hai perkenalkan namaku Sera aku lahir di keluarga yang berkecukupan namun semua itu berubah semenjak aku memiliki cinta pertamaku saat pergi liburan ke pantai dan matahari senja
di pantai 1 thn yang lalu
" wah bagus sekali pantai ini " kataku mengagumi
bruk.... aku bertabrakan dengan seorang cowok
" ma..maaf ya aku gak sengaja " kata cowok tadi meminta maaf
" iya aku maafin kok tapi kamu harus beritahu aku siapa namamu? " tanyaku
" perkelnalkan namaku Robi " kata Robi
" hai Robi namaku Sera" kataku dengan pipi memerah
" kenapa kok hatiku berdebar gini ya " kataku dalam hati
" hei... hei.. Ser kamu gak apa apa kan? " tanya Robi
" aku gak apa apa kok " jawabku
" kamu kesini ngapain?" tanyaku
" aku kesini mau lihat matahari terbenam " jawab Robi
"sama dong yuk kita lihat bareng " ajakku
" ayo, katanya kalau melihat matahari senja cuma berdua nanti jodoh lho " goda Robi
" kalau kamu memang jodohku ya udah aku terima " kataku
kini aku memiliki cinta pertamaku. Di pantai ini aku menemukan cintaku
di rumahku
" ma.. pa..aku pulang " teriakku
" anak bunda udah pulang " kata bunda
" bun, tadi aku ketemu sama cowok cinta pertamaku lho " kataku senang
" apa?!! " bunda kaget
" kamu jangan dekati cowok itu lagi!! " kata papa tegas
" kenapa sih pa? " aku bertanya
"karena dulu menurut nenek neneknya neneknya neneknya nenek buyutmu ada legenda " jelas papa
" legenda apa pa? " tanyaku lagi
" dulu saat nenek neneknya " kata kata papa terpotong olehku
" pa jangan sebutin itu aku pusing nih " kataku mengeluh
" ok, dulu nenek moyangmu pernah menikah dengan cinta pertamanya dan nenekmu meninggal pada usia 120 thn " jelas papa
" panjang banget umurnya " kataku kaget
" karena sejak nenekmu menikah tubuhnya penuh dengan keriput dan juga giginya rontok, rambutnya memutih pokoknya nyeremin " cerita Papa
" pada umur berapa nenek mengalami itu?" tanyaku
" pada umur 100 thn nak " jawab papa
aku terdiam dan tak bisa berkata kata
( siapapun yang tertawa\senyum sendiri wajib like ya)
" pa pokoknya aku mau sama Robi titik gak pakai koma " kataku marah sambil berlari menuju kamarku
" gimana caranya aku bisa nikah sama Robi sedangkan aku dilarang menikah sama cinta pertamaku " gumanku
tok... tok... tok.....
"siapa? masuk aja " kataku sambil menghapus air mata
" nak maafkan papa, papa gak bolehin kamu nikah sama Robi paati ada alasannya" jelas papa
" pa aku tetap pada pendirianku " kataku tegas
" begini kalau kamu nurut sama papa, papa bakalan kasih kamu sebuah rumah megah beserta isinya tapi kalau kamu masih tetap mau sama Robi kamu pergi dari rumah ini " kata papa menjelaskan
" aku bakal memilih pilihan yang kedua " kataku penuh keyakinan
" kamu beneran nak pilih yang kedua " kata papa tak percaya
" ya, itu pilihanku " kataku mantap
" ya sudah kalau kamu pilih yang itu papa beri waktu 2 bulan dan kamu harus kembali dengan cinta pertamamu " kata papa
besoknya aku langsung berkemas dan bersiap pergi
" pa... ma aku berangkat dulu " kataku
" selamat jalan nak " kata mama sedih
" ya sana cepat jalan " kata papa tak peduli
aku mulai berjalan dan tak tahu harus kemana
" panas sekali aku istirahat di bawah pohon itu saja " kataku
saat aku sedang istirahat di bawah pohon tiba tiba Robi datang
" kamu Sera kan? " tanya Robi
" iya, kamu Robi? " tanyaku balik
" kamu ngapain disini? " tanya Robi lagi
" aku harus mencari cinta pertamaku dalam 2 bulan " jawabku
" memang siapa cinta pertamamu? " tanya Robi
" kamu Rob " jawabku malu
" apa!? aku!? " kata Robi kaget
" ya Rob kamu cinta pertamaku " jelasku
" kamu pasti bercanda iya kan" kata Robi
" aku serius " kataku serius
" kamu mau kan? " kataku penuh harap
" gimana ya, aku sebenarnya sudah punya pacar " jelas Robi
hatiku rasanya remuk, tubuhku rasanya tak bertenaga dan
brrukk..... aku pingsan di depan Robi
"Ser... kamu kenapa? " kata Robi khawatir
aku segera dibawa ke rumah Robi
" aku ada dimana? " tanyaku bingung
" kamu dirumahku " kata Robi
" ternyata rumah Robi agak kecil tapi nyaman " gumanku
" maaf ya kalau rumahku kecil " kata Robi
" gak apa apa kok, malah aku suka sama rumahmu " kataku mengagumi
" mana pacarmu? " tanyaku
" sebenarnya aku belum punya pacar " jawab Robi
" jadi kamu bohong " kataku kesal
" nggak maksudku gak gitu, maksudku biar kamu gak hidup susah sama aku " jelas Robi
" jadi cuma karena itu kamu bohong? " tanyaku
" ya, karena aku juga suka sama kamu " kata Robi malu
" aku mau kok sama kamu yang apa adanya " kataku
" beneran " kata Robi dengan mata berbinar
" iya " kataku
aku kini resmi menjadi pacar Robi
2 bln kemudian
" pa.... ma... aku pulang " teriakku
" ya ampun anak mama sudah pulang " kata mama bahagia
" jadi kamu menyerah " kata papa
" siapa bilang " kataku
" assalamualaikum tante om " kata Robi sopan
" jadi kamu jadian sama dia " kata papa
" iya pa " kataku mantap
" bagus nak, kamu memilih pasangan yang sopan " kata papa bangga
" makasih ya pa " kataku
kini aku papa mama Robi menjadi satu keluarga yang bahagia
TAMAT