Ketika cinta yang ku miliki tidak ku luah kan, maka akan ku persembahkan bunga mawar untuk nya, mawar seperti nama nya, dan semoga engkau tau isi hati ku.
Ia dia...
Dia gadis yang ku sukai selama kami masih menduduki SMA, dan dia sahabat ku, dan akhirnya kami kuliah, walaupun kuliah kami sama namun kami bukan satu kurikulum, akan tetapi aku masih tidak dapat menyatakan cinta.
Dan semenjak kami sudah lulus kuliah, kami masing masing memiliki kerja, aku kerja sebagai fotografer dan dia pula gadis yang berkarir di perusahaan terkenal.
Ponsel Akmal berdering. melihat ponsel nya " Mawar. "
"halo Mawar."
"halo Mal, loe di mana. " tanya nya.
"gue di studio ngedit foto, nape? " tanya balik.
"gue ke sana ya. " langsung memadam ponsel nya.
Akmal bingung menatap ponsel nya yang sudah tiada suara, ada apa gerangan Mawar ingin datang ke studio nya, dari pembicaraan ponsel tadi Mawar seperti habis nangis, namun Akmal tidak ingin berfikir berlebihan dan masih mengerjakan edit foto sambil menunggu Mawar.
Beberapa minit kemudian, Mawar sampai di studio, Akmal melihat Mawar berjalan dengan kaki yang sulit untuk melangkah, wajah memandangi lantai lantai keramik berwarna putih, wajah yang layu dan mata membengkak, Akmal terkejut melihat nya, dsn di hampiri nya.
"loe kenapa!" mengangkat wajah nya, tiba tiba Mawar memeluknya dengan tangisan sejadi jadi nya, Akmal tidak dapat berbuat apa hanya mengelus kepala mawar.
"Mawar... loe kenapa, cuba cerita." memegang kedua bahu nya dan perlahan lahan melepas pelukan.
"ayo duduk di sini. " menyilakan nya duduk.
Sementara Mawar duduk, Akmal berjongkok di hadapan nya sambil mengusap air mata nya, lalu kedua mata saling berpandangan.
"gu... gue... hiks... putus sama Reza.... hiks." masih dalam keadaan tersedu sedu.
"gara gara nya kenapa?" tanya Akmal ingin tahu.
"di... dia... se... selingkuh... ama... sahabat gue hiks... " sambil mengusap air mata nya, Akmal mencuba untuk menenangkan nya, dalam hati Akmal rasa kesal terhadap Reza.
"jika gak mau Mawar, buat apa nyatakan cinta, kalau gue tahu loe lagi lagi berselingkuh, dan Mawar memaafkan mu, maka aku menjadi penghalang buat kisah cinta mu, ia lebih baik bersama ku dan pasti akan di jamin bahagia, SIALLLLL LOE REZAAAA. " kesalnya dalam hati sambil memeluk Mawar.
Karena studio milik Akmal adalah rumah, maka Mawar bermalam di rumah nya, karena ia tidak ingin kembali ke rumah, ia tahu Reza akan datang mencari nya dan meminta maaf, dahulu sudah berulang kali Reza selingkuh, berulang kali juga Mawar memaafkan nya, namun sekarang hati nya telah tersakiti dan tidak ingin memaafkan Reza.
"loe tidur di kamar gue aja, gue tidur di ruang tamu. " Akmal mengambil bantal dan selimut.
Tangan Akmal di raih nya, Mawar tersenyum " thanks Mal, kalo gak ada loe, gue gak tau sama siapa lagi gue harus cerita. " menunduk kan wajah.
"udah jangan nangis, Mawar yang gue kenal gak kayak gini. " Akmal mendekati wajah nya, dan mengusap pipinya.
"Mawar yang gue kenal, bukan Mawar yang cengeng, loe Mawar yang kuat. " mengecup pipinya.
Tanpa sadar pipi Mawar merah merona, ada apa dengan perasaan ini, ia pun tak faham, Akmal hanya tersenyum padanya.
"dah, loe istirahat, gue masih ada kerjaan di studio, belum siap lagi. " membelai rambut Mawar dan meninggalkan nya.
"baik. " singkat Mawar.
Di dalam kamar, Mawar mencium aroma kain dan bantal milik Akmal.
"wangi nya lembut, seperti dirinya yang penyayang. " ucap Mawar, terlena pada wangian milik nya, seketika Mawar memikirkan Akmal, yang perhatian dan peduli kepadanya.
"Akmal, udah punya pacar belum ya? tapi gue gak pernah ngelihat pacar nya, kalau dia punya pacar otomatis gue kenal dong?" ucapnya, menatap langit langit kamar.
"eh, ngapain gue kepo. " menutup wajahnya guna selimut.
"tapi.... kalau dia punya pacar pasti gue gak bisa ketemu sama dia lagi. " membuka selimut risau, dan duduk di kasur.
Perasaan Mawar berubah menjadi risau, ia memikirkan Akmal jika ia punya pacar bagaimana dengan dirinya, dan kemungkinan dirinya tidak akan dapat bertemu lagi, Mawar mulai tidak karuan, dan sedih adakah ia merasakan cinta.
"kok gue kayak, gak rela. " bisiknya sedih, dan melamun, mencuba untuk tidur namun tidak dapat.
Beberapa minit kemudian, Akmal menuju kamar untuk melihat Mawar, di bukanya pintu.
KLEEKKKK
"eh? loe belom tidur." masih melihat Mawar yang melamun.
"gak bisa tidur. " jawab manja.
"kenapa? " menghampiri Mawar.
"gak tau. "
"loe mau gue temenin? biar bisa tidur. " usil Akmal tersenyum.
"apaan sih. " menutup wajah nya dengan selimut, Mawar merasa malu saat Akmal berbicara seperti itu.
Akmal membuka selimut yang menutupi wajah Mawar, dan tersenyum.
"kenapa loe. "
"gak." Mawar membalik kan badan, tanpa di duga Akmal naik ke kasur dan memeluknya dari belakang.
"eeehhhh...." Mawar kaget.
"ssshhhhh, diam tidur aja. " ucapnya lembut, membelai rambutnya.
Tanpa di sadari bukan Mawar yang terlelap tidur, melain kan Akmal yang sudah terlelap, ia membalik kan badan nya dan berpas pasan dengan wajah Akmal yang sudah terlelap tidur, ia perhati wajah Akmal yang di kategori ganteng bulu mata panjang, hidung mancung, bibir memerah, dan alis yang terukir tebal namun cocok di wajah nya.
"dia ganteng, penyayang, perhatian, adakah dia gak menyukai ku. " bertanya dalam hati sambil menyentuh wajah Akmal yang tertidur pulas, namun....
"mmmmppppppp... " bibir Akmal dan Mawar menyatu.
"jangan usik gue dong." Akmal terbangun.
"ah, loe belum tidur. " ingin membalik kan badan, namun di tahan nya.
"Mawar, gue suka loe. " raut wajah yang serius.
"aa... apa... " tidak percaya.
"gue suka loe Mawar, jadilah pacar gue. " pinta Akmal.
Mawar masih terpaku dengan apa yang di nyata kan Akmal, Mawar mengapai wajah nya.
"emang nya loe serius. " ucapnya.
"serius lah. " merebahkan badan Mawar, dan kini ia di atas badan Mawar, wajah Mawar tiba tiba memerah, dengan perlahan Akmal mengusap pipi nya dan membelai rambut nya lalu mengecup bibir nya...
terima kasih kepada yang sudah membaca, harap cerita yang saya bawa kan hari ini, tidak membosan kan kalian.... 😉
terima kasih untuk yang like dan comment jika ada, jika tidak ada pun tidak apa Hehehehe... ☺