3 kata: Kopi, Cinta pertama, dan Lotere.
---
Ditepian jalan, sepasang kekasih bernama Sena dan Maika menikmati minuman cup kopi yang hangat. Keduanya memandang suasana sekitar sambil membahas sesuatu. Mereka mengobrol dengan riang gembira. Sampai keduanya sama-sama menghela nafas lega.
"Tidak terasa kita bisa bersama selama ini. Menyenangkan sekali." ucap Maika.
"Benar. Aku merasa begitu memiliki sesuatu yang istimewa saat ini. Dan itu adalah orang yang ada didekatku." ungkap Sena.
"Aku juga demikian. Selain itu merasa bahagia juga karena hubungan yang dimiliki ini." lanjut Maika.
"Semenjak saat itu, kita bisa bertemu dan menjadi seperti sekarang ini. Kamu ingat kan?" tanya Sena.
"Tentu saja aku mengingatnya." jawab Maika.
Mereka berdua pun beranjak pergi menuju suatu tempat sambil melanjutkan pembahasan.
Langkah kaki mereka melewati berbagai area dan cukup jauh. Sampai pada akhirnya keduanya tiba ditempat tujuan.
"Tempat ini tidak banyak berubah ya." kata Maika sembari menatap bangunan yang ada didepannya.
"Iya. Tempat ini memiliki sebuah kenangan berarti."
balas Sena yang penuh rasa rindu.
"Semua bermula dari sini." Maika memegang sebelah bahu dari Sena.
Mundur ke beberapa waktu silam. Ketika lelaki bernama Sena dan perempuan bernama Maika bertemu untuk pertama kalinya. Sena yang baru saja pulang bekerja berkunjung ke sebuah tempat yang penuh dengan ramainya orang-orang. Disusul oleh Maika dari belakang yang baru saja pulang dari berjalan-jalan. Keduanya berdiri sejajar dengan mata menatap ke depan. Lokasi yang dikunjungi oleh mereka adalah berupa tempat undian lotere.
Banyak orang yang datang ke tempat itu dengan harap dapat memenangkan undian tersebut. Setelah selesai daftar mengikuti undian, Sena dan Maika tak sengaja menabrak. Tas tangan dari Maika jatuh dan seketika Sena langsung membantu perempuan yang ada didekatnya tersebut. Kemudian mereka berdua keluar dari keramaian orang-orang didepan tempat pengundian.
Sena dan Maika saling berhadapan. Sena mengucapkan permintaan maaf karena tadi menabrak Maika. Namun perempuan itu tidak mempermasalahkannya. Maika mengucap terima kasih sebab telah membantu dirinya keluar dari kerumunan banyak orang. Setelah itu mereka berdua saling mengenalkan diri dan Sena pun tertarik untuk mengajak Maika minum kopi. Perempuan itu pun menerima dengan senang hati.
Disebuah kafe yang ada dipersimpangan jalan, Sena dan Maika membahas tentang undian lotere tersebut. Mereka berbagi alasan kenapa mengikuti lotere itu. Saat membahas, seketika Maika tertawa mendengar alasan dari Sena. Laki-laki yang ada dihadapannya itu memiliki alasan yang mengundang gelak tawanya. Sebab dia ingin sekali memegang banyak uang dan menghabiskannya dengan membeli kopi dan mie instan yang banyak.
Meskipun Sena berkata bahwa ia bercanda soal itu, namun tetap saja Maika sudah terlanjur tertawa dan sempat menganggap alasan dari Sena itu serius.
Setelah mengobrol panjang di kafe, Sena dan Maika bertukar nomor telpon. Lalu keduanya berpisah pada hari itu.
Pertemuan pertama membuat keduanya mulai saling interaksi satu sama lain. Secara perlahan Sena dan Maika masuk dalam tahap menjalani suatu hubungan yang meningkat. Hingga akhirnya mereka berdua berpacaran. Cinta pertama dipertemukan dalam momen yang tidak disengaja.
Sena dan Maika merasa bahagia dengan status yang mereka miliki mulai saat itu.
Usai mengenang masa lampau, Sena dan Maika saling memandang.
"Itu momen yang ngangenin ya." kata Sena sambil memegang kepala dari Maika.
"Iya. Aku masih bisa mengingatnya dengan jelas."
balas Maika dengan tersenyum.
Keduanya pun lanjut berjalan setelah berkunjung ke tempat undian lotere itu.
"Walau tidak memenangkan lotere, aku tetap menang dihatimu kan?" tanya Maika dengan tawa kecilnya.
"Itu sudah pasti." jawab Sena selagi mengelus kepala pasangannya itu.
Lotere adalah tujuan dimana kita dipertemukan. Kopi adalah pembuat hubungan yang terasa hangat. Serta Kamu adalah Cinta pertama bagi diri ini.
Sena dan Maika.
-----SELESAI-----