Namaku Gravill aku tinggal di dekat sebuah kuil yang sering di jadikan orang menyembah untuk mendapatkan kebaikan, untuk apa perkenalan ini? Memangnya kalian bakalan ingat? Ya kalau gitu aku jelaskan arti namaku Gavrill memiliki arti "kekuatan dari Tuhan" Cukup keren bukan?
Aku masih menginjak sekolah menengah pertama disingkat SMP, tentu saja saya punya teman tidak seperti pembaca cerpen ini dalam hati.
Temanku bernama Raisa jika di artikan dalam bahasa Yunani "Mudah bergaul" Ya benar dia memang mudah bergaul tanpa memandang bulu ketek.
Dia begitu baik hati dan di juluki pendengar yang baik tetapi, tidak sedikit orang yang yang menganggapnya aneh dan bahkan di sebut gila, aku pun ga tahu kenapa bisa begitu, apa yang salah dari perbuatannya.
Temanku tinggal di kuil itu dan mempunyai keluarga yang mengurus kuil jika ada event tertentu akan sangat ramai di penuhi orang untuk memohon segala kebaikan.
Tetapi anehnya orang-orang yang berbondong-bondong itu berhenti mengunjungi kuil tersebut di karenakan tingkah laku Raisa yang entah kenapa dia di juluki gangguan jiwa.
Aku sempat bertanya "Raisa, apa yang salah sehingga orang bicara kasar terhadapmu?" Dia selalu menjawab dengan tersenyum dan menjawab "Karena mereka tidak mengetahui apa arti teman" Aku pun bingung, apa maksud dari tidak mengetahui arti teman? Apa orang-orang yang melirik jijik pada Raisa itu tidak tahu cara berteman dan merasa iri? Sungguh konyol.
Aku pun geram dengan masyarakat yang memandang Raisa begitu, aku pun mencoba untuk mececar balik orang yang menghinanya tetapi Raisa menahan dan berkata "Tidaklah baik jika kamu melawan dengan kekerasan, tidak ada bedanya kamu dengan mereka.. Yang ada kamu akan sakit hati dan bersedih" Katanya begitu sungguh wanita yang diidamkan banyak pria.
Malam hari berlalu Raisa tentu saja tidur, aku tidak ingin menurut begitu saja aku ingin mencoba membuat orang tahu rasa akan sakit yang di alami Raisa. Gravill berniat menakut-nakuti warga dengan meneror tetapi tidak sengaja mendengar perkataan ucapan mereka "Anak itu.. Raisa berbicara sendiri dan tersebut sendirian apa mungkin dia di rasuki?" Lalu di jawab "Mungkin dia tidak mempunyai teman, sehingga berteman dengan setan"
Gavrill menyadari hal aneh "Bicara sendiri katanya?" Apa jangan-jangan.. Gavrill akhirnya paham dengan perkataan Raisa "Akan sakit hati dan bersedih.. Mengetahui bahwa aku... Tidak terlihat oleh orang lain"
***