"Ibu....aku pamit yah.... "
"Hati hati sayang...."
Aku adalah ALTRA KESYA PUTRI seorang pelajar yang tidak lama ini baru saja menerima surat kelulusannya.Hidupku tidak terlalu bagus untuk diceritakan,karena aku hanya hidup Berdua bersama ibuku.Bagiku,ibuku adalah yang terpenting dalam hidupku.Dia adalah pelangi yang menghiasi awan mendung,begitu indah dan tidak pernah terlupakan.
Hari ini adalah hari dimana aku harus meninggalkan pelangiku untuk sementara waktu.Setelah mengambil surat kelulusanku ini,aku akan pergi keluar kota untuk meneruskan belajarku.Demi ibuku dan demi diriku aku akan menjadi yang terbaik.Yang terpenting dalam hidup adalah jangan pernah merendahkan seseorang dan merasa diri sendiri tinggi.Karena saat itu terjadi,masa depanmu bisa hilang dengan kecerobohan dan kesombonganmu itu.
Aku menyalami tangan kasar ibuku dan menesteskan airmata yang tanpa sadar turun begitu saja.'Kenapa rasanya sakit,harus meninggalkan ibu seorang diri.....'
"Hei nak...apa sekarang anak ibu cengeng hm?Kenapa menangis...tidak ada yang membuatmu menangis hahaaha"
"Ibu...aku tidak menangis ibu...."
Ibu mengusap dengan lembut air mata yang tersisa dipipiku."Lalu apa ini?Apa tiba tiba hujan?Tidak kan?"
"Ih ibu....."aku sudah tidak sanggup lagi dengan perasaan ini.aku menarik ibu kedalam pelukanku dan mememluknya dengan erat."A-aku akan merindukan mu ibu.....hiks....hiks..."menangis dalam pelukannya yang hangat benar benar membuatku nyaman.
"jangan menangis nak..."
"Hiks...hiks....baiklah ibu...jaga diri ibu baik baik yah nanti..."
"Pasti sayang pasti,sudah sanah nanti ketinggalan kereta lagi"
"Hehe iya ibu....."aku melepaskan perlahan pelukanku pada ibu dan menatap mata nya yang begitu indah bagiku.
"Baiklah ibu aku aku pergi..." aku melambaikan tangan dan perlahan berjalan pergi.Ibu tidak bisa mengantarku,tapi setidaknya doanya adalah yang terpenting bagiku.Dia selalu menjaga sampai sekarangpun,saat aku akan pergi dia membayar mang darma untuk mengantarku.Mang darma yang rumahnya tidak jauh dari sini.Dia dan keluarganya selalu membantuku dan ibuku tidak peduli apa yang akan mereka lalui.'Aku janji, saat aku pulang untuk merayakan kelulusanku aku akan membuatmu bangga ibu'
Waktu berjalan begitu cepat sepertinya.Tidak terasa sudah empat tahun aku meninggalkan ibu dikampung halaman sendirian.Meski setiap tahun akan ada waktu aku pulang dan memeluknya.Tapi dua tahun belakangan ini,aku disibukan dengan tugas diakhir tahun dan tidak sempat menjenguk ibu disana.Tapi tenang saja,aku tidak akan lupa untuk mengirim pesan padanya.Entah hanya perasaanku atau bukan,sepertinya ada yang tidak beres dengan ibu.Kenapa dua tahun ini dia tidak membalas surat yang kukirim?Apakah dia sakit?Aku benar benar mencemaskan dirinya.
Satu bulan lagi akan ada acara kelulusan dimana aku akan berdiri bangga bersama ibuku disisiku.Hari ini,setelah mengurusi surat izinku aku pergi kekampung halaman untuk menemui pahlawanku satu satunya.
Tapi,saat aku tiba dirumah saat ini.Kenapa rumah tempat aku tumbuh tampak kosong dan hampa?Dihalaman rumah ini penuh dengan rerumputan liar yang tumbuh seakan rumah ini sudah lama dikosongkan.Saat aku masuk kedalam,dan melihat suasana dalam rumah.Disana hanya tersisa foto besar yang terpajang dengan jelas didepan sana.Foto disaat ibu tersenyum bangga akan kelulusanku saat itu.Meski kelulusan ku saat itu bukan lah akhir dari perjalanan ku,tapi ibu selalu tersenyum bangga padaku.
'Kenapa sekarang kosong?Lalu,dimana ibu?'
Aku terus membuka satu persatu kamar dirumah ini untuk menemukan ibuku.Tapi,sampai kamar terakhirpun tidak ada tanda tanda kehadiran ibu.Apakah ibu pergi? Kenapa ibu pergi?Lalu,kenapa dia tidak memberitahuku?Saat aku terbenam dalam pikiranku,seseorang dengan balutan sederhana menghampiri ku yang hanya berdiri dengan tatapan kosong didepan rumah.
"Eh,nak keysa yah..."
"I-iya mang...."
"Udah pulang yah....,ayo ikut saya nak nanti saya jelaskan dirumah...."
Dirumah mang darma ini,aku dipersilahkan duduk diruang tamu dan disuguhkan teh hangat untuk menenangkan pikiranku.Didepanku ada istri mang darma yang tersenyum tulus dihadapanku.Keduanya adalah tetanggaku yang selalu membantuku dan ibuku dulu.Ibuku selalu berpesan padaku bahwa suatu saat nanti jangan pernah melupakan kebaikan mereka dan membalasnya.
"Silahkan nak keysa minum dulu..."
"Baik bi,terimakasih..."
"Nanti,nak keysa tidur disini aja ya neng"
"Lah,bi emang dimana ibu.Kenapa rumahnya kosong"
"Rumah itu sudah kosong dua tahun lalu nak,ibu nak keysa yang menitipkan ini semua untuk nak keisa"Istri mang darma menyerahkan sebuah surat resmi yang terbungkus rapi dalam dokumen.
"Ini adalah sedikit harta ibu nak keisa untuk hidup nak keisa nantinya yang tersisa"
"Maksud bibi apa..."
Istri mang darma tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menyodorkan sebuah amplop padaku"Ini nak keysa,surat dari ibu...."perlahan aku membuka amplop itu dan menemukan sebuah surat putih yang terlipat dengan rapi dan sebuah foto lama.Didalam foto itu terdapat tiga sosok dengan dua sosok orang tua dan seorang bayi digendongan Mereka.Ketiganya tampak asing bagiku,lalu kenapa ibu meninggalkannya untukku.Aku membuka lipatan surat itu dan menampakan coretan coretan tangan ibu.Aku membaca surat ini dengan tenang didalam hati.
Untuk keysa...
Keysa anakku,ibu tahu kau menganggap ibu sebagai pelangimu.Ibu tahu kau menganggap ibu sebagai panutanmu.Sebagai pahlawanmu atau apapun itu.Foto didalam amplop dan surat yang ditulis ibu ini,akan menjadi surat terakhir untukmu.Kebenaran akan menyakitkan bila diungkapkan.Tapi,jika terus disimpan hanya akan mengundur waktu untuk mengetahui kenyataan.Ibumu ini,ibu yang merawatmu sejak kecil.Ibu yang memasak makanan untukmu,ibu yang mengendongmu.Nyatanya,ibu bukanlah ibu kandungmu.Foto lama yang kau pandangi dengan kebingungan itu adalah foto keluargamu.Kedua orang tua itu adalah ibu kandungmu dan ayahmu.Sedangkan bayi digendongan mereka adalah kamu. Keysa,ibu ini yang kau anggap pahlawan nyatanya adalah penjahat sebenarnya.Ibu memisahkan kamu dari kedua orang tuamu dan membunuh mereka demi membalas dendam kematian suamiku.Awalnya aku ingin membuatmu menderita dengan hidup bersamaku.Tapi,waktu mengubah segalanya.Aku yang awalnya membencimu berubah menjadi menyayangimu seperti anakku sendiri.Tapi kenyataan ini membuatku terus dihantui rasa bersalah yang tidak bisa ibu ungkapkan.Jadi,maafkan lah ibu,keysa maafkan ibu.Saat kamu membaca surat ini,ibu tahu ibu sudah tidak akan lagi disampingmu.Ibu sudah pergi dimana seharusnya ibu berada.Jaga dirimu baik baik keysa.Jadilah sukses untuk dirimu sendiri banggakan mereka,orang tuamu.
Setelah membaca surat ini,hatiku benar benar sakit.Semua kenyataan yang bahkan tidak pernah ku pikirkan,nyatanya adalah kebenaran.Kebahagiaan yang kurasakan apakah ketulusan,atau justru penebus kesalahan?Tuhan,apakah dia benar benar ibu yang selalu aku banggakan?Apakah dia benar benar pelangi dalam kegelapan atau justru duri mawar yang begitu tajam.