Malam begitu sunyi.
Tidak ada suara apapun di sini. " Akhirnya,aku bisa tidur dengan tenang " Ucapku. Baru saja memejamkan mata beberapa detik.
Timbul suara tangisan anak kecil di samping rumahku.Suara tangisannya luar biasa sangat kencang.Hingga membuat gendang telinga ku ngilu.Dia menjerit jerit sangat histeris.
Entah apa yang sedang dia lakukan di malam begini.
" Hei! bisa diam tidak!? Ini sudah jam berapa!? " Teriakku.
Anak itu langsung berhenti menangis. " huh,dasar anak kecil " gumamku.
Besoknya ....
Saat di Sore hari,aku bertemu dengan anak yang tinggal di samping rumahku.Dia memakai Kaus dan celana yang panjang. " Kamu kenapa dek?emang gak gerah? mataharinya masih ada loh.. " Tanyaku.
" eng... enggak papa kak " Jawab anak itu.Lalu anak itu lari ke rumahnya.Aku pun juga ke arah pulang,aku berada di belakang persis anak itu lari.Aku berjalan dengan santai sambil memasukkan tangan ke saku celana.
" Prakk " Suara benda Jatuh.Aku yang sedang berjalan ingin pulang dan tepat di depan tanaman rumah anak itu kaget setelah mendengar suara benda jatuh.Aku langsung waspada dan mengumpat dibalik tanaman depan rumah anak itu.
mungkin saja itu maling.
" Plak! " Suara tamparan yang keras sekali.Tak lama setelah aku mendengar suara tamparan itu.Suara anak kecil yang aku dengar malam tadi muncul lagi.Ternyata,asalnya dari anak yang aku temui tadi.
Aku bertanya tanya,mengapa anak itu menangis.Ini sudah menjelang malam..
Langit mulai gelap,apa kesalahan yang anak itu lakukan?
aku mulai penasaran dan menyelidiki lewat jendela rumahnya.Kebetulan rumahnya tidak di Pagari.Aku melihat anak itu di siksa oleh seorang laki laki.
Anak itu di tampar,di cubit,di pukuli.Aku yang melihat merasa tak tega.Aku ingin sekali masuk ke rumah itu.Tapi,sebaiknya aku telepon polisi dulu.
aku pun sudah menelepon polisi.Semakin aku menunggu polisi datang,semakin laki laki itu melukai anak kecil itu.Aku tidak ada pilihan lain.Bisa-bisa..anak itu.....
ah,tidak peduli.Aku langsung menonjok laki laki itu. " Kabur nak! kabur! " Pintaku ke anak itu.Laki laki itu pun aku tahan.Aku tidak bisa melihat jelas wajahnya.Mataku Burem sekali.Anak kecil itu hanya lari ke luar rumahnya dan diam disitu.Mengapa?
Lalu,aku langsung di tembak oleh polisi.
ha?apa?aku di tembak?apa yang sudah aku lakukan?
aku masih setengah sadar setelah di tembak.aku mendengar anak kecil itu bercerita,kalau aku adalah pelakunya.Aku telah menyiksanya.Aku bingung.Bukankah aku adalah saksinya?
" dia memukulku pak..saat aku di luar..dia memaksaku untuk pulang dan saat di rumah,aku di pukuli..Tadi malam juga,aku hanya menangis karena terjatuh.Lalu dia meneriaki ku " Hei! bisakah kau diam!? ini sudah jam berapa?! " Lalu dia memukulku pak "
haa?Itu persis seperti yang terjadi malam..
Coba aku ingat...tidak mungkin..
Ah...kepalaku!!!! aku koma dan aku diberi penglihatan yang telah terjadi.
Di malam yang sunyi.Aku sedang di kamar.Ingin tidur dengan tenang.Terdengar suara tangisan anak kecil,hal itu menganggu tidur malamku.Anak itu sedang sendirian di rumahnya.
Aku pergi ke rumah anak itu dan marah marah karena aku kesal.Aku langsung mendobrak pintu dan teriak " Hei! bisa diam tidak!? Ini sudah jam berapa!? "
Anak itu menangis lebih keras lagi hingga gendang telingaku berdenging.Aku langsung membungkam mulut anak itu.
Anak itu pun terdiam.setelah terdiam,aku melihat ekspresinya cemberut dan sedih. " Senyumlah yang lebar nak ,jangan menggangguku lagi ya.. " Bisikku sambil menarik lebar anak itu agar tersenyum dengan jariku.
lalu aku kritis...aku seperti tersetrum.Aku tidak bisa melihat apa apa lagi.
Rupanya...itu hanya penglihatan ku saja.Sesungguhnya,aku adalah pelakunya.
aku pun mati.