~ Kata-kata yang dipilih: Senja, racun, dinosaurus.
***
Kenapa aku dibenci
Hanya karena aku akrab dengan benda mati
Sebaliknya dengan manusia nyata?
Apa aku salah?
Aku tak tahu
Aku sendiri tak tahu...
Apa jawabannya
***
Namaku Yola, kelas 6 SD, pecinta berat Bulbasaur, bahkan aku punya bonekanya di rumah. Pokoknya ia kesayanganku banget deh.
Buat yang belum tahu, Bulbasaur adalah salah satu Pokemon, ia berwujud dinosaurus, toh namanya aja udh ada kata 'saur'.
Aku sering bercengkrama sendiri dengan boneka Bulbasaur milikku, tak peduli jika kedua orangtuaku dan kakakku heran akan kelakuanku. Ketika aku gembira, aku mengungkapkan seluruh kegembiraanku padanya. Begitu juga ketika aku sedih. Bahkan aku sampai memeluknya dengan amat erat dan menciumnya. Ia sudah bagaikan buku diary bagiku.
Jika di sekolah, aku berbicara sendiri seolah boneka Bulbasaur milikku ada di depanku. Aku menceritakan pengalaman sekolahku, kelakuan guru-guru, dan berbagai hal mengenai sekolahku.
Tapi, hanya karena hal itu aku dibenci dan dibully oleh seluruh murid sekelasku. Aku dianggap gila karena aku selalu bicara sendiri.
"Coba aja kalau makhluk kesayanganmu itu sudah tiada!" Timpal Naomi.
"Dan aku akan kasih racun paling mematikan kepada makhluk itu. Kami ingin lihat kamu menangiiiiis tersedu-sedu karena kehilangan ia. Yahahahaha..." tambah Jenif.
Semuanya tertawa, tapi aku menangis.
Sungguh menyakitkan. Sungguh.
Bukan sakit di badan, tapi di hati tentunya.
***
Jika aku merasa bosan di rumah, aku pergi ke pos satpam yang sudah terbengkalai selama 13 tahun. Di sana aku duduk di kursi yang juga sudah tak terpakai, lalu aku memeluk boneka Bulbasaur ku dan bercengkrama, seperti halnya di rumah.
Mungkin kalian ingin mengatakan bahwa aku aneh banget, gila, dan lain sebagainya yang membuat hatiku tergores. Tapi memang inilah diriku yang sesungguhnya. Aku sampai bermain dengannya di pos satpam!
Hari ini saja pun aku berbuat demikian, ditengah langit senja yang indah di mataku.
"Lihatlah langit itu, indah bukan?" Bicaraku kepada boneka Bulbasaur milikku.
Lalu aku membuat ia mengangguk dengan menggerakkan kepalanya keatas dan kebawah menggunakan kedua tanganku.
"Kenapa sih mereka berbuat seperti itu padaku, kan aku tidak melakukan kesalahan?" Kataku lagi.
Aku mengangkat kedua tangannya menggunakan kedua tanganku.
"Yah, rupanya kamu juga tidak tahu, ya."
Tiba-tiba...
Aku kebelet pipis.
"Aduh, aku kebelet pipis. Kau tunggu disini ya, Bulbasaur," aku tersenyum padanya.
Dan aku menganggap ia balas senyum padaku.
Aku langsung lari ke toilet umum yang tidak jauh dari pos satpam itu. Lalu aku pipis.
Setelah aku keluar dari toilet, hal mengejutkan terjadi.
Boneka Bulbasaur ku hilang!
"Lho, kamu kemana Bulbasaur?!" Aku panik tak karuan.
Aku mencari ke seluruh area komplek.
Ketika aku sedang mencarinya, aku melihat kebul-kebul asap, tepat di depanku.
Dan di sana ada murid-murid sekelasku!
Apa yang mereka lakukan?
Aku menghampiri mereka, sebab firasat ku tidak enak.
Benar saja!
Mereka membakar boneka Bulbasaur milikku!
"Ke... kenapa kalian melakukan ini!" Aku menangis. Tega sekali mereka membakar makhluk kesayanganku.
"Bukankah aku sudah bilang, aku akan meracuni boneka kesayangan milikmu. Dan inilah racunnya, api! Lihat, sekarang ia sudah mati! Aku juga sudah bilang kalau kami ingin lihat kamu menangiiiiis tersedu-sedu karena kehilangan ia." Ucap Jenif.
Sungguh jahat! JAHAT!
Langit senja sudah tak terlihat indah di mataku. Sudah tidak lagi. Mereka merusaknya!
Mereka tertawa puas karena merasa lucu melihatku sedih begini.
Tepat hari ini, aku kehilangan boneka Bulbasaur milikku.
Boneka Bulbasaur itu sudah hangus terbakar, hanya asap dan abu lah yang tersisa.
***
Senja berganti malam
Warna langit yang sesuai...
Untuk keadaanku saat ini
Aku masih disini
Aku tak pulang ke rumah
Mereka sudah meninggalkanku
Meninggalkan sedihku di samping boneka yang dibakar...
Oleh mereka sendiri
~ TAMAT ~
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain di bawah ini ya :) 👇🙏
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏