Namaku Aini usiaku baru 12 tahun aku masih duduk di bangku kelas 6 SD. Aku anak kedua dari empat bersaudara anak pertama perempuan masih duduk di bangku kelas 3 SMA, anak ketiga laki laki dan anak keempat perempuan, keduanya masih berusia 4&5 tahun masih belum ada yang sekolah
Jam menunjukkan pukul 05:10 tepat,aku bangun hendak melaksanakan shalat subuh dan lanjut bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. Hari ini Mama memasak nasi goreng kesukaanku nasi goreng spesial yang hanya ada satu di Dunia
"Wahh masak apa ma? enak banget baunya"
"Tuuu" tunjuknya ke atas meja makan tepat Nasi goreng di sajikan
Dengan semangat 45 aku segera mencuci tanganku dan langsung mengambil satu piring penuh nasi gorengnya,suapan demi suapan nasi goreng masuk ke mulutku sampai habis tak tersisa. "Enaknya..."
Selesai itu aku lanjut menyiapkan persiapan sekolah lainnya, seperti menyiapkan kaos kaki, mengecek buku,dan sebagainya
Letak sekolah ku tidak jauh dari rumah cukup jalan kaki 6 menit saja aku sudah sampai disana. Suasana masih sepi hanya ada beberapa anak yang datang. "Eh Nina tumben pagi pagi sudah dateng" sapaku pada Nina teman kelasku yang sering mendapat catatan terlambat
"Hehe iya ai kapok aku kena hukuman terus"
"Wah baguslah kalau gitu,kalo bisa terusin jangan anyar anyaran" ejekku bercanda
Kelas pagi ini terasa sangat sejuk karena semalam hujan deras mengguyur kota ku cukup lama, genangan genangan air juga banyak menghiasi halaman sekolah begitupun dengan teras kelas . jika tidak hati hati sedikit saja akan sangat besar kemungkinan menyebabkan seseorang yang berjalan diatasnya tergelincir
Waktu terus berjalan para siswa mulai memenuhi sekolah, begitupun suasana yang tadinya sunyi mulai ramai. Genangan genangan air juga sudah mulai berkurang setelah petugas sekolah membersihkannya
TETTTTTTT!!!
Bel sekolah berbunyi seluruh siswa berbaris di depan kelas masing masing sebelum akhirnya memasuki kelas
"Assalamu'alaikum murid murid semua...."
Sapa Ibu Ike Wulandari wali kelas ku,kelas 6. "Pagi juga Bu..." Balas para siswa
Pagi ini jam pertama diawali dengan mata pelajaran Matematika, pelajaran kesukaan semua pelajar Indonesia
"Jadi seperti itu ya Semua,sekian untuk pelajaran hari ini jangan lupa kerjakan tugas tentang Akar kuadrat di buku pakem halaman 28!" Perintah Ibu Ike tegas
"Yasudah ya saya akhiri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
Pelajaran selanjutnya berlangsung hingga akhirnya waktu istirahat tiba. Seluruh siswa dengan semangat penuh keluar kelas seperti lebah yang baru saja di pukul sarangnya
"Horeeee istirahat!!!" Teriak para murid kelas satu entah mengapa saat mereka berteriak seperti itu aku melihatnya senang dan menggemaskan mereka semua sangat imut imut, sangat berbeda jika yang berteriak siswa kelas 6 jatuhnya lebih ke amit amit dari pada imut imut
Kenapa bisa gitu ya?
***
"Nin,Din,Ra kantin kuy?" Ajakku pada Nina,Dini dan juga Ara sahabat dekatku semenjak kelas 3 SD
"Kuy la yakali gak kuy" Jawab ketiga-nya serentak
Aku,Ara,Dini,dan juga Nina bercanda tawa membahas film yang baru saja kami tonton semalam di sepanjang jalan menuju kantin
"Si Migo emang ganteng parah si sampe kebawa mimpi sama aku!!" Ucap Ara paling bersemangat,dia salah satu fans garis keras Migo daigo si pemeran utama dari film yang sedang kami bahas
saat lagi asik asiknya kami berempat bercanda, dari arah belakang tiba tiba ada siswa yang berlari kencang dan mengenai kami berempat. Entah sial atau bagaimana dari keempat dari kami yang kena tabrak kenapa harus Aku yang jatuh mengenai genangan air
"AAAAAA" /byurrr/ hampir 60% seragam ku basah dan kotor akibat air genangan yang bercampur tanah
Beberapa siswa yang melihat itu kaget, kasihan dan ada beberapa juga yang tertawa
"Aini!!!!" , "Eh Sat! gak ngeliat apa main tabrak sembarangan!" Tegur Ara pada Satya siswa kelas 6 yang juga satu kelas denganku. sedangkan Nina dan Dini dengan sigap membantuku bangun dan membersihkan dikit dikit kotoran yang menempel
"Ya gimana aku gak sengaja! Lagian kalian juga malah nutup jalan emang ini jalan punya kalian?!"
Balas Satya tidak mau kalah
"Eh jelas jelas kamu yang nabrak lagian ngapain coba lari lari pas jalan licin begini, kalaupun kamu mau lewat ngomong baik baik pasti kita kasih jalan" Jelas Ara lagi
Dua orang keras kepala kini tengah berdebat menarik perhatian siapa saja yang melihatnya
"Ya terus mau kamu apa? Tinggal minta maaf doang apa susahnya liat tu baju Aini jadi kotor begitu". "Ya gak tau lagian bukan aku yang salah kok, ngapain minta maaf"
Saat Aku,Dini,dan Nina sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan seragam, guru datang menengahi keributan adu mulut Ara dan Satya yang akhirnya membuat kami berlima di panggil ke ruangan BK (Bimbingan Konseling)
"Duhhh Ara!! Satya!!! nyusahin aja tu anak dua" keluh Dini kesal
"Tapi ada baiknya juga sih Din kalau guru tau dari pada di selesain sendiri" jawab Nina dengan bijak
"Bukannya gitu tapiii usahaku bertahun tahun buat gak dapetin catatan buku BK jadi sia sia,huhu..."
Jujur melihat temanku seperti ini aku jadi merasa bersalah seharusnya mereka tidak ikut terlibat. "Maafin aku ya gara gara aku kalian jadi kena juga"
"Eh enggak enggak Ai! Mana ada kita kan sahabat aku ikhlas kok lagian tadi aku cuma bercanda hehe", "Halah!"
[Ruangan BK]
"Yasudah cepat minta maaf!" Perintah Bu Uli agar Satya meminta maaf kepada kami berempat
Satya sempat menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya mau meminta maaf kepada aku,Nina,Dini dan juga Ara
"Maafin aku ya semua aku janji gak bakal ngulangin lagi"
"Nah seperti itu dong! Yasudah Aini kamu ganti seragam dulu di sana ada seragam darurat kamu pakai itu ya sementara" Aku mengangguk mengiyakan ucapan Bu Uli, memang begitu seharusnya bukan bisa bisa panuan aku pakai baju basah ini sampai jam pulang nanti
Sepulang sekolah Ara,Dini dan juga Nina masih mampir ke rumahku sekedar bermain main sebentar
"Ai katanya kamu punya foto card nya Migo daigo ya? Bagi dongggg" ucap Ara dengan wajah memelas,benar benar anak ini
"Hadehh Araaa Araa kamu tu apa apa Migo daigo apa apa Migo daigo gak bosen apa?!!" Komentar Dini bestie ku yang paling realistis,gak suka basa basi,dan beberapa orang menganggapnya freakkk,Antonimnya Ara
Sedangkan Nina dan Aku? Ya kita berdua tipe manusia bunglon. Iya... Berubah-ubah menyesuaikan tempat, kadang kita pendiem,kadang cerewet,kadang malas, kadang juga rajin. Ya selain manusia Bunglon aku barus sadar sepertinya aku dan Nina juga manusia Kadang-kadang
TINUNIT TINUNIT , handphone Ara bergetar Ayahnya menelfon
"Ada apa ra?"
"Ayah ku nyuruh aku pulang,aku duluan ya maaf banget"
"Oh yaudah santai aja" Balasku tidak masalah
"Loh Ara pulang? Berarti nanti aku bonceng ke Dini ya,boleh kan Din..." Nina menatap Dini nanar berharap temannya itu mau memboncengnya
"Udahlah Din boncengin aja, lumayan dapet pahala" dukung Ara mempengaruhi
Dini hanya manggut-manggut mengiyakan, dia itu sangat irit bicara kadang kadang aku kepikiran buat bikin misi bertiga mengubah Dini yang introvert itu menjadi ahli rimba yang suka ngomong "ua ua ua",namun saat aku mengusulkan kepada yang lain Nina dan Ara malah menyentil jidatku. Aneh emang.