Suasana hening, angin deras dan burung-burung berterbangan kesana-kemari. Dan bukit belakang kampus Roy menjadi saksi kesedihan Roy dimulai. Saat Roy ingin menyusul Nissa (Sahabatnya) di bukit belakang kampus. Karena Roy udah janji untuk memberi Nissa sebuah hadiah berupa boneka dan bunga mawar putih yang sudah ia siapkan 1 hari sebelumnya. Karena saat itu adalah hari ulang tahunnya Nissa.
Namun, penantian Roy untuk memberi Nissa sebuah hadiah darinya, semua itu hanya terbuang sia-sia. Karena setelah Roy sampai dibukit belakang kampus, Roy melihat Galih (Kakak tingkat Nissa) mengungkapkan perasaanya pada Nissa di tempat biasanya Roy dan Nissa selalu duduk berdua, bercanda bareng dan nyanyi bareng sambil melihat burung berterbangan dan melihat pemandangan seluruh kota.
Rasanya baru kali ini Roy merasa kecewa dan sedih. Roy bertanya-tanya dalam hatinya... "Apakah aku jatuh cinta pada Nissa? Oh tuhan, jangan biarkan aku jatuh cinta sama Nissa, dia hanya sahabatku tidak lebih dari itu. Aku enggak mau merusak persahabatanku dengan Nissa cuman gara-gara perasaanku sama dia. Tapi jujur aku gak bisa bohong kalo aku sayang dia." Pikir Roy.
Di sisi lain......
"Hai Nissa..."Ucap si Galih.
"Eh Kak Galih, kok Kakak tau Nissa ada disini?" tanya Nissa.
"Kakak mulai tadi ngikutin kamu, makanya Kakak tau kamu disini."Sahut si Galih.
"Oalah... duduk yuk Kak, sambil temenin Nissa nungguin sahabatku si Roy."Ucap Nissa.
"Nissa... sebenarnya Kakak kesini mau ngomongin sesuatu sama kamu."Balas si Galih sambil memegang tangan Nissa, si Galih langsung mengungkapkan perasaanya pada Nissa.
"Sejujurnya udah lama Kakak suka sama Nissa, sejak waktu pelatihan basket itu. Kakak ingin Nissa jadi pacar Kakak, Nissa bersediakah jadi pacar Kakak."Ucap si Galih dengan wajah meyakinkan.
Nissa melepas tangan Galih....
"Aku bingung Kak, beri aku waktu untuk menjawab semua ini."Ucap Nissa dan si Galih pun mau memberi waktu pada Nissa untuk menjawab perasaanya.
Setelah kejadian itu, Roy pun pergi begitu saja, takut menggangu mereka berdua. Namun ditengah perjalanan menuju kost, Roy bertemu dengan Nissa.
"Nyet... tunggu nyet, kamu kemana aja sih... aku nungguin kamu tadi di bukit, kok kamu gak dateng."Jawab Nissa dengan memberi senyuman pada Roy.
"HAPPY BIRTHDAY ya nyet, dan selamat buat tadi, nih hadiah untukmu."Sahut Roy dengan nada suara sedih dan wajah yang agak pucat.
"Selamat apa sih nyet, btw makasih ya hadiahnya, tapi kok wajahmu pucat, kamu sakit ya?" balas Nissa dengan mengusap wajah Roy.
"Enggak apa-apa kok nyet, mungkin aku hanya lelah saja, maaf ya tadi aku gak kebukit buat ngasih ini."Balas Roy dengan melepas tangan Nissa yang mengusap wajahnya.
"Ya udah nyet, jaga kesehatan ya, oh iya besok bareng ya jalan ke kampus, kita jalan bareng, ada yang mau aku curhatin sama kamu. okee?" ucap Nissa pada Roy.
"Iyaaa, aku pulang duluan, Assalamualaikum...."Ucap Roy.
Pagi hari dengan suasana cerah di kota malang. Roy dan Nissa jalan berdua menuju kampus, ditengah perjalanan, Nissa menceritakan kejadian kemaren tentang Galih yang menyatakan perasaannya kepada dirinya yang menurut Roy cerita yang pahit tuk di dengar.
"Eh nyet... kamu tau gak, Kak Galih pemain basket yang keren itu di kampus kita."Ucap Nissa.
"Iya, tahu... Kenapa emang?" tanya Roy.
"Kemaren pas aku nungguin kamu di bukit belakang kampus, dia menghampiriku. Tau gak nyet, dia nembak aku, bayangin Kak Galih nembak aku, secara kan dia tuh keren pinter main basket, seneng rasanya deh aku bisa di tembak cowok kayak dia." Ucap Nissa pada Roy
"Terus?" ucap Roy.
"Tapi aku belum jawab, aku butuh waktu nyet, tapi aku pengen jadi pacarnya dia."Jawab Nissa.
Dengan balasan yang singkat, Roy menyarankan Nissa untuk menerimanya.
"Ya udah terima aja....." jawab Roy.
Tak terasa mereka berdua tiba dikampus. Saat perkuliahan selesai, Roy menyusul Nissa ke kelasnya, namun langkahnya terhenti setelah melihat Galih di dalam kelas Nissa, dan melihat mereka berdua asyik bercanda, dan dengan lantangnya Nissa berkata bahwa, dia mau jadi pacarnya Galih.
"Kak, aku mau jawab, yang kemaren, sejujurnya aku juga suka sama kakak, dan aku mau nerima Kakak jadi pacar Nissa."Ucap Nissa pada Galih.
Dengan rasa kecewa dan sedih, Roy langsung pergi dan lari menuju ke tempat biasanya ia dan Nissa duduk berdua yaitu bukit belakang kampus. Saat itu, Roy menuangkan rasa kekecewaannya pada burung berterbangan, dan berteriak sekecang-kencangnya pada pemandangan yang luas di depan bukit itu. Dan setelah kejadian tersebut, SMS Nissa, gak pernah Roy bales, dan ketika Nissa menelepon juga gak pernah Roy respon.
Dan sampai 1 bulan berjalan, akhirnya Roy coba untuk menghubungi nomor Nissa, namun ternyata nomor Nissa sudah gak aktif lagi. Dan saat saat itulah Roy merasa sepi, Nissa yang selalu setiap malam mengucapkan, "Have nice dream sahabatku" sekarang gak ada lagi yang ngucapkan. Entahlah, sekarang Roy sudah melupakan Nissa, Nissa yang sekarang bukan Nissa yang dulu pernah ia kenal. Gundah terlukiskan pada jati dirinya saat itu.
Dan setelah 2 minggu waktu berjalan, tiba-tiba Roy mendapatkan SMS singkat dari nomor yang gak dikenal. Dan ia pun buka message itu, ternyata yang nge-SMS dia adalah si Nissa...
"Nyet, aku ingin ketemu sama kamu, besok pagi. Ditempat biasa kita duduk bareng, canda bareng. Di bukit belakang kampus kita.Please datang. From : Nissa sahabatmu."isi SMS Nissa pada Roy.
Saat itu rasanya Roy malas untuk bertemu dengan Nissa. Dan keesokan paginya, Roy tetap tidak merubah pikirannya untuk datang bertemu dengan Nissa. Namun, saat hujan deras tiba dikala senja. Nissa mengiriminya sebuah pesan lagi, saat itu hati Roy luluh dan mau untuk bertemu dengan Nissa.
"Persahabatan yang abadi adalah persahabatan yang tanpa rasa benci dan amarah, persahabatan yang abadi adalah persahabatan dengan rasa sayang yang saling tidak membedakan."SMS dari Nissa.
"Sebuah kata-kata yang tulus darinya, memang gak ada arti bagimu, namun izinkan aku tuk meminta maaf padamu, walaupun hanya sebentar saja, kamu bertemu denganku, hujan deras ini tidak akan membuat aku resah untuk menunggumu."SMS dari Nissa untuk Roy.
Dan ternyata Nissa masih menunggu Roy mulai tadi pagi.
"Ya tuhan... apakah dia sudah makan, apakah dia baik-baik saja."Pikir Roy. Saat itu Roy langsung menuju ke bukit belakang kampus, dan gak peduli hujan deras turun, Roy segera pergi menemui Nissa. Sesampainya di bukit, terlihat Nissa duduk sendiri, dengan pakaian merah meronanya yang basah kuyup.
"Maafkan aku, maafkan keegoisanku."Ucap Roy dengan memegang pundak Nissa dan Nissa pun berdiri, dan saat itu Nissa pun memeluk Roy, ia menangis dan meminta maaf pada Roy.
"Aku kangen kamu Roy, aku kangen banget sama kamu, maafin aku, maafin aku ya." Ucap Nissa pada Roy.
"Udah lupain aja, jangan nangis lagi, bagaimana dengan Galih, apakah baik baik saja hubunganmu dengan dia."Ucap Roy dengan mengusap air mata Nissa
"Roy, aku udah putus sama Galih, aku baru tau kalo Galih adalah cowok dari temanku, Reni. Dan sekarang Reni menjauhiku, gara-gara tau kalo aku pacaran sama Galih."Ucap Nissa pada Roy sambil menangis.
"Ya sudah jangan nangis. Perlu kau ketahui sejujurnya saat kamu pertama kali ditembak sama Galih, saat itu aku kecewa dan sedih. Jujur hatiku gak bisa bohong, kalo aku sayang kamu, meskipun kita sahabat, tapi rasa sayang ini begitu kuat, aku tak mau kehilangan sahabat sepertimu Nissa."Ucap Roy.
"Maafkan kesalahanku nyet, aku tau. Maafkan aku, aku juga sayang kamu."Sahut Nissa dengan menangis.
"Jangan mewek, jelek tau, ya udah sekarang kita kembali seperti dulu, mulai menjadi sahabat yang seperti dulu, bercanda, nyanyi bareng di bukit ini, bukit istimewa ini." balas Roy dengan tawa dan merangkul Nissa.
Dan pada akhirnya, Roy dan Nissa kembali menjadi sahabat yang utuh lagi, dan tempat bukit ini menjadi saksi. Roy dan Nissq menjadi sahabat lagi setelah mengalamai perpecahan akibat keegoisan masing masing. Hujan deras dikala senja saat itu menjadi bagian terpenting dalam sejarah persahabatan Roy dengan Nissa.
~TAMAT😗✌️~
~Jangan lupa like & komen!~