by : manhua_lover_
don't forget to follow me in instagram : @yurika_prasintya_animelover
/jangan lupa untuk follow saya di instagram
i hope you all can enjoy the story
saya harap Anda semua bisa suka dengan ceritanya...
don't forget too for like, share, and follow me at mangatoon...
jangan lupa juga untuk like, share, dan follow saya di mangatoon/..
tanpa basa basi lanjut ke cerita...
Hai semua..
Namaku Kobayashi hana sekarang aku sedang melanjutkan study di universitas ternama di US ada alasannya kenapa aku tidak melanjutkan study di Jepang..
tapi pertama-tama aku mau menceritakan pengalaman asmara milikku dan kejadian yang kumaksud di judul cerita..
Apakah kalian pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan?
aku merasakan itu saat aku masih berada dibangku 3 SMA.....
Baiklah kumulai ceritaku..
Jadi waktu itu aku masih berusia 14 tahun dan aku berada di bangku 1 SMP..
Ada seorang anak laki-laki tampan dan baik hati menolongku dari orang-orang yang suka membully ku karna penampilanku...
Tapi dia malah memberikan pujian padaku..
Dan itu membuatku salah tingkah waktu itu..
"Kamu ga papa?" Tanyanya kepadaku..
"Aku ga papa.. Nama kamu siapa?" Aku bertanya dengan ragu..
"Namaku Tatsuya leo" Jawabnya..
"Namaku Kobayashi hana" Aku berbalik memberitahukan namaku dengan ragu.
"kok kamu bisa dibully gitu sih?" Tanya leo padaku..
"Penampilanku membuat aku seperti ini" Aku menjawabnya dengan agak ragu.
"padahal kamu lumayan cantik loh.." ujar leo membuatku malu dan telingaku merah..
"Kamu sekolah di SMP ini juga?" Tanya leo lagi..
"Iya aku sekolah disini.." Jawabku...
"Gimana kalo kita jadi temen? Ini hari pertama kita ada disekolah ini...
Jadi mohon bantuannya untuk kedepannya ya hana☺" Perkataan yang dikatakan leo membuatku ragu dan salah tingkah didepannya..
"Kobayashi?" Tanyanya..
"Eh? Apa? Oh?! A-aku mau jadi temen kamu" Aku kaget dan menjawabnya..
Kami berteman baik sampai kami naik ke kelas 3 dan saat kami berdua berada di bangku 3 SMA dan masih berhubungan dengan baik sampai dia datang dalam kehidupan kami...
Yang ku maksud dia adalah orang yang bisa dibilang merebut orang yang aku suka..
oke jadi namanya adalah Shimizu Aoi dia adalah murid pindahan..
Gara-gara kedatangan Shimizu, aku dan leo jarang berkomunikasi dan jarang menyapa satu sama lain..
Dan awalnya kukira mungkin dia sedang sibuk jadi lebih baik jangan ku ganggu..
Tapi saat aku keluar bersama adik laki-lakiku, shin..aku melihatnya makan cake dikafe kesukaan kami bersama Shimizu..
itu membuatku sakit...
Saat aku menelponnya kemarin dia mengangkat telpon seperti biasa dan mengatakan dirinya sedang sakit jadi tidak bisa menyapa jadi aku berharap dia cepat sembuh..
Dan yang kudapat adalah leo membohongiku dan keluar berjalan-jalan dengan Shimizu ...
"Kak? Aku mau beli cake chocolate dikafe ini.. Boleh ga?" Tanya adikku shin
"Kita beli di kafe kesukaan kakak aja ya.. Disana cakenya enak juga loh" Jawabku dengan perasaan campur aduk tapi kututupi karna adikku ada didepanku..
"Yaudah kalo kak hana bilang gitu ayo beli sekarang" Perkataan adikku yang membuat aku sedikit ceria... Mereka keluar dan menyapaku..
"Kau? Kobayashi hana kan?" Tanya Shimizu padaku..
"Ah benar.. Kamu Shimizu Aoi kan?" "Benar.. " Percakapan kami dilihat oleh leo dan dia kaget..
"Hana?! Kamu ngapain disini?!" Tanya leo kaget..
"Kalian temannya kak hana?" Shin bertanya.. "Ya kami temannya.. Apa kamu lupa? Aku kak leo.." Ujar leo..
"Ga kak leo yang ku tau ga pernah bohong sama kak hana dan aku ga terlalu deket sama kamu jadi maaf ya" Kata-kata yang dikeluarkan shin membuat kami bertiga kaget..
"Kami permisi saja.. Maaf menganggu kalian.. Leo lain kali berbohonglah ya... Sepertinya kamu memintaku menjadi temanku waktu itu bohong ya? Kau hanya kasihan padaku dan aku pikir kau lumayan mirip dengan mereka dan-.." Ucapanku langsung dipotong oleh adikku
"kak kita ga jadi beli cake? Ditunggu sama mama nanti☺" Aku hanya tersenyum dan pergi dari sana...
Setelah pertemuan itu aku terkena demam dan aku langsung mem-blacklist nomor leo dan menjadi penyendiri lagi..
Setelah aku sembuh aku kembali masuk kesekolah dan ada yang menyebarkan gosip bahwa aku adalah orang ketiga didalam hubungan Shimizu dan leo...
Aku ga peduli sebenernya...
Tapi trauma yang kupunya belum hilang..
Aku pergi ke kamar mandi untuk merapikan rambutku lalu orang yang ga suka aku saat mendengar gosip itu langsung menarik rambutku "Kobayashi kalau kamu ga suka leo deket sama aoi kenapa kamu ga pergi aja dari sini bikin eneg aja tau ga?"
"Sakit! Sakit! Jangan!" Ujarku sambil kesakitan..
"Gimana kalo kita gunting aja rambutnya ini? Kayanya bagus buat belajar jadi tukang cukur.. "
"Boleh banget tuh"
"Nih gunting nya" Kira kira begitu yang mereka katakan...
"Jangan.. Kumohon jangan..." Mereka memotong rambutku lalu pergi dan meninggalkanku dalam keadaan begini..
Orang melihatku dengan tatapan jijik..
Aku satu kelas dengan leo dan Shimizu..
Aku masuk kelas seperti biasa dan traumaku mulai menghantuiku lagi dan lagi...
Padahal aku mencoba melupakannya...
Mejaku dicoret coret dan berisi tulisan yang diberikan oleh orang-orang yang membullyku saat SMP sangat jelas terukir didalam ingatanku..
Aku duduk dipojok kelas dan guru melihatku..
Mereka memanggil orang tuaku..
orang tuaku mengetahui aku yang dibully saat masih di bangku SMP...
Guruku bertanya "apa anda bisa mendidik anak anda? Saya mendengar gosip bahwa anak anda merusak hubungan orang lain..kami memang tidak peduli diawal tapi nak Shimizu adalah cucu wakil kepala sekolah ini...saya ga mau ya gara gara anak anda saya jadi dipecat"
"Mama.. Bisa kita pulang? Aku gamau ada disini aku mau pindah ya.."tanya ku..
"Ada apa ini ma? Pa?" Dan tanpa kusadari adikku ikut kesini tapi dia menunggu diparkiran karna orang tuaku ga mau dia tau kalo kakaknya menderita...
"Saya akan menjelaskan.. Anda tidak mengetahui apa apa.. Kakak saya ga pernah melakukan hal begitu.. Jika dia mencintai seorang pria bukankah itu wajar? Tapi dia sudah banyak membantu laki-laki itu.. Dan malah si laki-laki itu yang mengkhianati kakakku... Aku mengenalnya.. Dia sahabat kakakku.. Leo bukan? Orang itu memang dekat dengan kakakku tapi dia tidak dekat denganku.. Kamu bilang wanita itu cucu wakil kepala sekolah ini? Kakakku menderita saat dia berada di bangku SMP.. Ini sudah keterlaluan.. Bahkan kakakku dipotong rambutnya lagi .... Gara gara menyebutkan nama sekolah kakak saya mengalami gangguan mental karna pembullyan yang terjadi dibangku SMP....Kami sebagai pihak keluarga akan menuntut pihak sekolah... Tidak peduli apa yang kalian katakan.. Kami hanya ingin keadilan dari pihak keluarga kami.. Jika sekolah ingin membuat nama sekolah baik dan tidak tercemar maka kalian ikut kerja sama dalam kasus ini.."
Perkataan adikku membuat kami sekeluarga kaget dan membuat guru sekolah menjadi diam....
"Shin ga usah ya.. Kita pindah aja.."
Aku ga mau buat masalah lebih karna itu aku menyuruh adikku untuk berhenti..
"Kak.. Maaf ya aku ga pernah tau masalah kakak aku baru denger ini.. Maaf.. Aku minta maaf" Dia meminta maaf padaku..
"Kamu apaan sih? Kakak ga apa kok.. Emang kakak kenapa Shin? Kamu itu harusnya masih ada disekolah.. Kamu ngapain coba ikut kesekolah kakak.. Nanti ketinggalan materi kakak ga mau tanggung.." Jawabku...
"Kalian lihat?! Ini yang kalian lakukan pada anakku!!! Kenapa!! Hana hanya mau mempunyai teman baru dibangku sma!! Kalian malah memberikan trauma lagi!" Ibuku teriak sambil memelukku..
"Sayang... Sudah ya.. Kami akan lapor ini kepolisian kami meminta kerjasamanya saat proses interogasi..." Papaku yang ga kuat melihatku dengan kondisi seperti itu menangis dan meminta maaf padaku...
"Kalian bertiga kenapa? Ini kita kan lagi main sekolah sekolahan.. Kok papa berhenti ngajar? Inginkan belum selesai pa.." Kata-kata yang ku keluarkan karna pikiranku sedang tidak beres..
"Nanti ya sayang... Papa mau keluar dulu.." Jawab papa..
"Kak gimana kalo beli cake?" Adikku mengganti pembicaraan.
"mama juga bikin cake.. Masa ga mau buat punya mama sih? Shin kamu ini minta beli aja" Mereka bertiga menerimaku apa adanya...
Leo, Shimizu, dan guru-guru lainnya dipanggil ke ruang guru..
Dan kepala sekolah juga ada disana....
"Selamat pagi pak.." Ujar kepala sekolah...
"Pak saya mau membuat tuntutan dengan sekolah ini atas tindakan pembullyan yang terjadi dengan anak saya.." Papaku yang membuat aku kuat..
"Saya mau anak saya mendapat keadilan" Ibuku yang membuatku tersenyum tanpa kesedihan..
"Kami ga akan segan kalo kalian malah membela yang ga seharusnya kalian benarkan.." Shin membuatku malu.. Karna aku adalah kakaknya...
Tugas seorang kakak adalah melindungi adiknya..
Aku ga bisa keluarin satu atau beberapa kata..
Aku bisu untuk sementara sejak kejadian kemarin...
Aku mau ngomong juga susah....
Keluargaku adalah keluarga yang baik dan pekerjaan mereka juga tak sesederhana itu..
Pekerjaan papaku adalah seorang pengacara dan ibuku adalah seorang polisi mereka pensiun dari pekerjaan mereka karena alasan yang tidak diketahui oleh kami dan sekarang orang tuaku membuka usaha kafe didekat rumah kami...
Aku bercita-cita menjadi seorang guru di taman kanak-kanak...
Dan adikku bercita-cita untuk menjadi seperti ayah..
Setelah memanggil dan melakukan interogasi dan lain sebagainya tak kusangka polisi membawa seorang psikiater...
Orang tuaku tau aku agak takut..
Tapi aku memberanikan diri...
Dan menjawab apa yang dia tanyakan...
setelah selesai..
Polisi pun memutuskan untuk meng-skors anak anak yang terlibat dan membuat sekolah mengerti dengan kasus yang terjadi dihari ini..
Aku menjalankan kehidupan SMA ku seperti biasanya...
Sejak kasus itu aku memang menjadi sendiri lagi...
Tapi aku ga begitu peduli..
Dan hari kelulusan tiba...
aku memutuskan untuk mendaftarkan diriku ke Universitas yang ada di US yang ku impikan...
Aku menanyakan ini kepada Orang tuaku sebelum aku mendaftarkan diriku...
Dan orang tuaku mengizinkanku untuk kesana...
Jika kalian menanyakan soal leo...
aku memutuskan untuk berpura-pura bahwa dia ga pernah hadir dikehidupan aku...
aku mulai melupakan semua tentangnya bahkan mem-blacklist nomernya..
aku juga menjaga jarak dengannya...
dan aku menemukan pacarku disana namanya will...
Aku sudah sepenuhnya lupa dengan leo....
Dan menjalani hidup baru yang diberikan Tuhan kepadaku...