"bisa diem ngga sih lo"teriak seorang pria yang diikuti oleh seorang wanita."ngga bisa"jawab wanita itu."lo itu bukan siapa siapa gue"tegas pria itu."t-twapi awku swuka kwamu"tangis wanita itu."mending lo lupain gue.percuma juga lo suka gue.karna gue nggak suka sama lo tapi suka sama niar."celetuk pria itu."tapi rey aku be-beneran suka sama kamu."jelas wanita itu."key.plis lupain gue.karna.gue.nggak.suka.sama.LO."perjelas pria itu dengan penekanan kata pada suara akhirnya."fine fine gue trima lo sama niar tapi inget lo jangan harap bisa ketemu gue."kata key dengan nada sedih."heh palingan cuma anceman mana mau lo pergi."keluar nada meremehkan dalam suara Rey."gue ngga bohong gue beneran bakalan kerja di luar negeri."balas Key dengan suara yang agak bergetar."yaudah pergi aja gue ngga peduli emang siapa lo sampe gue nangis nangis."
'drtt drrtt drrrtt'
suara telpon dari hp Key yang membuyarkan tangisnya.Key pun mengangkat telpon itu.
"hallo"
jawab Key dengan sopan namun masih meninggalkan suara serak basah akibat sesegukan saat menangis.
"Key kamu jadi ke bandara sekarang?"tanya seseorang di balik telpon.
"jadi Key sekarang ke rumah.tunggu bentar."
"yaudah di tunggu.kamu cepet dateng biar ngga terlambat ke bandara.
"i-iya a-aku k-ke ban-bandara setelah dari sini"
"hmm"
tut...
panggilan terputus...
Key sempat menoleh ke belakang di mana Rey pria yang sudah iya cintai sejak 12 tahun yang lalu.kini Key berusia 21 tahun.
"bye Rey semoga lo sama niar bisa langgeng.ntar klok gue bisa lagi ke negara ini gue doain lo udh punya anak." kata Key tulus dengan wajah menghadap Rey.dan berjalan mundur dengan wajah yang terbalik.
sebuah mobil lewat dan......
"brakk"
mobil yang lewat itu pun menancap gas.
Key tergeletak di aspal kepalanya bersimbah darah.
saat Rey mendekat Key terbangun dan terkekeh kecil dengan tubuh yang oleng oleng dengan darah segar yang mengalir di pelipis wajah,tangan yang berdarah,kaki yang terlihat patah.
"jangan deket deket.gue masih hidup.aman jadi lo ngga merasa bersalah ketika gue mati." ngaco ucapan yang keluar dari mulut Key.
"l-lo ng-nggapapa kan Key?"tanya Rey kawatir.
"hey gue bilang gue aman jadi lo ngga usah merasa bersalah.karna sakit di luar ngga sakit tapi yang di dalemnya Rey."
Rey meneguk salivanya susah payah.dan masih dengan apa yang di bilang oleh Key.
Key dulu yang dia kenal ganjen dan sekarang key yang hancur karna kata kata yang kurang iya saring.
"m-maaf"cicit Key.
"ngapain lo minta maaf?"tanya Rey yang masih bingung dengan yang baru Key ucap yaitu'm-maaf' maksudnya apaan.
"buat lo kawatir.soo tenang gue ngga bakalan ganggu lo lagi."jawab key berlalu ke dalam mobil hitam miliknya.
Rey masih meratapi ke salahan dirinya yang malah membuat persahabatan mereka hancur.
dalam perjalanan Key yang masih dalam mobil dirinya merasa harus mengatakan perasaannya karna itu membuat dirinya menjadi lebih hancur ketika orang yang ia cintai malah mencintai niar wanita ular itu.
(rumah Key)
"momy key pulang"teriak key
"kamu itu loh key jangan teri-" suara momy key terhenti ketika melihat wajah anak gadisnya yang bersimbah darah kaki yang pincang,tangan lecet.momy key segera mengambil kotak p3k dan memanggil( lex -kakak cowok key)
lex yang melihat adiknya penuh dengan darah langsung menelpon dokter.
4 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣.....
"kak ngga terasa yah udah 4 tahun aja" kata seorang wanita yang berjalan beriringan dengan kakak laki-laki nya dan seorang wanita dengan bayi yang masih kira kira berusia 1 tahun.
"kak des. boleh aku bawa chiko?" tanyanya.
"boleh dong Key ini kan keponakan kamu. " balas wanita itu sambil menjulurkan bayi yang tadi iya gendong kini di bawa ke dalam dekapan Key-aunty chiko.
"kak key boleh ajak chiko ke taman? " tanya key antusias. "boleh asalkan kamu jaga chiko baik baik awas sampai dia kenapa kenapa kamu kakak ngga kasi pulang lagi. " ancam lex kakak laki-laki key.
"okeh key jaga amanat kak lex. " jawab key dengan senyum Sungringah. "kamu jaga baik baik yak si chiko" kini giliran kak desy.
"oke"
(taman pusat kota)
'ngga terasa kembali lagi ke tanah kelahiran gue'
'terlalu banyak kenangan indah dan pahit di sini'
'huh kenapa jadi nginget masa masa dulu sih'
saat key duduk dan sedang menggendong chiko tiba tiba banyak kerumunan warga entah apa itu.
karna key terlalu penasaran key mendekati kerumunan.
dan alangkah r
terkejutnya saat key melihat ada yang sedang baku hantam. karna tak ada yang berani mendekat kini key nekat mendekat dan merelai dua orang yang sedang melakukan baku hantam tersebut.
"woy sini lawan gue kalok berani. maen baku hantam kok ngga ngajak ngajak sih.
kedua orang tadi yang di tangtang oleh seorang wanita yang masih memakai mini dress. kedua orang itu terkekeh dan mulai menyerang key. namun dengan mudah kedua orang tersebut tersungkur.
"kalian bawa dua orang ini ke kantor polisi. " kata key yang langsung menjauh.
'bacot amat sih, apa sih susahnya mereka bwa tu orang ke kantor polisi. 'gerutu key.
key mengingat bahwa sekarang dia harus pulang dan mengganti hidup menjadi lebih baik lagi.
saat key mendekat dengan lokasi dimana tadi ia mendudukan chiko. 'what? chiko hilang' batin key yang tak kunjung menemukan chiko.
"nona anda melupakan bayi anda" suara yang tak asing pernah key dengar.
"owh terima kasi-" suara key tertahan ketika melihat wajah rey di depan matanya.
"Rey.benar kau Rey? " tanya key memastikan dan meliahat secara intens.
"bener ini Key? " tanya pria itu lagi. "hah iya bener. "
Rey kaget saat tau orang tua dari bayi yang iya gendong ternyata anak dari key.
"iya bener, hmm sini ini itu chiko ponakan gue" kata key yang tau chiko masih di gendong oleh Rey.
"owh ponakan kamu" kata rey yang masih gugup.
"hmm niar mana ngga sama lo? " tanya key yang tidak melihat niar si wanita yang di sukai oleh Rey.
"niar gue udahan sama di udah putus dari empat tahun yang lalu. " jawab rey enteng.
'cckk betapa bodohnya gue key. baru menyadari cinta gue ke lo saat lo udah di luar negeri'-batin rey yang meratapi nasibnya.
"emm caffe dulu yuk? " ajak rey. "em oke, " jawab key singkat.
(caffe)
"kok bisa lo putus sama niar? " tanya key yang penasaran dengan ucapan rey.
"katanya lo suka sama niar? " tanya key kembali.
"jujur key gue nyesel baru nyadar kalok gue suka sama lo key! " tegas rey.
sontak itu membuat key tersendak
'uhuk uuhhukk '
"hah apa yang tadi lo bilang? " tanya key yang bingung.
"gue suka sama lo key! lo- kamu mau jadi pacar aku? " tanya rey dengan kata 'aku-kamu'.
"hmm gimana yah. " key nampak berpikir.
"gu-aku mau jadi pacar kamu. " balas key dengan degup jantung yang kurang beraturan.
(hii natiiin yah yang season 2nya).☺☺