Distrik 8 adalah sebuah wilayah tempat tinggal untuk para manusia yang di beri julukan malaikat kematian oleh para penduduk distrik lain.
Bukan karena tidak ada alasan julukan itu di sematkan kepada penduduk distrik 8 karena di distrik itu tempat dimana pedang angin berada tidak tanggung tanggung pedang angin adalah senjata paling kuat di Negara dystopia.
“selamat datang kami ucapkan kepada ratu distrik 8 yang kuat” salam para pelayan istana menyambut freya yang baru saja pulang dari distrik 9 “kalian boleh bubar!” pinta freya yang langsung di laksanakan oleh para pelayannya “kau pasti cape istirahat lah?” kata kakaknya aldo angelio yang melihat freya tampak murung.
“woss..” tiba tiba freya menghilang begitu saja “dia pasti masih kepikiran dengan gadis itu” aldo berguma sungguh dirinya tahu betul adiknya sedang tidak baik baik saja.
“bukk..” freya sudah membaringkan tubuhnya yang lelah di tempat tidur “aku akan pastikan semuanya berjalan dengan baik..” freya merasa bimbang saat dirinya hendak membunuh alice indrani gadis holly blood yang tinggal di distrik 9 itu padahal alice adalah keturunan terakhir seorang prajurit yang telah membantai semua anggota keluarganya di saat perang antar distrik dimulai.
“aku mohon maafkan aku” itu lah kalimat terakhir yang di ucapkan mulut freya sebelum dirinya terlelap dalam mimpi yang buruk.
Pagi kali ini terlalu cepat bagi freya sehingga dirinya malas untuk bangun dari tempat tidurnya “ha ah..” namun akhirnya freya memaksakan diri karena freya harus beribadah lalu bersiap siap berangkat keakademi samurai angel of dead.
Freya kini sudah sampai di akademi dan semua mata tampak tertuju kepadanya yang berjalan sendiri.
“dia nambah tinggi ya dan cantik banget..” guma para murid yang memperhatikan wajah freya yang berekpresi dingin “lah aku kira kau sudah gak berani kesini lagi frey” Tanya seorang murid perempuan yang lebih tinggi lagi besar tubuhnya dari tubuh freya.
“minggir..” kata freya namun murid perempuan itu tetap berdiri di hadapannya bersama temannya “sekarang kau bera.. woss?” para murid langsung tersentak kaget saat mata freya berubah menjadi berwarna ungu cerah dan pusaran angin mengelilinginya.
“kau tidak lebih dari se ekor nyamuk laila Hamilton..” selesai mengatakan itu bibir freya tersenyum manis dan membuat aora di sekitarnya menjadi sangat mencekam.
“ada apa ini?” Tanya seorang pria yang ternyata adalah seorang master di akademi itu “guru aly dia menghadang jalan ku?” jawab freya kini matanya sudah merubah menjadi normal.
“masuk lah ke kelas kalian dan jangan bertarung jika bukan di tempatnya?” perintah aly yang membuat para murid berhamburan masuk kekelas.
Freya sudah duduk di kursinya lalu bibirnya tersenyum karena sejak dirinya SD hingga lulus SMA tempat duduknya tidak berubah.
Ya dalam system pendidikan di distrik 8 semua murid yang memiliki kemampuan angel of dead atau malaikat kematian akan di sekolahkan di akademi ini hingga saat sudah dewasa mereka akan memperlajari lebih dalam tentang kekuatan yang di milikinya yang paling special adalah semua murid bisa berkesempatan mendapatkan pedang angin.
“hai hai kau kemana saja sih kok baru kelihatan..” tiba tiba teman sekelasnya menyapanya “kenapa kalian ini kepo banget, aku habis jalan jalan ke distrik 9..” sahut freya santai karena dirinya sudah akrab dengan ketiga gadis itu.
“oh gitu kau ngapa gak bilang kekita lah..” Tanya temannya kembali yang membuat freya tersenyum lalu matanya yang tajam menatap wajah temannya satu persatu.
“yuna, yeni, ema kalian gak akan betah di sana karena dingin banget..”
“tapi kami kan bisa refresing frey huu ngomong aja kau mau buu..” tangan yuna langsung membungkam mulut adiknya itu lalu tersenyum canggung pada freya.
“maaf ya yeni hampir keceplosan. Hmm sejak kau pergi banyak yang terjadi tahu ema coba lihatkan luka mu..” pinta yuna yang langsung di iyakan oleh ema lalu tangannya menarik lengan baju seragamnya sehingga mata freya membelalak.
“kenapa bisa memar kebiruan gitu?” Tanya freya yang membuat ketiga temannya tersenyum ketir “ini pasti ulahnya, dia memang mau di hajar” freya murka dan kakinya hendak melangkah namun tangan ema memegang lengannya.
“sudah lah gak apa apa kok?”
“gak apa apa, apanya ema? Dia udah jelas jelas melukaimu?”
“tapi dia lebih kuat sekarang frey..” sahut yeni yang membuat freya terdiam namun ekspresi wajahnya menunjukan kebencian “aku juga bertambah kuat, kalian lihat nanti aku akan menantangnya!” selesai mengatakan itu freya langsung duduk karena master sudah masuk kedalam kelas sehingga ketiga temannya juga ikut duduk.
“maafkan aku harusnya dari dulu aku kasih tahu kalian kalau aku adalah malaikat kematian dan pemimpin distrik 8..” freya merasa bersalah kepada ketiga temannya itu karena sejak kecil telah menyembunyikan rahasia yang amat besar padahal ketiga temannya itu jika tahu jati dirinya
yang sebenarnya tentu tidak aka nada yang memperlakukannya seperti sampah namun sayang demi kepentingan pemerintahan freya terpaksa menyembuyikan jati dirinya kepada semua orang termasuk ketiga temannya itu.
“baik lah pembelajaran kita tentang elemen angin selesai kalian boleh istirahat” pinta master sebelum dirinya keluar dari kelas “ayo kita kantin?” ajak yuna namun langsung mendapat gelengan kepala freya.
“ayo ikut aku ke ring tanding, aku akan mengahabisi dia..” ketiga temannya langsung melongo “ahahaha..” lalu mereka bertiga langsung tertawa lepas yang membuat freya langsung cemberut.
“apa yang lucu?”
“frey kau.. aduh kan aku udah bilang kal..”
“tapi aku juga bertambah kuat yeni, ais sudah lah kalo kalian gak percaya aku akan buktikan sendiri” selesai mengatakan itu freya langsung melangkah kan kakinya menuju ruang pertarungan di dalam akedemi semua murid bisa menantang murid lain untuk beradu kekuatan demi memperkuat diri supaya semakin bisa
menjadi pengguna pedang angin karena bagi pemuda di distrik 8 pedang angin adalah sebuah kerhormatan bukan lagi sekedar senjata yang kuat “laila Hamilton ayo bertarung dengan ku..” teriak freya saat kebetulan melihatnya di ring tanding.
“oke kemari lah aku akan membuat tulang mu patah” sahut laila santai yang membuat freya langsung masuk kedalam ring dan seketika semua murid pun langsung berkumpul di ruangan itu.
“tiga.. dua.. satuu.. TIINGGG.. woss” freya dan laila langsung mengeluarkan kekuatannya kini mata kedua gadis itu sudah berubah warna menjadi ungu cerah.
“wos wos wos..” mereka yang menonton pertarungan itu tidak bisa melihat dengan jelas karena laila dan freya sangat cepat dan terus beradu pukulan “huh huh huh..” napas mereka memburu saat freya berhasil menangkis semua serangan laila yang cepat itu.
“kau pikir hanya kau yang berevolusi? Aku juga. Bahkan mata ini bisa menirukan serangan mu..” kata freya yang membuat laila sedikit bergidik sungguh di akui oleh dirinya gadis yang dulu sering di bulinya itu bertambah sangat kuat “kau bacot mulu.. woss bukkk!” mata laila membelalak saat melihat tangan freya menangkap tinjuan tangannya.
“biar aku tunjukan kemampuan malaikat kematian yang sesungguhnya.. woos bruakk” tangan freya langsung menarik lengan laila lalu membanting tubuhnya, tidak berhenti di situ kini freya sudah duduk di atas perut laila tangan kirinya menyengkram kedua tangan laila lalu tangan kanannya yang kukunya sudah berubah menjadi seperti kuku elang pun hendak mencongkel mata laila yang berwarna ungu itu.
“hentikan..” tidak hanya freya namun semua murid yang ada di dalam ruangan itu langsung menoleh kesumber suara.
“guru kenapa kau ganggu saja lah?” kata freya kesal karena aly menggagalkan aksinya “kau tidak boleh melakukan itu saat lawan mu sudah tidak berdaya freya” sahut aly yang membuat mata freya menatap wajah laila yang pucat.
“baik aku lepaskan dia, tapi kalau aku lihat dia membuli teman teman ku atau murid lain lagi jangan salah kan aku jika nanti aku membunuhnya..” selesai mengatakan itu freya langsung menyingkir dari atas tubuh laila lalu dirinya pergi begitu saja meninggalkan mereka yang tampak terkejut melihat perubahannya yang sangat drastic itu.
“ternyata kau di sini?” kata yuna saat melihat sosok freya sedang termenung di bawah pohon yang ada di dekat lapangan “dimana yeni dan ema?” Tanya freya saat yuna sudah duduk di sampingnya.
“mereka lagi jajan di kantin, ayo susul mereka?” freya segera menggelengkan kepalanya sehingga yuna mengeluarkan sebuah benda kecil seperti sedotan yang di potong potong.
“mau nyimeng?”
“aku sudah berhenti mengomsumsi itu” jawab freya yang membuat yuna terkejut “serius kau gak suka sama ini lagi? Wah apa kabar tubuhmu kalo lagi sakau?” freya tersenyum mendengar pertanyaan yuna lalu matanya yang tajam pun menatap wajah temannya itu dengan ramah.
“aku hampir mati yun, rasa sakitnya seperti tulang yang di remukan dan itu sangat sakit” jawaban dari pertanyaan yuna membuat dirinya bergidik ngeri “apa alasan kau berhenti konsumsi ganja?” kali ini freya lebih memilih terdiam karena dirinya tidak mau mengingatnya lagi.
“iya sudah yuk kita kekantin saja?” selesai mengatakan itu freya langsung berdiri sehingga yuna pun ikut berdiri dan mereka pun malangkah kan kakinya menuju kantin yang ada di akademi.
“bruakk..” freya baru sampai di kantin sudah terjadi keributan antar murid “kau pikir kau yang paling kuat disini huh?” kata laila saat kakinya menginjak kepala seorang murid laki laki “berhenti melalukan itu?” suara datar freya berhasil membuatnya menjadi pusat perhatian termasuk laila.
“kau.. ais andai kau tahu dia suka bicara sembarangan tentang perempuan pasti kau biarkan aku membunuhnya?” selesai mengatakan itu laila menyingkirkan kakinya dari ata kepala murid itu dan dirinya pun berlalu begitu saja.
Tiba tiba freya menghampiri murid yang sudah baba belur itu “kalo yang di katakan laila benar? Bersiaplah mati di tangan ku!” selesai mengatakan itu freya langsung menatap teman temannya murid itu.
“walau pun aku dari kelas rendah, jangan pernah anggap aku lemah laila yang dari kelas A saja bisa aku kalah kan apa lagi kalian yang hanya dari kelas tengah. Dan satu lagi kalau ada yang menghina perempuan kalian berarti cari mati” freya langsung menghampiri teman temannya.
“wah kau kesambet apa sih frey, pulang pulang kok jadi cool banget kalo gini kami juga jadi takut sama kamu?” kata yeni yang mendapat senyuman manis freya “kalian bertiga jangan takut kepadaku? Tapi segan lah kepadaku!” sahut freya yang mendapat acungan jempol ketiga temannya.
“iya sudah yuk pesen makan aku yang teraktir deh?”
“wah serius frey?”
“iya ema.. udah sana belilah jajan lagi ajak tuh si yeni sama yuna”
“oke bos..” selesai mengatakan itu ema dan ketiga temannya langsung membeli banyak makanan sedang freya duduk di kursi menunggu mereka.
“hmm aku mencoba sebisaku untuk menahannya?” freya sebenarnya sedang sakau rasa sakit di seluruh tubuhnya mulai membuatnya merasakan nyeri yang luar biasa menyakitkan namun dirinya menahan diri walau pun keringatnya bercucuran dan wajahnya tampak pucat.
“frey kau sakit?” Tanya yuna saat dirinya sudah duduk berhadapan dengan freya “aku pergi dulu ya? Woss..” selesai mengatakan itu freya sudah menghilang entah kemana yang membuat yuna panic.
“loh kak dimana freya?” Tanya adiknya “ema, yeni kalian makan lah aku akan menyusul freya dulu.. woss..” yuna pun berlari sangat kencang namun sayang tidak menemukan keberadaan freya padahal dirinya sangat kuatir kepada temannya itu.
Sedang freya kini sudah sampai di tengah hutan yang ada di dekat akademi angel of dead.
“Aaaa.. wosss..” kini freya tidak bisa menahan rasa sakitnya lagi sehingga kekuatan yang ada di dalam tubuhnya bangkit, di tengah dada tanda lahir freya bercahaya tiba tiba punggung freya tumbuh daging lalu daging itu di selimuti bulu berwarna coklat keemasan dan sekarang menjadi dua sayap sempurna.
“kretaakk takk..” kedua kuku tangan freya tumbuh menjadi seperti kuku burung elang sehingga dirinya benar benar seperti jelmaan malaikat kematian.
“huh huh huh..” freya mengatur napasnya dan matanya yang berwarna ungu cerah itu sudah berhasil membuatnya bisa melihat tubuhnya yang kembali berevolusi “ini yang ketiga kalinya” guma freya lalu dirinya mencoba berdiri dan mengepak kan sayapnya.
“wus wus wus..” freya kini bisa terbang dengan bebas “harusnya aku membawa mu jalan jalan ke angkasa sebelum pergi karena aku bisa membawa mu terbang..” kata hati freya saat ingatannya masih membekas di otaknya sungguh freya membenci gadis holly blood itu namun rasa cintanya kini semakin besar terlebih saat freya memutuskan kembali lagi ke distrik 8.
“jadi dialah malaikat kematian itu?” mata ungu laila bisa melihat dengan jelas sosok freya yang sesungguhnya dan sekarang dirinya pun yakin bahwa freya lah pewaris pengguna pedang angin dan sebelum freya menyadari keberadaannya laila pun memutuskan kembali keakademi lebih dulu sedang freya masih asik terbang.
“ah iya kalau aku kelamaan pergi pasti ada yang curiga kepadaku?” akhirnya freya sadar sehingga dirinya pun mulai kembali ketubuh manusia normal dan segera kembali ke akademi “frey kau kemana saja? Kami mencarimu tahu?” Tanya yuna saat freya sudah masuk kekelas “maaf membuat kalian kuatir” ketiga temannya langsung cemberut.
“ya tapi kau kemana dulu?” sahut ema namun saat freya hendak berkata tiba tiba master aly pun datang sehingga mereka duduk di kursinya masing masing “alhamdulilah aku selamat” kata hati freya lega saat teman temannya tidak jadi mengintrogasi dirinya.
SELESAI
Gimana menurut kalian ceritanya? Kalo mau tahu kelanjutan cerita ini baca aja novelku yang berjudul "janji Romantis Dari Sahabat" yang menceritakan Alice dan freya. Oke STAN talent STAN jiayou ingat kalo suka cerita ini tinggal kan jejak ya☺️.