Seperti 1000 Tahun aku hidup dengan seorang perempuan yang lebih tua dari ku, diriku baru menyadarinya bahwa diriku seperti hewan yang di kurung dalam sangkar, coba dulu aku mendengar kan perkataan teman ku, pasti aku tidak akan terkekang seperti ini.
Namaku Steven Prayoga, umurku 23 tahun dan aku sudah menikah dengan seorang perempuan yang berumur 30 tahun, ketika aku menikah aku bukanlah seorang kepala keluarga melainkan seorang adik di kehidupan nya.
Setiap aku pulang kuliah aku sering di jemput oleh istriku dan tidak boleh berteman dengan perempuan sekelas dan tidak boleh juga untuk menyimpan kontak mereka, khusus hanya laki-laki saja temannya.
Setiap ada tugas kuliah yang menyertakan berkelompok, pasti istrinya ikut memantau Steven seperti seorang bodyguard pribadi, padahal dirinya juga tidak mungkin meninggalkan nya, meskipun Steven lebih muda darinya tapi Steven juga punya pikiran dewasanya, dan seharusnya dia menjadi kepala keluarga bukan seperti seorang adik kukutan.
..
tepat saat pernikahan teman perempuan nya Steven, dirinya di undang ke acara pernikahan nya, namun sang istri Steven tidak mengijinkan Steven untuk menghadiri acara pernikahan itu, dia takut jika nanti dia terpukau pada salah satu teman sekelasnya yang memakai gaun-gaun cantik dan bisa menjadi pusat perhatian Steven, istrinya terus menentang Steven untuk tidak datang tapi Steven juga ingin merasakan liar dan tidak terus di rumah seperti seekor burung dalam sangkar nya.
Sekarang Steven memberanikan dirinya untuk menentang perkataan istrinya, meski sering nya dia hanya bisa menurutinya, sekarang waktunya dia bersikap tegas dan tidak memandang umur, di sini yang harus tegas itu seorang suami bukan seorang istri.
"Cukup ya, kamu membuat hidupku sengsara aku capek dengan sikap mu, aku tidak bisa diperlakukan seperti ini terus, kamu sudah keterlaluan"
"Apa katamu!! kau sudah berani padaku, kmu tidak di ajarkan sopan santun terhadap orang yang lebih besar, kau sudah.."
"Stop!! seharusnya kau yang menghargai ku, aku seorang suami dan tugasku sebagai kepala keluarga bukan seperti seorang adik kukutan mu, aku punya harga diri, dan hari ini aku merasa sangat sudah kesal padamu, jika kau memang menganggap ku seorang suami, biarkan aku menghadiri teman ku menikah, di adalah wanita terdekatku jika kau masih tidak mengijinkan ku, aku akan tetap pergi"
"Steven kau benar-benar sudah berubah sekarang, pasti gara-gara teman perempuan mu kan!?, jika kau terus melangkah menjauh dariku, aku minta kamu ceraikan aku" Teriak istrinya yg menghentikan langkah Steven, dengan hembusan nafas kasarnya Steven dia menjawab dengan santai perkataan istrinya.
"Oke jika itu mau mu"
segera pergi meninggalkan istrinya yang menangis melihat suaminya yang selama ini selalu menurut padanya.
.
.
.
#sebaik-baiknya manusia pasti ada rasa jengkelnya, jika kita di perlakukan tidak adil, apalagi memanfaatkan umur sebagai aksinya#
Semuda-mudanya suami mu dari mu dia tetap kepala keluarga mu, yang sudah bertanggung jawab mendidik istrinya pada jalan yang benar.