Kamu boleh mencintai seseorang tapi jangan sampai itu membuat mu gila sampai hilang akal, kamu boleh menyukai dan menyayangi seseorang tapi jangan sampai kau terlalu mengekang dan mengikat diri nya.
Karna rumus cinta itu adalah semakin kau kejar, semakin kau ikat dan semakin kau kekang dia. Dia akan pergi secara perlahan dari mu.
Shannon perempuan yang kini berumur 17 tahun memiliki seorang kekasih yang bernama Bagas umur 18 tahun.
Shannon memang memiliki kisah cinta yang rumit di umur nya yang masih muda yang seharusnya di sibukan dengan pelajaran tetapi dia malah frustasi hanya karna cinta.
Setiap malam menangisi seorang pria yang selalu mengekang hidup nya sedangkan Shannon adalah pemilik jiwa yang bebas.
Hingga suatu ketika Shannon dan Bagas memiliki kesulitan mereka sendiri dalam menjalani sebuah hubungan karna sifat Shannon yang begitu friendly ke semua orang membuat Bagas cemburu buta dan semakin mengekang Shannon.
"Bagas ! Bagas ! Bagas !!!" Teriak Shannon sambil berlari melewati lorong sekolah mengejar Bagas
"Apa Si Shannon ? Aku tau kamu itu friendly ! Tapi gak gini Shannon kamu terlalu asik dengan teman club kamu dari pada aku ! kamu tuh nganggep aku gak si ? Kamu mending sadar diri !!! kamu itu punya aku, aku ini pacar kamu buka mata kamu lebar lebar lihat siapa laki laki yang ada di hadapan kamu ini, Sudahlah Shannon aku udah cukup sabar sama kamu" Ucapan Bagas seketika menyakiti hati Shannon tanpa dia sadari
"Bagas aku mohon dengerin penjelasan aku dulu Bagas !!! Aku gak ada maksud untuk cuekin kamu... Bagas aku tau kali ini aku salah... tolong maafin aku Bagas..." Rintih Shannon sambil menangis
"Lepasin tangan aku Shannon... aku mau pulang aku pusing tau nggak" Bentak Bagas dan langsung menepis tangan Shannon, meninggalkan Shannon pulang sendirian
"Bagas... Bagas ... Bagas !!! aaaaa" Shannon terduduk diam sambil menangis melihat Bagas meninggalkan diri nya
Shannon menyusuri jalan sendirian sampai sore hari dia tidak berniat pulang ke rumah padahal waktu sudah menunjukkan jam 6 sore
Tiba tiba suara telpon terdengar dari tas Shannon, dia mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari ibu nya.
"Shannon..." panggil sang ibu dengan lembut
"Ibu..." Sahut Shannon
"Kenapa belum pulang sayang ? ini sudah jam 6 sore Lo nak... kamu di mana ?" tanya ibunda Shannon yang mulai khawatir
Shannon yang terus berjalan tidak memperhatikan rambu lalu lintas dan keadaan di sekitar nya.
"Iya ibu sebentar lagi Shan...."
"TITTTTTTT" Tiba tiba suara klakson mobil terdengar di telpon sang ibu
"Shannon ! Shannon ! Shannon !!!" Teriak sang ibu dari balik telpon tetapi tidak ada balasan dari Shannon
Ibunda Shannon yang panik langsung bergegas mencari keberadaan Shannon bersama sang Ayah dengan bantuan para polisi dan keluarga, mereka menemukan Shannon dengan mudah
"Permisi kami orang tua Shannon !!!" ucap ibunda Shannon
"Putri ibu yang bernama Shannon silahkan Bu segera masuk ke dalam ambulans korban mengalami luka parah dan harus segera di bawa ke rumah sakit" Ucap seorang polwan
"Baik Bu terimakasih" ucap ibunda Shannon
Ibu dan ayah Shannon melihat keadaan putri mereka yang bersimbah darah begitu banyak, Shannon mengalami kecelakaan tabrak lari oleh seorang pengendara mobil yang melaju dengan cepat. Kini hanya tuhan yang mampu menyelamatkan Shannon
"naaakkk kamu harus kuat sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit" ucap ibunda Shannon sambil memegang tangan sang anak
"Ib...Bu..." Shannon yang mengalami luka berat tidak dapat melakukan apa apa
"Iya nak... ini ibu ada apa sayang ?" tanya sang ibu dengan rasa panik nya
"Ba... gas..." ucap Shannon yang langsung menutup mata nya secara perlahan
"Shannon ! nak... nak... !!! Shannon...." Ibu Shannon tiba tiba panik melihat putri nya yang begitu lemah dan tidak bergerak sama sekali
Saat tiba di rumah sakit, nyawa Shannon sudah tidak bisa tertolong lagi. Shannon meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit
Ibu Shannon yang mengingat ucapan terakhir dari Shannon langsung menelpon Bagas untuk mengabarkan Bagas tentang keadaan Shannon
"Hallo Bu... ada apa ? Shannon nggak pulang lagi ya ?" celetuk Bagas
"I...iya nak Bagas... tapi..." ibu Shannon khawatir jika Bagas tidak terima berita yang dia sampaikan
"Tapi apa Bu ?" tanya Bagas kembali
"Tapi kali ini Shannon nggak akan pulang selama nya nak Bagas" Ucap ibu Shannon
"Bu... apa maksudnya jangan buat Bagas khawatir Bu ..." Bagas sedikit bingung dengan perkataan ibunda Shannon
"Nak... Shannon mengalami kecelakaan tadi sore kami sudah melarikan nya ke rumah sakit terdekat tapi luka Shannon terlalu parah sampai sampai dia harus menutup mata untuk selamanya..." Jelas ibunda Shannon
"Bu ! jangan bercanda sama Bagas bu..." Ucap Bagas yang mulai panik
"Ibu tidak bercanda nak... sekarang kami sedang menuju arah pulang besok pagi kami akan melakukan pemakaman nak... jika kamu tidak kuat... tidak apa apa kalau tidak datang" Ucap ibu Shannon
Bagas yang masih tidak percaya kekasih nya sudah pergi langsung mengendarai sepeda motor nya dan pergi ke rumah Shannon, dan memang benar sudah banyak sekali rangkaian bunga ucapan Bela sungkawa di rumah Shannon.
Selang beberapa menit jasad Shannon akhirnya sampai di rumah, Bagas langsung terduduk diam dan masih tidak percaya.
"Nak Bagas...." sapa ibu Shannon yang melihat kehadiran Bagas
"Shannon... Shannon.... SHANNON !!! AAAAA" Teriak Bagas
"nak sudah nak.... ikhlaskan kepergian Shannon ini sudah takdir tuhan nak..." ucap ibu Shannon
"Bu... Bagas tadi sore bertengkar sama Shannon... Bagas belum minta maaf sama Shannon Bu... Shannon !!! Shannon.... aaaaa, andai waktu itu Bagas nggak ninggalin Shannon pulang dia mungkin nggak kaya gini Bu....Bu maafin Bagas" ucap Bagas yang menyesali perbuatannya
"Sudah nak...tidak apa apa, ibu yakin dia sudah memaafkan kamu nak" ucap ibu Shannon
"Shannon.... maafkan aku... Shannon... Shannon..."Bagas menangis sambil memeluk jasad Shannon
.
.
.
Pesan dari cerpen !!!
"Jika kau memiliki masalah dengan pasangan mu berikanlah dia kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan semua nya jangan meninggalkan nya begitu saja !!! ketika dia pergi untuk selamanya maka hanya penyesalan yang tersisa di dalam diri mu, kau bahkan akan merasa bersalah"