Hai,aku putri... Disini aku akan menceritakan kisah ku saat aku masih duduk di bangku kelas 1 SD.
aku hidup di keluarga miskin, walau begitu aku sangat bahagia karena aku dikelilingi keluarga yang baik hati dan perhatian.saat aku sedang menonton TV bersama kakak dan kedua orang tuaku,aku mendengar kalau ayah dan ibu akan menyekolahkan aku.saat itu aku sangatlah senang karena kakak ku bilang disekolah ada banyak teman dan juga makanan ringan,aku pun menghampiri ibu dan bertanya ini itu tentang sekolah dan ibuku menjawab pertanyaanku dengan senyuman terukir di bibirnya.
"kapan aku sekolah"tanyaku dengan senang.
"besok ibu mendaftarkanmu dulu,baru kamu bisa sekolah seperti biasanya"ucapnya.
keesokan harinya,aku memakai baju baruku yang selalu ibu simpan dilemari kayu,itu baju yang sudah lama ibu belikan walau sudah agak kecil tapi masih muat ditubuhku tak apalah kekecilan yang penting aku memakai baju,kenapa aku menyebutnya baju baru karena warnanya masih cerah dan masih bagus pikirku.
sesampainya di sekolah, mataku berbinar melihat kelas-kelas yang berderet rapi dan banyak murid-murid yang memakai seragam merah putih.senyuman terus terukir di bibirku.
selesai ibu mendaftarkanku ibu menarik tanganku dan membawaku ke kelas dimana nantinya aku belajar.
"besok kamu akan belajar dikelas ini"ucapnya.
aku melihat kedalam kelas betapa senangnya aku melihat kelasku yang bersih dan ada banyak sekali meja berderet dengan rapi"wah...aku ingin sekolah sekarang juga"ucapku dengan semangat.
ibuku mengelus rambutku dengan lembut"mana boleh kan ibu menyuruhmu sekolahnya besok"ucap ibu diiringi tawa.
aku melihat raut wajah ibuku yang khawatir,aku tahu ibu mengkhawatirkan diriku.aku menarik tangan ibu agar berjongkok menyamai tinggi badanku"ibu jangan khawatir aku bisa menjaga diriku sendiri"ucapku sambil tersenyum,ibuku menghela nafasnya panjang.
"ayo ibu Carikan kamu teman"ucapnya.
aku sangat senang bukan main,karena ibu tahu aku sangatlah pendiam dan pemalu jika bertemu dengan orang baru,aku merasa bersyukur mempunyai ibu sepertinya.
saat itu ibuku menghampiri seorang anak perempuan yang sangat cantik dan imut,aku merasa senang jika berteman dengannya saat ibuku menarik tanganku dan ingin berkenalan dengannya,dia langsung pergi tanpa sepatah kata pun.itu membuat aku sedih tetapi aku tetap tersenyum"ibu kita pulang aja yuk,aku ingin mempersiapkan diri untuk besok"ucap ku dengan penuh semangat.
sesampainya di rumah aku melihat raut wajah bapak yang sulit ditebak,entah kenap aku juga tidak tahu dan ibuku langsung menyuruhku untuk masuk kedalam kamar, dikamar aku melihat Kakak yang sedang membaca buku dan aku sangat senang menanti hari esok.
hari berganti menjadi malam hari,ibu, bapak,kakak dan aku duduk didepan tv seperti biasa.ibuku mendekat ke arahku dan memegang tanganku erat.
"Putri...tadi ibu sama bapak berbicara tentang untuk membeli perlengkapan sekolah,tapi bapakmu tidak mempunyai uang untuk membelikanmu baju seragam sekolah dan sepatu.bapakmu hanya bisa membelikan peralatan sekolah saja"
"pakailah baju seragam bekas kakakmu dulu,ibu masih menyimpannya"
aku sangat sedih tetapi aku tetap tersenyum"tidak apa bu,yang penting aku besok bisa sekolah"
ibu dan bapak menghela nafasnya lega.
keesokan harinya,aku sudah rapi untuk kesekolah walau baju seragam sekolah yang aku kenakan lusuh dan tidak menggunakan sepatu menainkan sendal jepit tetapi aku tetap bahagia.aku pun dintarkan sama ibuku kesekolah dengan berjalan kaki.
sesampainya disekolah ibuku hanya mengantarkan sampai didepn gerbang karena sudah peraturan,ibu berjongkok merapikan baju seragamku dan mengingatkan ku dimana kelasnya,aku berpamitan kepada ibuku.
saat memasuki sekolah,semua murid menatapku entah kenapa aku juga tidak tahu.aku tidak memperdulikannya dan berjalan menuju ke kelas.dikelas aku hanya duduk melihat teman-temanku bermain dengan senang sekali-kali aku tertawa geli melihat tingkah laku temanku.saat itu Bu guru datang dan mengajar kami semua.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
pelajaran telah usai semua temanku keluar untuk istirahat,akupun tidak mau kalah aku berlari kearah kantin dan membeli makanan ringan yang aku sukai,saat selesai makan makananku aku langsung kekelas karena aku tidak mempunyai teman.
saat itu salah satu anak perempuan menghampiriku"hai...nama kamu siapa?"tanyanya lembut.
aku bahagia saat seseorang ingin mengajakku berteman"aku putri"jawabku antusias.
"Putri ya...kenalin aku tria"kami pun sling bersalaman.
"put kita main yuk"ucapnya aku pun langsung mengiyakan ajakan tria.
aku bermain dengannya dengan bahagia,benar kata kakak kalau disekolah ada banyak teman yang baik dan asyik.hari begitu cepat berlalu siswa kelas 1 sudah boleh pulang sedangkan kakak kelas masih disekolah.
saat dirumah aku menceritakan tentang teman baruku yaitu tria,ibu sangt senang mendengar jika aku bisa menjaga diriku sendiri"belajar lebih giat"ucap ibuku dan ku menjawabnya dengan anggukan kepala.aku sangat tidak sabar untuk besok bertemu dengan tria.
pagi-pagi sekali aku bangun karena saking semangatnya,aku langsung kesekolah dengan wajah berbinar.disekolah masih sepi karena masih pagi tetapi masih ada sedikit siswa yang ada disekolah,karena tidak ada pekerjaan aku membersihkan kelas dengan sendiri, selesai bersih-bersih teman-temanku mulai berdatangan.
aku sangatlah senang bertemu dengan tria aku menghampirinya dan tersenyum kearahnya,tetapi tria tidak membalas senyumanku melainkan tersenyum sinis kearahku.aku bingung dengan sikap tria.
"tria kamu kenapa?"tanyaku
"aku mau tanya ayah kamu bekerja apa?"ucapnya.
pertanyaan apa yang dia ajukan kepadaku? pikirku"bapakku bekerja mengumpulkan rongsokan"ucapku jujur.
"ohh...jangan dekati aku lagi,kita bukan teman lagi"ucapnya dan pergi meninggalkanku.
entah apa yang terjadi?kenapa tria bisa berubah pikirku bertanya-tanya,aku kembali sendirian tidak ada teman yang mendekatiku atau berteman denganku,saat aku duduk sendirian di bangkuku tria menghampiri ku.
"put,apa kamu bawa bekal?"tanyanya.
aku tersenyum jika dia masih perhatian denganku"aku tidak membawa bekal tetapi ibuku memberikanku uang jajan"
tria hanya menganggukkan-anggukkan kepalanya"berapa ibumu kasih uang jajan?"
"dua ribu,memang kenapa?"tanyaku.
"sini aku bawain uang jajannya,nanti kalau kamu bawa ilang"ucap tria
aku langsung memberikan uang jajanku kepada tria karena aku percaya dengannya"ini,nanti saat istirahat aku memintanya lagi"ucapku dan tria mengiakannya.
saat jam istirahat aku mencari keberadaan tria,tetapi tidak ketemu juga dan aku melihatnya dia sedang duduk dibawah pohon dengan teman sekelas.aku menghampirinya"tria uang jajanku mana"ucapku menyodorkan tanganku.
tak aku sangka tria malah memarahiku dengan menyebutku seorang peminta-minta,aku sangat emosi bercampur sedih"tria kan tadi dikelas kamu yang ingin membawa uang jajanku"ucapku. dengan mata bergelinang air mata tapi aku menahannya agar tidak keluar.
"sudah miskin malah minta-minta kesini, mintanya sama bapak kamu saja Sanah"ucapnya dengan nada mengejek.
teman-teman sekelahku menggosipkan ku yang tidak-tidak,membuat aku sakit hati mendengarnya.aku pun berlari meninggalkan tria dan yang lainnya.aku bersembunyi di belakang sekolah dan menangis tersedu-sedu disana aku aku menetap begitu lama aku menahan rasa lapar ini.ni sangatlah menyiksaku walau aku hidup di keluarga miskin ibuku sama sekali tidak pernah lambat memberikan aku makan selalunya tepat waktu
aku berdiri dari dudukku dan kembali kekelas karena bel sudah berbunyi,di kelas semua teman-teman membicarakan ku aku hanya bisa diam dan menangis di dalam hati.
pelajaran telah usai semua murid kelas 1 sudah boleh pulang, sesampainya dirumah aku tidak menceritakan tentang kejadian saat aku disekolah,aku memilih tersenyum dan berbohong kepada ibuku,hatiku sangat sakit melihat teman yang aku percaya malah menuduhku yang tidak-tidak.
dimalam hari...aku tidur dilantai hanya dialaskan karpet,aku tidak bisa tidur karena memikirkan temanku yang jahat kepadaku"aku pikir tria teman yang baik"gumam hatiku.
"huh"hela nafasku panjang tak beberapa lama mataku terpejam karena mengantuk.
keesokannya aku sudah rapi berangkat sekolah,aku tidak ada semangat sama sekali untuk bersekolah.tapi karena melihat senyum ibuku aku kembali bersemangat"ok jalani saja"batinku.
disekolah lagi-lagi aku dibicarakan,apa memang tidak ada pembicara yang lain pikirku kesal,tetapi aku tidak menghiraukannya aku langsung menuju bangku ku.saat itu ada anak perempuan yang menatapku dengan tatapan yang sulit ditebak,tapi ku langsung memalingkan muka kepadanya.
saat di jam istirahat,aku sendirian pergi ke kantin tetapi aku dihalangi oleh tria dan gengnya"kamu mau kemana?"tanyanya
aku sangat marah dengan tria karena sifatnya yang suka membalikkan fakta dan mencari muka aku sangat marah dengannya tetapi aku takut melawannya karena aku hanya anak orang miskin"mau kekantin"ucapku takut uang jajanku diambil lagi.
"berikan uang jajanmu"ucapnya dengan mata melotot.
aku ketakutan aku tidak bisa melawannya hanya bisa memakinya didalam hati"aku hanya diberikan uang jajan lima ribu sama ibuku,karena aku belum sarapan dirumah"ucapku memohon belas kasihan.
tetapi tria tidak mempunyai hati dia menyuruh kedua temannya untuk memegang tanganku dan dirinya mengambil uang jajanku dengan paksa dan meninggalkanku sendirian, lagi-lagi aku tidak bisa membeli makan di kantin,aku hanya bisa menangis di belakang sekolah.
tak kusangka teman sekelas ku yang tidak aku ketahui namanya datang dan menepuk pundakku pelan"kenapa kamu menangis?"tanyanya dengan suara lembut.
aku menoleh kearahnya"uang jajanku diambil tria dan aku belum makan"ucapku memegang perutku yang lapar.
dia terkejut mendengar tuturanku"kamu kasihan sekali,kenali. aku nadin"
aku tersenyum kearahnya"aku putri"
"kamu pasti lapar sini aku yang membelikanmu makan"ucapnya
aku menolak tetapi nadin terus memaksaku akhirnya aku mau, hari-hari terus berjalan aku dan nadin menjadi teman baik nadin bagaikan saudaraku yang terus melindungiku,dia anak orang sederhana tetapi dia tidak memandang status, baginya kaya miskin itu sama saja sama-sama makan nasi dan sama-sama mempunyai tangan.
saat itu tria datang menghampiri kami seperti biasanya tria akan meminta uang jajanku lagi,tetapi karena ada nadin dirinya tidak berani.saat itu aku sendirian karena nadin pergi kekantin untuk membeli makanan, tiba-tiba tria datang dan menarik rambutku membuatku menangis kesakitan tak beberapa nadin datang dirinya langsung mendorong tubuh tria karena marah,saat bel berbunyi nadin menarik tanganku pergi kekelas dan pergi meninggalkan tria.
saat dikelas nadin mengkhawatirkan diriku dia melihat aku dari atas sampai bawah dan sebaliknya,tak beberapa lama bu guru datang dengan menggandeng tangan tria yang sedang menangis tersedu-sedu,Bu guru tiba-tiba memanggil namaku,aku terkejut karena ini pertam kalinya ibu guru memanggil namaku dengan wajah merah menahan amarah.aku berdiri dari dudukku dan menghampiri ibu guru.
ibu guru melototi ku"kamu apakan tria sampai menangis seperti ini"tanyanya dengan nada tinggi.
aku tidak mengerti lagi dengan sifat tria,dia berani mengadu dengan ibu guru"saya tidak melakukan apa-apa dengan tria Bu"ucapku lirih.
"kamu itu sekolah tidak memakai sepatu dan berpakaian tidak rapi,sudah jadi anak nakal!"tutur ibu guru.
"kamu minta-minta uang jajannya tria kan,tria yng bilng ke ibuk"ucapnya.
aku hanya bisa menangis karena tuduhan ku terhadap ibu guru,tak kusangka nadin berdiri dan memberitahukan yang sebenarnya"Bu guru sebenarnya tria yang minta-minta paksa uang jajan Putri"ucap nadin membelaku.
ibu guru menoleh kearah nadin"mana buktinya?"tanyanya dengan nada menyelidiki.
"ibu guru bisa menanyakannya kepada teman-teman sekelas,karena mereka melihat nadin menarik rambut Putri kerena tidak memberikannya uang jajan"tutur nadin.
ibu guru bertanya kepada teman sekelas ku dan mereka memberitahukan yang sebenarnya bahwa trialah yang meminta-minta uang jajanku,Bu guru marah dan menghukum tria berdiri didepan kelas.ibu guru menghampiriku dan meminta maaf karena sudah membentak ku"Putri ibu minta maaf karena sudah membentak mu"ucapnya mengusap air mataku.
saat itu aku banyak mempunyai teman dan tria entah kenapa selalu dijauhi oleh teman-temannya, tetapi aku tidak memperdulikannya.siswa kelas 1 sudah boleh pulang dan sesampainya aku dirumah aku melihat bapak sedang membongkar tv yang rusak,aku menghampirinya dan bertanya"bapak lagi ngapain?"tanyaku.
"sudah pulang ya..."tanyanya dan aku menjawabnya dengan anggukan kepala.
"bapak sedang belajar benerin tv ini,siapa tahu bapak bisa"ucapnya.
"Ooo..."ucapku mengerti.
aku langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaian, setelah itu aku langsung kedapur untuk mengambil makanan karena purutku sudah mulai lapar.
malam hari aku,kakak dan ibu sedang menonton sedangkan bapak masih sibuk dengan pekerjaannya,tak beberapa lama bapakku datang dengan wajah gembira"buk,bapak sudah berhasil benerin tv-nya"
ibuku langsung gembira"benar itu pak??"tanyanya.
"beneran buk,sekarang bapak tidak bekerja mengumpulkan rongsokan tetapi bapak akan bekerja menjadi tukang servis tv"ucapnya.
ibuku bersyukur,aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tetapi aku melihat wajah kedua orang tuaku dan kakak bahagia aku juga ikut bahagia, keesokan paginya aku sudah rapi saat aku ingin berangkat sekolah ibuku datang dengan menenteng plastik merah ditangannya.
ibu menghampiriku"masuk kamar dulu"aku bingung dengan perkataan ibu,tetapi aku langsung menurutinya.
didalam kamar ibu ku mengeluarkan seragam merah putih didalam plastik,aku melebarkan mataku karena senang.ibuku membantuku bersiap diri sekarang aku sudah mempunyai baju seragam yang baru dan sepatu.aku memeluk tubuh ibuku"ibu dapat uang darimana?"tanyaku.
"kemarin bapakmu sudah benerin tv tetangga dan dapat uang,ibuk sama bapak langsung membelikanmu baju sekolah dan sepatu baru"ucapnya mengelus pipiku dengan lembut.
aku sangat senang,walau sepatu yang ibu dan bapak belikan murah tetapi aku tetap bersyukur atas pemberian kedua orang tuaku.aku langsung berpamitan untuk kesekolah,disekolah temanku mulai mengajakku bermain,aku sangat senang melihat temanku bermain denganku tanpa memandang status.
satu bulan telah berlalu,bapakku sudah bekerja sebagai servis tv dan uang yang bapakku dapatkan dikumpulkan untuk merenovasi rumahku kini kami hidup dengan sederhana sekarang aku tidur diatas kasur yang empuk dan tidak lagi tidur beralaskan karpet.uang yang bapakku dapatkan cukup untuk kehidupan sehari-hari.
disekolah juga tria sudah meminta maaf dan mengembalikan uang yang sudah ia rebut dariku,aku masih merasa marah dengannya tetapi karena ku memiliki sisi kemanusiaan aku pun memaafkannya,sekarang hidupku dipenuhi senyuman diwajahku,tidak ada lagi kesedihan yang ada di dalam pikiranku.
aku pikir dunia luar sangatlah menyenangkan karena dapat bertemu orang-orang,tapi tak kusangka ada seseorang yang memanfaatkan statusnya dan kebodohanku, sekarang aku tahu dunia luar sangatlah kejam.tetapi masih ada orang yang baik hati di dunia ini.
jadi jalani saja,apa yang terjadi biarkan berlalu dan jadikan pelajaran untuk hari esok yang datang.
"Terkadang kamu merasa sendirian di dunia ini. tetapi pada kenyatannya kamu memiliki orang-orang disekitarmu yang mencintai dan merawatmu”
~Huang Renjun🦊