Laras adalah anak yang terbilang pintar namun dia pendiam dan pemalu, dia tidak punya teman dan sering dibully namun suatu hari ada seorang anak laki laki pindahan dari sekolah lain namanya sakti, mulai hari itu sakti berteman dengan Laras, sakti anak yang baik dan juga tampan itu membuat sekumpulan Genk anak perempuan dikelasnya menjadi iri dengan Laras yang begitu dekat dengan sakti. Dirumah Laras selalu dimarahi dan dipukuli oleh ayahnya yang pemabuk, ibunya sudah meninggal sewaktu dia lahir dan ayahnya selalu menyalahkan Laras atas kematian ibunya itu dia selalu berkata "JIKA KAMU TIDAK LAHIR IBUMU TIDAK AKAN MATI, LEBIH BAIK KAMU SAJA YANG MATI" bentak ayahnya sambil memukuli Laras. Laras yang malang hanya bisa menangis dan merintih kesakitan dia terus mengatakan ampun kepada ayahnya untuk berhenti memukulinya namun ayahnya tidak mendengarkan nya dia selalu memukuli Laras dan tidak akan berhenti sebelum dia puas. Dari kecil Laras tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua dia selalu menderita dan itu membuat mentalnya terganggu dan menjadi anak yang pendiam apa lagi dia selalu dibully oleh teman-temannya di sekolah dia tidak pernah merasa bahagia, hingga saat kehadiran sakti dia mulai sering tersenyum dan merasa bahagia dia akan bahagia jika hanya berada di dekat sakti. Suatu hati ayahnya pulang dengan mabuk dan terus memukuli Laras seperti biasanya dia hanya bisa diam saja dan menangis menahan sakit sampai akhirnya ayahnya selesai memukulinya. "hiks hiks andai saja ibu ada disini aku tidak akan seperti ini, aku sangat merindukanmu bu 😭😭" menangis hingga tertidur. keesokan harinya dia bangun kesiangan dan terlambat ke sekolah "hosh hosh" berlari terengah-engah sambil memasuki kelas "maaf Bu saya terlambat" masih dengan nafas terengah-engah, "KAMU INI LARAS SUDAH BERAPA KALI SEPERTI INI DAN KAMU GAADA KAPOKNYA" bentak gurunya, "maaf bu", "berdiri didepan kelas sampai pelajaran saya selesai", "baik bu" Laras yang malang akhirnya harus berdiri didepan kelas Sampai pelajaran guru itu selesai, sakti terus menatap Laras dan merasa kasihan terhadapnya, "sekarang kumpulkan tugas yang ibu berikan kemari" murid murid mulai mengumpulkan tugas namun sakti hanya diam saja "sakti mana tugasmu ayo cepat kumpulkan"pinta gurunya, "eng.. maaf Bu saya lupa mengerjakannya" ia berbohong padahal tugasnya sudah dia kerjakan, "KELUAR, kamu kerjakan itu disana", "baik bu" sakti pun akhirnya pergi keluar menemui Laras dan itu membuat anak Genk cewe dikelas itu menjadi sangat marah dengan laras.
Diluar sakti mulai berdiri disampingnya laras, Laras yang melihat itu sangat terkejut kenapa sakti bisa dikeluarkan dari kelas, "sakti kenapa kamu keluar" tanyanya sambil keheranan, "bodoh tentu saja aku ingin menemanimu😊" tersenyum kepada Laras, "tapi kenapa", "aku bilang kalo aku tidak mengerjakan tugas padahal sudah kukerjakan semalam", "kamu tidak boleh begitu sakti cepat sana kembali kekelas" pinta Laras pada sakti, "tidak mau aku mau disini bersamamu, kamu sudah mengerjakan tugas" tanyanya, "astaga iyh aku lupa", "ini kamu pakai punyaku saja cepat Salin sebelum kelihatan guru nanti", "tapi sakti", "sudah tidak apa apa" mengelus kelapa Laras dengan lembut dan itu membuat pipi laras mulai memerah "sudah cepat kerjakan", "terima kasih sakti" mulai mengerjakan nya, "santai ajah kali ras sama akumah" sakti tiba tiba meliahat tangan Laras dan menemukan bekas luka yang membiru ditangannya, "heey.. tangan kamu kenapa" memegangi tangan laras, "oh.. ini gpp ko🙂", "jangan bohong pasti kamu dipukuli lagi kan sama ayahmu" jadi sakti itu tau semua tentang Laras karena Laras selalu cerita sama sakti begitupun sebaliknya, "ras apa itu sakit" tanyanya lagi, "engga ko aku udah biasa" sakti mulai menarik tangan Laras dan membawanya ke ruangan UKS.
Di UKS, "sakti kenapa kamu bawa aku kesini", "tentu ajah buat obatin kamu, udah kamu diam ajah"mulai mengobati Laras dengan lembut "tahan sebentar yah", "tapi sakti kita lagi dihukum nanti guru marah kalo tau kita disini", "udah biarin ajah" jawab sakti dengan santainya. Sebenarnya sakti itu udah suka sama Laras pas mereka mulai saling kenal karena dia nyaman sama Laras dan melihat kalo Laras itu berbeda dari yang lainnya tapi dia malu buat ungkapin semuanya dia takut kalo pertemanan mereka akan hancur, namun disisi lain Laras juga sangat mencintai sakti tapi dia merasa tidak pantas untuk sakti karena sakti anak orang kaya dan Laras hanya orang biasa dan sering tidak kecukupan. Pada jam istirahat sakti harus pulang karena dia dijemput oleh supirnya sebab ke2 orang tuanya ingin mengajak sakti kesuatu acara pada hari itu dan mau tidak mau sakti harus mengikutinya, karena tidak ada sakti Laras pun mulai dibully lagi oleh Genk cewe itu ketika Laras berjalan mereka akan tiba tiba meletakan kakinya di depan Laras tanpa Laras sadari dan itu membuat Laras terjatuh dan mereka akan menyalahkan Laras karena sudah menyandung kakinya Laras yang sudah tau sikap mereka hanya bisa meminta maaf saja tapi mereka tidak puas dengan semua itu dan mereka mulai menjambak rambut Laras dan selalu berkata untuk segera menjauhi sakti kalo tidak mereka akan membuat Laras lebih menderita dari ini namun Laras menolaknya karena sakti satu satunya teman dia di sekolah, sekumpulan Genk itu terus membully Laras, mereka membully Laras bukan karena tidak ada sebab melainkan karena ketua Genk mereka menyukai sakti Miya namanya, namun sakti selalu acuh kepadanya dan selalu perhatian kepada Laras dan itu membuat Miya menjadi marah dan geram kepada laras, dia selalu berpikir kenapa sakti menyukai Laras padahal jauh lebih kaya, cantik dan populer Miya dibandingkan Laras banyak cowo yang terus mengejar Miya dan menyatakan cintanya kepada miya hanya sakti saja yang tidak tertarik kepada kecantikan miya, sakti hanya tertarik pada Laras yang terlihat anggun dan lemah lembut dibandingkan dengan Miya.
Hari itu mereka ada kelas tambahan dan membuat mereka pulang aga malam dan Laras harus menunggu bus untuk pulang, di halte Laras menunggu bus sendirian yang sangat sepi dan hanya diterangi oleh lampu jalan yang sudah redup dan tiba tiba muncul Genk cewe itu dan menghampiri laras, "yooo... belum pulang ternyata kamu disini", "Miya kenapa kalian kesini" tanya Laras, "kenapa apa salah kami kesini, kamu kira halte ini milik nenek moyangku apa" miya mengangkat dagu laras, "bukan begitu Miya aku hanya bertanya saja" Laras mulai ketakutan dia tidak berani melawan Miya karena Miya anak dari pemegang saham disekolah mereka Laras takut jika dia melawannya maka dia akan dikeluarkan dari sekolah, "oh iyh aku lupa bukuku tertinggal diperpustakaan, Laras tolong ambilkan sana" pinta miya, "tapi Miya disana sudah sepi dan juga gelap aku takut", "oh sudah berani kamu melawanku sekarang hah" menjambak rambut laras "Miya sakit tolong lepaskan, baik aku akan mengambilnya", "YASUDAH CEPAT SANA, aku tunggu kamu disini" Laras pun langsung berlari kesekolah untuk mengambil buku Miya yang tertinggal, "Miya tapikan kamu tidak meninggalkan buku di perpustakaan"tanya anak buahnya "sudah kamu diam saja ayo kita tinggalkan dia", "mi.. miya tapikan kamu tau sendiri kalo perpustakaan disekolah kita itu angker banyak murid yang sudah melihat sosok berbaju putih Disana kalo sampai terjadi sesuatu dengan Laras bagaimana", "SANA KAMU TEMUIN DIA JANGAN PERNAH KAMU MAIN SAMAKU LAGI" bentak miya, "eh engga ko Miya bukan begitu", "sudah ayo pulang" merekapun akhirnya meninggalkan Laras dan pergi pulang kerumah masing-masing.
Sementara itu diperpustakaan Laras terus mencari buku Miya yang tertinggal namun tidak menemukannya dia mencari dengan sangat kebingungan dia menelusuri setiap sudut tempat itu sampai dia melihat ada seorang perempuan berbaju putih yang sedang berdiri didepan rak buku yang lampunya telah mati Laras berpikir tadikan dia hanya sediri saja kenapa ada seorang perempuan Disana tapi dia berpikir positif dan menyangka itu manusia dan merasa lega ternyata dia tidak sendirian di perpustakaan itu, Laras tak menghiraukan hal itu dan terus mencari buku Miya Samapai tiba tiba perempuan itu berdiri didepannya dengan rambut terurai kedepan sambil menunduk Laras mulai merasakan bau yang tidak sedap dan memberanikan dirinya untuk meminta wanita itu untuk tidak menghalangi jalannya "ma.. maaf boleh saya lewat" wanita itu mulai mengangkat kepalanya dan rambutnya sudah tidak menutupi wajahnya lagi betapa terkejutnya Laras dengan apa yang dilihatnya wajah wanita itu sudah hancur dan sudah membusuk yang mengeluarkan bau tak sedap Laras mulai menyadari bahwa yang dilihatnya itu bukanlah manusia melainkan hantu penunggu perpustakaan itu tanpa berpikir panjang lagi Laras mulai berlari keluar namun wanita itu terus mengikutinya dan berkata bahwa Laras harus mati itu membuat Laras sangat ketakutan dan terus berlari sekuat tenaga nya namun dia terpojok dan dia tidak bisa kemana mana karena itu lantai 3 sosok wanita itu terus mendekat dan tangannya menjulur ke depan seakan dia ingin mencekik laras, Laras yang ketakutan hanya bisa menangis dan sudah tidak kuat lagi untuk berlari, "aku mohon jangan mendekat hiks hiks 😭😭" dia sangat ketakutan namun sosok itu terus mendekat Laras mulai mudur dan mundur sampai dia sadar kalo dia sudah diujung dan kakinya mengenai pembatas yang menandakan bahwa dia tidak boleh mundur lagi jika dia mundur dia akan jatuh kebawah dan itu adalah lantai 3 itu membuat Laras menjadi semakin takut dan takut sosok itu sudah semakin dekat dengan Laras dan dia mulai mundur dan mundur dan akhirnya BRAAKKK... Laras terjatuh dari lantai 3 dan mengalami pendarahan yang sangat hebat dibagian kepalanya yang membuat dia meninggal ditempat.
Keesokan harinya murid dan guru kaget melihat jasad Laras yang terbujur kaku dengan berlumuran darah, Genk cewe itupun mulai menjadi sangat ketakutan karena kematian Laras ada kaitannya dengan mereka, mereka hanya diam saja dan membatu tiba tiba sakti datang dan terheran heran kenapa orang orang berkumpul disana dan betapa terkejutnya dia dengan apa yang dilihatnya wanita yang dia sangat cintai terbujur kaku dan tidak bernafas lagi seketika sakti menangis dengan histeris sambil memeluk jasad Laras guru sudah berkali kali menarik sakti namun dia terus memeluk Laras dan memanggil namanya "laras tolong buka matamu lihat aku hiks hiks 😭😭, aku sangat mencintaimu tolong buka matamu jangan tinggalkan aku sendirian begini ras aku mohon hiks hiks 😭😭" mereka yang berada disana merasa terharu melihat sakti yang menangis sambil memeluk erat jasad laras, akhirnya jasad Laras mulai dievakuasi dan dibawa kerumah sakit, sejak saat itu arwah Laras menjadi tidak tenang dan membalaskan dendamnya kepada orang orang yang jahat kepadanya, satu demi satu genk cewe yang selalu membully nya itu mulai mati dengan menggenaskan dan tidak tau apa penyebabnya dan Sampai ada yang bunuh diri karena tidak kuat dengan teroran hantu Laras.