di sebuah rumah sakit besar di kota rony sedang tidak enak badan dan memeriksa keadaanya. dan selesai memeriksakan dirinya rony pun berjalan dan tanpa sengaja dia menemukan sebuah buku kecil tertinggal di kursi tunggu.
dia berjalan pelan dan melihat sesuatu dari kejauhan dia mendekat karna penasaran dengan benda itu.
ternyata benda itu adalah sebuah buku diary di lihat dari sampulnya hanya biasa polos putih dan saat di buka halaman depanya kosong. itu membuatnya bingung "apa mungkin ini baru?" itu membuatnya bingung sekaligus penasaran
tapi betapa terkejutnya dia melihat bagian belakang buku itu. ternyata si penulis menulis dari halaman belakang bukan dari depan buku itu.
dia membaca buku itu dan terkejut ternyata itu adalah diary penyakit.
tak sadar di sampingnya berdiri seorang gadis cantik dan memandanginya dengan tatapan sayu dan wajah memerah tentu orang itu malu saat melihat bukunya di baca orang asing.
tapi sebenarnya tanpa ia sadari orang asing itu se kelas dengan dia, namun karna rony orangnya tak suka bergaul dan lebih suka membaca atau kutu buku dia pun memilih hidup dengan buku dari oada dengan temanya yang lain.
sedangkan pemilik buku itu namanya vivi seorang gadis cantik yang cukup terkenal di sekolahanya tapi karna dia jarang bicara dengan rony membuat mereka seperti baru bertemu.
" halo itu buku aku bisa aku " kata vivi dengan canggung
" ohh ini milikmu ya. maaf aku lancang membukanya ini aku kembalikan " jawab rony
" makasih,, oh ya apa kamu terkejut atau semacamnya saat membaca diaryku ini? " tanya vivi
" ndak kog biasa aja di novel banyak cerita fiktif seperti ini " jawab rony dengan acuh
mendengar perkataan rony itu vivi pun terlihat kecewa dan sedikit kesal dengan ucapan rony.
" haaaaaa..... apaaaa... kamu tak terkejut atau semacamnya? " teriak vivi
" iya aku kan tadi sudah bilang ke kamu masak nggak dengar sih? " ucap rony
" kamu punya hati nggak sih?.. kamu oikir buku ini tulisan fiktif pengarang novel apa..!! ini itu cerita asli dariku " kata vivi yang marah
" ohh maaf aku sudah lancang membukanya tadi. yaudah aku pulang dulu ya " ucap rony
" ehh tunggu dulu.. aku belum tau nama kamu. namamku vivi salam kenal ya " kata vivi
" aku rony salam kenal juga " jawab rony dengan cuek
roni pun berjalan pulang dan vivi yang penasaran dengan rony mengikutinya dari belakang.
rony tampak curiga dan penasaran apa dia merasa di ikuti sesorang dari belakang, tapi rony tetap santai dan terus berjalan.
tiba tiba terdengar suara orang terjatuh dari belakangnya.
kreseeekkkk.....!!!
ternyata itu vivi yang terpeleset dan jatuh dari semak semak " aduhhhh "
rony pun kaget dan langsung menoleh ke belakang
" hah kenapa kamu sampai sini apa kamu ngikutin aku dari tadi? " kata rony menghampiri vivi
" iya maaf ya aku penasaran denganmu makanya aku mengikutimu sampai sini " jawabnya
" buat apa.. aku hanya anak biasa yang tak pandai bergaul dan tidak memiliki teman apa yang membuatmu penasaran padaku " kata rony
" sudah jelas kan itu karna kamu tadi baca buku aku jadi aku penasaran padamu terlebih lagi ekspresimu yang biasa saja saat membaca buku ku tadi " jawab vivi
" ohh jadi begitu ya.. aku kan sudah minta maaf tadi ngapain kamu masih ngejar aku? " tanya rony dengan serius
" kamu tak tau ya bagian dari buku yang aku sembunyikan di balik sampul kertas putih ini ada kata kata yang aku sembunyikan yaitu '' barang siapa yang membaca buku harus bisa rukun dengan ku dan menemaniku sampai akhir hayatku tidak peduli itu cewek atau cowok'' mungkin kamu tak tau kata kata ini karna aku tutupi sampul "
mendengar hal itu rony pun terkejut karna sebelumnya dia selalu penyendiri jangankan pacar temanpun seakan akan tak punya dan tiba tiba ada seorang gadis yang meminta untuk menemaninya bahkan sampai akir hayatnya karna sebuah penyakit langka.
" eee... kenapa kamu maksa banget aq gak pandai bergaul " kata rony
" ngga apa apa nanti aku bantu kog mari kita bersama sampai akirnya aku di panggil tuhan nati ya please.... "
pinta vivi
" baiklah sekarang kamu pulang ini sudah sore " kata rony
" baiklah besok aku akan cari kamu. kemana pun dimana pun aku pasti cari " kata vivi
" ok.. sampai jumpa " ucap rony
" sampai jumpa besok " jawab vivi
vivi pun pulang dan rony melanjutkan perjalananya kembali ke rumah.
" aku pulang.." sapa rony ke orang tuanya yang tengah asik menonton berita
" ehh rony.. kog baru pulang main kemana tadi? " jawab ibunya
" aku tadi dapat nomor antrian paling belakang bu " kata rony
" ohh ya sudah jadi gimana sekarang sudah baikan kan? " tanya ibunya
" ahh hanya demam biasa kog bu ini sudah di beri obat kog " jawab roni
" yaudah sana makan dan cepat tidur jangan baca novel mulu langsung tidur sono! " perintah ayahnya
roni pun menuruti perintah ayahnya dan langsung melaksanakan perintahnya.
saat di kamar dia teringat vivi dan kepikiran dirinya dia masih bingung apa ini tugas dari tuhan atau semacamnya.
keesokan harinya rony yang tengah bersiap ke sekolah.
" bu rony berangkat dulu ya " pamit rony
" iya hati hati nak " jawab ibunya
rony pun berangkat dan seperti biasanya rony menunggu bus untuk pergi sekolah. karna jarak dari rumah dengan sekolahan cukup jauh.
sampai di sekolah tampak biasa saja bahkan saat berjumpa vivi dia terlihat cuek dan acuh dengan rony.
" apa dia sudah lupa kejadian kemarin dan perkataanya kemarin ya?.. ahh baguslah biarlah dia lupa aku tak mau lagi terlibat denganya" pikir roni
Kringgg.......!!!
bel pulang sekolah pun berbunyi dan rony langsung pergi dari sekolah tapi bukan untuk pulang melainkan pergi ke toko buku yang tak jauh dari sekolahanya dia bekerja di sana.
rony bekerja seperti biasa. di toko itu pengunjung tak hanya cuma boleh membeli namun juga boleh hanya sekedar membaca tapi harus berada di dalam toko dan tak boleh mengotori atau bahkan menyobek buku.
dan rony sangat terkejut karna saat dia tengah sibuk membereskan buku dia melihat sosok gadis di belakangnya
" permisi mas aku mau beli buku novel tolong dong cari'in yang bagus " kata gadis itu
" eeeh.. ternyata kamu kog kamu bisa tau aku kerja di sini? " tanya rony
" aku kemarin sudah bilang aku kan menemukanmu dimana pun kamu berada " jawab vivi
" egois banget y kamu yaudah kamu mau novel yang gimana? " tanya rony
" hemm sebenarnya aku hanya iseng kog.. aku ingin ajak kamu jalan jalan oh ya kamu pukul berapa? " tanya vivi
" eeh.. aku pulang pukul 4:00 mana bisa kita pergi lagian nanti kalo pulang malem kamu apa gak di marahin orang tuamu? " kata rony
" sudah santai aja aku akan tungguin kamu di sini kog " jawab vivi
dan akirnya waktu menunjukan pukul 4 dan rony pun boleh pulang.
" rony sini.. " kata bosnya
" iya ada apa pak " jawab roni
" ini gaji kamu dan semua uang yang kamu tabung di sini. kamu kan pernah bilang kalo sudah terkumpul 2 jt kamu mau ambil gajimu " jawabnya sambil memberikan amplop
" makasih pak.. aku mau beli hp sih makanya aku mau tabung uang gajiku " kata rony
" hmm benar benar anak pintar kamu yaudah sekarang belilah hp baru tuh di toko dekat perempatan ada promo ho terbaru " kata bosnya
" baiklah lak aku kesana sekarang.. permisi pak " kata rony
rony pun langsung meningglkan toko itu dan ternyata vivi masih menunggunya dan dia juga mendengar semuanya.
vivi terkejut karna masih ada juga orang kayak rony di dunia ini karna setahunya biasanya orang tinggal minta kepada orang tuanya untuk beli sesuatu tapi rony berbeda.
" cieee.. yang mau beli hp baru, ayo aku anterin ke konter sana kan? " goda vivi
" iya ayo.. " jawab rony dengan semangat
akirnya mereka berdua pun pergi bersama ke konter tersebut.
" pak aku mau beli hp yang baru itu katanya lagi ada promo ya? " tanya rony
" iya nak ini yang terbaru harga promo 1,7 jt " jawab pemilik toko itu
" ohh yaudah aku mau pak yang warna biru itu bagus kayaknya " kata rony
" ohh ini dek.. mau cash apa kredit? " tanya penjual itu
" cash aja pak ini uangnya di hitung dulu ya " jawab rony sambil memberi uangnya
" oke dek pas.. makasih ya sudah beli di sini. ini hadiah dari saya " kata si penjual sambil memberi aksesoris hp
" wahh makasih pak " jawab rony
akirnya rony pun beranjak dari sana. tapi di perjalan ada dua orang preman yang tengah memalak penjual roti bakar di pinggir jalan. melihat hal itu rony pun langsung mendekat dan mencoba menolong bapak bapak penjual roti itu
" hey kalian jangan cuma berani sam bapak bapak dong " teriak rony
" iya apa nggak malu kalian " sahut vivi
" dasar bocah mau jadi pahlawan kalian ha!! " bentak preman itu
preman itu menghampiri rony dan memegang baju rony dia memukuk rony tapi rony tak tinggal diam dia pun membalas.
vivi yang melihat hal itu juga tak tinggal diam dia mengambil balok kayu yang ada di gerobak penjual roti itu. lalu dia perlahan lahan mendekat dan memuku kepala preman itu hingga berdarah.
akirnya banyak warga yang juga mulai geram dan membantu mereka. akirnya preman itu berhasil di amankan warga.
" bapak nggak apa apa kan? " tanya rony
" nggak apa apa dek. makasih ya telah bantu bapak " jawab bapak itu
" ahh sudah jadi tugas kita kan membantu sesama " kata rony
" ehh ron pipimu lebam tuh biar aku obati ya.. kamu tunggu di sini " pinta vivi
roni hanya mengagguk dan menahan rasa sakit
tak lama vivi pun kembali dan membawa minuman dingin dan tisu untuk mengompres luka dari rony.
" aduhh pelan pelan dong.. " rintih rony
" maaf tahan sebentar ya " kata vivi
" kalian seradi sekali ya. kalian adalah pasangan yang cocok " kata bapak itu
" haaaa... bukan kog pak kita hanya teman " jawab rony
" i i iya pak kita cuma teman biasa kog nggak lebih " kata vivi yang tersipu malu
" ohh bapak kira pasangan padahal cocok sekali kalian.. oh ya ini bapk buatin roti spesial buat kalian di makan ya " kata bapak itu
" iya oak makasih ya " jawab rony
mereka berdua pun memakan roti tersebut.
" ehb ron aku boleh gak minta nomor kamu biar kita bisa saling berhubungan " tanya vivi
" hah aku aja belum buka hp ini.. ya udah nih kebetulan geratis perdana kamu catat aja nomorya " jawab rony
hari sudah semakin gelap rony pun mengajak vivi pulang.
" vi ayo pulang sudah gelap " kata rony
" hahhhh ... kenapa hari ini cepat sekali ya " rengek vivi
" iya karna kita menikmatinya jadi terasa cepat kan " jawab rony
" ehh besok kan libur ayo kita pergi " kata vivi
" kemana? " jawab rony
" nanti aku kirim pesan " kata vivi
mereka pun pulang dan rony mengatar vivi pulang karna sudah gelap.
setelah mengantar vivi rony langsung pulang. tanpa ia sadari dia menunggu pesan dari vivi.
kring..
" besok kita akan jalan jalan ke suatu tempat pokoknya kamu harus mau aku nggak mau tau !!! " pesan vivi
" iya aku akan temenin kamu " jawab roni
keesokan harinya rony pun menuju tempat yang di katakan vivi. ternyata dia sudah menunggunya di sana dia nampak sangat cantik membuat setiap pria yang lewat melihatnya.
" hai..." sapa rony
" haii.. ayo kita masuk " jawab vivi
" kemana? " tanya rony lagi
" udah jelaskan lihat kita kan di depan musium jadi ayo kita masuk " pinta vivi
rony pun terkejut dengan ucapan vivi dan dia pun mengikutinya.
" aku baru tau kalo kamu suka musium " kata rony
" nggak juga lagian aku nggak tau mau kemana jadi aku putusin buat kesini " jawabnya
" eeh.. ternyata itu alesanya " jawab rony
mereka pun menikmati hari itu dengan melihat lihat benda kuno dan berfoto bersama.
satu hari yang indah berlalu vivi nampak senang dan tak ingin pulang namun hari sudah gelap.
" ayo pulang vi.. besok sekolah kan " kata rony
" aaahhh aku nggak mau pulang " rengek vivi
" tapi besok sekolah " jawab rony
" yaudah tapi liburan panjang kan sebentar lagi kita akan pergi bersama lagi. kamu harus mau awas kalo tidak! " ancam vivi
rony mengaguk dan mereka pun pulang. tanpa di sadari mereka seperti sepasang kekasih karna selalu bersama .
hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah dan saling melihat ho mereka masing masing menunggu salah satu mengirim pesan.
" hai hari ini sangat menyenangkan. ayo kita terus rukun seperti ini sampai hari akirku tiba " pesan vivi
" iya udah jangan bilang gitu kita nikmati aja setiap detiknya " jawab rony
sebulan berlalu mereka terus bersama dan banyak yang mengira merek pasngan sampai akirnya libur panjang pun tiba.
" eh ron kamu nggak lupa kan tentang janji kita dulu " pesan vivi
" iya aku ingat kog laku kita mau kemana " balas rony
" udah kamu besok pagi ke stadiun aja nanti juga tau mau kemana " pesan vivi
rony pun setuju dan ke esokan harinya dia bertemu vivi di stasiun dan mereka pergi ke suatu tempat tepatnya di kota sebelah untuk piknik di sana mereka menyewa kamar karna mereka tiba sudah cukup malam.
" hahh apa kamu sudah gila sekamar berdua? " kata rony
" tak masalah kan yang penting kamu jangan aneh aneh awas saja kalo kamu melakukan hal hal aneh padaku! " jawab vivi
" eeh aku bukan orang seperti itu jadi mungkin aku melakukan hal aneh padamu! " bentak tony
mereka pun langsung mencari kamar yang di pesan. kamar itu berada di lantai atas termasuk kamar terbaik fasilitasnya juga cukup lengkap.
dan setelah lama berjalan mencari kamar itu mereka pun akirnya kamar yang di cari.
" wahhh luas sekali ya kamar ini apa iya semua kamar yang di gedung seluas ini? " kata vivi dengan takjub
" benar juga lihat seluruh kota terlihat dari sini pemandangannya juga sabgat indah " jawab rony
" aku mau nyoba kasurnya ahh.. " kata vivi dia langsung lompat ke tempat tidur
rony masih terpaku melihat kaeindahan kota di malam hari sejauh mata memandang hanya ada lampu lampu dari rumah ataupun apartemen ini pertama kalinya rony melihat pemandangan kota.
" ron aku mau mandi dulu ya ..inget jangan ngintip awas lowhh " kata vivi yang menuju kamar mandi
" brisikk!!! " bentak rony
" hehe becanda ron " sahut vivi dari kamar mandi.
rony menunggu vivi sambil membaca novel kesukaanya.
" ron tolong ambilkan shampo di tas ya " teriak vivi
" di mana.. " jawab rony sambil mencari di tas saat itu juga rony menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan dan seketika membuatnya terdiam dan terpaku
" ron..? sudah ketemu belum lama amat sih " teriak vivi dari dalam kamar mandi
roni pun membawakan shampo yang di minta vivi dia menghampiri kamar mandi dan meletakan shampo di depan pintu " nih ku taruh depan pintu ya " kata rony sambil beranjak dari depan kamar mandi
" makasih ron " jawab vivi
akirnya vivi keluar kamar mandi dan langsung ganti baju di dalam km.
" hei ronn sono mandi baca mulu ..dari siang kamu belum mandi kan pasti bauk " ejek vivi
" hemm iya iya aku mandi " jawab rony
saat rony mandi vivi pun pergi mencari cemilan dan minuman.
" ha sejak kapan kamu beli semua ini? " kata rony
" dari awal kamu mandi tadi aku pergi kebawah sebentar membeli ini " jawab vivi
" eeh begitu ya " jawab rony
rony pun menghampiri vivi dan rony terkejut melihat apa yang di beli oleh vivi. ternyata yang ia beli adalah sejenis minuman berakohol dan sudah jelas memabukan.
" kamu yakin mau minum ini? " kata rony
" iya.. tenang aku sudah biasa kog " jawab vivi
" ohh yaudah kalo gitu.. itu apa? " tanya rony
" ini ya.. ini ular tangga kebetulan ada ini tadi jadi yaudah aku beli saja " jawab vivi
" terserah kamu lah yang penting kamu senang " kata rony
" ayo kita main yang kalah harus bongkar semua rahasianya ya dan yang menang bebas menanyakan apa pun " kata vivi
" haa kenapa harus gitu? " jawab rony yang sedikit kesal
" terserah aku dong katanya mau bikin aku senang. yaudah ikutin aja yang penting gk boleh bohong harus jujur ya " kata vivi
mereka pun mulai memainkan ular tangga itu sambil minum dan makan cemilan di depan mereka hingga tak terasa satu permainan berlalu vivi lah pemenang pertama.
" yeee aku menang sekarang aku akan tanya jawab dengan jujur!.. kamu udah punya pacar apa belum dan beri tahu aku alasanya apa " tanya vivi
" aku kan sudah bilang, aku aja teman nggak punya apa lagi pacar. alasanya ya karna aku suka membaca dan membaca jadi orang orang seakan menjauh dariku " jawab rony
" emm gitu ya jadi kamu belum punya pacar. lalu apa kamu anggap aku ini pacarmu ron? " tanya vivi
" eeh.. tentu tidak lah aku anggap kamu temanku bahkan mungkin teman dekat pertamaku " jawab rony
" ohh begitu syukurlah kalo begitu karna kita kan juga tau sendiri kebenaran tentang aku. tapi bukan kah kita ini sama. kita tak pernah tau kapan ajal akan menjemput bisa jadi nanti besok atau lusa bukan? " kata vivi
" iya sihh.. aku baru sadar dan aku baru tau kalau semua tak bisa di landaskan hanya pada buku " kata rony
" benar keluarlah dan carilah banyak teman agar hidupmu berarti sebelum maut menjemput!! " perintah vivi
" baiklah aku akan coba " jawab rony
mereka masih asik bermain ular tangga dan ronde kedua di menangkan rony.
" aku mau tanya semua masalalu mu dari apa yang kamu ingat sampai sekarang " tanya rony
" baiklah aku akan jawab walau deg degan.. sebenarnya aku tak ingat kapan aku terkena penyakit ini dan tiba tiba aku tau sendiri saat aku masih smp dulu. aku menemukan catatan dokter tanpa sengaja dan membacanya ternya sebuah penyakit langka telah menggrogotiku. tapi aku coba buat tegar dan tetap semangat dan menutupi semuanya dari orang tuaku dan orang terdekat denganku " jawab vivi dengan sedih
" kamu itu kuat aku yakin kamu akan baik baik saja aku yakin itu " kata rony
" iya dan saat aku sma aku memutuskan untuk menulis diary kesrharianku tapi aku tak mau nanti semua orang membaca kecuali kamu karna buku ini saat aku tak ada akan aku titipkan kepadamu. kamu juga boleh memberitahu semua orang tentang kehidupanku bila kamu mau " kata vivi
" kog aku? " tanya rony
" ya lah kamu kan mengetahui pertama kali berati kamu yang berhak memiliki ini semua kan. oh ya nama lengkapmu siapa ya aku ingin tulis kalo boleh kalo tidak ya tak apa " kata vivi
" rony pratama " jawab rony
" ohh " jawab vivi yang tengah asik menulis diary
rony yang melihat vivi menulis catatan hidupnya hanya terdiam dia tak mau melihat apa yang di tulis vivi bukan karna buku itu akan pindah ke tanganya suatu saat nanti tapi karna rony menghargai privasi seseorang.
mereka bermain sampai larut malam tak sadar jam menunjukan pukul 23:30.
" huaahhh aku ngatuk ron. kepalaku pusing mungkin karna kebanyakan minum " kata vivi
" sudah ku bilang kan tadi kamu yakin mau minum ini " jawab rony
" ron gendong aku dong sampai ke ranjang aku gak kuat berjalan nih " rengek vivi
" eeh... baiklah tapi jangan bilang siapa siapa ya takutnya salah paham " kata rony
rony pun mngangkat tubuh vivi dan menggendongnya sampai ranjang.
" ron kamu mau pergi kemana? " tanya vivi
" aku akan tidur di sofa " jawab rony
" nggak boleh...!! kamu harus tidur di sebelahku!! " teriak vivi
" ha.. tapi kenapa nanti kalo terjadi sesuatu gimana? " tanya rony
" kamu kan sudah janji nggak akan ngapa ngapain aku ingat kan kata katamu itu..? " jawab vivi
" baiklah aku akan tidur di sebelahmu " kata rony
mereka pun tertidur pulas.
dan ke esokan harinya rony kaget karna tiba tiba ada vivi yang memeluknya
" heh bangun vi sudah pagi " kata rony dengan lembut membangunkan vivi
" emmm sudah pagi ya.. hahhhh rasanya aku baru berkedip.. pagi ron aku mandi dulu ya " kata vivi yang langsung ke kamar mandi
rony oun kebingungan dengan sikap vivi. bahkan dia seolah olah biasa saja dan tak terjadi apapun antara mereka berdua.
akirnya hari itu mereka memutuskan pergi ke wahana bermain dan setelahnya mereka pergi ke pantai. rony melihat keceriaan vivi dan itulah alasan dia menemani vivi sampai sejauh ini.
setelah puas bermain main di pantai mereka melanjutkan pergi membeli sovenir khas dari pantai. vivi pun membelikan rony kemeja dan topi sebagai tanda terima kasih karna sudah menemaninya.
" eh ron ini pakai ya.. makasih sudah mau repot menemaniku aku sangat senang bisa bertemu dirimu bahkan bila harus besok aku di jemput sang kuasa aku sama sekaki tak menyesali hidupku karna bertemu denganmu " kata vivi
mendengar hal itu rony pun semakin takut dan semakin merasa sedih akan apa yang membebani gadis itu.
" iya makasih.. aku malah yang seharus banyak terimakasih padamu karna kamu lah yang membuatku bisa melihat dunia luar dan merasakan betapa indahnya dunia nyata " kata rony
" emmm aku jadi malu kamu bilang gitu " kata vivi malu malu
mereka pun langsung kembali ke kotanya dan semua kejadian terekam pada sebuah diari dan jadi kenangan di dalam memori ponsel
dan saat kembali ke kotanya rony pun masih terus mengingat setiap detik kejadian yang telah dia lalui bersama dengan vivi.
sampai akirnya vivi tiba tiba hilang kontak dia tak ada kabar selama seminggu membuat rony khawatir. dia terus berusaha menghubungi vivi semua telah ia lakukan bahkan dia nekat ingin pergi kerumah vivi.
dan saat dia ingin mencari rumah vivi tiba tiba ponselnya berbunyi dan ternyata itu adalah vivi.
" hallo ron " ucap vivi
" hallo vi kamu kemana saja kog hilang membuatku kawatir saja " jawab rony
" aduhh maaf ya aku tiba tiba droop dan harus di rawar di rs " kata vivi
" hah rs mana aku kesana sekarang share look ya " jawab rony
vivi pun mengirim lokasinya yang sekarang dan rony pun bergegas menuju rumah sakit itu.
rumah sakit itu tak dekat bahkan sekitar 25 km dari rumah rony dia berlari dari rumah mencari angkot ataupun bus. namun sia sia tak ada yang satau jurusan dengan rumah sakit itu.
dia pun memanggil taksi dan harus menunggu lagi sambil menunggu dia pun mebeli bunga dan buah untuk di beri kepada vivi
akirnya taksi yang di pesan pun tiba rony langsung menunjukan lokasinya ke supir dia minta untuk cepat agar bisa cepat cepat sampai rumah sakit.
dan akirnya dia pun tiba. rony langsung membayar dan langsung lari kerumah sakit.
" mas kembalianya mas..!! " teriak supir taksi itu
" ambil pak makasih sudah mau mengantar! " sahut rony
dia langsung mencari kamar pasien atas nama vivi dan dokter pun memberitahu kalo vivi sudah pulang sepuluh menit yang lalu
rony pun menelpon vivi namun tak di jawab. dia pun kebingungan harus bagaimana lagi untuk bisa berjumpa vivi
" aduhh gimana nih udah jauh jauh sampai sini malah nggak ketemu lagi hahh sial sekali nasibku " kata rony yang kesal
" ehh iya mas ini ada surat dari vivi tadi katanya kalo ada cowok yang nyariin suruh kasih surat ini " kata salah seorang suster
" ohh... makasih sus " jawab rony
rony pun membuka surat itu dan di dalamnya berisi alamat vivi dia langsung menuju ke alamat yang di tulis vivi
dia berlari mencari bus ataupun angkot dan akirnya ada bus yang kebetulan searah dengan alamat itu rony tak membuang kesempatan dia langsung menghentikan bus itu.
" mas mau kemana kog rasanya asing apakah mas ini pelancong atau gimana? " tanya kernet bus
" ohh saya mau nyari alamat ini mas di mana ya nati turunya? " rony pun bertanya balik
" ohh nanti mas turun di halte ke 3 ya.. kalo bingung nanti aku kasih tau masnya duduk di sampingku aja nanti aq kasih tau kalo sudah sampai " kata kernet itu
" wahh makasih banyak mas mau bantuin saya " jawab rony
akirnya tak lama sekitar 15 menit rony pun sampai di halte ke 3
" mas bangun mas ini sudah sampai.. nanti masnya nyari ojek aja soalnya alamat itu di daerah sini " kata kernet
" ohh ya maksih mas ini uangnya. makasih mas " kata rony sambil berlari mencari tukang ojek
" mas mas ini kebanyakan mas " kata kernet itu
" gapapa mas ambil saja sebagai tanda terimakasih!! " teriak rony
"huhh untung baru gajian jadi tak apalah yang lenting bisa bertemu vivi " dalam batin rony
dia pun menemukan tukang ojek dan langsung memberi alamat itu pdanya.
tak lama rony pun tiba di depan rumah vivi.
" ini pak mkasih ya" kata rony membayar ojek
" mas ini kebanyakan ada uang pas nggak ya " kata bapak ojek itu
"gak ada pak ambil aja ngak papa kog " jawab rony
" kalo gitu bapak akan tunggu di sini aja ya " kata bapak ojek
" aduhh pak malah repotin nggak usah pak " jawab rony
" nggak papa mas bapak tungguin kog " paksa bapak ojek
rony hanya mengaguk dan langsung mengetuk pagar rumah beasar itu
PERMISII..........!! teriak roni
tiba tiba ada seorang ibu ibuk yang keluar " iya ada apa ya mas? " kata ibu itu
" ini saya mau ketemu vivi apa benar ini rumahnya ya buk " tanya rony
" ohh kamu rony ya.. silahkan masuk nak " jawab ibu itu
" lho kog ibuk bisa tau saya rony? " tanya rony kebingungan
" dari kemeja itu. kata nyonya kalo ada cowok memakai kemeja biru dan namanya rony langsung ijinkan masuk ya " kata ibu itu
ibu ibu itu ternyata pembantu rumah vivi dia langsung mengajak rony ke kamar vivi karna sebelumnya sudah di beri tahu vivi
TOK TOK....!!
" permisi " kata rony sambil membuka pintu kamar vivi
vivi pun terkejut dia langsu lari dan memeluk rony dengan erat.
" ron aku kangen kamu ron maaf ya nggak ngabirin kamu dan tiba tiba hilang " kata vivi
" aku juga kawatir padamu kenapa kamu nggak ngabarin aku vi aku takut terjadi sesuatu " kata rony
" iya sengaja aku mau lihat apa kamu nyari aku atau tidak hehehe " jawab vivi
" eeh gitu to.. ini untukmu " kata rony sambil memberi bunga dan buah yang ia bawa
" wahh makasih ron jadi repotin " jawab vivi
rony pun di persilahkan duduk dan di ajak mengobrol banyak hal bercerita dan bermain ular tangga sama saat di hotel.
sampai waktu menunjukan sore hari rony pun pamit pulang
" ehh sudah sore nih aku pulang dulu ya " kata rony
" ahhh ndak boleh pulang pokoknya aku masih mau kamu di sini ron " rengek vivi
" nggak bisa vi aku harus pulang kamu juga harus beristirahat yang cukup ya agar kita bisa main lagi nanti " kata rony
" tapi janji yaa nanti kalo aku sudah baikan kita kencan lagi " jawab vivi
" iya vi.. sampai jumpa lain waktu ya " kata rony berjalan meninggalkan rumah vivi
rony terkejut melihat bapak ojek itu masih menunggunya padahal dia di dalam berjam jam.
" ehh bapak kog masih di sini sih padahal aku lama banget tadi di dalam " tanya rony
" nggak kog dek tadi juga sambil anter orang orang yang lewat kebetulan pembantunya baik juga ngasih tau kalo mas masih di dalam yaudah bapak tunggu aja " kata bapak ojek itu
" makasih pak mau nungguin aku sekarang bisa anter aku pulang pak rumahku nggak jauh kog nanti aku kasih tau alamatnya di jalan ya " kata rony
akirnya bapak ojek itu setuju dan mengabtar rony pulang
" makasih pak mau anterin rony..nih aku tambahin pak ongkosnya " kata rony
" aduh ndak usah mas yang tadi aja harusnya masih ada kembalianya lho " jawab bapak itu
" udah ambil aja pak sebagai tanda terima kasih " kata roni sambil berjalan menuju rumah
sampai rumah rony pun langsung ke kamarnya dia sangat senang melihat vivi.
dia pun kembali ke kehidupan lamanya yaitu membaca buku dia selalu menghabiskan waktunya untuk membaca entah komik ataupun novel semua dia baca
tiga hari berlalu vivi pun tiba tiba mengajak rony ketemu di suatu kafe
" besok kita ketemu ya.. " pesan vivi
" iya dimana " jawab rony
" udah pokoknya besok siang kamu tunnguin di tempat bapak bapak penjual roti yang dulu " jawab vivi
rony pun setuju dan dia langsung tidur agar bisa bangun awal walaupun pertemuanya siang hari dia ingin datang lebih awal.
keesokan harinya rony pun berangkat pukul 9 karna pertemuanya seharusnya pukul 11 tapi rony tak mau membuat vivi menunggu
akhirnya rony pun tiba di tempat yang di janjikan. dan ternyata bapak penjual roti masih ingat dengan rony
" pak pesen roti bakar satu ya dan bikinin segelas kopi " kata rony
" lho mas kan yang dulu bantuin bapak.. sebentar ya bapak bikinin duduk aja duli " jawab bapak itu
" iya pak.. " rony menunggu di pinggir jalan agar bisa melihat vivi jika sudah datang
" ini mas pesananya.. hemm nungguin mbak yang waktu itu ya " tanya bpak penjual roti
" iya pak kog bisa tau? " jawab rony
" iya lah soalnya mbaknya sering kemari dengan teman temanya bahkan kadang dengan orang tuanya " kata bapk
" ohh jadi dia sering kesini ya.." jawab rony
" iya.. kapan vivi kemari mas? " tanya bapak
" entahlah ini aku kirim pesan kalo aku sudah sampai di kadai bapak " jawab rony
rony pun menunggu vivi sudah sekitar 20 mnit menunggu tapi vivi tak kunjung tiba
dia pun mencoba memanggil vivi namu tak diangkat bahkan pesanya hanya di baca. rony tetap menunggu sambil membaca buku yang dia bawa
bahkan tak sadar sudah pukul dua siang namu vivi tak kunjung datang. rony pun gelisah menunggunya dia pun memutuskan untuk menunggu sejam lagi.
" mas mbak nya lupa kali kalo janjianya di sini? " kata bapak
" emm mungkin aku mau pulang saja pak ini uangnya.. makasih ya " jawab rony yang agak kesal
" makasih mas " kata bapak itu
rony pun pulang di perjalanan dia terus memikirkan vivi ada masalah apa lagi dengan vivi kenapa dia tak datang padahal dia yang berjanji ketemu di sana tapi kog malah dia yang nggak datang
tiba tiba di kejauhan terlihat seorang wanita yang mirip vivi dia pun berlari menuju wanita itu namun anehnya saat sudah dekat tiba tiba orang itu menghilang.
rony pun semakin bingung dengan apa yang terjadi dia memutuskan untuk melanjutkan perjalananya
sampai di rumah dia murung dan langsung menuju ke kamar.
" ehh rony sudah pulang.. kalo mau makan udah siapin belakang ya " kata ibunya
" aku nggak lapar bu.. aku mau mandi dulu " jawab rony
ibu dan ayahnya sedang menonton berita di tv dengan volume yang keras. dan rony pun bisa mendengar berita terbaru yang tengah di tonton orang tuanya itu. berita tentang tabrak lari
" wahh kasian sekali nasib gadis itu ya pak " kata ibu
" iya bu.. " jawab ayahnya
rony pun penasaran dan mendekat.
betapa terkejutnya dia melihat berita itu seorang gadis yang tak asing baginya dan itu jelas adalah vivi dia lah korban itu.
rony pun langsung pergi dari depan tv dia tak percaya dengan berita itu.
tubuhnya pun tak kuat lagi berdiri dia terjatuh dan seakan akan semua tubuhnya sudah tak bisa bergerak lagi. kesedihan mendalam karna di tinggal sosok yang bisa merubah dirinya sudah pergi meninggalkanya untuk selama lamanya.
rony terus menyendiri di kamar bahkan dia tak pernah beranjak dari kamar dia slalu di kamar. bahkan dia tak akan makan bila tak di bawakan ibunya.
dan akirnya tuju hari berlalu rony pun sudah menerima kpergian vivi. dia memutuskan untuk pergi kerumahnya untuk melayat karna saat pemakaman dia tak datang.
sampai di rumah vivi dia langsung di sambut hangat ibunya.
" malam bu.. " sapa rony
" iya malam dek.. ada lerlu apa kesini malam malam? " tanya ibu vivi
" maaf bu sebelumnya saat pemakaman vivi aku tidak datang dan baru sekarang aku datang " jawab rony
" silahkan masuk dek kita ngobrol di dalem aja ya " ajak ibu vivi
rony pun masuk dia menceritakan semuanya kepada ibu vivi.
" haaaah jadi kamu rony ya " tanya ibu vivi
" iya namaku rony bu " jawab rony
" kebetulan sekali.. tunggu debentar ya dek ibu ada suatu titipan dari vivi " kata ibu vivi sambil mengambil sesuatu di kamar vivi
" ini dek ibu nggak kuat baca diary ini.. aku menunggu dek rony sudah lama karna amanat dari vivi memang aku seharusnya aku nggk boleh baca tapi aku penasaran sekali jadi aku baca walau sampai beberapa halaman tapi di sampul tertera namamu " kata ibu vivi sambil memberikan diary itu
rony pun mengambilnya dan membuka buku itu dia membaca dari awal buku itu dan tiba tiba dia menangis membaca semua catatan vivi
" di tengah buku dek tolong di baca " minta ibu vivi
rony pun membukanya dan ternyata itu adalah cerita awal vivi bertemu denganya semua tertulis jelas dan setiap kenangan pun di tulis vivi tak ada satupun yang terlewat saat saat dengan rony. dan di akhir buku tertulis :
hari ini cuaca cerah aku akan bertemu dengan rony lagi kuharap dia tidak telat di tempat yang sudah ku janjikan. aku juga akan memberitahu semuanya bahwa hasil pemeriksaan kemarin menunjukan kalau umurku hanya tinggal seminggu lagi. aku akan buat rony senang di hari hari terakirku.
rony pun seakan tak kuasa lagi menahan semua kesedihan saat membaca semua catatan vivi itu dia begitu hancur dan seakan sudah tak memiliki hak lagi untuk hidup rony mengagap dirinya sudah gagal membhagiakan vivi sebelum ajal menjemputnya.
" nak kamu harus baca di halaman ke 5 dari depan " kata ibu vivi
" hah ada apalagi bu? " kata roni sambil membuka halaman itu yang berisi :
hai ron saat kamu nerima buku kecil ini itu artinya aku sudah tiada. tapi aku sudah bahagia kog bisa bertemu dirimu walau sesaat tapi aku bahagia.
ingat kamu harus tetap semangat untuk hidup carilah banyak teman dan juga pacar aku yakin kamu bisa ron.
tolong jangan lupakan juga semua kenangan kita ya ron kamu boleh lupakn aku sih tapi jangan pernah lupakan semua hal saat kita liburan karna saat itulah aku merasa hidup. mungkin aku munafik karna tak bilang kalo aku suka kamu dari awal kita bertemu.
tapi aku tak mau kamu merasa kehilangan saat kepergianku jadi aku setiap hari memendam rasa ini walau harus menanggung rasa sakit tapi aku tetap ingin membuka mata dan melihat mu ron bahkan aku juga bermimpi bisa memiliki keluarga dengan mu lho. walau hanya mimpi tapi itu sudah menambah kebahagiaan hidupku.
rony semakin hancur dan merasa bersalah kenapa dia dari dulu tak pernah mengerti perasaan vivi yang sebenarnya.
hingga akirnya rony pun membawa buku itu dan pulang.
sampai rumah dia langsung ke kamar dan membaca semua kisah vivi karna tadi dia hanya membaca beberapa halaman saja.
TAMAT....
terimakasih sudah membaca.. kisah ini hanya fiktif belaka yabg terinsoirasi dari sebuah film anime. semoga terhibur...