"semua bakal baik baik saja"
itu kata kata yang menyakitkan dari seseorang yang hanya bisa berkata "sabar" setiap saat. Jika aku bercerita, aku takut....
"Andra! ih jangan dimakan biskuit nya!! kan gue juga mauuu" suara wanita itu melengking tinggi menegur keras sosok laki laki disampingnya dengan wajah kesal yang ketara.
Nah, ini Andra Hitramana...laki-laki saya....cowok futsal yang teliti banget.
"Hahaha, itu kan masih banyakkk aduhh" laki laki itu tertawa keras, puas karena teriakan wanita disampingnya.
Yang sedang kesal itu, Kinara Amara...Wanita cantik milik andra. Cuman bisa ditafsirkan lewat 1 kata "cantik"
pagi ini, kayak biasanya...hujan, lagi lagi hujan. Andra adalah seorang laki laki yang tak suka hujan, dia tidak suka tentang bagaimana semesta bekerja...dari kering, sejuk, damai, hangat tiba tiba saja menjadi lembab dan membuat keadaan melow, padahal kalo dipikir pikir lagi hujan adalah waktu terbaik buat tidur, mentahbiskan sebagian nafas hidup buat hal yang ga sia sia.
pagi yang lembab ini diawali dengan sebuah notifikasi lucu dari wanita kesukaannya, itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi, jarang jarang kekasih cantiknya itu bangun pagi.
in chat -
lover : andraaaa
lover : Bebeb!!
lover : bangun yukk nanti telattt
lover : ih kok?! mau ditelpon?
lover : Andra kamu aktif kok di read aja?!
lover : jangan jangan...
lover : pak Mahmud?! ini bapak? halo pak
lover : bapak, anak kecilnya mana?
lover : oh iya, selamat pagi pak ~
Andra tersenyum melihat chat dari wanita yang tidak bisa diam itu, mengetikkan jari jarinya dengan perasaan senang, dia ini tsundere jadinya dia agak tidak bisa so sweet.
Andra : berisik, masih pagi Kinara
lover : ih dasar udah jam 6:30 loh andraaaa
Andra : saya tau
lover : yaudah sana mandi, Kinara mau berangkat duluan
Andra : Kinara..
lover : apa? cepetan nanti telat
Andra : tunggu saya didepan
lover : lama, gamau ah
Andra : yaudah
lover : kok?! iya iya Kinara tungguin
setelahnya Andra kembali merelakan senyuman nya, mandi lalu turun ke lantai bawah, sarapan bersama bapak lalu berangkat.
"Andra, lain kali ajak nak Kinara main ke sini" ujar pak Mahmud ayah Andra
"iya pak" Andra mencium tangan bapak nya lalu bergegas naik ke motor nya untuk menjemput kekasihnya.
saat sampai digerbang, dia diberi pemandangan sang mama Kinara dan Kinara tengah menunggunya dengan senyuman.
Andra menghentikan motornya lalu turun, memberikan gestur untuk menyalin tangan sang mama Kinara.
"halo Tante" ujar Andra sekaligus mencium tangan calon mertua.
"eh nak Andra, ini si Kinara dari tadi nungguin loh sampe marah marah" mama Kinara tersenyum lembut.
"sekalian aja cerita kalo aku banting lemari" ujar Kinara kesal.
"udah ah dasar kamu, sana berangkat" ujar Bu Rina, mama Kinara.
"iyaaa"
"permisi Tante"
"iya hati hati" Bu rina akhirnya masuk setelah melihat kepergian sepasang kekasih itu.
bahkan ditengah perjalanan mereka mengobrol ria, bercanda, dan lainnya.
"Andra" suara Kinara agama berteriak memanggil kekasihnya.
"apa?" ujar andra juga agak berteriak
"gue mau nikah sama loh!!" ujar Kinara lagi
"saya juga" Andra menjawab dengan mantap
"nikahin gue yah Andra, gue tunggu" ujar Kinara
"iya nanti semoga jodoh ra" ucap andra.
"nanti gue doa banyak banyak biar kita jodoh" ujar Kinara kembali sambil tersenyum
"saya tau, saya juga bakal rajin berdoa" Andra tersenyum.lebih lebar.
setelah sampai mereka berjalan bersama menuju kelas masing masing, Andra ke lapangan futsal sedangkan Kinara ke kantin bersama teman temannya.
keseharian itu tidak membosankan, meskipun itu sudah terulang sebanyak 10.000x pun. Setelah beberapa saat akhirnya istirahat, Kinara menuju lapangan futsal untuk memberi minuman kepada sang kekasih.
"nih minumnya" ujar Kinara sambil menyodorkan sebotol air mineral
andra berdiri lalu membalikkan tubuh kekasihnya, mengambil karet disaku nya lalu mengganti karet dikunciran kekasihnya, setelah selesai dia baru mengambil air mineral itu dari tangan wanita yang terlihat terdiam itu.
"karetnya hampir putus" ujar Andra singkat.
"serius? makasih loh" ujar Kinara.
"iyaa"
"andra~" ujar Kinara.
"apa?" jawab Andra sehabis meneguk air mineral itu.
"besok kepantai yuk" ajak Kinara dengan mata berseri seri.
"panas" Andra kembali berucap
"oh yaudah" Kinara lalu berbalik dan hendak pergi sebelum sebuah kata menghentikannya
"lusa" singkat Andra.
"oke deal!!!, makasih ayanggg" ujar Kinara sambil melompat girang.
lusa itu tidak lama, hanya 2 hari bukan? dan hari ini lah mereka pergi, setelah sampai mereka hanya bermain berdua diarea sepi, seolah sudut pantai itu hanya milik mereka berdua.
setelah beberapa jam akhirnya mereka duduk dipasir beralaskan Hoodie Andra, padahal itu Hoodie kesayangan Andra, tapi tidak masalah juga untuk Kinara nya.
mereka berdua berlarian ditemani senja, siluet mereka berdua terasa begitu manis yang seolah dihiasi warna redup dan bintang kecil yang akan segera datang.
saat mereka duduk saling menyandarkan kepalanya, Kinara memejamkan matanya, menikmati bahu kekasihnya yang kokoh, hembusan dingin dari pantai dan suasana redup dari senja.
"Kinara"
"apa?"
"saya mencintai kamu"
"Kinara juga cinta sama Andra"
"saya tahu"
hari hari manis itu dengan cepat menjadi penghias otak untuk Kinara, hari ini hujan...malam hari dan dingin, dia saat itu lupa untuk mengambil.buku tugasnya, dengan terpaksa malam.itu dia kembali ke sekolah, setelah mengambil buku itu dia ingin menelpon untuk menyewa sebuah taksi, tapi handphone nya mati...dia panik tapi juga kedinginan.
saat itu seorang laki laki dengan amarah dan khawatir terlihat jelas dimatanya memberikan sebuah jaket pada Kinara, mengucapkan rasa syukur dan akhirnya mengomel.
"yah tuhan Kinara! aku kira kamu sudah jalan ditengah hujan! dasar gadis bodoh! jangan seperti ini lagi!"
"Andra...?"
"sudah ayo pulang!"
setelahnya mereka pulang, ditengah jalan Kinara merasa bersalah atas kejadian ini..
"Andra..." suara nya agak bergetar karena kedinginan.
"diam, Kinara" ujar Andra
"maaf" ujar pelan Kinara.
".....ya" Andra kembali melembut.
saat sampai didepan rumah Kinara, Andra akan bersiap untuk kembali pulang, hujan lebat itu semakin terasa menusuk saat mengenai tubuh.
Kinara turun, menatap Andra lalu menawarkan dia untuk berteduh dulu, tapi Andra menolak dengan alasan sang bapak sedang menunggunya.
saat ditengah perjalanan, hanya sepi...
Andra juga fokus ke jalan hingga.....
BRAKK!!!!
sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menegur motor Andra, melemparkan Andra jauh dari motornya yang hancur, darah terus mengalir hebat..
pandangan Andra kabur, badannya mati rasa, dan darahnya dibawa pergi oleh tetesan tajam hujan.
sang pengendara mobil pergi dengan kecepatan tinggi.
"Kinara, saya mau minta maaf" ujar Andra sebelum menutup matanya.
saat itu Kinara tengah dirumah, selesai berganti pakaian dia menggantungkan jaket andra, memeluknya erat, seolah itu andra.
dia kembali melihat foto andra, dengan pose acungan kelingking, dia tersenyum geli.
"apasi posenya tuh, kayak bukti udah ikut pemilu aja"
saat itu bapak Mahmud diberi kabar tentang keadaan anaknya yang parah dirumah sakit karena menjadi korban tabrak lari, dia dengan cepat menuju ke rumah sakit yang ditujukan.
dia melihat anaknya didorong ke ruang operasi dengan gerakan cepat, akhirnya dia berhasil mengimbangi lalu menatap anaknyad dengan tangis.
"Andra jangan sakit nak"
"bapak, Andra takut..."
setelahnya Andra dioperasi, 3 jam operasi Andra...tiba tiba dokter keluar.
"Oktober pukul 21.45"
pak Mahmud terduduk diam ditepi...
Kinara juga mendapat kabar itu, anda nya...kecelakaan... dia berlari sekuat tenaga hanya untuk memastikan sang kekasih masih hidup tapi dia malah menemukan tubuh itu kaku, dingin dan tak bernyawa lagi.
"Andra, sayang....maafin kinaraa"
saat proses pemakaman itu, semua teman Andra menangis penuh pilu, mereka sulit kehilangan seorang seperti Andra..sungguh.
Kinara tidak datang karena tak sanggup hanya untuk melihat tubuh kekasihnya menyatu dengan tanah lembab itu.
"Andra, Jika ada kehidupan lain...tolong tepati janji kamu dan nikahi saya, Kinara"
_______________
sabar paling dalam adalah melepas dan diajari ihklas tanpa batas.