Cerita ini hanya fiktif belaka, hanya pemikiran author yang gabut ya reader..
selamat membaca..
Ini adalah cerita Omura, pria gagah berani dengan wajah tampan, tinggi dan body sispex alias kotak-kotak, 🤣🤣
Omura belajar seni bela diri dari guru Yama, guru Yama pula yang telah merawat dan membesarkan Omura sejak usia 8 tahun.
Saat usia 8 tahun, orang tua Omura di bantai habis oleh keluarga Yamoto.. raja perdana menteri yang berkhianat kala itu.
Ayah Omura adalah Takeshi seorang raja yang bijaksana namun tegas, membasmi mentri mana saja yang korup dan berkhianat.. tapi sayangnya Takesi yang tidak menyadari jika orang kepercayaannya Yamoto lah yang menjadi dalang dalam menjalankan rencana besar untuk menggulingkan kedudukan dan berencana menghabisi keluarga Takeshi.
"Maaf yang mulia raja, hamba ingin membawa putra mahkota Omura untuk menguji kemampuannya dalam bidang berburu." ucal guru Yama yang sedang meminta izin pada Takeshi.
Takeshi yang sudah mengenal baik guru Yama pun tidak menolak keinginan guru Yama.. akhirnya malam itu guru Yama dan Omura keluar dari iatana tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.
Malam yang panjang pun tak terelakkan, rencana jahat Yamoto untuk menghabisi keluarga Takeshi terlaksa dengan bantuan sekutu yang juga tidak menyukai oleh kepemimpinan Takeshi..
Malam berdarah tak terelakkan lagi, banyak prajurit yang setia gugur dan harta benda kerajaan di jarah oleh orang-orang Yamoto.
Istana yang megah kini tinggal nama, Yamoto langsung membakar setiap sudut ruang istana dengan bantuan sekutu yang setia dan akan menjadi relasi bagi Yamoto.
Sebelum raja Takeshi tewas di tangan Yamoto.. untungnya raja Takeshi berhasil menyusupkan prajurit yang setia lolos dari serangan membabi buta yang di lakukan orang-orang yang berkhianat padanya..
Lewat prajurit itu lah, guru Yama di beri tahu akan apa yang menimpa pada raja Takeshi dan ratu serta orang-orang yang setia pada keluarga kerajaan Takeshi..
"Ayaaaah.." jerit putra mahkota Omura yang melihat istana tempat ia tinggal sudah di lalap si jago merah.
Sejak malam berdarah itu, guru Yama dan Omura bertekat akan menghabisi keluarga mentri Yamoto.. untuk itu guru Yama melatih Omura menjadi seorang samurai yang hebat dan tangguh serta tak tertandingi..
Kini usia Omura menginjak 20 tahun dengan kemampuan pedang, bela diri, panah serta apa lah itu namanya, author bingung menjabarkan nya 🤣
Setelah menghabisi raja Takeshi, Yamoto mendirikan kerajaannya sendiri dengan di bantu para mentri yang setia pada Yamoto dan sekutunya. Kerajaan maju pesat serta tidak ada rakyat yang berani membantah setiap perintah raja, karena juka melawan akan berakhir dengan kematian.. begitu lah kerajaan Yamoto.
Kini Omura merubah namanya dengan Murao, dengan bantuan guru Yama.. Murao berhasil menjadi pengawal pribadi putri mahkota Yamae, putri tunggal dari ratu. Yamae gadis yang periang, cantik, lincah, jago bela diri tapi masih kalah ilmu dan kemampuan bila di bandingkan dengan Murao.
"Ayah, aku tidak mau di kawal sama dia." tolak Yamae.
"Ini demi kebaikan mu.. jika tidak, kau tidak boleh keluar dari istana." perintah raja Yamoto kala itu.
Akhirnya Yamae menerima Murao sebagai pengawal pribadi yang kata ayah nya adalah samurai yang terkenal saat ini.
Dengan berjalannya waktu, Yamae menerima kehadiran Murao sebagai teman bukan lagi menganggapnya sebagai pengawal pribadi.. dari diri Murao lah Yamae mengenal arti teman, arti setia, arti guru.
Dengan kebersamaan itu pula hati Murao luluh dan berniat menghentikan rencananya untuk menghabisi keluarga Yamoto.
Murao membawa Yamae ke sungai untuk melatih kecepatan dan ketepatan dalam menagkap ikan dengan panah.. di sana pula Murao bertemu dengan guru Yama.
"Maaf guru, aku tidak bisa melanjutkan." ucap Murao dengan wajah datarnya.
"Kau lupa, siapa yang sudah menghabisi keluarga mu..Omura?" ucap guru Yama dengan tatapan tajam.
"Aku mencintai Yamae, dari nya aku mengenal cinta." ujar Omura.
"Dari orang tuanya kau menjadi sebatang kara." ucap guru Yama mengingatkan.
Prangaa panah yang sedang di pegang Yamae jatuh saat mendengar percakapan antara Yama dan Omura yang selama ini ia kenal Murao..
"Jadi, kau adalah Omura?" tanya Yamae.
"Kau mendengar semuanya?" tanya Murao alias Omura.
"Maaf atas tindakan ayah ku guru Yama, saat itu ia hilaf." ucap Yamae yang berlutut di depan Yama.
"Harusnya kau meminta maaf pada Omura." ucap Yama.
"Maaf atas tindakan ayahku, Omura.." ucap Yamae yang memeluk erat kaki Omura dengan derai air mata.. "Aku rela jika kau bunuh.. asal jangan kau habisi ayah dan ibuku." pinta Yamae.
Kedua tangan Omura memegang kedua lengan Yamae dan membawanya untuk berdiri.
Omura menatap lekat mata Yamae, "Tatap mataku." ucap Omura.
Yamae pun menatap kedua mata Omura.
"Kau mau aku menghabisi mu bersama keluarga mu, atau kau mau aku menghabisi keluarga mu?" tawar Omura.
"Jangan kau sakiti keluarga ku." pinta Yamae.
"Ayahmu, Yamoto tidak memberikan ku pilihan kala itu." ucap Omura dan berbalik membelakangi Yamae.
"Aku mencintai mu, Omura." ucap Yamae.
"Baiklah jika itu jawaban mu." dengan senyum licik Omura. "Kau habisi orang tuamu demi diriku." ucap Omura.
"Omong kosong." teriak Yamae, "Kau kejam." ucap Yamae.
"Ayahmu yang kejam." teriak balik Omura di depan wajah Yamae.
Sejak saat itu Yamae lebih banyak diam terhadap Omura, lebih tepatnya masih merenungi bagaimana nasib keluarganya.
Di istana, Murao memberi obat tidur di dalam minuman Yamae.. saat itu pula Murao menjalankan aksinya menghabisi pengawal yang berda di depan kamar raja.
Lalu masuk kedalam kamar raja Yamoto, dengan menghunus pedang ke arah jantung Yamoto..
Jleb... pedang menusuk jantung Yamoto..
"A- a- apa yang ka- ka- kau la- ku- kan.." ucap Yamoto terbata-bata, darah segar keluar dari sudut bibirnya.
"Darah di balas darah, nyawa di balas nyawa." ucap Murao.
"A- pa mak- sud- mu?"
"Aku Omura, ingin membalas dendam atas kematian ayahku raja Takeshi dan ratu." ucap Omura.
Jlep.. pedang di tekan ke dalam dan menembus badan Yamoto.
Malam itu giliran keluarga Yamoto yang berlumur darah dan kerajaan yang di dirikannya kini tinggal lah nama..
Omura membawa tubuh Yamae yang tidak sadarkan diri karena pengaruh obat tidur ke gubuk bambu yang selama ini Omura buat dengan tangannya sendiri.
Saat Yamae sadar, "Aku dimana?" tanya Yamae saat sudah mendudukkan dirinya.
"Kau sudah bangun?" tanya Omura yang sedang menyalakan tungku api.
"Seperti yang kau lihat." jawab Yamae.
Saat tungku api menyala, Omura memasak bubur untuk makan malam mereka berdua. Lalu mendudukkan dirinya dekat tubuh Yamae.
"Aku sudah menghabisi keluarga mu." ucap Omura.
"Apa?" tanya Yamae tak percaya.
"Kau boleh membunuh ku." ucap Omura dengan memberikan pedang pada tangan Yamae.
"Kau boleh menghabisi ku, karena aku sudah menghabisi keluarga mu.. kini balas dendam ku sudah terlaksana.. aku dan kau sama-sama kehilangan orang tua dan harta dan juga tahta." ujar Omura lagi.
"Huh, apa lagi yang ku miliki selain dirimu?" tanya Yamae.
"Lupakan balas dendam, anggap di antara kita tidak terjadi apa-apa, hanya ada kau aku dan masa depan." ucap Omura.
Yamae memeluk erat Omura..
dendam tidak akan membawamu pada kebahagiaan 🙂🙂