Mentari masih terbit dari arah timur, cahaya pagi menyinari bumi dengan sangat hangat. Dan sinarnya masuk dengan bebas melalui celah celah kelambu yang sedikit terbuka, disebuah apartemen yang cukup mewah bagi ukuran seorang mahasiswa. Sehingga membuat sang pemilik apartemen mau tak mau harus segera bangun.
Yah sang pemilik apartemen itu adalah seorang pemuda blasteran Indo island. Seorang pemuda yang tampan, bertubuh semampai bak seorang model, dengan rambut ikal berwarna kecoklatan, mempunyai kulit putih, bermata abu abu. Sangat pas sebagai idaman para gadis Indonesia. Michelle namanya. Dia seorang mahasiswa di Indonesia, lebih tepatnya pertukaran mahasiswa antara Indonesia dengan Islandia. Michelle secara sukarela menawarkan diri menjadi pertukaran mahasiswa di Universitas. Alasannya adalah ingin memperdalami kebudayaan ibundanya yang berasal dari Indonesia. Padahal sebenarnya dia ingin menyelidiki sesuatu.
Yah alasan utama Michelle adalah ingin tahu siapa sebenarnya pemilik akun yang selalu mengiriminya sebuah puisi cinta bahkan pernah sekali waktu Dia mendapat kiriman paket sebuket mawar hitam yang langkah dalam bentuk yang sudah di awetkan hingga tak akan pernah layu. Dan bunga itu masih tersimpan cantik di lemari kacanya.
Bukan benci atau tak suka yang ada di benak Michelle. Hanya saja Dia merasa penasaran bagaimana bisa Dia tahu banyak tentang dirinya yang hanya di ketahui oleh orang terdekatnya saja. Seperti warna kesukaannya, makanan, hobby hingga hal hal terkecil lainnya, bahkan orientasi seksual nya dia pun tahu. Bahwa seorang Michelle adalah seorang gay, penyuka sesama jenis dan juga baru patah hati di tinggal kekasihnya.
Pria misterius, itu julukan yang diberikan oleh Michelle pada pemilik akun itu. Dia seperti hantu bagi Michelle, Dia tahu dimana Michelle kuliah, di jurusan apa yang Dia ambil bahkan dimana Michelle tinggal Pria itu tahu. Sungguh menakutkan, tapi tidak bagi Michelle, mungkin karena sudah terbiasa sehingga membuat Michelle merasa aman dan nyaman, seperti mempunyai seorang kekasih misterius. Dan hampir setiap hari Pria itu mengirimkan email di akun Michelle, seperti hal pagi ini, yah seperti biasa terdengar notif email masuk, segera Michelle membukanya. Bisa di bilang laptop Michelle tak pernah mati dan terus di biarkan menyala, itu permintaan dari pria tersebut. Dan laptop akan di nonaktifkan di saat Michelle berangkat kuliah dan tentu saja saat Michelle pulang laptop itu akan dalam mode on lagi.
Back to laptop
Segera Michelle membaca email yang ada.
"Halo cantik..
Sudah bangun kan, pasti sekarang sedang tersenyum menunggu email dari saya.
"Dasar gombal. " ucap Michelle sambil tersenyum manis.
"Hmmm manis.
Hari ini saya sudah siap sesuatu buat anda sarapan pagi, jadi segera mandi dan nikmati breakfast nya ya. Semoga Anda suka dengan apa yang saya buat untuk anda. Nanti kita sambung lagi setelah Anda selesai kuliahnya.
Peluk dan cium jauh saya untuk Anda. "
"Ehhh...breakfast." beo Michelle terkejut.
Dilihatnya jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi. Segera Michelle bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sesuai perkiraan Michelle tepat pukul 7 pintu bel apartemen Michelle berbunyi.
Ting tong ting tong.
Bergegas Michelle berlari menuju pintu dan membukanya.
"Tuan Michelle. " ucap seorang kurir yang ada di depan pintu.
"Iya, saya Michelle. " beo Michelle.
"Ini ada pesanan untuk Anda dan tolong tanda tangan disini. " ucapnya lagi.
Segera Michelle menandatanganinya. Dan diterimanya kotak kayu yang berwarna hitam itu.
"Huuu. Kenapa selalu warna hitam sih. " keluh Michelle.
"Tapi warna hitam adalah kesukaan ku. " ucapnya sendiri.
Michelle segera membuka dan betapa terkejutnya isi nya. Sebuah bento breakfast yang sangat romantis. Tentu saja setangkai bunga mawar hitam terselip pula didalamnya.
"Hemmm siapa kamu sebenarnya. Dan kapan kita bisa bertemu Hai pemilik bunga mawar. " guman Michelle sambil bersandar di kepala sofa.
Usai makan pagi, Michelle segera mengirim pesan di email.
"Breakfast yang nikmat, sangat enak. Saya suka terimakasih breakfast. Pria misterius siapa kamu sebenarnya? Lelah saya bertanya dan mencari tahu siapa dirimu? Ayolah tunjukkan dirimu ingin sekali saya mengucapkan terimakasih padamu? Sampai kapan saya harus menunggu mu? "
Dikirim email itu dan di matikan laptop nya. Kemudian segera Michelle berangkat ke kampus dengan motor kesayangannya.
(Diseberang jalan tak jauh dari apartemen Michelle)
Di seberang disebuah kafe yang tak jauh dari apartemen Michelle, terlihat seorang pria yang cukup matang. Pandangan matanya tak pernah lepas dari apartemen Michelle sambil menikmati secangkir kopi nya. Disaat Michelle mulai keluar dan berangkat ke kampus dengan motor kesayangan nya tampak senyum hangat merekah di sudut bibirnya.
"Kucing manis ku sudah berangkat rupanya. " gumannya lirih.
Tringg... Sebuah notif email masuk
Segera di buka dan dibacanya.
"Breakfast yang nikmat, sangat enak. Saya suka terimakasih breakfast. Pria misterius siapa kamu sebenarnya? Lelah saya bertanya dan mencari tahu siapa dirimu? Ayolah tunjukkan dirimu ingin sekali saya mengucapkan terimakasih padamu? Sampai kapan saya harus menunggu mu? "
Lagi lagi senyumnya menghiasi bibirnya.
"Tunggu lah kucing manis ku, anda akan segera tahu siapa saya. Yang pasti saya lah yang paling pantas berada disisi anda bukan dia yang pernah menyakiti hati anda. " gumannya lagi.
Yah...
Pria itulah yang selalu mengikuti kemana Michelle pergi, kemana Michelle tinggal. Dan menjaga Michelle dari balik layar agar tak ada yang mengincarnya. Seorang pria yang bisa dibilang cukup terkenal dikalangan dunia hitam, seorang mafia dari Rusia, yang namanya sudah melalang buana di dunia bawah tanah.
Cukup lama dia mencintai Michelle, karena status nya lah yang membuatnya harus berfikir panjang untuk menjadikan Michelle sebagai kekasih nya. Statusnya yang terbilang cukup berbahaya. Setelah dirasa cukup Dia pun segera beranjak dari duduknya dan pergi setelah membayar dan memberi tips di atas meja. Dia pergi menuju mobil yang sejak tadi menunggu si empunya untuk masuk kedalam dan mulai sibuk akan tugas tugas nya sudah mulai memanggilnya. Diambilnya ponsel di sakunya dan melakukan panggilan.
"Kalian semua, awasi Michelle dengan baik. Jangan sampai ada goresan sedikit pun di tubuhnya. Atau nyawa kalian taruhannya. " ucapnya tegas.
"Siap bos. " jawab seseorang di seberang.
Segera pria itu menutup ponselnya.
"Ayo jalan. " perintahnya sambil memangku laptop dan mengetik sesuatu.
"Tunggu lah kucing manisku. Sebentar lagi kita akan bertemu. Disaat itu tiba bersiap siaplah Anda akan menjadi milik saya seutuhnya. "
Segera dikirim nya email itu, Dia pun tersenyum tipis. Dan mematikan laptop nya.
(POV Michelle)
Di kampus seperti biasa, Michelle selalu di kelilingi teman temannya. Michelle seorang pemuda yang supel dan pandai bergaul, Dia pun tak segan segan untuk membantu siapapun yang membutuhkan bantuannya. Walaupun Dia berasal dari Islandia Michelle sangat fasih dengan bahasa Ibunda nya. Sehingga membuatnya cepat sekali akrab dengan para mahasiswa lainnya. Tak ada drama atau kejadian unik lainnya di dalam kampus. Hanya saja disaat dia berada di luar kampus segera rasa was was menyelimuti dirinya. Entah sejak beberapa hari ini Michelle merasa ada yang mengikuti nya dengan niat yang buruk itu yang dirasakannya. Walaupun dia merasa sedikit tenang karena ada Pria misterius yang selalu mengawasinya dari jauh tetapi Michelle masih saja merasa was was. Itupun di ungkapkanya pada pria misterius itu, sehingga pria yang mengawasinya memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Michelle dari jauh.
Seketat dan sesempurna apapun seseorang orang menjaga, manusia adalah manusia pasti ada kelalaian walaupun itu hanya kesekian detik.
Seperti terjadi pada Michelle saat itu. Sepulang kuliah mendung tampak menggantung cukup tebal di musim hujan, Michelle pulang lebih lambat dari biasanya karena dia harus ke perpustakaan di kampus untuk meminjam beberapa buka untuk tugas nya. Disaat dia keluar hujan sudah mulai turun walau masih gerimis, dengan berlari kecil dia menuju ke parkir kampus yang jaraknya lumayan jauh dari perpustakaan kampus. Kondisi gerimis dan sepi membuat semua orang akan bergidik ngeri apalagi waktu sudah menjelang sore.
Di saat Michelle hendak menyalakan motornya, tanpa di ketahui oleh Michelle seseorang menghampiri nya dan menusuk pinggang nya dari belakang. Seketika itu Michelle terjatuh dengan motor yang menimpa kakinya
"Ahkkk... Uhuk uhuk..... Kau siapaa.... " ucap Michelle yang kemudian pingsan sambil memegang pinggang nya yang mulai berlumuran darah.
Segera pria berbaju serba hitam itu pergi sambil tersenyum senang.
Sebuah kelalaian yang cukup fatal, setelah mengetahui kekasih bosnya tergeletak tak berdaya dengan darah yang menggenang segera mereka membawa kerumah sakit dan menghubungi bosnya.
Dengan cepat pria misterius itu mendatangi rumah sakit yang merupakan miliknya sendiri dan membuka pintu dengan kasar.
"Bodoh kalian semua, tugas kalian hanya menjaga nyawa seorang saja tidak becus. " kakinya dan di tendangnya mereka berempat hingga jatuh tersungkur.
"Ampun bos, kami lalai. " rintih salah satunya.
"Ampun kalian bilang. " ucapnya bak iblis yang hendak melahap mangsanya.
Diambilnya pistol dan di beri alat peredam, tanpa pikir panjang segera keempatnya di bunuh ditempat. Seorang dokter yang sedang merawat Michelle hanya bisa diam membisu tanpa bisa bicara apa apa.
"Bereskan mereka semua. Dan pilih pengganti untuk menjadi pengawal bayangan untuk Michelle, pilih yang sangat terampil saya tidak mau ini terulang lagi. Ingat itu. " perintah nya dengan tegas.
Segera anak buahnya yang lain melakukan tugasnya.
Pria itu pun segera menghampiri Michelle.
"Bagaimana kondisi nya.? " tanyanya pada dokter kepercayaan.
"Dia baik baik saja walau lukanya cukup dalam tapi tak sampai melukai organ tubuhnya. " jawab dokter itu.
"Edward, siapa pria manis ini? Kenapa kau begitu melindungi nya.? " tanya dokter itu kepada pria misterius yang ternyata bernama Edward.
Yah....
Edward Carlos celestny. Seorang pengusaha ternama, tetapi hanya topeng belakang. Yang pasti Dia adalah seorang mafia yang sangat di takuti di dunia bawah tanah. Dari pertama kali bertemu dengan Michelle yang secara tak sengaja, Edward sudah menyukai Michelle. Hanya saja dia sedikit ragu apakah Michelle seperti dirinya yang seorang pencinta sesama jenis. Karena jika dilihat dari penampilan Michelle tak tampak sedikit pun menunjukkan kalau Michelle adalah seorang gaya. Penampilan yang cukup tampan walau terdapat sisi imutnya.
(POV Edward)
"Dialah orang yang selama ini saya cari. Jhon. " jawab Edward pendek.
"Yang tak sengaja bertemu dengan kita di mall waktu kita ada di Islandia waktu itu. " ucap dokter yang ternyata bernama Jhonny.
"Ya. Pemuda mungil yang punya keberanian memarahi saya di depan banyak orang saat itu. " jelas Edward.
"Sejak kapan kamu bertemu dengannya?. " tanya Jhonny penasaran.
"Sudah sekitar setahun yang lalu. Saya terus mengganggunya, dan membuatnya merasa penasaran serta menggiring nya kemarin menjauhi musuh saya yang berada disana. Tapi lihat apa yang terjadi, Dia malah terluka saat ada disini. " ucapnya penuh penyesalan sambil menggenggam erat tangan Michelle dan menciumnya.
"Jangan khawatir, Michelle orang yang kuat. Saya yakin dia pasti baik baik saja. " hibur Jhonny dan berlalu meninggalkan mereka berdua.
Saat sedang menjaga Michelle tiba tiba salah satu anak buahnya datang menghampiri nya.
"Bos, orang yang telah membuat tuan muda seperti ini sudah tertangkap. "Ucapnya pelan.
"Siksa dia hingga Dia meminta dan merengek untuk di bunuh. Dan satu lagi, petik beberapa bunga mawar kesukaannya, dan antarkan itu kesini. " perintah nya.
Tak lama kemudian datang lagi anak buahnya yang lain sambil membawa sebuket bunga mawar hitam, ditatanya di vas yang sudah tersedia dan kemudian berlalu pergi.
Edward masih setia menunggu hingga Michelle tersadar. Dia tak ingin terulang lagi dan membuat orang yang selama ini di jaganya terluka. Tak berapa lama kemudian Michelle tersadar juga. Dengan pelan Dia membuka matanya, saat hendak bangun.
"Ugh... Sakit. " rintihnya pelan.
Karena merasa aneh di lihatnya di sekeliling nya, betapa terkejutnya Michelle melihat seorang pria yang tertidur pulas dengan posisi duduk dan merebahkan kepalanya di ranjang nya serta menggenggam erat tangannya yang satunya.
Ingin rasanya Michelle menarik tangannya tapi tak tega.
"Siapa pria ini? Kenapa dia tidur disini. " ucapnya lirih.
"Tapi dia tampan juga. " tak sadar Michelle mengatakan itu dengan sedikit keras.
Ternyata sedari tadi Edward sudah bangun, karena tak ingin membuat Michelle curiga dan takut padanya maka Edward pun hanya diam saja. Edward tersenyum tipis mendengar ucapan Michelle itu.
"Benarkah saya tampan. " ucap Edward tiba tiba sambil menatap Michelle dan duduk dengan benar.
"Eh Anda sudah bangun ternyata. " ucap Michelle tersipu malu.
"Anda.?? " ucapnya membuat Michelle bingung.
"Iya Anda. Saya tidak mengenali Anda, lalu saya harus memanggil Anda apa coba. " ucap Michelle bingung.
"Benar juga. Tapi apa kucing liarku ini mengenali itu. " ucapnya sambil menunjukkan mawar yang tertata cantik dimeja kecil.
"Mawar, bunga mawar. Kau... Kau pria misterius itu. Kau lah yang selama ini menjaga ku dalam diam.? " tanya Michelle terkejut bukan main.
Dan ingin bangun.
"Adududu duh... " rintih nya pelan sambil memegang pinggang nya.
"Jangan bangun, luka Anda cukup serius. Berbaring saja. " perintah nya sambil membuatnya berbaring lagi.
"Ya, saya yang selalu ada di samping Anda dalam diam. Tapi sekarang tidak lagi. Saya akan menjaga ada secara terang-terangan. Saya akan selalu ada di samping Anda, memeluk Anda dan memberikan kasih sayang penuh kepada Anda. Apa Anda mau?. " tanyanya sambil menatap tajam.
"Tapi saya baru mengenal Anda. " ucap Michelle lirih.
"Dan saya tidak tahu nama Anda." ucap Michelle lirih.
"Nama saya adalah Edward Carlos celestny, cukup panggil dengan nama Edward. " jelasnya.
"Bukan baru sayang. Tapi kita sudah pernah berjumpa dan mengenal satu sama lain. Anda pernak mencaci maki saya di sebuah Mall, apa Anda ingat itu. " jelasnya sambil tersenyum.
"Ahhh..... Saya ingat, uppsss. " ucapnya sambil menutup mulutnya dan tersipu malu.
Edward tersenyum senang melihat tingkah lucu Michelle, dan dicium keningnya dengan lembut. Diambilnya setangkai bunga mawar, dipatahkan sedikit tangkainya, dibuang durinya. Dan diselipkan bunga itu di telinga Michelle.
"Kamu secantik bunga mawar ini sayang. Tapi mungkin bunga mawar ini tak secantik dirimu. " bisik Edward hingga membuat Michelle benar benar tersipu malu.
TAMAT.