apa ya? Haah, aku jarang keluar tak ada baju bagus untuk ku. Bahkan aku bekerja menggunakan jaket agar terlihat rapi sedikit💧
"Bu, ada baju bagus ngak?"
Tanya ku kepada ibu yang sedang memasak.
"Memang mau buat apa?"
"Ini lho Riksa di undang temen buat Reunian. Sebenernya males sih, tapi ya apa daya. Nanti di cap sombong sama mereka, hahaha"
Sebenarnya dipaksa sih=_=
"Hahaha ada-ada saja, em baju bagus ya. Coba lihat lemari bapak kayak nya ada baju bagus deh"
Ucap ibu ku sambil tersenyum.
"Apa...tidak apa bu?"
"Iya, ambil sana, kenapa wajah mu lesu seperti itu? Ibu ngak marah kok"
Tetap saja aku khawatir. Ibu dan bapak bercerai saat aku kecil. Namun barang-barang bapak ditinggalkan begitu saja. Entah apa tujuan nya, namun benarkah ibu tidak marah jika aku memakai barang dari seorang yang beliau benci. Tidak, aku juga tidak suka barang pemberian bapak. Lebih baik pake jaket saja.
"Lho nang, kok cuma make jaket doang?"
"Ngak papa bu, jaket lebih nyaman"
Ucap ku dengan wajah tak peduli. Beliau hanya menghela nafas.
"Kapan-kapan ibu belikan baju bagus untuk mu" *gumam
"Apa ada yang ibu katakan?"
"Tidak, sudah makan saja sarapan yang ibu masak"
Aku menuruti perintah ibu ku. Beliau menaruh nasi serta lauk di piring ku. Mengucapkan terima kasih dan segera berdoa sebelum makan. Aku makan dengan lahap, di dampingi senyuman ibuku. Yah, aku bersyukur menjadi anak mu bu.
Sampai tak terasa jam menunjukan pukul 9.30. Sial, jika tidak segera berangkat aku terlambat. Aku mengambil kunci motor dan tidak lupa berpamitan kepada ibu. Cepat-cepat menaiki motor dan segera berangkat ke tempat janjian.
25 menit perjalanan yang ku tempuh. Sampai akhirnya, aku sudah sampai ke rumah Renoi. Rumah yang besar berbagai mobil dan motor berjejeran di sana.
"Mereka sudah sampai lebih dulu"
Satpam sedari tadi melihat ku dengan curiga. Oy, wajah ku memang preman namun hati ku rapuh menjadi serpihan. Ehem, bercanda. Wajah ku biasa saja. Oh, aku belum membuka helm ku. Mungkin beliau tidak mengenalku karena ini. Aku pun membuka helm.
"Pak, bapak ngak kenal saya? Saya temen Renoi, dulu sering main kemari"
Pak satpam pun hanya tertawa, dan mengangguk mengiyakan.
"Iya bapak ngak mungkin lupa lah hahaha, nah nak Riksa silahkan masuk"
Aku mengangguk dan segera masuk ke rumah mewah Renoi. Bahkan ada taman disini, kolam renang ada di belakang. Hah, dasar anak sultan. Inilah mengapa teman-teman menyarankan pergi ke rumah Renoi saja.
Baru juga ku turun dari motor, terlihat anak-anak menghampiri ku. Ini anak siapa? Setahuku Renoi tidak memiliki saudara, sepupu kah? Mereka menginjak kaki ku dan juga memukul ku, sakit weh. Anak siapa sih ini!? Mana ibu bapak nya!💢
"Anak-anak, kenapa kalian menyerang kakak?"
Ucap ku terduduk menyesuaikan tinggi badan ku ke mereka.
"Karena wajah kakak kayak monster"
"Hahaha, monster hitam!!"
"..."
Mons..ter? Kok sakit ya. Oh ya, aku belum melepaskan helm. Alamak perkara helm bikin repot saja💢
"Ehem, kalian menyebut kakak monster? BUAHAHAHA SEJAK KAPAN KALIAN TAU!? Fufufu, karena kalian sudah membongkar rahasia ku... KU MAKAN KALIAN! RAAWR"
Anak-anak hanya tertawa dan berlarian ke sana kemari.
"Waah ada monster!Hahaha"
"Lari, monster mau makan kita"
"Ibu ada monster jahat! Hahaha"
Tak lama, ada seorang perempuan keluar dari rumah Renoi. Menghampiri anak-anak itu dan menatap tajam diriku. Hiii, emak nya datang. Tapi tunggu, kayak nya aku kenal wajah wanita tersebut. Dia berjalan ke arah ku dengan penuh emosi. Gawat...
"Heh kau siapa!? Lagi ganggu anak saya ya!?" *marah
Setelah aku lihat dari dekat, aku kenal wanita tersebut. Dia Eka, teman SMP ku. Hah anak? Eka sudah menjadi ibu dari 5 anak!? WHAAT!? Dengan tangan gemetar, aku melepas helm ku. Terlihat ia juga terkejut melihat ku.
"Kau... RIKSA!? " *terkejut
"H..halo Ka, ku tak sangka kamu sama suami mu mainnya hebat. Punya 5 anak sekaligus"
"Pikir apaan kau hah!? Anak ku cuma satu, yang lain anak teman-teman kita bego"
Eka menggendong anak perempuan dengan rambut kuncir dua. Sepertinya anak itu paling muda di antara anak-anak lain, 3 tahun kah?
"Ini baru anak ku, sumpah pikiran mu jorok amat"
"Yah kan aku hanya menebak. Btw anak mu cantik amat, kalo udah dewasa boleh lah sama Om"
Eka memukul kepala ku dengan keras. Anak-anak lain hanya tertawa.
"Jangan main-main kau Riksa💢"
"Aku hanya bercanda oi, astaga pukulan mu masih sama sakit nya(╥﹏╥)"
Dulu Eka pernah masuk ke eskul voli. Bayangkan seberapa sakit nya di pukul oleh wanita ini. Astaga, kepala ku.
Eka menurunkan anak nya dan mengajakku masuk. Anak-anak kembali bermain, aku dan Eka pun masuk ke rumah dengan pintu besar. Suara pintu berderit saat Eka membuka pintu. Terlihat banyak sekali orang di dalam. Wajah mereka tampak tak asing. Walau sudah dewasa, aku masih mengingat nama mereka...sepertinya.
"Woy Riksa ya? Hahaha ku kira kau tak mau ikut. Masih ingat aku kan?"
"Ah..hahaha, Tejo kan?"
"Bukan woi! Aku Jojo, jangan mentang-mentang nama kita ada Jo nya kau keliru ya. Tuh, Tejo masih di dapur maling makanan"
Ucap Jojo sambil tertawa. Aku hanya menggaruk kepala ku yang tidak gatal dan menunduk malu. Eka mendorong ku ke depan yang membuat ku hampir terjatuh. Saat aku menengok wajah nya ia hanya tersenyum.
"Hehehe, kan enak kalo ngumpul bareng gini"~Eka
Aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Teman-teman yang lain menarik ku sampai jatuh, mereka mengusap rambut ku dengan keras. Sampai semua rambut ku berantakan. Hahaha, dasar. Ku kira mereka akan cuek, ternyata masih sama seperti dulu.
Namun...tetap tidak di pungkiri banyak dari mereka membawa pasangan. Ada yang masih ber status pacaran dan ada juga yang sudah menikah. Tak sesekali mereka bercanda dan saling suap-suapan di depan mata ku. Dasar, hati ku sakit. Jomlo, aku jomblo, hahaha...pemandangan yang menyakitkan😭
Tak lama, Renoi muncul dari dalam. Baju nya penuh dengan noda coklat dan terlihat berantakan. Wajah nya senang saat tatapan kami bertemu. Berlari kearah ku dengan wajah bodoh nya.
"RIKSAAA, MY BROTHERR!!!"
Renoi yang hendak memeluk membuatku terkejut. Secara spontan aku menghindari pelukan nya yang membuat Renoi jatuh.
GEDEBUUK!!
"AWWW, TEGANYA KAU, HUEEE"
"Apaan sih, dasar"
Semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak. Tak lama, ada beberapa orang yang keluar. Mungkin mereka penasaran dengan suara ribut tadi. Namun ada satu orang yang membuat ku terdiam. Wajah cantik dan rambut terurai. Wajah yang aku kenal, mengenakan celemek dengan banyak tepung tertempel di wajah nya. Sial, Lili!
Mata kami bertemu, wajah malu dan memerah ada di masing-masing pipi kami. Astaga, kau sangat imut Li///
Renoi yang sadar dengan perilaku ku hanya tersenyum menyeringai. Ia memegang pundak serta berbisik kepada ku.
"Psstt, Rik tu Lili. Gimana? Udah kayak istri menyambut suami nya bukan? Tuh sesama jomblo maju lah" *bisik
"Sial kau Rei, kau kan juga jomblo! Jangan mengejek ku!///" *bisik
Tak lama teman- teman cewek menghampiri Lili, sedangkan teman-teman cowok mendekat ke arah ku.
"Hei aku dengar bisikan kalian. Udahlah Rik gass lah!"
"Iya Rik, sebelum diambil orang"
"Gas Rik, wkwkwk"
Sial, mereka menggoda ku. Bahkan kulihat teman-teman cewek berbisik ke Lili. Nampak wajah Lili memerah tak karuan. Badan ku memanas, dengan wajah sama merah nya dengan Lili. Sial, bisa-bisa aku meledak!
"WAAH KALIAN!! SEJAK KAPAN KALIAN JADI MAK COMBLANG!?///"
Teriak ku kepada semua orang. Mereka hanya tertawa sambil menepuk pundak ku dan Lili. Astaga, mereka sadar bahwa kami tak bisa berkata apa-apa dengan wajah malu. Hahaha, dasar.
[TAMAT]
.
.
.
Jangan Lupa Like and Komen✋🏻😁