Hari ini hujan terus turun tanpa henti semua aktifitas jadi lumayan terganggu. Memang sudah diprediksi di pemberitaan kalau bulan ini memang akan sering turun hujan. Tapi tetap saja aku tidak suka dengan cuaca seperti ini. Hari ini saja aku jadi tidak pergi dengan teman ku. Padahal sudah direncanakan jauh - jauh hari.
Karena hujan turun seharian dan aku tidak bisa ngapa - ngapain. Aku cuman habisin waktu dikamar saja sambil sibuk dengan handphone ku. Waktu pun sudah menunjukan jam 5 sore, namun tiba - tiba mata ku mengantuk. Padahal dari tadi siang aku tergeletak aja di kasur tapi gak ngantuk kenapa sekarang baru ngantuk.
Mamah sama papah juga belum pulang, Abang ku juga belum pulang kuliah. Coba aku ke dapur kayanya masak mie rebus hujan - hujan gini enak juga. Masih ada stok mie rebus didapur tinggal tambah telor sama sedikit cabe rawit.
Ketika siap aku memasak mie rebus ku, aku pun makan sambil nonton acara di televisi. Kenyang juga tapi acara tv gak ada yang seru. Aku pun kembali ke kamar. Hujan pun belum kunjung reda, mamah papah pun belum pulang juga mungkin terjebak macet.
Aku pun membaringkan badan ku di kasur sambil nonton beberapa video di hp ku. Tiba - tiba mata ku mulai mengantuk lagi tambah aku kenyang habis makan semangkok mie tadi. Tapi ini sudah magrib gak mungkin aku tidur. Tapi mata ini sudah gak tahan. Gak apa - apa lah coba aku tidur sebentar saja.
Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu diketuk. Siapa itu ya tapi mata ku yang sudah terlelap tadi terasa berat buat membuka mata. Tapi suara itu tidak kunjung berhenti mengetuk pintu. Siapa sihh kalau mamah atau papah kan punya kunci sendiri. Mungkin Abang ku sudah pulang kuliah.
Dengan langkah berat dan mata masih mengantuk aku pun melangkah ke ruang tamu untuk membuka pintu. Aku pun mengintip dari jendela tapi tidak ada siapa pun. Tapi aku dengar tadi dari sini suaranya atau rumah tetangga atau aku mimpi tadi ya.
Baru beberapa lama melangkah menuju kamar tiba - tiba suara ketukan itu kembali terdengar. Aku pun menghentikan langkahku dan membuka pintu. Tapi tetap tidak ada orang. Hujan pun masih deras diluar siapa orang gak ada kerjaan hujan - hujan ketuk pintu.
Tidak lama terdengar suara riuh dari dapur seperti ada seseorang yang sedang sibuk memasak. Aku pun dengan langkah cepat menuju ke dapur. Mamah ... mamah sudah pulang kapan mamah tadi pulang aku kok gak dengar.
" Belum lama tadi mamah liat kamu tidur jadi gak bangunin kamu". Mamah pun menjawab tanpa menoleh ke arah ku. Dia pun sibuk memotong sayur untuk makan malam. Tapi papah mana yaa biasa mamah kalau pulang pasti sama papah. Aku pun mulai mencari papah, tadi aku ada pesan belikan jajanan kesukaan aku didekat kantornya.
Langkah kaki ku pun menuju kamar papah ku lihat pintu sedikit terbuka. Aku pun mengetuk pelan memanggil papah yang hanya terduduk diam di atas kasur. " Pahhh tadi jadi gak belikan jajanan yang aku pesan". Aku pun hanya teriak dari pintu kamar papah. Tapi papah masih duduk terdiam di atas kasur sambil melihat jendela. " Papah beli tadi tapi terjatuh jadi basah kan hujan nanti kapan - kapan papah beli lagi ya".
Aku pun sedikit kecewa padahal aku dah pengen banget makan itu. Pikiran ku pun teralihkan karena aku mendengar ponsel handphone ku berbunyi. Sambil berjalan menuju kamar pikiran ku melayang, ada apa mamah sama papah kok aku ngerasa kaya ada yang lain ya. Aku pun melihat layar ponsel ternyata Abang Rian telepon aku. Tumben - tumben dia telepon biasa mana pernah telepon.
" Caaaa ini Abang caaa mamah sama papah " suara Abang ku pun terhenti seperti menahan sedih yang terkira. " Papah sama mamah kecelakaan Abang sekarang lagi di rumah sakit kamu kesini sekarang". Tiba - tiba tangan ku bergetar dan hp ku terlepas dari tangan ku. Apa mamah sama papah kecelakaan tapi tadi mamah di dapur terus papah dikamar. Jadi itu siapa...
Badan ku pun kaku beberapa saat namun karena ketakutan ku aku pun dengan gerakan cepat mengunci pintu kamar ku. Jadi aku harus gimana kalau aku keluar apa alasan ku. Terus hujan pun masih deras diluar sana.
Tiba - tiba suara pintu kamar ku pun diketuk, Caa kamu kenapa ayo makan malam... iya ini dah magrib kamu ngapain dikamar pamali lohh tidur magrib - magrib. Papah dan mamah sekarang ada didepan pintu kamar ku. Aku harus ngapain coba aku telepon bang Rian lagi.
Apa kenapa bisa gak ada sinyal lagi keadaan gini, apa karena hujan deras jaringan telepon jadi jelek. "Caa ayo bangun jangan tidur biar kita makan malam Abang kamu kaya nya gak pulang hari ini" teriak papah sama mamah. Ya Tuhan aku harus apa tak lama mata ku pun tertuju ke arah jam dinding. Dan aku lihat masih jam 6 sore tapi seingat ku tadi jam 6 sore aku lagi main hp apa jam baterai dindingnya mati ya.
Ku perhatikan beberapa saat jarum jam berputar. Aku pun melihat kearah jam di hp ku tapi masa masih menunjukan jam 6. Pikiran ku masih melayang - layang dan sinyal di hp ku pun masih belum ada. " Caa kok belum bangun juga kamu bener tidur ya" suara mamah pun masih sibuk didepan pintu ku.
Aku pun berlari ke arah kasur ku membaringkan badan ku di atas kasur. Ku tutupi seluruh tubuh ku dengan selimut. Aku pun meringkuk didalam selimut karena ketakutan. Rasanya ingin menjerit tapi aku bingung. Aku pun hanya menangis pelan tanpa bersuara. Mamah papah kenapa kalian pergi dengan cepat. Hati ku campur aduk sedih, cemas takut. Tak lama mata ku terpejam karena menangis.
Tak lama kemudian aku terbangun mendengar suara ketukan pintu. Tapi ini bukan dari pintu kamar ku, tapi dari pintu ruang tamu. Aku pun menunggu beberapa saat. "Caa buka pintunya ini mamah sama papah sudah basah kuyup hujan" Apalagi ini...