Judul: “BADUT MU”
Penulis: Vina anggraeni.
********
"Membuat mu bahagia adalah tugasku, kalau dirimu merasa sedih datangi saja aku. Dengan senang hati aku akan menghiburmu."
~Si Badut.
********
Gemericik air hujan membasahi seluruh kota, membuat semua orang berlalu-lalang berlari-lari untuk mencari tempat perlindungan agar tubuh mereka tidak basah.
Aku Rey, mengayuh sepeda ku secepat-cepatnya menerobos hujan dengan membawa sebuah payung kecil ditangan kananku.
Tubuhku terasa dingin dan menggigil, jalanan begitu licin penuh akan genangan air.
Pacarku Maya, dirinya baru saja pulang dari sekolah setelah mengikuti kelas tambahan, baru saja ia menghubungi diriku meminta untuk dijemput. Untuk itulah aku rela melakukan ini semua.
"Aku segera sampai Maya!"
Rey semakin mempercepat laju sepedanya, hingga sampailah dirinya diseberang jalan dekat SMA Negeri 1 dimana ia melihat kekasih tercintanya Maya sedang berdiri disana menunggu kedatangan seseorang.
"Itu dia," Kedua bola mataku melihat kearah Maya, dengan menggunakan tas kecil sebagai payung nya. Dengan segera aku Rey, hendak menyeberang untuk menghampiri dirinya.
Tetapi ... seketika aku mengurungkan niat, ketika sebuah mobil hitam datang lalu berhenti tepat dimana Maya berada.
Tampak seorang pemuda keluar dari dalam mobil tersebut, melepas jaket jeans yang dirinya kenakan lalu dipakaikan kepada Maya. Mengajaknya untuk masuk kembali kedalam mobil hitamnya.
Diriku melihatnya, aku menyaksikan segalanya, semuanya terlihat sangat jelas dan juga begitu cepat. Dadaku terasa sesak, pandanganku tertunduk kebawah, menatap nanar ke arah payung yang tak tahu untuk siapa.
Lelaki itu bukanlah ayahnya, dan bukan pula kakak ataupun sepupunya. Tetapi dia adalah pacar simpanan Maya, Daniel.
Kalau dia mencintai Daniel, lalu apa posisimu didalam hatinya Rey?.
Yah, aku adalah kekasihnya yang selalu berusaha untuk membuat dirinya bahagia. Walaupun terkadang ia menganggap ku hanyalah sebuah bayangan hitam.
//Brak// diriku langsung membuang payung tersebut kedalam tong sampah, meluapkan rasa kekecewaan dan juga penyesalan.
"Sampah," Ujarku tersenyum kaku, menatap sayu kearah payung didalam tong sampah itu, menyedihkan!.
Padahal, pikiranku sudah berangan betapa menyenangkannya nanti disaat diriku mengantarkan kekasihku pulang, sembari menikmati suasana hujan dibawah naungan payung berdua.
Merasakan semilir dingin angin menerpa kulit, melewati jalanan kota yang basah dengan aroma khas namun menenangkan, walau hanya berdua aku tak mengapa asalkan tangan putihnya tetap merangkul pinggang ku dengan penuh kehangatan.
Aku memutuskan untuk pulang, dengan membawa sebuah kursi kosong yang pemiliknya lebih memilih untuk pergi bersama orang lain.
********
"Menangkap lebah, belum tentu bisa mendapatkan madunya. Memiliki raganya, belum tentu kita memiliki hatinya."
~Si Badut.
Sesampainya dirumah, dengan segera Rey pergi masuk kedalam menuju kekamarnya, bergegas untuk ke kamar mandi membersihkan badannya.
Beberapa menit kemudian ... Rey berjalan keluar dari dalam kamar mandi, mengenakan kaos putih dengan celana pendek berwarna hitam.
//Kriiinggg// terdengar suara nyaring yang berasal dari handphone Rey terletak diatas meja belajarnya, membuat Rey melangkahkan kakinya menuju kesana untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Maya," Ujar Rey sembari melihat nama kontak yang muncul dilayar handphonenya. My Bee yah, itulah cara Rey menamai kontak kekasihnya.
//Tut// Rey menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.
Maya: "Assalamualaikum, Rey!"
Rey: "Waalaikumussalam, iyah May ada apa?"
Maya: "Maaf yah udah ngerepotin kamu minta buat jemput aku tadi, aku pulang duluan soalnya sudah dijemput sama papa."
Rey: "Owh iyah, enggak apa-apa kok May santai aja. Lagian aku seneng kok kalau yang jemput tadi itu papa kamu, jadi kamu bisa aman sampai dirumah dan aku juga gak perlu khawatir."
Rey: "Aku juga minta maaf, udah telat jemput kamu tadi!"
Maya: "Iyah Rey."
Rey: "Kamu gak sakit kan gara-gara hujan tadi?, jaga kesehatan yah aku gak mau kalau kamu sampai sakit, manis ku harus tetep sehat!"
Maya: "Iyah Rey makasih, aku pasti jaga kesehatan kok. Emmmm kalau begitu, aku tutup dulu yah Rey, assalamualaikum!"
Rey: "Waalaikumussalam, selamat istirahat manis!"
//Tuuuutttt// Maya langsung mematikan panggilannya, sebelum membalas ucapan penutup manis dari pasangannya.
"Papa," Ujar Rey mengingat kembali apa yang Maya katakan ditelepon tadi.
“Lagi-lagi dia bohong ke Lo Rey,” Batinnya tersenyum smirk.
Rey mengangkat kepalanya, menghadap kearah cermin yang berada dihadapannya. Ia membentuk senyum di bibirnya dengan kedua jari telunjuknya.
"Lo lucu Rey, makanya dia suka," Ucapnya seperti melihat seorang badut didalam cermin tersebut.
********
Beberapa hari terus berlalu, hingga Rey mendapat kabar bahwa akan ada acara festival pasar malam tak jauh dari tempat tinggalnya berada, Rey berencana untuk mengajak Maya pergi bersama kesana.
Tetapi, Maya malah menolaknya dengan alasan ada acara keluarga yang harus dirinya dan keluarganya datangi.
Akhirnya, festival pasar malam itu pun tiba, Rey datang kesana dengan keempat teman-temannya, suasananya begitu ramai dan menyenangkan.
Langit-langit malam dipenuhi dengan cahaya lampu yang berkelap-kelip, serta banyak sekali wahana yang menyenangkan.
“Eh, gua pergi kesana bentar yah!” Ujar Rey kepada keempat temannya menunjuk kearah salah satu mini games disana , lalu disetujui oleh mereka, “Yah, jangan lama-lama yah!” Balas mereka, lalu Rey berjalan pergi ketempat yang ia maksud.
“Auchhss,” Tak sengaja Rey menyenggol tubuh seorang wanita yang sedang berjalan dengan kekasihnya, “Ma-maaf!” Ujar Rey merasa tak enak sambil melihat kearah wanita tersebut.
“I-iyah, enggak apa-apa kok!” Balasnya, “Ma-Maya!” Kejut Rey karena wanita yang ia tabrak adalah kekasihnya, dengan seorang lelaki disampingnya.
“Katanya kamu ada urusan keluarga, kok kesini?”
“I-itu, a-aku,” Balas Maya terbata-bata. “Maya, dia siapa?” Tanya Daniel.
“Oh yah kenalin!, Gua Rey, teman satu sekolahnya Maya, maaf yah udah ganggu waktu berdua kalian,” Ujar Rey sambil menahan rasa sakit, tapi tetap berusaha untuk tersenyum.
“Rey, aku gak berma-"
“Kalau gitu gua cabut dulu yah, silahkan dilanjut. Daniel, gua titip Maya yah, jaga dia baik-baik!” Ujar Rey yang langsung memotong perkataan Maya, lalu bergegas pergi dari sana.
“Tugas gua sekarang sudah selesai, akhirnya si badut ini sudah dapat melepas topengnya.”
~TAMAT~