Uang adalah segalanya di dunia ini, tanpa uang manusia bukanlah apa-apa, bagaikan tubuh kosong tanpa jiwa, semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan uang dengan barbagai cara entah itu halal atau haram tidak ada yang peduli.
Namaku An, tapi orang lain sering memanggil ku dengan nama mika, untukku hidup di dunia ini bagai sebuah kutukan, bagaimana tidak, terlahir dari sebuah keluarga miskin hidup menderita dibawah kekangan seorang ayah tiri di jual dan dipaksa menjadi seorang pelayan, apa lagi yang lebih buruk dari pada itu?.
Suatu hari Karena terlalu muak dengan dunia yang bagai neraka ini, malam itu aku berjalan menuju lantai atas gedung tinggi, dari sana aku mencoba untuk lompat dan bunuh diri, lalu apa yang terjadi, tentu saja aku jatuh dan mati apa lagi.
Saat itu semua menjadi gelap, hanya ada rasa hampa dan dingin yang menyerba, juga ada berbagai ingatan asing yang terlintas menyertai kegelapan, aku mulai bertanya-tanya ingatan siapa ini?, Beberapa saat kemudian mataku mulai terbuka aku merasakan cahaya terang, apa ini cahaya ilahi?, Tapi ternyata tidak, ini adalah cahaya lampu, dimana aku?, Saat bangun aku berada di sebuah rumah mewah dengan segala fasilitas nya, bagai intana di negeri dongeng, tapi kepalaku mengapa ada perban di kepala ku?, Apa aku masih hidup dan belum mati setelah melompat dari gedung setinggi itu?, Aku mulai turun dari ranjang yang hangat dan empuk, aku mencoba berjalan tapi tidak bisa, kaki ku terasa sangat lemas, dan akhirnya aku pun terjatuh kelantai.
Dari luar seorang wanita datang dengan tergesa-gesa masuk kedalam kamar " Nona!" Kata yang pertama terucap dari mulutnya, " si-siapa kamu? " Tanyaku dengan suara pelan, tapi suara siapa ini mengapa sangat berbeda dengan suara ku , " An apa kamu baik-baik saja, dokter bilang kepala mu terbentur sangat keras " bukankah jika jatuh dari gedung tinggi kepala ku pasti akan pecah ya?, " Tuan nona tidak mengenali saya apa dia hilang ingatan? " Tanya gadis yang tadi datang pertama kali membuka pintu dan memanggil ku Nona, " An apa kamu mengingat ku? " Aku hanya menggelengkan kepala saja, " cepat panggilkan dokter! ".
Beberapa saat kemudian dokter datang, dan dokter mengatakan bahwa aku hilang ingatan karena benturan keras dari kecelakaan mobil semalam, kapan aku kecelakaan, aku kan lompat dari gedung?.
--------★
Satu bulan berlalu, kini aku bisa beraktivitas kembali, dan hal pertama yang ingin aku pastikan adalah tubuh siapa ini, kini aku sadar bahwa ini bukanlah tubuh ku yang dulu, apa mungkin Tuhan memberiku kesempatan kedua?, Dulu aku hidup dengan menderita, tapi setelah aku mati malah bereinkarnasi menjadi seorang Nona kaya raya, sungguh Tuhan punya mata.
Beberapa hari kemudian seseorang datang ke rumah mewah ku, ia datang membawa undangan untuk berjudi, " An undangan apa itu? " Tanya pia saat itu, ternyata pria ini adalah kakak ku, " undangan judi " jawabku dengan polosnya sambil memperlihatkan undangan ini, " judi lagi, biar aku saja yang mendatangi nya kamu cukup istirahat di rumah " kata kakak, " tidak, aku ingin pergi, sudah lama tidak berjudi " kataku mengambil undangan itu dari tangan kakak, " tapi An apa kau akan merugikan kita lagi?, Terakhir kali berjudi kau hampir membuat semua uang tabungan habis " kata kakak mengingatkan, ya memang benar pemilik asli tubuh ini mungkin tidak bisa berjudi tapi aku bisa, dunia malam sering mengenal ku dengan julukan Mika sang ratu judi, dan di kehormatan ini aku akan mendapatkan kembali julukan ratu judi ini.
Malamnya aku pergi ke tempat yang akan dijadikan arena perjudian, " wah wah lihat siapa yang datang nona An yang payah masih berani menunjukkan muka rupanya " kata anj*ng 1, " ahahahahaha apa tidak cukup kalah saat itu " kata Jal*ng 1, " cih kali ini aku akan menang lagi hahaha " kata jal*ng 2, " wah wah jika kali ini kau kalah maka tu buhmu akan menjadi milikku " kata anj*ng 2, dan aku akan menamai mereka para binatang liar, " tenang saja kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti saat itu ".
Kami semua duduk di tempat masing masing serta membawa taruhan masing masing, semua orang mengeluarkan masing masing hanya sekitar 5-10 juta saja, " bertaruh uang jutaan tidak lah seru bagaimanapun jika bertaruh masing-masing uang 1 miliar bukankah lebih meriah? " Kataku dengan yakin, " 1 miliar apa kau yakin ha, baiklah aku setuju 1 miliar agar semakin meriah " kata jal*ng 2, dan semua orang mengeluarkan masing-masing 1 miliar, permainan pun di mulai.
Di babak pertama aku menang dan mendapatkan 4 miliar, " hehe aku memang bagaimana masih mau main lagi? " Tanyaku, " cih kau hanya beruntung kali ini, di babak kedua kita akan bertaruh sepuluh miliar apa kau berani? " Tanya anj*ng 1, siapa yang takut walau sampai harta kalian habis pun aku akan tetap menang hehe, dan benar saja ternyata judi memang menghasilkan banyak uang " wah banyak sekali uang nya bagaimana caraku membawa nya ya " goda ku menyulut amarah mereka, " cih dasar sialan untuk apa kau membawa nya, matilah saja sana " kata anj*ng 1 yang kehilangan uang nya, wah sudah kalah bukanya berlapang dada malah ingin membunuh orang " membunuh ku? Jangan mimpi terlalu tinggi ", sebelum bogem mentah nya mengenai ku sebuah tendangan melesat dari kaki ku " ini namanya memecahkan telur " kataku dengan santai " ada lagi yang mau maju untuk pecah telur? ", Mereka semua ketakutan dan pergi meninggalkan ku.
Sampai dirumah Kakak terkejut aku membawa begitu banyak uang, " An dari mana uang ini? " Lucu sekali pertanyaan mu kak, " tentu saja dari hasil judi bagaimana aku hebat kan dalam satu malam bisa mengganti kerugian kita " kataku dengan santai nya, " ah aku lelah kakak saja yang menyimpan semua uang itu ya aku ingin tidur selamat malam ", walau hanya uang haram tapi aku bahagia bisa mendapatkan nya, yang terpenting bagiku adalah bisa mendapatkan uang walau bagaimanapun caranya.
Tamat