Dua orang sepasang kekasih membawa seorang bayi kecil ke tepi sungai dan menaruhnya di sana,tanpa raut wajah sedih sepasang kekasih itu tidak lain dan tidak bukan yaitu membuang anaknya sendiri,bayi itu menangis dan suaranya sampai terdengar oleh seorang pemburu yg sedang berburu rusa,karena penasaran akhirnya pemburu tersebut mendatangi suara tersebut,siapa sangka itu adalah seorang bayi kecil yg telah di buang oleh orang tuanya karena kasihan akhirnya seorang pemburu itu membawa gadis kecil itu kerumahnya.
12 tahun berlalu kini bayi tersebut tumbuh besar dan memiliki nama yaitu Lofi,dia hidup bahagia bersama kakek yg tak lain pemburu yg membawanya waktu itu dan juga seorang nenek yg merupakan istri pemburu tersebut,Lofi sudah di ajari cara berburu dan bela diri oleh kakeknya,dan Lofi kini memiliki keluarga yg sangat sayang kepadanya,bagaimana kisah selanjutnya? Ini dia kisahnya.
Aku Lofi seorang pemburu kecil,aku di ajarkan berburu dan bela diri dengan kakekku,dan orang tuaku menitipkanku kepada kakek dan nenek.
Saat ini aku sedang berburu kelinci hutan untuk dimasak,"Ahhhh....Jangan bergerak dar-i situ"
"Yess kena, aku akan membawanya pulang pasti nenek dan kakek bangga padaku hehehe" Aku pulang sambil membawa kelinci hasil buruan ku untuk dimasak
"Aku pulang"
"Nenek,kakek lihat ini"
"Aku hebat bukan....Mmm"
"Wahh hebat kau belajar banyak ya,Lofi"
"Hahahaha,Itu bukan seberapa liat punya kakek"
Ada sepuluh ekor kelinci disana aku terkesan dan juga iri.
"Hemmm,Suatu saat nanti aku akan melampaui kakek dan menunjukannya pada ibu dan ayah" Aku tak sabar melihat ekspresi orang tuaku nanti
"Y-Y-a,Ya tentu saja mereka akan senang"
"Ayah dan ibu kapan berkunjung kesini kek..?"
"A-h Mungkin..."
"K-Kita bicarakan ini nanti,sekarang ayo kita makan"
"Nenek akan membuatkan daging kelinci panggang,ini lezat lohhh"
Aku melihat nenek ku masak di dapur,wahh aku terkesan melihatnya rasanya aku ingin mencoba belajar memasak
"Nenek hebat ya,aku ingin seperti nenek"
"Ah kalo begitu besok kita akan belajar memasak"
"Horeeee...aku tidak sabar"
Kakekku keluar rumah dan pergi ke bukit rendah
"Hmmm,jejak ini.."
"Tak salah lagi!"
"I-Ini serigala bukit!"
"Ahhhh kenapa mereka turun ke bukit rendah,apakah mereka kekurangan makanan?"
Karena jarak rumah dan bukit rendah lumayan jauh,kakekku tidak terlalu mengkhawatirkannya
"Aku mungkin akan pasang jebakan disini,untuk berjaga jaga" Kakekku memasangkan jebakan di dekat pagar rumah.
"Kakek sedang apa?"Kata ku dengan mulut sambil mengunyah
"Hanya memasang jebakan serigala,tadi kakek melihat jejaknya jadi kau hati-hati ya"
"Haaa!,Serigala!?" Aku berlari ke belakang nenek sambil menggigil ketakutan
"Tenang saja Lofi kau tidak perlu khawatir"
Nenekku mencoba menenangkanku yang sedang ketakutan.
Hari mulai gelap,dan angin mulai berhembus lembut,Aku dan nenek akan bersiap untuk tidur
"Wahhh...aku tidak sabar untuk besok,rasanya ingin tidur cepat-cepat agar pagi datang dengan cepat"
"Kalo begitu Kau tidur duluan,nenek ingin keluar sebentar"
"Nenek tidak tidur?"
"Nenek belum mengantuk,jadi kau tidur duluan saja"
"Baiklah.."Aku mengatakannya sambil menguap
Saat aku tertidur terdengar suara mengunyah makanan sangat keras,aku pun terbangun dan tiba-tiba aku sudah berada di kamar bawah tanah
"Eh,kenapa aku ada disini?"Sambil kebingungan
"Ada suara kunyahan apakah kakek sedang makan,.."
aku keluar dari kamar bawah tanah sambil mengatakan "Ihhh kakek sangat berisik,aku sedang tidur"
"Kaaaa....keekk?"
Aku tercengang begitu melihat apa yang ada di depanku,dengan mata yg terbuka lebar aku menyaksikan serigala yang sedang menyantap perut nenekku,
Serigala itu pun melihat kearahku dan karena serigala itu menoleh,aku melihat banyak tubuh kakekk dan nenekku berserakan dan juga 10 serigala yang sedang kelaparan
"Grrrrr"
"Eh,kenapa?kenapa?,ini mimpikan?,kakek nenek aku sangat takut.."
Serigala itu terus berjalan ke arahku dengan posisi ingin menerkam,aku berjalan mundur perlahan sambil mengatakan "Kenapa?"
Tidak sengaja aku melihat wajah nenekku yg berlinang air mata,dan seketika aku hilang kendali dan mengambil sabit panjang yg ada di lantai
"........."
Dengan tatapan kosong aku menebas leher serigala itu,itu sangat tajam sampai-sampai serigala itu langsung kehilangan kepalanya,
Aku langsung menerjang semua serigala itu tanpa pikir panjang,mataku sampai tergores karena cakarnya.
Layaknya hewan buas Lofi membantai semua serigala itu tanpa ampun,dengan mata yg gelap dan hampa itu terus dan terus membantai serigala-serigala tersebut
"Oyyy....Kau ingin lari kemana..?"
Dengan tebasan yg membabi buta serigala itu terpotong menjadi 3 bagian
karena teman-temannya mati,serigala itu pun mundur ketakutan,Lofi berteriak,
"OYYYYYY"
"AKU SENDIRI DISINI TOLONG TEMANI AKU HAHAHAHAHAHA!"
Serigala yang lari itu pun terbunuh semua oleh Lofi yg sedang tertawa kecil
"Hehe...hehe..."
Dengan sabit yang berlumuran darah itu,terus meneteskan darah ke kepala Lofi yang sedang berdiam hampa tak bergerak sedikitpun
"Nenek...." sambil memeluk kepalanya
"Ayo ajari aku memasak.."
"Aku akan membuatkan daging kelinci yang sangat lezat..."
Seketika Lofi pingsan,dan terbangun "Aku..." sambil berjalan entah kemana dan menginjak kertas,"Ehh..kertas apa ini?" Lofi membukanya dan berisikan tulisan
" Maaf Lofi sebenarnya kakek ingin memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi,tapi yahhh hehehehe kurasa terlalu cepat,jadi kakek menuliskannya dikertas ini dan ingin memberikannya saat aku ada diambang Kematian, sebenarnya Lofi..kau bukan cucu kandungku,aku menemukanmu di tepi sungai aku membawamu kerumah setelah kau dibuang oleh orang tuamu,yaaaa aku tidak tau alasan kenapa kau dibuang jadi kakek langsung membawamu kerumah,kau tahu saat kau masih bayi kau sangat amat lucu dan Yap sampai saat ini kau masih tetap imut,Aku sangat bangga memiliki cucu seperti k- "
surat itu berakhir tak lengkap,
Lofi yang membacanya tidak bisa berhenti menangis
Seketika arwah kakek dan neneknya terlihat dan memeluk Lofi dengan penuh kasih sayang
"Aku berjanji..."
"Aku berjanji..."
"Aku berjanji..."
Lofi seketika mendengar suara kakeknya "Berjanji untuk apa?,lakukanlah sesukamu dan terus bahagia dan juga jangan memikirkan kami karena kami sudah tenang disini lohh,lakukanlah sesukamu"
"Kakek?"
"Tenang saja kau akan baik-baik saja"
"Nenek?"
"Kami pergi dulu ya jaga dirimu baik-baik Lofi,Tuhan menyayangimu,dan juga kami menyayangimu Lofi"
Dengan berlinang air mata Lofi menatap keatas dan melihat bayang-bayang kakek dan neneknya yg sedang tersenyum.
"Benar,jika aku begini terus"
"kakek"
"nenek"
"Tidak akan"
"Menyayangiku!"
Sambil memakai jubah merah dan penutup mata,yang merupakan hadiah dari kakek dan neneknya Lofi berjalan sambil membawa sabitnya dan berencana mencari orang tuanya yg sudah membuangnya walaupun Lofi tidak tahu wajah mereka.
Tapi...Lofi tetap tidak terima dan membenci para serigala dan akan membunuhnya jika ada di hadapannya mau itu baik atau jahat tidak peduli
"Haaa,jubah ini memang kebesaran,padahal penutup mata ini sangat pas" Penutup mata itu menutupi luka goresan dimatanya
"Oke...Mari kita mulai mencari...,kedua orang itu" ( Orang tuanya ).