Tinggalah seorang Petani di sebuah Desa Kecil.
Petani punya banyak kekhawatiran.
Sudah hampir tiba saatnya mempersembahkan hasil panen pada Tuan Tanah yang melindungi desa dari para IBLIS,tapi.....
Langit tidak mau menurunkan setetes pun hujan.
Jika dia tidak bisa mempersembahkan hasil panen,Tuan Tanah akan membiarkan para Demonic Monster menyerang desa.
KEMUDIAN,PETANI BERPIKIR.
"Bagaimana ini?Bagaimana?"
Saat itulah seekor Tikus kecil muncul.
Tikus berkata"Aku punya rencana yang sangat bagus!"
Petani menjawab "Apa itu?"
"Aku akan menyuruh teman-temanku....
Untuk mencuri hasil panen desa sebelah sedikit demi
sedikit!"-Tikus
"Apa?memangnya bisa begitu?"-Petani
"Tentu saja!sebagai gantinya,aku punya syarat!"-Tikus
"SERAHKAN JIWAMU!"
Lantas si petani pun berpikir.
"Bagaimana ini?bagaimana?"
"Benar mencuri sedikit saja tidak akan jadi masalah!"
Si petani pun menyetujuinya...
Demi keluarganya dan penduduk desa.
Semakin hari,hasil panen di lumbung semakin menumpuk.Si petani pun tenang.
Tahun ini pun Tuan Tanah akan melindungi desa kecil si Petani,KAN?"
Akan tetapi,si petani mendengar kabar mengerikan beberapa bulan kemudian.
"KUDENGAR PENDUDUK DESA SEBELAH MUSNAH DIBANTAI SECARA KEJAM SAAT PARA IBLIS MENYERANG!!!"
Astaga!padahal putri bungsu si petani yang sudah menikah juga ada di desa itu.
Desa sebelah kekurangan hasil panen untuk dipersembahkan,tidak mendapat perlindungan dari Tuan Tanah.
Putriku.....
Si petani dilanda keputusasaan.
Sejak hari itu,si petani selalu minum alkohol.
Petani yang mabuk mulai memukul istri dan anak-anaknya.
Semakin hari,kekerasan yang dilakukannya semakin menjadi dan...
Istri yang setiap hari dipukulinya pun memutar otak.
"Bagaimana ini?bagaimana?"
Saat itulah,seekor ular muncul.
"Aku bisa menghentikannya."-Ular
"Dengan cara apa?"
"Aku akan mengigit kaki suamimu saat dia tidur!Sebagai gantinya..."
"SERAHKAN JIWAMU!"
Si istri harus melindungi anak-anak dan dirinya sendiri dari kekerasan tak berujung.
Beberapa hari kemudian,si petani tewas karena Bisa ular.
Setelah kematian si petani,ladang mengering.
Binatang ternak pun ikut mengurus dan....
keluarga petani jadi kelaparan.
Putri kedua petani pun berpikir.
"Bagaimana ini?bagaimana?"
Pada saat itulah,kambing berubah menjadi seorang pria.
Pria itu sangat menawan dan wangi.
Kulitnya seperti pasir yang membara di bawah sinar matahari saat cerah hari dan....
Rambutnya jauh lebih berkilau dibanding perak mana pun.
Si putri kedua pun terbengong-bengong.
"Wanitaku yang malang,aku akan menyelamatkan keluargamu."
Pria yang memiliki tatapan mata semanis madu itu berbicara pada putri kedua.
"Dengan cara apa?"
"Aku akan memberimu logam mulia yang bisa mengihudupi keluargamu"
"SEBAGAI GANTINYA,BERIKAN JIWAMU PADAKU!
DAN,IKUTLAH DENGANKU."
"AKU AKAN MENGELUARKANMU DARI TEMPAT YANG MEMUAKKAN INI."
"...baik..."
"ANAK BAIK"- Ucap Raja Iblis
-Tamat-