Suara burung berkicau. Membangunkan ku dari tidur yang nyenyak. Meregangkan tangan sambil menguap.
"Hoaam, selamat pagi dunia"
Ucap ku dengan mata yang masih berat. Tapi tunggu, perasaan ku saja atau kasus yang ku pakai terasa lebih empuk? Hah, eh...
Benar saja, saat aku mengucek mata dan memperhatikan lebih jelas, kenapa kamar ku berubah 180°!? Perabotan mewah, kasur yang empuk, bahkan ada AC segala!? Hahaha ini mimpi, ya ini hanya mimpi.
Ayolah Ris, segitunya ya kamu ingin menjadi kaya, hahaha. Tapi mumpung lagi mimpi kayak gini, ayo manfaatkan, mwehehe.
Sesaat aku memperhatikan sekitar, terlihat sangat nyata. Namun suara jam berbunyi membuat ku tersadar dari lamunan. Jam...5?
Baru saja jam jam beebunyi, pintu kamar terbuka dengan lebar. Masuk beberapa orang ke dalam kamar ku. Sesaat mata kami bertemu, wajah mereka menjadi heran dan bingung. Dari pakaian mereka, nampak seperti pelayan. Astaga Risa, mimpi mu ini jadul banget.
"Nona Risa, kenapa anda bangun? Apakah ada sesuatu yang anda butuh kan?"
Ucap salah satu pelayan yang kini sudah ada di sebelah ku. Banyak banget njir, 1 orang saja sudah cukup. Sepertinya ada sekitar 10 pelayan wanita masuk ke kamar. Dia berbicara formal kepada ku.
"Tidak ada, seharusnya aku yang tanya. Kenapa kalian masuk ke kamar ku? Apakah ada yang kalian butuhkan?"
Ucap ku sambil mengernyitkan alis. Hmm sebenarnya aku juga tidak tau apakah benar ini kamar ku atau tidak sih(╥﹏╥)
Wajah mereka nambak bingung. Ah sudahlah, atmosfer disini terasa tidak enak. Lebih baik aku keluar dan melihat-li... haatt!!
Baru juga kaki ku menyentuh lantai, tanpa ada angin, tanpa ada petir, ada kaki gaib yang membuat ku jatuh.
GEDEBUK!!
"Nona, anda tidak apa-apa!?" *panik
"Panggilkan dokter!Cepat!"
Semua pelayan yang melihatku jatuh menjadi panik. Sebelum kalian terburu-buru panggilkan dokter, bantu aku berdiri kek. Aku sudah mencium lantai tapi tak ada seorang pun yang membantu ku berdiri. Hidung ku, astaga...-_-
Aku segera bangkit kembali, dan menenangkan para pelayan.
"Sudahlah, aku baik-baik saja"
"Tidak boleh!Anda harus pergi ke ruang ICU sekarang!!"
"..."
Ngelawak ni bocah. Dia kira aku habis ketabrak becak kali ya?💢
"Ehem, beneran tidak apa kok. Kalian jangan berlebihan"
"T..tapi Nona.."
"Lebih baik bawakan aku makanan!" *serius
"Siap!"
Yah begitulah. Kejadian menghebohkan di pagi-pagi buta ini.
.
.
.
Para pelayan mengantarkan ku ke ruang makan. Banyak sekali pelayan yang ku lihat selama perjalanan. Tak hanya itu, terdapat barang-barang mewah di setiap sudut ruangan. Lukisan yang terlihat antik, patung-patung aneh (ngak ngerti karya seni sih) dan sebagainya. Bahkan tidak 1/2 barang terbuat dari emas. Dan lebih parah nya lagi, sudah hampir 15 menit ku berjalan tapi belum juga kelihatan mana ruang makan yang di maksud. Ni rumah apa Istana buset💧
Yah dan akhirnya, aku sampai ke meja makan. Yang jadi pertanyaan ku, kenapa aku masih bisa merasakan penat walau hanya dalam mimpi?
Tak lama makanan datang. Berbagai masakan lezat di hidangkan. Bau harum tercium di seluruh ruangan. Kebingungan ku pudar terkalahkan oleh rasa lapar. Bahkan ku heran kenapa para pelayan tidak tergiur oleh masakan ini. Bodo lah...
"Selamat makan!"
Ucap ku dengan semangat.
.
.
.
Kehidupan ini berlangsung selama 3 hari, aku saja tidak tau di mimpi kita bisa menghintung waktu. Namun, walau kehidupan ku terpenuhi Istana ini begitu kosong. Tidak ada orang tua ku di sini. Pelayan selalu bilang mereka pergi bekerja. Entah mengapa aku merasa sedih.
Cukup malu mengatakan hal itu kepada anak yang berumur 21 tahun. Bekerja di pagi hari dan malam nya langsung masuk ke kamar. Tidur dengan lelap tanpa mendengar suara ribut sekitar. Haah, entah aku anak yang berbakti atau bukan. Walau aku memberi uang lebih dari cukup untuk orang tua, tapi aku tidak menghabiskan waktu bersama mereka. Dalam mimpi pun aku tidak dapat bersama mereka.
"Haaaaaahhh"
"Ada apa Nona?"
"Hanya bosan... hei apakah ada sesuatu pekerjaan yang dapat aku lakukan?"
"Tidak ada, anda cukup tiduran, bermain, atau makan makanan yang kami sediakan"
"Huft, ya sudahlah"
Toh ini hanya mimpi, tapi tunggu kenapa aku tidak bangun ya!? What!
"K..kau, coba tampar aku!"
"Saya tidak bisa Nona"
"TAMPAR AJA APA SUSAH NYA SI.."
PLAAKK
"Sakit geblek!💢"
"Kan tadi Nona yang minta"
"Bener juga, eh lho...kok sakit?"
Tunggu, bukan nya mimpi ngak bisa merasakan sakit ya? Oh no...
"Aku ingin bangun dari mimpi ini! Hueee"
"N..nona kenapa menangis?" *panik
"Jangan panggil aku Nona, aku bukan Nona kalian!"
Bangunkan aku siapa sajaa!!
.
.
.
BYURRR!!
Mata ku terbuka sendirinya. Melihat sekitar dan memproses apa yang terjadi. Tubuh basah kuyub dan di depan ku... terlihat bayang-bayang walau tidak terlalu jelas.
"RISAA!! SUDAH SIANG BEGINI MASIH TIDUR!?"
Suaraa yang membuat gendang telinga pecah. Terdengar tak asing di telinga ku. Ibu? Aku sudah bangun dari mimpi?
Seketika aku langsung memeluk ibu ku.
"Hueee, akhirnya"
"Apaan sih ni anak, baju mu basah bocah!"
Jtaakk
Pukulan ini terasa nyata...
"Ya terus pukul aku bu, Risa gak papa"
"Ni bocah kenapa sih, hei!"
Setelah kejadian tersebut aku menjadi sadar akan mentingnyan keluarga. Dan yah, aku menceritakan sebagian mimpi ku kepada beliau.
"Hah?Menjadi kaya dalam 3 hari? Pfttt, bwahaha ada-ada saja kamu"
Ucap ibu ku sambil tertawa puas.
"His beneran bu, terasa nyata tau!"
"Kalo mau kaya ya kerja lah!" *tertawa
Betul juga sih, yah terserah lah.*senyum
"Ngomong-ngomong, air apa yang ibu siram? Baunya... bweeh, air apa ini?"
Ucap ku dengan penasaran.
"I..itu, air bekas cuci piring"
Ucap ibu sambil memalingkan wajah nya.
" ... "
.
.
.
.
[TAMAT]
Jangan lupa like and komen✋🏻😁