Aku tinggal di Desa Awang Baru Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Pada hari sabtu pukul 1 siang aku berangkat dari rumah menuju kota Banjarmasin untuk bertemu teman di kampus kami tercinta UIN Antasari Banjarmasin karena kami alumni kampus tersebut dan untuk bersama-sama menginap di rumah teman dari teman aku tadi supaya kami bisa lebih pagi ke pasar terapung lok baintan tersebut, nama desa tempat kami menginap itu adalah Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Aku sampai ke Banjarmasin tepatnya kampus UIN Antasari Banjarmasin itu pukul 17. 30 WITA, setelah bertemu dengan teman, kami langsung berangkat ke Desa Paku Alam dan sampai di sana tepat magrib, kurang lebih sekitar Pukul 18. 30 WITA karena kami sama pertama kali juga ke Desa Paku Alam ini.
Besok harinya sekitar pukul 06. 30 WITA, kami berangkat menggunakan Kelotok untuk menuju pasar terapung lok baintan, kami berangkatnya mulai belakang rumah teman dari teman aku tadi dan kelotoknya itu dari tetangga Ibu Erni tadi, Ibu erni adalah nama teman dari teman aku dan nama teman aku adalah Abida, untuk naik kelotok itu kami membayar Rp. 50 000, kami berangkat hanya berdua dan bertiga dengan anak pemilik kelotok karena dia yang menjadi nahkodanya, karena pasar terapungnya ini dekat dengan dengan rumah ibu erni tadi, jadi ya cepat sampainya sekitar -+ 10 menit lah sampai di pasar terapung Lok Baintan,
Pasar terapung Lok Baintan atau biasa juga disebut pasar terapung sungai Martapura adalah pasar tradisional yang terletak di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk , Kabupaten Banjar, Pasarnya ini dimulai dari Pukul 06. 00 sampai Pukul 10 atau ketika Matahari sudah mulai naik dan pengunjung atau pembelinya sudah mulai pulang, ya sekitar 3 atau 4 jam.
Pasar Lok Baintan ini tempatnya diair tepatnya di Sungai Martapura, untuk alat transportasi yang digunakan di pasar terapung lok baintan ini biasanya ada 3 macam yaitu, ada Jukung, Kelotok dan Kapal, Kalau untuk pejual di pasar terapung lok baintan ini biasanya menggunakan alat transportasi jukung, tapi kalau untuk pengunjung atau pembelinya itu biasanya Kelotok dan Kapal, kalau Jukung itu mungkin ada tapi biasanya warga sekitar saja, Perbedaan jukung, Kelotok dan Kapal itu adalah kalau jukung biasanya dikayuh dengan dayung yang terbuat dari kayu, kalau kelotok itu bisa dengan dayung atau dengan mesin yang bahan bakarnya itu Bensin kalau kelotok yang cara menghidupinya mesinnya itu dengan menari tali dimesinnya, sedangkan kapal itu bahan bakarnya menggunakan solar, perbedaan kelotok dan kapal itu ada lagi dari segi bentuk kalau kapal lebih besar dari kelotok dan kelotok, jukung tidak ada kubung atau pelindung dari sinar matahari maupun hujan, kalau bahan pembuatannya sama saja dari kayu.
Untuk biaya ketiga alat transportasi tersebut beda-beda, yang saya tahu hanya kelotok dan kapal, kalau kelotok biasanya dari Rp. 50.000- Rp. 100.000 tapi kalau kapal dari Rp. 100.000, 150.000 dan seterusnya tergantung si pemilik mau menawarkan harga, untuk muatan penumpang di kelotok biasanya 2 atau lebih, tergantung besar kecilnya kelotok dan untuk muatan penumpang di kapal biasanya muat 30 orang 1 buah kapal, dan di kapal juga ada safety nya yaitu jaket pelampung yang seperti tim sar itu, Kelotok dan kapal biasanya adanya di dermaga Pasar terapung lok baintan, pasar terapung lok baintan ini buka setiap hari tetapi yang paling ramai itu pasarnya pada hari minggu, karena banyak yang datang dari luar daerah contohnya seperti saya.
Waktu kami sampai pasarnya itu -+ sekitar pukul 06. 40 WITA, ketika sudah sampai pasar terapung lok baintan di sana sudah ramai para penjual menawarkan barang dagangannya, aku jujur pertama kali ke pasar terapung lok baintan ini walaupun naik kelotok bukan hal yang pertama, dan untuk pertama kali dan pengalaman pertama tanggapan aku yang MasyaAllah TabarakaAllah sekali, luar biasa dan tawaran pertama itu kami didekati penjual buah-buahan, berbagai macam hasil alam yang mereka tanam , ada buah ketapi, jambu, pisang, jeruk, dan lain- lain, para penjual ini biasanya menjajakan atau promosi dagangan mereka dengan mendekati pembelinya sambil mengayuh jukungnya dan mereka selalu mengatakan kalau datang ke sini “Belanjalah bagi-bagi rezeki” aku yang mendengar itu ketawa saja, dan mereka juga menyediakan tempatnya yaitu Jintingan yang terbuat dari tanaman purun atau daun purun yang dianyam membentuk tempat belanjaan, kami membeli buah jambu dan jeruk campur bayarnya Rp. 15 000 itu terdiri dari 3 buah jeruk bali yang kecil dan 5 buah jambu, yang tidak disangka-sangka itu adalah di sisi kanan adalagi penjual yang menawarkan dagangannya buah-buahan juga ada rambutan, kapul, manggis, salak, ketapi, binjai, cabe rawit, aku itu sebenarnya mau beli buah manggis tapi ternyata mahal sekali harganya, 10 buah harganya Rp. 35. 000, tapi dipikir-pikir lagi ya jadinya beli buah kapul 2 ikat harganya Rp. 20.000 dan acilnya menawarkan cabi rawit, kata beliau, nyamannya yati maacan papuyunya baubar, wah jadi membayangkan aku hahaha, tapi aku bilang kami bukan orang asli sini, aku dari Barabai dan temanku abida dari Alalak, lalu dia memberikan kami pantun yaitu: Kandangan Barabai, jangan lupa beli kelalapon, kalau ibu masih bujangan, minta dong nomer hendphone. Mendengar itu kami langsung ketawa lah, karena memang masih bujangan.
Berjalan-jalan lagi mendayung melihat penjual-penjual yang menjajakan jualannya, selain jual buah-buahan ada juga yang jualan nasi untuk sarapan, berbagai jenis bunga, berbagai jenis pohon yang cangkukan, ikan segar, bumbu untuk memasak, acan asam (bawang merah, bawang putih, garam, telor dan lain-lain), penjual jilbab, peci, ikan asin, minuman panas kopi, susu dan teh, sayur-sayuran (sayur, kacang, labu, keladi, pucuk gumbili / jawaw) dan yang baru itu kata temanku ada yang penjual pentol bakar karena waktu dia ke sini belum ada, mungkin penjual di pasar terapung lok baintan ini selalu berinisiatif, berinovatif untuk berjualan di pasar ini.
Setiap jukung yang mendekat pasti mereka menawarkan barang jualannya dan kalau kami tidak tertarik ya bisa saja menolak atau tidak membelinya tapi kalau penjualnya pendekatannya luar biasa maka juga bisa tertarik, ada satu orang penjual yang luar bisa, kata beliau kalau ke sini itu bagi-bagi rezeki dengan berbelanja, beliau banyak bercerita tentang kehidupannya dari gagal menanam buah jeruk, rambutan dan durian Karena mati yang di sebabkan Banjir pada tahun 2020. Beliau berjualan ikan asin, timun suri, terong dan pisang, beliau sangat ramah dan sangat banyak bercerita tentang kehidupannya, cerita tentang anaknya yang kuliah sampai cerita tentang vaksin covid 19, sebenarnya kami berdua itu bingung mau beli atau tidaknya karena jauh membawanya tadi, aku bilang sama beliau bingung membawanya karena aku itu dari Barabai dan temanku dari alalak, kata beliau jangan bingung kalau tidak bisa membawa berikan dengan juragan kapal, kamu belanja sama acil dan kamu berikan kepada juragan kapal atau adik pemilik kelotok yang kami tumpangi tadi, berkah kata beliau dan akhirnya kami membeli buah timun suri yang cukup besar harganya Rp. 15.000 dan tidak menyangka juga diberi buah timun suri lagi yang kecil, Alhamdulillah makasih acil pian baik sekali kata kami sama-sama kata beliau, dan tidak lupa juga beliau memberikan pantun, tapi jangan ditertawakan kata beliau, iya kata kami sambil ketawa karena beliau ini penjual yang lucu dan menghibur, pantun beliau yaitu : Naik ojek pergi ke Jakarta, pulangnya naik kereta api, kamu cantik mirip idola saya, rokan artis maju mundur syahrini, pantun kedua beliau : Naik taksi ke Surabaya, jangan lupa ke kota Kediri, aku cantik dan seksi tau ga mirip siapa, tentu saja mirip nyai nikita mirzani, setelah pantun itu kami tertawa bersama-sama.
Di pasar ini banyak sekali orang-orang yang memfoto dan memvideo untuk pribadi , youtube, surat kabar dan banyak juga yang berdiri di atas kapal mereka, karena perdana jadinya aku takut-takut deg-degkan aja sih kalau ada jukung atau kelotok yang mau menabrak atau mendekat ke kelotok kami.
Katanya waktu Banjir tahun 2020 di Daerah Lok Baintan, Paku Alam dan lain-lain itu ada artis sekaligus youtuber Baim Wong, Taqi Maliq dan Istrinya.
Semakin lama di pasar ini semakin cerah cuacanya atau matahari sudah mulai timbul dan harga jualannya juga bisa lebih murah karena mereka sudah mau pulang, contohnya waktu awal kami membeli jambu harganya 5 biji Rp. 10.000 tapi waktu sudah pukul 08. 00 WITA itu ada yang berjualan 1 tempat nasi atau sekitar 10 biji harganya sama Rp. 10.000.
Sebelum pulang kami membeli jagung rebus berwarna putih harganya itu Rp. 10.000 dapat 6 biji, ukurannya kecil dan kata beliau karena kami membeli dagangan beliau ya dikasih pantun lagi yaitu : Lading amas lading belati, ditusukkan ke asam kuini, adding bungas jangan balaki, tunggu abang mencari duitnya. Tanggapan kami yang ketwa saja, kenapa ya, apakah dijidat kami itu ada tulisannya Jomblo atau belum menikah hahahaha, tapi itu dalam aku saja sih.
Warga desa lokbaintan, paku alam dan sekitarnya kebanyakkan mereka memiliki alat transportasi di air, seperti jukung, kelotok dan kapal, bisa untuk berjualan di pasar terapung lok baintan, jadi usaha penyewaan atau untuk kepentingan pribadi ada yang bertani dan untuk membawa hasil padinya, pekerjaan mereka di sana juga bermacam-macam ada petani, mencari ikan, udang, guru juga ada dan lain-lain.
Kami pulang dari pasar terapung lok baintan ini diperkirakan pukul 08.20 WITA untuk kembali ke rumah ibu erni di paku alam , waktu diperjalanan itu masih bertemu dengan pengunjung atau pembeli yang baru datang menggunakan kapal.
Alhamdulillah akhirnya sudah pernah ke pasar terapung lok baintan, pasar yang sangat luar biasa, berjualan di atas air sesuai dengan dengan julukan Kalimantan Selatan yaitu Kota Seribu Sungai.
Penjual di pasar terapung lok baintan ini memiliki ciri khas dalam menawarkan barang dagangannya bisa dengan berkata, ayo beli, berbagi rezeki kalau ke sini atau dengan cara berpantun, kata aku dan temanku mereka itu bisa dibilang S1 Marketing karena tahu cara menjual dengan kreatif dan inovatif, luar biasa MasyaAllah TabarakAllah.
Alhamdulillah datang dari pasar sekitar pukul 08.30 WITA , Terima Kasih untuk pengalaman pertamanya yang luar biasa, sangat berkesan dan banyak cerita.