Syahira anak yatim piatu, kedua orangtua nya meninggal kecelakaan mobil ketika ia masih kecil, namun dalam kecelakaan tersebut Syahira terselamat, ketika itu umur nya 10 tahun, karena ia tiada siapa siapa untuk di hubungi maka ia pun tinggal di panti asuhan.
Walaupun ia merasa sedih, namun masih banyak anak anak yang kehilangan orangtua nya, ada yang di tinggal dan juga ada yang di buang, dari situ Syahira tetap tegar dalam menghadapi hidup nya.
14 tahun pun berlalu Syahira kini beranjak menjadi seorang gadis yang dewasa, dari kecil tidak ada orang yang mengangkat ia sebagai anak angkat, dan kini ia pun hanya menolong ibu kepala panti asuhan untuk menjaga anak anak yatim piatu.
Ia tidak berharap sebuah keajaiban yang akan datang, karena ia sangat bahagia berada di panti asuhan bersama anak anak yang lain.
Lalu di pagi hari yang masih berkabut embun, sorang pria paruh baya datang melawat panti asuhan menemui ibu kepala panti dan bertanya, seorang gadis yang kecelakaan 10 tahun yang lalu.
"Syahira nama nya tuan." kata ibu panti.
"boleh kah saya menemui nya.? " pinta nya, ibu panti membawa nya ke ruangan di mana Syahira tidur, dan di lihat nya Syahira tidur bersama anak anak yang lain nya.
"cucu ku, ternyata masih hidup. " mengusap air mata nya, dan berjalan menghampiri Syahira, ia pun terbangun dari tidur nya.
"eh, anda siapa? " tanya nya.
"Syahira, dia kakek mu. " jawab ibu panti, Syahira seperti tidak percaya, karena yang ia tau, dia hanya lah gadis yang tidak memiliki siapa siapa.
Ibu panti dan kakek nya berada di ruangan, membicara kan soal cucu nya, kakek nya tidak percaya bahwa cucu nya masih hidup, kakek nya merasa bersalah karena dahulu ia tidak merestui anak nya menikah dengan ayah Syahira, dan mengusir ibu nya, sehingga tidak tahu dia sudah memiliki cucu.
Syahira datang ke ruangan ibu kepala panti, setelah siap membersihkan diri.
"Syahira, kakek kamu mau membawa kamu pulang bersama. " kata ibu panti.
"tapi bu, bagaimana sama anak anak yang lain? siapa yang menjaga mereka. " ucap Syahira khawatir.
"jangan khawatir cu, kakek udah nyuruh orang membantu ibu panti." ucap kakek meyakin kan, Syahira diam antar senang dan sedih, ia senang karena ternyata masih ada keluarga nya dan ia sedih karena harus meninggalkan ibu panti, namun karena kakek sudah bicara bahawa ada yang membantu ibu panti maka ia merasa tenang.
Syahira bersiap untuk meninggalkan panti asuhan, berpamit dengan semua orang, walaupun ada kesedihan untuk meninggalkan, namun Syahira terpaksa pergi karena keluarga nya sudah menjemput.
Mobil yang ia naiki adalah mobil pribadi BMW sangat mewah di pandang, rasa tidak percaya ketika menaiki nya, perjalanan menuju ke rumah nya memakan 3 jam lebih, ia tertidur di dalam mobil, sesampai nya di kediaman, kakek tidak ingin membangun kan nya, karena tahu Syahira keletihan, ia pun memanggil body guard nya untuk memanggil cucu lelaki nya.
"kakek, kenapa panggil saya. " kata cucu lelaki Erfan nya.
"tolong kakek bawa Syahira ke kamar nya. " pinta kakek, Erfan melihat di kerusi belakang Syahira tertidur dengan pulas, ia mencuba untuk mengambil kepala nya terlebih dahulu dan meraih kedua kaki nya, lalu mengangkat nya.
"yang benar aja nih cewek, lelap banget tidur nya. " ucap nya dengan nada yang kecil, ia membawa badan Syahira menuju ke kamar yang sudah di siap kan, lalu di letak kan nya badan Syahira di kasur yang paling empuk, Erfan memperhatikan wajah polos Syahira.
"cantik, tapi dia sepupu ku. " bisik nya, lalu meninggalkan Syahira yang masih tertidur.
"kakek, Syahira itu umur nya berapa. " tanya Erfan, menghampiri kakek nya yang duduk di ruang tamu.
"dia tahun ini 24 tahun." jawab kakek sambil membuka berkas.
"jadi tuaan saya ya. " ucap nya.
"ya, kamu jagain Syahira ya, karena dia masih baru. " pinta kakek.
"baik kek." singkat nya.
Sementara Syahira bangun dari tidur nya, mata nya u8
h.. membelalak tidak percaya melihat kamar yang ia n
miliki seperti kamar putri, besar dan mewah.
"adakah aku mimpi. " tanya nya sendiri, masih merasa tidak percaya, ia menuju ke jendela kamar nya dan melihat ke luar, dengan tidak percaya pemandangan di luar rumah sangat indah dan luas ada taman taman nya.
Syahira keluar dari kamar nya, ketika ia melangkah keluar kamar, seluruh isi rumah penuh dengan barang barang antik dan gambar gambar kuno yang berharga, sangat tidak percaya dengan apa yang di lihat, ia melewati tangga bermodel melingkar perlahan lahan menuju ke bawah.
"adakah aku bermimpi." bisiknya dalam hati.
"Hi Syahira." sapa Erfan.
"H... Hi..." balas nya malu malu.
"kakek mana." tanya Syahira.
"kakek, lagi ada urusan, sini la duduk jangan berdiri. " Erfan menepuk nepuk bangku untuk Syahira, ia pun duduk berhadapan dengan Erfan yang sibuk menghadap laptop.
"Sya, kamu mesti kaget dengan pemandangan yang kamu lihat saat ini." tebak Erfan, ia hanya tersenyum mengangguk angguk kepala.
"sebenarnya saya di rumah siapa? "
"di rumah kakek lah. " jelas nya.
"oh iya kamu belum memperkenal kan diri. " kata nya.
"eh ya ya, saya Erfan. " mengangkat tangan dan tersenyum.
Erfan menyuruh Syahira bercerita, tetang kehidupan nya di panti asuhan, Erfan ingin tau tentang panti asuhan dan bagaimana ia boleh berada di panti tersebut, Syahira mencerita kan keseluruhan nya dengan Erfan, Erfan merasa simpati karena ketika ia masih kecil sudah di tinggal meninggal oleh kedua orangtua nya.
"Sya, kamu tau, ibu kamu adalah anak perempuan satu satu nya yang di sayang banget sama kakek. " cerita Erfan.
"ibu kamu lari karena, mencintai ayah mu, kakek juga gak tau kalau ibu kamu sudah ada anak, karena kakek sudah mengusir ibu mu." jelas Erfan.
Kini Syahira tau kebenaran dari Erfan, ibu nya dari kalangan orang kaya yang bermarga, sementara ayah nya dari kalangan yang tiada marga.
sekian terima kasih....