Perkenalkan namaku adalah Louis Alexander William, panggil saja Aku dengan Louis. Kebanyakan orang mempunyai masa lalu masing masing, entah itu sedih, senang bahagia dan gembira. Tapi aku mempunyai masa lalu yang berbeda, masa lalu yang membuat ku seperti ini? Masa lalu yang membangkitkan sisi gelap ku. Dan seperti inilah kisah ku.
Pagi itu semua tampak biasa biasa saja. Louis hanya tinggal berdua dengan Mamanya, ya hanya berdua, tanpa tahu siapa Papanya. Dan setiap kali Louis bertanya Mamanya selalu menjawab "Tentu saja Louis mempunyai Papa. Tapi saat ini Papa sedang kerja di tempat yang jauh. " . Untuk ukuran anak TK atau SD itu sebuah penjelasan yang cukup membuatnya senang. Tapi tidak untuk Louis yang sudah menginjak remaja. Pertanyaan itu mulai diulang lagi.
"Mam, ayolah jawab dengan jujur. Siapa dan di mana Papa? Mama jangan lagi menutupi semuanya. " ucap Louis untuk kesekian kalinya.
"Baiklah, baiklah. Papa kamu benar benar masih hidup. Tunggu lah beberapa waktu lagi, dia akan menjemput kita. Disaat itu tiba Mama akan bercerita semuanya. " jawab Mama Louis mulai pasrah.
Louis hanya dia membisu dan menatap Mamanya untuk mencari kepastian. Sang Mama tersenyum lembut. Akhirnya Louis pun terpaksa menuruti permintaan mamanya. Dan tak lagi menanyakan keberadaan Papanya itu. Keingintahuan Louis tentang Papanya cukup besar apa lagi semenjak Dia di hantui sesuatu di setiap mimpinya. Yah, semenjak Louis menginjak kelas 1 SMP Dia mulai mimpi buruk. Bukan hantu yang seram, melainkan sosok bayangan hitam, bukan takut tapi lebih ke merasa nyaman.
Hari terus berlalu, dan waktu yang di nanti Louis datang juga. Ternyata Papa Louis adalah seorang yang sangat terpandang dan tak diragukan lagi kalau Louis adalah putra nya karena wajahnya yang hampir mirip dengan Papanya. Tapi semua tak sesuai dengan perkiraan Louis, kedua saudara tiri Louis cemburu dan merasa iri serta tak terima dengan kehadiran Louis. Apalagi ternyata hanya Dia yang ikut Papanya sedang kan sangat Mama tidak ikut. Awalnya Louis tak Terima dengan keputusan Mama tapi apa mau dikata sang Mama mulai main ancam.
Dari hari ke hari kedua saudara nya mulai membully dirinya, mulai dari sesuatu yang kecil hingga yang cukup parah. Louis hanya mampu menerimanya. Hingga suatu hari, kedua saudara tirinya Neil dan Neon dengan sengaja menguncinya di gudang lebih tepatnya di almari gudang paling belakang. Dan jarang sekali orang datang ketempat itu. Louis berteriak keras tapi tak ada yang membuka. Entah lupa atau sengaja untuk lupa, Louis terkunci di dalam almari hingga 2 hari lamanya. Karena tak makan dan minum selama 2 hari Louis merasa lemas dan pingsan. Di antara sadar dan tak sadar Louis merasakan kehadiran seseorang.
"Louis bangun." ucapnya.
"Siapa kamu? " ucap Louis lirih karena lemas.
"Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Aku akan bantu kamu untuk balas dendam tapi dengan syarat kita akan menjadi satu. Apa kamu mau. " ucapnya.
Louis mengangguk pasrah karena dia juga merasa sakit hati. Bayangan itu pun merasuk masuk kedalam jiwa Louis, seketika Louis menjadi orang yang berbeda, dan pergi dari rumah itu tanpa di ketahui siapa pun.
Dan itulah awal dia bertemu dengan seorang lucifer Bennardo lim. Seorang pria yang sangat tampan, dingin dan juga kejam, seorang mafia, putra dari seorang bangsawan dan juga idaman para wanita. Dari Lucifer lah, Louis belajar menguasai jiwanya yang lain, jiwa seorang iblis yang haus akan darah, jiwa seorang iblis yang hanya puas saat mendengar suara jeritan seseorang yang tersiksa.
Seperti hari itu, Louis mendapatkan hadiah dari Lucifer. Dua orang yang pernah membully nya hingga hampir mati.
"Halo kakak kakak ku tersayang. Lihat lah apa yang Louis bawa. " ucap Louis sambil membawa sebilah belati.
Sedangkan kedua kakaknya terikat di tempat yang berbeda.
"Hemm, Louis mulai dari Kak Neil aja ahh. " ucapnya sambil menghampiri Neil.
"Apa yang akan kamu lakukan Louis. " ucap Neil.
"Ini." ucap Louis yang kemudian merobek baju Neil hingga menyisahkan celana dalamnya saja.
"Hehehehe." tawa Louis bakal iblis yang menemukan kesenangannya.
Di gores nya perut Neil dengan pelan hingga darah turun secara perlahan.
"Aaaarrgggg......... " teriak Neil.
Kembali Louis mengores dan mengupas kulit perut Neil.
"Aaaaaaaaaaaa....... " kembali Neil berteriak kesakitan.
"Hahahahaha, teriak lah yang kencang. Louis suka sangat sangat suka. Hahahahaa. " tawanya senang.
"Cukup Louis. " rintih Neil.
"Ohhh tidak. Kakak tau apa yang paling Louis suka. " di robeknya sesuatu yang menutupi auratnya.
Semua anak buah Louis menutup matanya dengan saputangan masing masing begitu juga dengan Lucifer.
Dengan senyuman sang iblis Louis pun memotong milik Neil. Seketika itu Neil berteriak kencang. Dan tak sadarkan diri. Louis tertawa senang sangat senang dan merasa puas. Tidak sampai disana, benda yang tadi di potong nya, di cincang dengan pelan, Neon yang melihat merasa ngilu dan merasakan rasa sakit di bagian yang dilihatnya. Louis melirik Neon sambil tersenyum iblis. Seketika Neon menelan ludahnya.
"Bagaimana Kakakku tersayang. " ucap Louis kepada Neon.
"Jangan khawatir Kakak juga akan merasakannya juga kok. Gantian ya." ucap Louis tersenyum senang.
Neon hanya menatap pucat tak tahu harus berkata dan berucap apa.
Sedikit demi sedikit, dengan pelan namun pasti setiap siksaan terdengar teriakan nyaring. Darah berceceran kemana mana, bahkan Louis pun tak luput darin percikan darah. Mata Louis tajam bak iblis. Ya itulah Louis sang iblis berwajah malaikat. Tampan, manis dan rupawan, tapi berhati iblis, psikopat yang tak segan segan membuat mangsanya hidup enggan mati pun segan.