Pagi hari, di bangku kelas 9A duduklah seorang siswa yang memiliki mata yang indah dan rambut yang panjang. Siswa itu menempati kelas yang bersih dan rapi. Siswa itu bernama Natalia Serlina atau biasa dipanggil Nata. Dia seorang ketua kelas yang jujur dan disiplin. Dia memiliki dua sahabat yang bernama Sherin dan Nanda. Sherin adalah anak yang memiliki paras yang rupawan, sedangkan Nanda adalah anak yang baik dan tidak sombong.
Jam menunjukkan pukul 12:00 WIB, Nata yang sedang fokus mendengarkan penjelasan gurunya. Tiba-tiba fokusnya buyar mendengar pengumuman dari kepala sekolah.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kepada siswa kelas 9, saya akan memberikan pengumuman yaitu sekolah kita akan mengadakan lomba. Lomba tersebut akan dilaksanakan 1 bulan lagi dan dilakukan secara berkelompok. Lomba itu adalah lomba kreativitas yang dapat membentuk karakter setiap anak. Sekian dari saya, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."Kata kepala sekolah di podium.
Jam sekolah telah berakhir, saatnya murid untuk pulang. Saat di perjalanan menuju rumah, Nata dan Nanda yang selalu pulang bersama itu bingung apa yang harus mereka lakukan agar bisa memenangkan lomba itu. Karena mereka terlarut dalam pikiran masing-masing, Nata tak sadar bahwa ia telah melewati rumahnya dan hampir sampai ke rumah Nanda yang terletak 5 rumah dari rumahnya.
"Assalamualaikum."Salam Nata ketika masuk rumah yang berwarna hijau dan tak jauh dari sekolahnya itu. Bunda Nata yang bernama Ana pun menjawab salam anaknya dan langsung bertanya.
"Waalaikumsalam, kok tumben telat pulangnya?" tanya Bunda kepada Nata.
"Maaf Bunda, tadi Nata kelewatan sampai rumahnya Nanda."Jawab Nata sambil melepas sepatu yang ia kenakan.
"Oh ya udah, sekarang Nata ganti pakaian terus makan."Ucap Bunda.
"Iya Bunda."Kata Nata.
Kini Nata sudah berganti pakaian. Kemudian ia duduk di kursi yang ada di teras rumahnya dan masih saja berpikir. Nata pun membuka hpnya dan mulai mencari di internet tentang lomba itu. Walaupun sudah lama mencari, Nata pun tak kunjung menemukannya. Hingga Bunda pun menghampirinya.
"Nata kok nggak makan, padahal ada nasi bakar kesukaan Nata loh di meja makan."Ucap Bunda.
"Nata lagi nyari ide buat lomba kreativitas yang akan diselenggarakan kepala sekolah bulan depan."Jawab Nata.
"Bunda mau kasih saran nih buat kamu, gimana kalo kamu adain kantin kejujuran."Usul Bunda.
"Bagus juga ide Bunda, ya udah nanti Nata bilang ke temen-temen."Jawab Nata yang langsung menutup hpnya, kemudian Nata berjalan ke meja makan.
Keesokan harinya, seperti biasa Nanda sudah menunggu di teras rumah Nata untuk berangkat sekolah bersama. Saat di jalan Nata dan Nanda berpapasan dengan Cilla. Cilla adalah murid kelas 9A juga. Tapi hanya Cilla yang tidak suka dengan Nata, karena Cilla merasa bahwa Nata adalah saingannya dalam pelajaran.
Sesampainya di kelas, Nata dan Nanda segera menuju Sherin yang sedang membenarkan poninya yang berantakan.
"Sherin, Nanda, gue punya saran buat lomba itu!" ucap Nata.
"Emangnya apaan Nat?" tanya Nanda.
"Gimana kalo kita adain kantin kejujuran aja. Kan itu bisa ngebentuk karakter anak Indonesia jadi lebih jujur, ya nggak sih?" ucap Nata.
"Iya bener, saran lu bagus juga Nat. Ya udah ntar kita siapin aja barang-barang buat lombanya."Ucap Sherin.
3 minggu kemudian, Nata dan sahabatnya pergi ke supermarket untuk membeli makanan ringan untuk dijual di kantin kejujuran. Mereka saling patungan uang untuk membeli makanan ringan.
Beberapa hari telah berlalu, kini hari perlombaan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Seluruh siswa kelas 9 mulai mempersiapkan kegiatan mereka. Begitu pula Nata dan sahabatnya, mereka sudah menaruh dagangan mereka. Banyak siswa yang berdatangan membeli dagangan mereka dengan membayar dan mengambil sendiri kembalian mereka.
Dari jauh Nata melihat Cilla yang sedang menuju arah dagangan mereka. Cilla mengambil makanan ringan, Nata melihat Cilla mengeluarkan uang 10 ribu dari sakunya. Harga makanan ringan itu 7 ribu, seharusnya Cilla mengambil kembalian 3 ribu. Tetapi, ia malah mengambil kembalian 20 ribu dari kotak dan langsung pergi.
Sherin dan Nanda juga melihat kejadian itu, dengan spontan Sherin memberi tahu kepada Nata bahwa ia telah menaruh kamera tersembunyi di meja dagangan mereka tanpa sepengetahuan yang lain. Nata pun mengambil kamera tersebut dan langsung menuju ruang kepala sekolah yang berada di samping aula. Ternyata di dalam ruangan tersebut ada kepala sekolah dan pak Brian selaku guru agama Islam yang sedang berbincang-bincang. Nata memperlihatkan video tentang Cilla tadi dan menceritakan semua kejadian dari a-z. Kepala sekolah menggelengkan kepalanya seperti orang yang heran dan tidak percaya. Pak Brian yang juga melihat video itu nampak sangat kaget.
Saat pembacaan pemenang oleh kepala sekolah, kepala sekolah terlebih dahulu memanggil Cilla untuk berada di dekat podium. Kepala sekolah menanyakan video yang diperlihatkan Nata. Betapa kaget dan malunya Cilla saat video itu ditayangkan.
"Cilla kenapa kamu melakukan hal itu?" tanya pak Brian.
"Saya... saya nggak suka dan benci sama Nata pak, karna itu saya melakukan hal tersebut."Jawab Cilla dengan gugup.
"Bapak tidak percaya sama kamu, kamu harus berbicara dengan jujur nak."Ucap pak Brian dengan tegas.
"Saya ngaku pak, saya memang mencuri. Karena saya hanya membawa uang sedikit. Uang saya tertinggal di meja belajar."Ucap Cilla dengan malu.
"Anak-anak jika kita hanya bawa uang saku sedikit seharusnya kita hemat, hemat itu perbuatan baik. Jangan mencuri, karena itu akan membuat kita berdosa. Itulah kenapa bapak sangat suka ada kantin kejujuran. Karena itu dapat melatih kepribadian kalian menjadi seorang yang jujur."Sedikit nasihat dari pak Brian.
"Dengan ini saya umumkan, pemenangnya adalah Nata dan teman-teman dengan kegiatan kantin kejujurannya."Ucap kepala sekolah di podium. Betapa senangnya Nata dan sahabatnya mendapat juara dalam lomba itu.
Semenjak saat itu, Cilla menjadi anak yang baik, ramah, dan jujur. Dia menganggap kejadian itu sebuah pelajaran bagi dirinya dan semua orang, dimana kita harus jujur akan hal apapun, karena Tuhan Maha Tau. Cilla juga menjadi baik dengan Nata, mereka menjadi teman yang sangat akrab. Dan semenjak kejadian itu pula, kantin kejujuran terus dilaksanakan.
~TAMAT~
~Jangan lupa like & komen!~