.........
Ini cerita pas Aku masih ngekos, Kos aku itu letaknya tepat di belakang Sekolah, bahkan tembok Kos ku dengan tembok pagar belakang Sekolah menyatu, dan dulunya Sekolah dan Kosan aku ini bekas Rawa.
Malam itu seperti malam-malam biasa, tidak ada yang aneh sama sekali, aku dan teman-temanku bercerita dan bercanda di Koridor Kosan, sambil sesekali tertawa keras.
23.00
Kami memang suka begadang, bahkan kadang sampai tidak tidur.
Teman-teman yang lain sudah memasuki Kamar masing-masing tapi tidak menutup pintu, mereka pun juga belum tidur, posisi Kamar kami saling berhadapan, dan di ujung Koridor ada tempat Jemuran.
Aku dan Amel duduk di depan pintu Kamar Amel, kami membahas mengenai cara melihat hantu yang di ajarkan oleh salah satu guru di sekolah kami tadi pagi.
"Mel masih ingat yang di ajarkan pak Budi tadi nggak?"
"Masih, emang kenapa?"
"Kita coba yuk Mel, gue penasaran!"
"Lo serius?" Sontak Amel pun terkejut mendengar perkataan ku, dan menatap ku ragu.
"Gue serius, benar apa nggak yang di bilang bapak itu"
"Gue gatau caranya"
"Gue tau, lo ikutin gue aja"
"Okelah".
Teman-teman ku yang lain pun ada yang mendukung ada yang melarang kami melakukan itu.
"Kalian jangan main-main, kalau datang beneran gimana?" Sahut Annisa yang Kamarnya berada tepat di depan Kamar Amel.
"Kalau kalian kenapa-napa kami nggak ikut-ikut" Teriak Tasya dari dalam Kamarku.
"Aku gak ikutan" Kata Atika dengan gemetar sambil menutup pintu Kamarnya.
"Coba aja, gue juga penasaran benar apa nggak yang di bilang pak Budi, kalau nggak besok kita protes di Sekolah" Tambah Tania yang berada di dalam Kamar Amel karena Tania satu Kamar dengan Amel.
"Iya kayaknya seru tuh, ntar kalau datang beneran kita ajak kenalan" Ujar Titin sambil tertawa geli dari dalam Kamarnya yang berada di sebelah Kamar Amel.
Tanpa pikir panjang, akhirnya kami melakukan apa yang dikatakan pak Budi pagi tadi, kami mulai dengan membaca beberapa Ayat beberapa kali, tapi tidak terjadi apa-apa.
"Bohong kali" Ujar Tania.
"Gimana sih tu bapak, Mentang-mentang kita polos malah di kerjain, awas aja besok di Sekolah" Timpal Titin kesal.
"Udah gais, nggak benar itu, mending kita tidur aja yuk, udah tengah malam ini" Ujar Fitri.
Tapi aku dan Amel benar-benar penasaran, jadi kami memutuskan untuk mencoba sekali lagi, tapi kali ini kami lebih sompral. Kami membaca ayat sambil tertawa.
"Hei kalian benar-benar ya, kalau mau main-main jangan disini" Teriak Annisa.
"Udah dong, kalian nggak takut apa? Ini udah tengah malam" Timpal Yani.
Kami tetap tidak mempedulikan sahutan mereka, kami tetap keras kepala.
00.05
"Udah lah Mel, ini emang gak benar deh kayaknya, pak Budi bohongin kita tu" Ujar ku kesal.
"Lagian sih, kita gitu aja langsung percaya" Timpal Amel sambil tertawa kecil.
"Iya, padahal kita udah coba berkali-kali tapi sama sekali nggak ada hasilnya. "Ujar ku frustasi.
"Udah lah yuk masuk" Ajak Amel.
Tapi....
Swusshhhhhh~
Tiba-tiba saja seperti ada angin yang menerpa kencang jemuran, tapi hanya sekilas. Aku dan Amel pun saling tatap.
"Mel, tadi itu apaan" Tanya ku pada Amel.
"Gue juga nggak tau, mungkin cuma angin" Jawab Amel.
"Iya juga ya" Ujar ku.
Posisinya kami masih duduk di depan pintu Kamar Amel.
Ketika kami ingin berdiri, tiba-tiba saja ada sesuatu yang bergerak di dekat jemuran, karena penasaran aku dan Amel pun memeriksanya, kami melangkahkan kaki kami perlahan (Seperti di film-film horor) kebetulan suasana sudah hening, karena memang sudah lewat tengah malam.
Saat kami sampai di jemuran tidak ada apa-apa sama sekali.
"Lah kok gaada apa-apa?" Ujar ku.
"Mungkin perasaan kita aja tadi" Jawab Amel tegas tapi dengan tampang ragu.
"Yaudah yuk kita tidur" Ajak ku.
"Yuk" Sahut Amel.
Tap.
Baru selangkah kaki kami menuju Kamar, jemuran kembali bergerak, sontak kami pun menoleh.
"Meowwww"~
Tiba-tiba saja seekor kucing keluar dari balik jemuran, padahal jelas-jelas sebelumnya tidak ada apa-apa sama sekali.
Aaaaaaa~ Teriak ku dan Amel.
Tentu saja semua penghuni kos kaget, tapi mereka hanya diam, tidak ada yang bersuara.
"Bangs*t nih kucing, ngagetin gue aja" Teriak Amel kesal.
"Sumpah, gue kira tadi apaan" Ujar ku.
"Sok-sok an mau nyari hantu, ketemu kucing aja takut" Timpal Amel.
"Lah iya" Ujarku.
Hahahaha~
Kami pun tertawa ngakak. Tapi teman-teman kami tetap tidak ada yang bersuara padahal beberapa menit yang lalu mereka masih bersuara.
Saat kami ingin berbalik dan menuju ke Kamar.
Swusshhhhhh~
Sesuatu berwarna putih seperti cahaya tiba-tiba saja melesat di ujung Koridor dan menghilang, sontak kami pun berteriak.
Aaaaaaa~
Aku dan Amel berteriak keras sambil menutup mata. Seketika sekujur tubuh kami kaku, bahkan kami tidak bisa membuka mata, rasanya ada yang menahan. Perlahan air mata kami berdua mengalir, tanpa suara, tanpa isakan, benar-benar mengalir dalam diam.
"Mel, Lid" Panggil Yani dari dalam Kamar.
"Kalian kenapa" Ujar Atika dari dalam Kamar.
"Woe kalian kenapa diam aja, jangan main-main ini udah larut banget" Teriak Annisa.
Tapi kami tetap terdiam kaku di depan jemuran dengan mata terpejam dan air mata yang terus mengalir.
Sampai beberapa saat kemudian, tiba-tiba kaki kami bisa digerakkan, sontak kami langsung lari ke dalam Kamar masing-masing.
Bammm!!
Aku dan Amel menutup pintu kamar dengan keras.
Brakkkk!
Dugghhh!
Bammmm!
Prangg~
Bersamaan dengan kami menutup pintu, seperti banyak suara barang jatuh dan benda yang sengaja di hempaskan.
Aku diam membisu tidak bisa berkata-kata sedikitpun, begitu juga dengan Amel.
Sejak saat itu Aku dan Amel tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu lagi.
Itu pengalaman ku.
Kalau kalian punya pengalaman juga nggak? 😌