“Lira!!!!!”
Merasa namanya dipanggil gadis yang bernama Alira Leola Azahra itu pun menoleh. Terlihat Clarissa dan Adelia teman sekelasnya sekaligus sahabatnya itu berlari menghampirinya.
“kenapa kalian lari lari gitu sih,bau keringet tau” ujar Lira menutup hidungnya, kedua gadis yang kini sedang membungkuk bertumpu pada lututnya sambil mengatur nafasnya yg tidak beraturan.
“Gue telat bangun” balas Clarissa disela nafasnya. “Iya tuh si Clarissa disamperin malah masih molor” balas Adelia dengan nada kesalnya.
Lira memutar bola matanya bosan, ini bukan yang pertama kalinya Clarissa terlambat.
“Makanya jangan kemaleman nonton drakor, jadi telat kan lu” oceh Lira.
“Hu mana bias gue tahan ngak nonton sampe habis” balas Clarissa
“Yaudah deh serah, yuk del tinggal aja tu rissa” ucap Lira berjalan duluan terlebih dahulu sambil menarik tangan Adelia.
“Eh tungguin kalik” ucap Clarissa sambil berteriak.
Slesss brak~
“Awww” ringis Lira
“Eh sorry sorry gue ngak sengaja” ucap Arzan sambil mengulurkan tangan berniat ingin membantu Lira. Namun gadis ini malah menepis tangan Arzan dengan kesal.
Arzan Ravindra Malik adalah siswa terpintar dan ternakal disekolah ini. Menduduki 12 IPA 1, kelas yang terbilang sulit untuk dimasuki oleh siswa siswi seperti Lira, namun sangat mudah bagi Arzan.
“Lu yah, udah ditolongin juga, malah sewot”
“Kan lu emang sengaja, ngaku deh gak usah sok baik gitu” balas Lira
Pertengkaran sengit pun kembali terjadi, mengapa begitu?? Karena hal ini sudah bukan sesuatu hal yang jarang terjadi,namun sudah sangat sering terjadi.
Seluruh isi sekolah pun sudah tahu jika Arzan dan Alira adalah musuh bebuyutan.
“Udah Ra, Arzan kan udah minta maaf juga” bujuk Clarissa dan Adelia bersamaan, karna kalau tidak begitu mereka tidak akan berhenti bertengkar.
Apaan,dia emang sengaja tu” tuding Lira yg tetap kukuh dengan ucapannya.
“Serah lu deh,Ra” ucap Arzan sambil meninggalkan Lira yang semakin tambah emosi.
“Udah yuk, gak usah tanggepin si Arzan tu” bujuk kedua sahabatnya sambil menarik Lira ke kelas.
“Ihhh ngeselin banget dah” geram Lira, mereka sudah di dalam kelas, namun Lira masih saja menggerutu.
“Udah Ra,lupain aja” ucap Clarissa.
“Kenapa dia?” tanya Lauren teman Lira juga, mereka ada berempat Alira, Clarissa, Adelia, dan Laurensya yang kini baru datang.
“Biasa lah…, berantem ama si Arzan tu” ucap Adelia mendengus bosan.
“Ya ampunn kapan sih kalian tu damai, setiap hari berantem ngak bosen apa?” ucap Lauren sambil meletakkan tas nya di atas meja yang berada dibelakang Clarissa.
“Tau ih, berantem terus entar jadi suka lo..” cibir Clarissa.
“Apaan sih kalian, itu gak akan mungkin terjadi!!” ujar Lira menghempaskan tasnya dengan keras.
“Ya kalo jodoh kalian bisa apa” sahut Lauren yang langsung di sambut oleh tawa Clarissa dan Adelia.
Ting tong ~~ bel masuk berbunyi.
45 menit kemudian~~
Tringggg~
Pelajaran pun akhirnya selesai.
“huh akhirnya pelajarannya selesai juga” ucap sinta merasa lega.
“Kantin yuk, laper nih” ajak Lira,yang memang ia sangat lapar. Mengerjakan soal matematika membuat otaknya terpakai penuh,dan tenaganya pun ikut terkuras. Yap pelajaran pertama yaitu matematika.
“iya gue sama” sahut lauren.
Sesampainya mereka dikantin mereka langsung membeli makanan dan langsung melahapnya dengan tenang.
Setelah selesai Lira mengajak sahabatnya ke kelas untuk mengambil tas.
Kini mereka berempat sudah berada di depan sekolahan.
“Ih lu apaan sih Ren, teriak gitu” ucap Lira.
Beberapa menit kemudian Zico berada tak jauh dari situ.
“ Kak Zico, ngak ada rencana gitu ajak aku jalan?” ucap Clarissa tanpa rasa malu, ketiga temannya sampai dibuat melongo karna keberaniannya.
“Boleh, kalo lu ngak ada acara, ayuk jalan” ajak Zico, membuat Clarissa gregetan.
“Okeee” ucapnya girang.
“Aku nebeng sekalian ya” ucap Clarissa yang langsung naik ke atas motor Zico.
“Aku duluan yah!!!” teriak Clarissa melambaikan tangannya pada ketiga sahabatnya.
Mereka hanya menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu.
“Lu bareng siapa?” tanya lauren pada Lira.
“Gak tau nih, kata mama supir gue bakal jemput” jawab Lira sambil celingak celinguk mencari keberadaan mobilnya, namun tak ada.
“Yaudah nebeng gue aja” ajak Adelia
“Gak usah, rumah kita kan berlawanan arah, nanti lu kesorean pulangnya” tolak Lira.
“Arzan!!!!” panggil lauren ketika melihat cowo itu lewat dengan motor N-Max nya.
“Ada apa? Tanya Arzan berhenti didepan mereka.
“Lu kan searah sama Lira, ajak dia nebeng dong” pinta Lauren.
“Ngak gak ga, apaan sih kalian” tolak Lira
“Udah Lira, ikut aja, daripada lu sendirian disini” ucap Adelia.
“Jadi ikut gak nih?” ucap Arzan.
Mau tidak mau Lira naik ke atas motor Arzan,karna sebenarnya dia juga takut di sekolahan sendirian.
“Dadah Lira!!!, pegangan ya…” teriak Lauren ketika Arzan sudah melajukan motornya.
"Pelan pelan dong!!" Rengek Lira ketakutan.
"Akkh!!!" Teriak Lira ketika Arzan sengaja melajukan motornya kemudian mengeremnya. Secara spontan Lira memeluk pinggang Arzan. Membuat Arzan tersenyum menyeringai.
"Hati hati bagong, gue kagak mau mati!!" Teriak Lira sambil memejamkan matanya, tak berani menatap jalanan.
"Alah lebai lu!" Balas Arzan sembari kembali menjalankan motornya
"Ish! nyari kesempatan kan lo!" Ucap Lira sembari melepaskan pelukannya.
Beberapa menit kemudian~
Di perjalanan Arzan yang sudah lelah bertengkar dengan Lira setiap hari dan sebenarnya Lira juga begitu.
“Ra, gue minta maaf ya selama ini ada salah sama lo, jujur gue capek Ra berantem sama lo” ucap Arzan terus terang.
“hmm Zan gue sebenernya juga sama , gue maafin kok, tapi gue juga minta maaf ya sering nuduh lo trus” balas Lira yg juga terus terang.
“Iya gue maafin, yaudah pegangan, nanti jatuh” ucap Arzan yang langsung membuat Lira tersipu malu.
Sekian dari saya jika ada salah kata / kekurangan atas cerita saya, saya mohon maaf.